Showing posts with label PENDIDIKAN KEAYAHBUNDAAN. Show all posts
Showing posts with label PENDIDIKAN KEAYAHBUNDAAN. Show all posts

Friday, 8 January 2021

Lebih Bakir Tingkatkan Tugas Orang Renta Melalui Pendidikan Keayahbundaan – Orang Renta Yakni Pendidik Terpenting

Sahabat Edukasi yang sedang berbahagia...

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menganggap perlu diadakannya pendidikan untuk orang tua. "Memang jikalau sudah menikah, berarti sudah siap menjadi pasangan suami istri. 

Tapi menjadi orang renta yang mendidik, itu ialah dunia yang berbeda," katanya di depan ratusan siswa dan alumni sekolah Santa Ursula Jakarta selesai Januari lalu.

Mendikbud Anies menyampaikan bahwa selama ini para orang tua-- pada umumnya-- hanya mengajari anak soal kesehatan dan lain sebagainya, tapi untuk pembentukan karakter dan budinya belum tentu. Dan itu sanggup dari hal-hal terkecil. Pada kenyataannya, orang renta lebih sering mengesampingkan itu.

"Contohnya, ketika ingin pergi ke kegiatan pernikahan. Anak-anak yang berusia 3-4 tahun biasanya nangis minta ikut. Tapi orang renta lebih sering menyuruh pengasuhnya untuk menyelimuti dan memainkan film kartun," katanya. "Setelah itu, maka orang tuanya pergi tanpa pamit." tambahnya.

Anies menyampaikan bahwa sebaiknya orang renta tidak berperilaku demikian. "Bapak dan Ibu membiasakan anaknya untuk tegas. Kalau bilang iya, iya. Kalau bilang tidak, tidak," kata Mendikbud Anies. Ia juga menambahkan bahwa ini besar lengan berkuasa terhadap anak itu sendiri, dan anak akan terbiasa memegang prinsip. Nilai-nilai ibarat inilah yang harus diajarkan orang renta semenjak dini.

Orang renta ialah pendidik terpenting, kata Mendikbud, tapi justru yang paling tak tersiapkan. Pendidikan sebagai orang renta ini tidak tersentuh. Untuk itu akan ada direktorat gres yang menangani kegiatan keayahbundaan.

Program keorangtuaan yang ada selama ini belum menjangkau target selesai yaitu meningkatkan tugas orang renta dalam mencapai hasil mencar ilmu anak yang optimal. “Oleh alasannya itu perhatian serius terhadap tugas orang renta perlu dilakukan melalui peningkatan kualitas pendidikan keayahbundaan,”  ucap Sekretaris Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini, Non Formal dan Informal (PAUDNI) Ella Yulaelawati ketika ditemui di kantornya, Jumat (30/01/2015).

Ella mengatakan, melalui pendidikan keayahbundaan akan diupayakan menunjukkan wawasan, pemahaman, dan keterampilan ihwal kiat mendidik anak semenjak dalam kandungan hingga dengan dewasa. Pendidikan yang akan diberikan ialah dalam hal memelihara cinta dan kasih sayang kepada anak, pendidikan karakter, gizi dan kesehatan, menyiapkan prakeaksaraan, memenuhi hak dan pertolongan anak.

“Selain hal tersebut, fokus pendidikan keayahbundaan ialah mencegah sikap destruktif dan meningkatkan kualitas hasil mencar ilmu anak melalui pendampingan yang menyeluruh,” kata Ella.

Dengan adanya pendidikan keayahbundaan diperlukan sanggup menyajikan standar menjadi orang renta yang bermartabat . Standar tersebut diperlukan sanggup disusun oleh orang tua, diakses, dan dinilai oleh, untuk dan dari para ayah bunda itu sendiri. “Dengan begitu sanggup meningkatkan kapasitas ayahbunda dalam peningkatan kualitas pembelajaran yang bermakna untuk anak,” pungkas Ella. (Seno Hartono/dari banyak sekali sumber – www.kemdikbud.go.id)

Lebih Cendekia Direktorat Keayahbundaan Sudah Disetujui Presiden – Sampai 2019 Mendatang Akan Menciptakan 87.417 Satuan Pendidikan Keayahbundaan

Sahabat Edukasi yang sedang berbahagia...

Pencanaan oleh Kemendikbud RI untuk membentuk Direktorat Keayahbundaan telah berlangsung separuh jalan. Bahkan, sudah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Kemendikbud.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUDNI), Ella Yulaelawati mengatakan, pencanangan Direktorat Keayahbundaan sudah dalam RPJMN dan telah diberikan kepada Presiden.

Dia menyebutkan, salah satu aktivitas yang akan dilakukan oleh Direktorat Keayahbundaan sampai 2019 mendatang akan menciptakan 87.417 satuan pendidikan keayahbundaan. Sasaran yang ingin dicapai dari aktivitas itu yaitu meningkatnya kanal dan mutu layanan pendidikan keayahbundaan bagi penduduk usia dewasa.

"Keayahbundaan yang dimaksud tidak hanya orang renta kandung, melainkan wali maupun orang sampaumur yang bertanggung jawab mendidik anak," ungkapnya kepada Republika, selesai pekan lalu. Ella mengatakan, layanan pendidikan keayahbundaan itu bermaksud semoga penduduk usia sampaumur memperoleh layanan pedidikan keayahbundaan terkait upaya meningkatkan wawasan, pemahaman perihal kiat mendidik anak semenjak janin sampai dewasa.

Kemendikbud menargetkan sampai 2019, jumlah penduduk sampaumur yang mendapat layanan pendidikan keayahbundaan berkisar 4.343.500 orang. Direktorat Keayahbundaan nantinya di bawah struktur Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat.

"Mengingat, target kegiatan aktivitas itu yaitu untuk terciptanya keluasaan dan kemerataan kanal PAUD dan pendidikan masyarakat bermutu, berkesetaraan gender dan berwasan pendidikan pembangan berkerlanjutan di semua provinsi, kabupaten dan kota. Di bawah Direktorat keayahbundaan akan ada tiga sub bidang," katanya. (sumber artikel : www.republika.co.id)