Showing posts with label TIPS BELAJAR EFEKTIF. Show all posts
Showing posts with label TIPS BELAJAR EFEKTIF. Show all posts

Monday, 4 January 2021

Lebih Berilmu Tips Menentukan Universitas / Perguruan Tinggi Tinggi Terbaik

Sahabat Edukasi yang sedang berbahagia... Dalam kesempatan kali ini saya akan share tips dalam menentukan universitas terbaik yang ditulis oleh Mbak Sussy sebagai berikut :

Universitas terbaik selalu menjadi dambaan setiap siswa untuk meneruskan studi ke pendidikan tinggi. Pilihan untuk melanjutkan studi pendidikan tinggi pastinya menciptakan bingung. Bingung untuk menentukan jadwal studi dan universitas mana yang terbaik sebab akan mempengaruhi masa depan. Keduanya harus dipikirkan dengan matang, semoga menjadi keputusan yang terbaik dan tidak salah pilih.

Pertimbangan apa saja yang harus dipikirkan untuk menentukan sebuah universitas?

Minat menjadi faktor pertama yang masuk dalam daftar pertimbangan sebab merupakan faktor internal dari diri sendiri. Menjalani kuliah dengan jadwal studi yang kita minati niscaya akan lebih menyenangkan, selain enjoy, kita pun nantinya tidak akan terbebani. Program yang kita pilih nantinya niscaya akan besar lengan berkuasa pada karir kita di masa depan. Pastikan daftar universitas terbaik yang kita bidik menyediakan jadwal studi yang kita minati.

Reputasi universitas menjadi pertimbangan selanjutnya. Bangga tentunya jika sanggup kuliah di universitas dengan reputasi yang bagus. Tapi reputasi bukanlah segalanya, masih banyak hal lain yang harus dipertimbangkan untuk menentukan universitas yang terbaik.

Proses Belajar. Dengan mengetahui proses berguru suatu jadwal studi di suatu universitas, kita akan lebih yakin dalam menentukan suatu universitas. Penting untuk mengetahui proses belajar, sebab ada jadwal studi yang lebih banyak menawarkan kiprah daripada ujian, atau lebih banyak berguru berdikari daripada kuliah pakar. Maka, carilah info sebanyak-banyaknya.

Fasilitas. Pertimbangkan akomodasi yang ada. Fasilitas pendukung apa saja yang mendukung kita ketika kuliah nanti. Seperti perpustakaan, internet, laboratorium, dan yang lainnya. Kemudian jika universitas yang kita tuju jauh dari rumah, apakah transportasinya memadai? Seberapa jauh jarak tempuhnya? Terletak dimana universitas tersebut, di kota atau di daerah? Pertimbangkan pula biaya hidup di sekitar universitas tersebut.

Setiap orang mempunyai kebutuhan dan minat yang berbeda-beda. Tapi penting untuk mengetahui informasi-informasi dari suatu universitas secara detail. Perhatikan akreditasinya, status pengukuhan ini menentukan kemandirian jadwal studi dalam melakukan jadwal berguru mengajar.

Status akreditasi diberikan pada masing-masing jadwal studi yang diselenggarakan di universitas tersebut.  Kemudian, pastikan juga universitas yang kita tuju sudah banyak menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan, untuk kemudahan lapangan kerja sesudah selesai masa studi.

Selain hal-hal di atas, tentu masih banyak pertimbangan yang harus kita pikirkan untuk sanggup menentukan universitas terbaik yang akan kita pilih. Tidak ada hal khusus yang niscaya dalam menentukan sebuah universitas. Sebagai calon penerus bangsa, tentunya kita harus sanggup memilah dan menentukan keputusan yang terbaik bagi kebutuhan diri kita tanpa harus mengorbankan hal-hal yang lebih bermanfaat.

Jangan hingga apa yang kita pilih akan kita sesali pada akhirnya. Cari info di banyak sekali media dan dari sudut pandang orang-oang terdekat. Semoga bermanfaat, selamat berjuang…:). Semoga berhasil... Aamiin... ...!

Penting…! Tips Memilih Program Studi (Prodi) Yang Tepat, silahkan lihat di sini…

Sunday, 3 January 2021

Lebih Bakir Tips / Cara Menentukan Aktivitas Studi / Jurusan Kuliah Di Perguruan Tinggi Tinggi Yang Tepat

Sahabat Edukasi yang sedang berbahagia... Untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan tinggi, seorang calon mahasiswa terlebih dahulu harus sanggup mengukur kemampuan akademiknya, menentukan aktivitas studi apa yang diminatinya, menentukan jenis aktivitas studi yang diinginkannya, dan mencari isu mengenai perguruan tinggi mana yang menyelenggarakan aktivitas studi yang diminatinya tersebut.

Termasuk menanyakan pada dirinya, apa yang menjadi cita-citanya? Keahlian apa yang dibutuhkan bila seorang mahasiswa menentukan karir tertentu? Apakah calon mahasiswa yang bersangkutan ingin berguru jauh dari orang tuanya ? Berapa dana yang dibutuhkan?
Sepuluh Program Studi Dengan Jumlah Mahasiswa Terbanyak – http://www.kopertis3.or.id
Pendeknya, ada beberapa yang sanggup dipakai sebagai pertimbangan dikala akan menentukan suatu perguruan tinggi, antara lain aktivitas studi, biaya, reputasi perguruan tinggi yang bersangkutan, status akreditasi, akomodasi pendidikan yang tersedia, serta kualitas dan kuantitas dosen yang dimilikinya.

Untuk menentukan aktivitas studi ini, jangan segan-segan untuk mencari isu termasuk kepada orangtua, teman maupun guru. Lebih baik lagi kalau bertanya kepada orang telah terjun eksklusif ke dunia kerja di bidang yang diminatinya. Karena kuliah akan menentukan bidang pekerjaan yang akan dituju.

Jangan hingga ingin bekerja di bidang perminyakan, kuliahnya di aktivitas studi ilmu hukum. Intinya aktivitas studi yang dipilih harus relevan terhadap bidang pekerjaan yang akan ditekuni.

Untuk mendapat isu mengenai aktivitas studi di perguruan tinggi, calon mahasiswa sanggup memanfaatkan akomodasi Internet, yaitu melalui website (situs) dari perguruan tinggi yang dituju atau  juga sanggup mengakses situs resmi pemerintah yang sanggup menawarkan isu yang lengkap.

Singkat kata perguruan tinggi dan nama aktivitas yang ada di situs resmi pemerintah statusnya niscaya legal. Berdasarkan pengalaman ada saja  calon mahasiswa yang tertipu masuk pada perguruan tinggi yang tidak legal, jadinya mereka rugi sendiri.

Jangan coba-coba masuk pada perguruan tinggi yang menyelenggarakan aktivitas studi dengan cara kelas jauh. Kelas jauh yaitu aktivitas studi yang diselenggarakan diluar kota dimana kampus induknya berada dan tanpa ijin dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sebagai pola kampus induknya ada di Jakarta, tetapi menyelenggarakan juga pendidikan di Surabaya.

Lulusan dari penyelenggaraan kelas jauh ini biasanya tidak diakui kalau untuk melamar pekerjaan. Perlu juga dipahami, ada juga perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan dengan cara kuliah jarak jauh. Kalau aktivitas ini diselenggarakan oleh Universitas Terbuka. Artinya penyelenggaan aktivitas studi ini legal. Situs yang sanggup dikunjungi untuk menentukan apakah aktivitas studi tersebut legal : www.pdpt.dikti.go.id atau www.evaluasi.dikti.go.id. Sementara itu, kalau penasaran wacana status akreditasi  : www.ban-pt.kemdiknas.go.id.

Salah satu hal yang sangat penting lainnya yaitu pertimbangan biaya kuliah. Sebaiknya terlebih dahulu bicarakan dengan orang yang akan membiayai kuliah, atau telilti keadaan keuangan yang dimiliki bila akan membiayai kuliah sendiri. Sesuaikan jumlah dana yang tersedia dengan biaya kuliah di perguruan tinggi yang akan menjadi pilihannya.

Buatlah rencana pembiayaan untuk melihat jumlah dana yang tersedia selama masa studi. Jangan mengandalkan pekerjaan sampingan. Pastikan bahwa dana yang dimiliki cukup untuk membiayai kuliah hingga selesai. Resiko apabila dana tidak mencukupi yaitu kerugian yang cukup besar, yaitu dana yang telah dikeluarkan sudah banyak, waktu terbuang percuma dan kuliah tidak selesai.

Bagi calon mahasiswa yang tidak bisa secara ekonomi tetapi memiliki potensi akademik yang baik, jangan khawatir tidak bisa kuliah. Calon mahasiswa sanggup memanfaatkan beasiswa yang banyak ditawarkan baik oleh pemerintah atau forum swasta. Sebagai pola kini sudah ada beasiswa bidikmisi yang ditawarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

Kuncinya calon mahasiswa harus rajin membuka internet atau mencari isu yang berafiliasi dengan perguruan tinggi. Situs yang bisa diakses untuk mencari isu tentang  beasiswa bidikmisi : www.bidikmisi.dikti.go.id.

Sumber acuan artikel : http://dikti.go.id

Thursday, 10 December 2020

Lebih Arif Salah Satu Kriteria Guru Mahir : Kurikulum Apa Pun, Guru Tetap Berprestasi Dan Menginspirasi

Sahabat Edukasi yang sedang berbahagia... Ada banyak sekali seni administrasi seorang guru mahir dalam pengabdiannya dalam upaya mencerdaskan bawah umur bangsa, selain daripada guru mahir itu sanggup menyenangkan muridnya. Lalu apa saja ciri-ciri seorang guru yang mahir itu…?

Karena di balik murid yang mahir niscaya ada guru yang mahir di belakangnya  (silahkan dibaca : Di Balik Siswa Yang Hebat Ada Guru Yang Hebat - Guru Hebat Dapat Menciptakan Suasana Belajar Yang Menyenangkan Bagi Siswa).

Selain itu, Guru mahir juga sanggup berbagi potensi siswa dengan kurikulum apa pun dan dalam situasi apa pun. Berikut ulasan yang admin share dari Okezone.com selengkapnya…

Polemik penerapan Kurikulum 2013 menciptakan guru Indonesia ikut menjadi sorotan. Banyak pihak menilai, kualitas guru di Tanah Air belum mumpuni untuk menerapkan pengganti Kurikulum 2006 tersebut.

Kurikulum sendiri akan berubah mengikuti situasi politik, sosial, budaya dan perkembangan teknologi. Sementara itu, kiprah guru tidak berubah. Apa pun kurikulumnya, guru harus memastikan penerima didik tumbuh dan berkembang sesuai potensi masing-masing dalam situasi dan kondisi yang ada.

Inilah yang dibahas dalam seminar bertajuk, "Aku Guru Hebat Apapun Kurikulumnya" yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Pendidikan Profesi Guru (Pusbang PPG) Lembaga Pengembangan Pendidikan Profesi (LP3) Universitas Negeri semarang (Unnes). Melalui seminar ini, Unnes mengajak seluruh guru untuk tetap siap mengajar dengan kurikulum apa pun yang ditetapkan pemerintah.

Guru Besar Universitas Negeri Yogyakara (UNY), Prof. Suwarsih Madya menyampaikan bahwa guru mahir yakni mereka yang mempunyai kompetensi lebih, bukan guru yang sekadar memenuhi standar.

"Untuk menjadi guru yang hebat, harus mendidik dengan niat sebagai ibadah, memperkokoh kepribadian, meningkatkan kompetensi secara kontinyu dengan memahami konteks secara menyeluruh,” kata Suwarsih, menyerupai dinukil dari laman Unnes, Kamis (29/1/2015).

Mantan atase pendidikan Indonesia di Thailand ini juga menyampaikan bahwa, guru yang mahir yakni guru yang bisa menyusun, melaksanakan, dan menunjukkan evaluasi terkait pembelajaran kapan dan dimana saja ia ditempatkan. Guru hebat, imbuh Suwarsih, harus fokus dalam pengembangan seluruh potensi yang dimiliki penerima didiknya.

Sejalan dengan itu, guru berprestasi tingkat nasional 2014, Farida Fahmalatif SPd MPd, mengajak rekan-rekannya sesama guru untuk sanggup menyikapi kurikulum 2013 dengan positif. Menurut Farida, kepercayaan dan keyakinan masyarakat menuntut guru berbagi kompetensi personal, sosial, pedagogik dan profesional.

"Kurikulum apa pun, guru harus berprestasi dan menginspirasi," ujar Farida. (rfa)


Referensi artikel : Mengenal Ciri Guru Hebat - Okezone.com

Lebih Cerdik Cara Menimbulkan Sekolah Menyerupai Taman, Anak Tiba Ke Sekolah Dengan Bahagia Dan Pulangnya Terasa Berat

Sahabat Edukasi yang berbahagia... Sekolah yang efektif selalu bisa menciptakan akseptor didiknya betah untuk belajar, namun ada beberapa taktik yang bisa diterapkan di sekolah satunya yang mana yang menjadi rujukan dari taktik ini tentu saja bapak/ibu guru yang mengajar di sekolah tersebut.


Berikut ulasan selengkapnya terkait dorongan dari Kemdikbud kepada guru untuk mengakibatkan sekolah mirip taman, yang admin share dari Okezone.com, sebagai berikut :

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menegaskan, untuk memperbaiki dunia pendidikan perlu kolaborasi dari aneka macam pihak. Salah satu pihak terpenting dalam memperbaiki dunia pendidikan ialah kiprah seorang guru atau tenaga pendidik.

"Kemajuan pendidikan itu ada pada pendidiknya. Guru harus jadi kunci kemajuan (pendidikan)," kata Anies, di Bandung, tadi malam.

Selain harus mempunyai kemampuan yang baik dalam mengajar, guru juga harus bisa menciptakan suasana dunia pendidikan nyaman. Dia pun mengibaratkan sekolah harus jadi mirip taman.

"Taman itu sebuah daerah yang jikalau anak datang, ia tiba dengan senang, pulang dengan berat. Sudahkah sekolah mirip taman? Justru terbalik, anak tiba dengan berat hati, pulang dengan senang hati," jelasnya.

Ia pun mengingatkan kepada para sekolah dan guru untuk menciptakan suasana mencar ilmu menjadi nyaman. Caranya, bisa dilakukan dengan aneka macam hal. Yang terpenting, siswa tiba bersemangat ke sekolah untuk mendapat ilmu pengetahuan.

"Kepala sekolah harus sadar bahwa kiprah Anda menciptakan suasana mencar ilmu jadi menyenangkan. Guru juga begitu (tugasnya). Sederhana berdasarkan saya," ucap Anies. (fsl)

Referensi artikel : Mendikbud, “Sekolah Harus Seperti Taman” - Okezone.com

Lebih Cendekia Bahan Pelajaran Pencak Silat Masuk Dalam Kurikulum Di Sekolah – Pencak Silat Sanggup Membuat Karakter, Nilai, Kejujuran, Kedisiplinan

Sahabat Edukasi yang sedang berbahagia... Pencak silat merupakan potensi seni budaya orisinil Indonesia yang harus dijaga eksistensinya, tak terkecuali pada lingkungan sekolah menyerupai adanya aktivitas ekstrakurikuler Pencak Silat.

Dalam latihan pencak silat, kedisiplinan menjadi salah satu hal yang utama alasannya yaitu dalam latihan pencak silat terdapat senam, gerak jurus, olah pernafasan, dan latihan lain yang memerlukan kedisiplinan tinggi bagi seorang siswa untuk sanggup menuntaskan di setiap kenaikan tingkat / jenjang yang sudah ditentukan oleh masing-masing perguruan tinggi ataupun organisasi pencak silat.

Kedisiplinan dalam keikutsertaan penerima didik dalam pencak silat tentu saja kedisiplinan dalam latihan pencak silat akan berkorelasi dengan adaptasi kedisiplinan mereka dalam intrakurikuler sekolah juga. Terkait hal ini, berikut informasi selengkapnya yang admin share dari Okezone.com, sebagai berikut :

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Rasyid Baswedan mengatakan, negeri ini menghadapi banyak duduk kasus besar, salah satunya abjad untuk bertindak disiplin. Sikap disiplin ini mulai kendur pada diri seseorang dalam hidup di masyarakat.

"Misal di jalanan, bila ada penegak aturan kita patuh dan tertib. Tapi bila tidak ada, terkadang kita lupa disiplin. Kedisiplinan ini yang perlu kita ubah, ada atau tidak penegak hukum, tetap harus disiplin," kata Anies dalam Gelar Budaya Pra Jambore Pencak Silat Nusantara 2015 di Plaza Ngasem, Kraton, Kota Yogyakarta, Sabtu (14/2/2015) malam.

Anies menyampaikan, pencak silat bukan sekedar ilmu bela diri semata, tapi mengajarkan nilai, kejujuran, sikap, kebijaksanaan pekerti, tradisi, sampai perilaku disiplin. Sayangnya, perilaku mulia itu mulai kendur seiring berubahan zaman di kurun globalisasi dikala ini.

"Silat itu bukan hanya melatih fisik, tapi juga mental dan spiritual sehingga sanggup menambah iman diri pada seseorang," imbuhnya.

Di Indonesia, kata Anies, ada ribuan perguruan tinggi silat dengan beratus-ratus hero yang tersebar di seluruh nusantara. Sayangnya, banyak anggapan silat hanya pada tataran untuk berkelahi.

"Beda antara lawan dan musuh. Lawan itu teman dalam hal apa saja, contohnya lawan bulutangkis berarti mitra dalam bermain bulu tangkis. Tapi bila musuh itu mempunyai tujuan menjatuhkan, menghabisi dan menjatuhkan," katanya.

Dia akan mendorong pencak silat tumbuh dan berkembang di Indonesia, salah satunya memasukan pelajaran pencak silat dalam kurikulum di sekolah. Tak hanya itu, pihaknya akan menularkan pencak silat di kementeriannya.

"Kita dorong tak hanya di sekolah, tapi juga di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, contohnya waktu pulang sore, dari pada kena macet, kita undang untuk berguru pencak silat. Pencak silat ini otomatis membuat karakter, nilai, kejujuran, kedisiplinan, dan banyak yang sanggup kita peroleh," paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti memberikan Anies Baswedan merupakan pendekar. Sebab, sewaktu muda dia mengikuti gerakan pencak silat di salah satu perguruan tinggi silat yang ada.

"Pak Anies ini pendekar, dia dulu aktif dalam pencak silat, enggak tahu sekarang," ujar Haryadi disambut tawa Anies yang dulu pernah mengikuti pencak silat Satria Nusantara. (sus)

Sumber : Anies Baswedan : Pencak Silat Mendidik Disiplin - Okezone.com

Tuesday, 3 November 2020

Lebih Terpelajar Hormat Pada Guru Menjadi Salah Satu Kunci Sukses Berguru Siswa

Sahabat Edukasi yang berbahagia… Selain menghormati kedua orang bau tanah di rumah, menghormati siapapun yang lebih bau tanah di lingkungan di mana kita tinggal, sebagai pelajar, siswa, ataupun penerima didik tentu saja mempunyai beberapa guru di sekolah / madrasah masing-masing yang harus juga dihormati.

Guru ialah sumber ilmu ibarat halnya sebuah buku yang sanggup dibaca. Namun guru merupakan sumber ilmu yang tiada pernah tergantikan dengan buku. 

Karena Ia bukan hanya menunjukkan ilmu namun juga menunjukkan bagaimana cara menerapkan dalam kehidupan sehari-hari bagi siswa sampai guru menampilkan referensi dan keteladanan yang positif bagi setiap siswanya.

Oleh alasannya ialah itu, sebagai siswa, menghormati setiap gurunya ialah wajib hukumnya, dan kalau tidak seluruh agama pun menghukumi tindakan membangkang / membantah guru itu sebagai sebuah tindakan yang salah / dosa.

Pembiasaan bagi siswa yang disiplin dalam mencar ilmu baik di rumah dan juga di sekolah tidak juga ditinggalkan untuk mencapai kualitas pembelajaran, dan tentu saja hormat pada seluruh guru di sekolah / madrasah juga penting dan pastinya mempunyai beberapa manfaat positif.

Berikut beberapa hal-hal positif yang didapatkan bagi seorang siswa yang hormat pada gurunya :

1. Guru akan memberi perhatian lebih pada pembelajaran siswa.

Dalam pembelajaran di sekolah, guru yang profesional tidak akan membedakan gender (jenis kelamin), latar belakang ekonomi, SARA, dan lain-lain. Akan tetapi untuk siswa yang menghormati guru tersebut niscaya akan diperhatikan secara lebih, alasannya ialah adanya ikatan bathin yang besar lengan berkuasa antara siswa dengan gurunya.

2. Arahan dan motivasi khusus dari guru akan didapatkan siswa.

Bagi siswa yang selalu hormat pada gurunya, tentu guru tidak ingin anak tersebut nantinya mendapat kegagalan baik dalam belajarnya ataupun dalam kehidupannya secara umum. Guru akan menunjukkan kode plus dalam taktik belajar, bahkan beberapa pengalaman kehidupan sang guru akan dibagikan kepada siswanya yang mau menghormatinya bukan hanya dalam di sekolah namun juga di luar sekolah.

3. Nilai akademik meningkat.

Dalam setiap penilaian, abjad menghormati guru menjadi poin penting yang tidak sanggup diremehkan oleh setiap siswa. Terlebih dalam sistem evaluasi kurikulum 2013, nilai perilaku akan menjadi penentu utama dalam kenaikan kelas, atau bahkan kelulusan penerima didik.

4. Do’a guru akan kesuksesan masa depan siswa.

Jika perilaku hormat pada guru yang ditampilkan oleh siswanya yang tulus, maka sang guru pun dalam beberapa cita-cita ataupun do’a baiknya untuk anak tersebut. Dan insya Allaah do’a dari ketulusan sang guru kepada siswanya tersebut akan dikabulkan oleh Allaah SWT.

Setelah hal-hal positif di atas didapatkan oleh siswa, maka seorang siswa dipastikan akan mempunyai prestasi yang baik, yang nantinya tentu akan menuju ketuntasan mencar ilmu yang baik dan memuaskan bukan hanya membanggakan bagi siswa, namun juga bagi guru sampai kedua orang tuanya.

Demikian artikel singkat mengenai hal-hal positif yang didapatkan seorang siswa yang selalu hormat pada gurunya. Semoga bermanfaat dan terimakasih…Salam hormat untuk seluruh Bapak/Ibu Guru semuanya… Semoga senang selalu… Aamiin…

Tuesday, 25 August 2020

Lebih Pintar Cara Berguru Unik Anak Seorang Petani

Sahabat Edukasi yang berbahagia… Petani ialah profesi terbaik yang membanggakan untuk negeri tercinta, di mana swasembada pangan merupakan produk dari petani-petani Indonesia. 

Maka saya pun sebagai anak dari seorang petani ikut bangga, bahkan semenjak usia SD hingga kuliah pun, kalau hari libur, saya pun secara eksklusif membantu orang bau tanah saya mulai dari mencangkul, merumput, mencari kayu bakar, pikul-memikul, hingga dengan panen-memanen.

Walaupun begitu, dari kecil memori itu tak pernah hilang dari ingatanku, di mana sewaktu kecil saya ke ladang pun selalu membawa buku kecil, mulai dari kamus saku, buku-buku rangkuman yang ukurannya tidak terlalu besar lainnya. 

Uniknya waktu itu, buku-buku itu tidak saya bawa pulang, memang untuk saya tinggal saja di sana dengan saya selipkan di atap gubuk ayah saya.

Dan dari dulu hingga dengan saya menulis artikel ini, akidah itu tak sedikitpun berubah, di mana dengan berguru yang aktual akan selalu menjadi investasi besar di kemudian hari, entah jadi apapun nanti yang terang saya yakin ini akan berguna, menyerupai halnya ketika saya pergi ke ladang yang kebetulan berada di tengah hutan waktu itu, ketika yang kita bawa hanya cangkul, maka sepulang dari ladang, kita tidak akan dapat membawa kayu bakar yang manis yang yummy dibawanya dan siap pakai untuk dibakar tentunya.


Lain halnya ketika di ladang itu saya membawa kapak, maka kayu bakar yang ideal pun terbawa bukan? Karena mustahil cangkul dipakai untuk membelah kayu, sama halnya segala urusan akan baik ketika diserahkan kepada orang yang hebat / berkompeten pada bidangnya.

Maka kesimpulannya, dengan semakin banyak ilmu yang kita siapkan untuk masa depan, maka kemungkinan untuk mendapat sesuatu yang lebih baik dan bernilai lebih besar daripada hanya mempersiapkan satu macam bidang keilmuan saja menyerupai halnya ketika pergi ke ladang yang kebetulan berada di tengah-tengah hutan, maka bukan hanya cangkul dan sabit yang dibawa tapi juga kapak untuk mendapat kayu bakar menyerupai yang sudah saya ulas di atas.

Belajar waktu kecil itu sungguh menyenangkan, dikala menggembala kambing sambil membawa buku pelajaran, dan dikala membantu orang bau tanah ke ladangpun membawa kamus saku. Dan tentu membacanya ketika jam istirahat datang biasanya sesudah sarapan pagi, di tengah hari, dan dikala menjelang pulang. 

Dan alhamdulillaah dikala ini sungguh terasa betul efek positifnya dan hampir mensugesti dalam setiap sesi kehidupan yang semakin lebih bermakna. Semoga kesuksesan dan kebahagiaan selalu mengiringi kita… Aamiin… …!

Lebih Cerdik Apa Arti Dari Pendidikan Itu?

Sahabat Edukasi yang berbahagia… Bicara wacana pendidikan bersama-sama sangat luas pembahasannya, mulai dari pendidikan formal di sekolah / madrasah, pendidikan non formal, pendidikan keluarga, sampai pendidikan dalam bermasyarakat.

Lalu apa arti dari pendidikan itu sendiri? Berdasarkan KKBI, Pendidikan berasal dari kata dasar “Didik” yang berarti memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai adab dan kecerdasan pikiran.

Sehingga pendidikan yaitu proses / cara mengubah sikap dan tata laris seseorang atau kelompok orang dalam perjuangan mendewasakan insan melalui upaya pengajaran dan pelatihan.

Maka tak pelak lagi, bahwasannya pendidikan mutlak diharapkan oleh semua warga negara sebagaimana amanat Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 yang merupakan salah satu tujuan dari negara itu sendiri yakni “mencerdaskan kehidupan bangsa”. 

Oleh alasannya yaitu itu, apapun yang terkait dengan pendidikan akan selalu berevolusi dalam menyesuaikan “jamannya”, mulai dari kurikulum, kebijakan anggaran, pemerataan susukan pendidikan, sampai semua hal yang terkait dengan perjuangan peningkatan mutu pendidikan nasional sedang dan akan terus dikembangkan oleh Pemerintah.

Berbagai sinyalemen konkret pun ketika ini sudah mulai terbuka, ibarat halnya Ujian Nasional di tahun 2015 ketika ini telah terbukti tak lagi menyeramkan bagi siswa, dikarenakan hasil ujian nasional tidak menjadi patokan kelulusan mereka. Hal ini juga berdampak konkret bagi sekolah, di mana setiap nilai yang menjadi cerminan dari sikap maupun kompetensi siswa di sekolah bersangkutan menjadi benar-benar berharga bagi siswa maupun guru, alasannya yaitu menjadi faktor penting bagi kelulusan mereka dari sekolahnya.

Dan akhirnya, sebagai bab dari bangsa Indonesia yang mempunyai aneka ragam kebudayaan, suku, bahasa, sampai agama yang beragam ini seyogyanya tetap menyamakan satu visi mewujudkan kehidupan bangsa yang benar-benar cerdas dan berkarakter baik, alasannya yaitu yang menjadi salah satu faktor majunya bangsa ditentukan dari kualitas pendidikan dari suatu bangsa tersebut. 

Pendidikan sanggup dikatakan berhasil, jikalau bisa melahirkan manusia-manusia yang berperilaku baik, baik hatinya, dan juga cerdas pikirannya. …!

Monday, 24 August 2020

Lebih Bakir Ini Dia...! Kriteria / Ciri-Ciri Siswa-Siswi Aktif Dan Kreatif

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Ketika sudah lulus sekolah/madrasah bahkan sudah lulus sekolah tinggi tinggi seringkali ditemukan penyesalan, mengapa dulu ketika masih menempuh pendidikan dulu kok tidak rajin belajar, bahkan seringkali malas-malasan.

Tentu saja ini penulis pun mengalami hal yang sama, ketika dikala ini dalam pendidikan mulai dari Sekolah Menengan Atas pada khususnya entah kenapa, belajarnya kurang semangat. Seandainya dulu ketika sekolah lebih rajin berguru tentu saja akan sangat mempengaruhi kompetensi diri pada dikala ini.

Hal ini tentu menjadi peringatan bagi penerima didik yang masih aktif hingga kini akan pentingnya berguru maksimal, sebab memang usia sekolah (usia muda) yakni kesempatan emas untuk berguru bukan hanya mengukir prestasi tapi lebih dari itu, yakni “mengukir diri” mulai dari sumber daya insan (SDM) hingga aksara / kepribadian untuk bekal berharga untuk menyongsong masa depan cemerlang.

Seperti kalimat bijak, belajar di masa renta menyerupai menulis di atas air, sedangkan berguru di masa muda menyerupai mengukir di batu. Ini berarti di masa renta seiring dengan semakin bertambahnya tanggung jawab untuk mencari nafkah dalam menghidupi keluarga, anak dan isteri dan tentu saja waktu luang akan jauh berbeda dengan di dikala sekolah bukan? 

Lain halnya di masa-masa sekolah sangat jarang sekali orang renta yang membiarkan anaknya untuk bekerja, kecuali pekerjaan-pekerjaan ringan ataupun pekerjaan-pekerjaan di rumah saja, namun pada umumnya orang renta itu selalu mengarahkan anaknya untuk berguru di setiap harinya bukan hanya di sekolah, namun juga di rumah.

Berdasarkan pengalaman selama ini, baik dari diri sendiri dan pengamatan saya pada beberapa rekan yang sukses berguru hingga karier pekerjaannya dikala ini, ada beberapa kriteria / ciri-ciri siswa-siswi (pelajar) yang aktif dan kreatif di antaranya:

1.   Belajar tak perlu kegiatan khusus, bahkan di hari libur pun kalau ditemukan sesuatu yang sekiranya belum dipahami, ia akan mencari jawabannya, tak ada kegiatan tapi setiap hari belajar, dan tak ada hari libur dalam berguru itu.

2.   Memiliki hobi membaca, bukan hanya buku pelajaran dan buku penunjangan pembelajaran, namun juga buku pengembangan diri, majalah, koran, dan media lain yang sekiranya bermanfaat ia baca dan mencoba memahaminya.

3.   Tidak membatasi diri dalam mendalami satu cabang / bidang studi keilmuan, ia tahu semua cabang keilmuan itu saling ada keterkaitan antara satu dan lainnya.

4.   Mempunyai keberanian untuk bertanya pada guru, orang tua, lingkungan terdekat, hingga mencari jawabannya di internet.

5.   Berpikir kritis dan analistis, di mana sesuatu pembelajaran ataupun isu tidak eksklusif mentah-mentah ditelan akan tetapi dipertimbangkan sedemikian rupa sehingga isu itu akan sanggup ditarik kesimpulan yang sanggup dipertanggungjawabkan.

6.   Beraktifitas mandiri (proaktif), tanpa menunggu perintah dari gurunya, kalau memang itu merupakan tugas, ia akan proaktif mengerjakannya. Di rumah pun demikian, ia selalu menyenangkan orang tuanya, apapun yang bisa ia bantu, ia lakukan, dan ia tahu “apa yang orang renta mau”.

7.   Terbuka pada teman sejawat, mau sharing ilmu pengetahuan yang telah ia pahami dan mau mendapatkan kritikan dan saran dari siapapun yang sekiranya sanggup memperbaiki apapun yang ada pada dirinya.

Selain beberapa hal di atas kriteria / ciri-ciri siswa aktif dan kreatif tentu saja masih ada kebiasaan lain yang sangat bermanfaat bukan hanya pada dirinya namun juga bermanfaat bagi yang lainnya. Ingat salah satu ciri dari kecerdasan yakni bisa memakai peluang/kesempatan untuk melaksanakan hal yang mustahil dilakukan di waktu-waktu berikutnya, dan kesempatan yang sama tidak akan mungkin terulang kembali. 

Lebih Cerdik Proses Berguru Mengajar Di Sekolah Yang Menyenangkan Dimulai Dari Guru Dan Kepala Sekolah

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Sekolah yang menyenangkan bagi akseptor didik dipastikan akan sanggup mengakibatkan pembelajaran yang berlangsung di sekolah tersebut lebih efektif. 

Karena dengan suasana pembelajaran yang menyenangkan, akseptor didik sanggup menikmati setiap sesi pembelajaran sehingga hasil alhasil ialah pemahaman yang mendalam bagi mereka, menjadi pengalaman yang tak terlupakan, dan pada alhasil mereka nantinya akan sanggup mengimplementasikan nilai-nilai kebaikan ilmu maupun keterampilan yang telah mereka dapatkan itu dalam kehidupan sehari-hari.

Sekolah merupakan daerah terjadinya proses mencar ilmu mengajar. Dalam proses mencar ilmu mengajar ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengajak kepada seluruh forum pendidikan untuk mengakibatkan sekolah sebagai daerah yang menyenangkan. 

Hal tersebut menyerupai yang dituliskan oleh Bapak Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara, dalam konsep yang telah dibentuk untuk mengakibatkan sekolah sebagai taman.

"Taman ini ialah daerah yang menyenangkan. Untuk itu, inilah yang dibutuhkan mengakibatkan sekolah sebagai daerah mencar ilmu yang menyenangkan," demikian disampaikan Mendikbud pada program bincang-bincang bersama Ikatan Guru Indonesia (IGI) dan Media Massa wilayah Sulawesi Selatan, di Kota Makassar, Sabtu (16/05/2015). 

Konsep sekolah menyenangkan ini, kata Mendikbud, dimulai dari tugas guru dan kepala sekolah. Dengan begitu, konsep sekolah menyenangkan dihentikan diasosiasikan dengan daerah pembelajaran yang glamor dan mahal. Suasana menyenangkan sanggup muncul dikala seorang pendidik sanggup membawakan suasana mencar ilmu yang tidak menegangkan, dan menerapkan aneka macam tumpuan pembelajaran yang menyenangkan. 

"Jika guru dan kepala sekolahnya tidak menyenangkan, jangan harap sekolah sanggup menjadi daerah mencar ilmu yang menyenangkan. Untuk itu mari kita lakukan hal yang berbeda," ajak Mendikbud. 

Pendidik sanggup menanyakan kepada siswa, tumpuan pembelajaran menyerupai apa yang diharapkan. Dengan adanya keterlibatan siswa ini, Mendikbud mengatakan, suasana pembelajaran di sekolah akan lebih kondusif. Bila siswa mencicipi nyaman dalam proses mencar ilmu di sekolah, Mendikbud meyakini prestasi para siswa tersebut akan lebih meningkat. 

"Tidak boleh terlupakan, selain sekolah juga sebagai daerah mencar ilmu yang menyenangkan, juga sekolah harus sanggup pertanda sebagai daerah mencar ilmu yang berintegritas. Guru dan kepala sekolah sanggup menjadi teladan bagi para siswa," pesan Mendikbud. (Seno Hartono)

Lebih Cerdik Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Penerima Bimbing Dengan Rujukan Kemandirian Dan Karya

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Ada kata bijak yang menyampaikan bahwasannya “Satu pola yang baik bisa mengalahkan seribu nasehat (kata-kata)” yang berarti pola / teladan yang konkret seringkali lebih efektif dalam memotivasi seseorang daripada diberikan teori semata.

Inspirasi (ilham = ilmu & pemahaman) akan sesuatu hal dalam kehidupan seseorang seringkali muncul ketika ia sendiri telah melihat dengan mata kepala sendiri pada suatu pola yang konkret sehingga sanggup memperkuat kebenaran-kebenaran akan teori kebaikan yang telah ia terima sebelumnya sehingga ini akan bisa memotivasinya untuk menerapkan teori-teori tersebut untuk mencapai suatu tujuan yang diharapkan.

Tak terkecuali dalam dunia pendidikan seorang guru akan sanggup memperlihatkan kualitas pembelajaran yang tepat ketika teori-teori diperkuat dengan teladan/contoh yang nyata. Terkait dengan hal ini, berikut share artikel dari situs Kemdikbud.go.id selengkapnya…

Indonesia merupakan belahan dari pasar dunia. Persaingan pada pasar dunia ini tidak terlepas dari kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dari suatu negara. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengajak forum pendidikan, dan para pemangku kepentingan bidang pendidikan untuk gotong royong menumbuhkan jiwa dan semangat kewirausahaan kepada akseptor didik. 

"Indonesia harus menumbuhkan semangat-semangat kewirausahaan. Para pendidik harus memperlihatkan pola kemandirian, dan berikan semangat kepada anak didik untuk lebih membuatkan diri dan mencerdaskan," ujar Mendikbud ketika mengunjungi Ranu Prima Collage (RPC), di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (16/05/2015). 

Peran akseptor didik kelak ketika kembali pada masyarakat yakni menghasilkan sesuatu hal yang bermanfaat bagi masyarakat. Dari sini, kata Mendikbud, akan muncul pertanyaan apa yang akan diberikan untuk masyarakat. "Jangan menganggap karya yang kita hasilkan itu kecil, sebab sekecil apa pun karya yang kita hasilkan akan bermanfaat bagi masyarakat," ujar Mendikbud.   

Di sini kiprah pendidik akan terlihat. Pendidik diajak untuk menjadi seorang inspirator yang mempunyai tanggung jawab besar memperlihatkan pola positif kepada anak didik. Pendidik tidak hanya mempunyai kiprah mendidik, tetapi juga sanggup memperlihatkan pola untuk menghasilkan suatu karya. "Para pendidik harus bisa menjadi pola yang baik bagi anak didik. Tanyakan pada anak didik, apa yang akan Anda hasilkan untuk masyarakat," tutur Mendikbud.

Mendikbud memperlihatkan apresiasi kepada penggagas pendidikan RPC yang telah ikut gotong royong dalam mencerdaskan belum dewasa bangsa. "Jadilah pengajar atau pendidik yang menyenangkan dan menginspirasi, serta jadikan anak didik anda sebagai pembelajar seumur hidup," pesan Mendikbud. (Seno Hartono)

Semoga kita semua bisa menjadi pendidik yang menyenangkan, bisa menjadi motivator sekaligus inspirator yang efektif dan positif bagi akseptor didik kita pada khususnya dan bagi generasi muda Indonesia pada umumnya. Aamiin… Salam Edukasi…!

Lebih Berakal Ini Dia…! 5 Kerugian / Efek Negatif Dari Kebiasaan Mencontek Ketika Tes / Ujian

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Dalam mengerjakan tes / ujian tulis baik di sekolah, kebiasaan mencontek tentunya tidak baik, bukan hanya lantaran selain tidak jujur, tentu akan merugikan diri-sendiri, dan dampaknya memang tidak sekonyong-konyong terlihat pada dikala itu, akan tetapi di lalu hari / masa depan.

Lalu, apa saja kerugian yang ditimbulkan dengan adanya kebiasaan mencontek dalam ujian ini. Berikut 5 kerugian dari kebiasaan menyontek dikala mengerjakan tes / ujian :

1. Tidak bisa mengukur kemampuan diri-sendiri

Dengan mencontek, tentu saja prosesnya hanya menyalin sesuatu dari sumber ke tujuan (lembar jawaban) bukan? Dan dalam proses ini, tentu saja sumber daya yang diupayakan tidak optimal. 

Berbeda halnya dengan mengerjakan sebisanya dan setahunya, maka kita pun akan tahu hingga di mana kemampuan kita dalam menguasai sebuah bahan pelajaran tersebut, sehingga sesudah ujian berlangsung, maka kita pun sanggup mempelajari / memperdalam kembali suatu hal yang diujikan tersebut untuk menjawab “penasaran-penasaran” yang didapat dikala kesulitan/ragu ketika ujian.

2. Menambah kemalasan untuk belajar

Kebiasaan mencontek akan berdampak pada kemalasan untuk belajar, cenderung tidak mau repot-repot dan pusing dalam belajar. Ingat berguru itu yaitu proses berusaha (berlatih) untuk memperoleh kepandaian atau ilmu sehingga sanggup merubah tingkah laris atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman yang sudah dipahami.

3. Kepercayaan diri semakin berkurang

Kebiasaan mencontek pun lama-kelamaan akan sanggup mengurangi rasa iktikad pada kemampuan diri-sendiri, padahal khan setiap insan dipastikan mempunyai keunikan, kelebihan, ataupun potensi yang luar biasa dari Allah SWT.

4. Nilai yang didapatkan tidak objektif

Dengan mencontek pun tidak menutup kemungkinan nilai yang didapatkan yang seharusnya bisa lebih baik kalau tidak mencontek, akan tetapi dikarenakan mencontek, maka nilai pun dipertaruhkan sama persis dengan kemampuan sobat lain yang diconteknya tadi. Merugikan bukan?

5. Mengurangi daya kreatifitas

Dikarenakan kebiasaan menggandakan yang terus-menerus dilakukan, maka kepekaan untuk membuat sesuatu pun semakin memudar. Yang paling berbahaya lagi ketika kebiasaan mencontek ini mematikan kreatifitas (daya cipta) itu sendiri. Rugi khan?

Dan tentunya masih banyak efek negatif lain yang timbul dari kebiasaan mencontek ini. Maka hindari mencontek dikala ujian mulai dikala ini, jadilah pembelajar sejati yang menjunjung tinggi nilai kejujuran dan sportifitas yang percaya pada kemampuan dan potensi diri yang sudah dianugerahkan oleh Allah SWT yang tentunya unik antara satu dengan yang lainnya. Insya Allah Anda akan sukses hidup di masa depan menurut bakat, minat, yang terus dikembangkan pada bidang Anda masing-masing. Aamiin… …!

Thursday, 23 January 2020

Lebih Akil Syarat Ketentuan & Alur Registrasi Siswa Calon Penerima Bbm (Belajar Bersama Maestro) Kemdikbud Tahun 2016

Sahabat Edukasi yang berbahagia...

Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kembali menggelar program Belajar Bersama Maestro (BBM) tahun 2016. Kali ini, maestro yang akan menyebarkan pengalaman yaitu Amaq Raya, Ni Ketut Arini, Temu Misti, Sirajul Huda, Tom Ibnur, Nano Riantiarno, Jaduk Ferianto, I Made Sidia, Putu Sutawijaya, dan Sundari Sukoco.

Acara ini terbuka bagi siswa-siswi Sekolah Menengan Atas dan Sekolah Menengah kejuruan kelas X dan XI se-Indonesia. Kemendikbud membuka registrasi mulai 20 April sampai 23 Mei 2016. Pendaftaran bisa dilakukan secara daring (online) dengan mengunjungi laman: http://bbm.kemdikbud.go.id.


Peserta yang lolos seleksi akan bertemu dan berguru dengan para maestro terpilih selama seminggu, yaitu 19-27 Juli 2016. Di simpulan acara, para penerima akan memperlihatkan hasil belajarnya dalam sebuah pementasan panggung.

Acara yang memasuki tahun ke-2 penyelenggaraan ini dimaksudkan untuk memperlihatkan pengalaman kepada generasi muda mengenai proses kreatif para maestro dalam berkarya secara lebih dekat. Melalui pengalaman berinteraksi tersebut, diperlukan mereka bisa mengembangkan talenta dan minatnya sehingga kebudayaan Indonesia tetap lestari dan semakin berkembang. Tahun lalu, penerima BBM berjumlah 75 siswa.

Berikut alur registrasi siswa menjadi calon penerima Belajar Bersama Maestro (BBM) Kemdikbud Tahun 2016 :


Adapun syarat & ketentuan bagi penerima didik (siswa) yang sanggup mendaftar menjadi Calon Peserta BBM yang mana proses pendaftarannya sanggup dilakukan dengan daring / online melalui laman http://bbm.kemdikbud.go.id adalah:

1.  Peserta yaitu siswa/siswi kelas X dan XI Sekolah Menengan Atas dan Sekolah Menengah kejuruan swasta dan negeri di seluruh Indonesia yang mempunyai NISN.
2. Menunggah foto dan menautkan video hasil karya ( Video diunggah ke Youtube dengan format judul BBM2016_nama lengkap_nama sekolah_maestro).
3.   Mengunggah sertifikat
4.   Pengalaman dalam mengikuti kegiatan kesenian (berperan aktif di bidang kesenian).
5.   Bersedia ditempatkan ke maestro diadaptasi dengan kompetensi.
6.   Mendapatkan rekomendasi dari pihak sekolah yang bersangkutan.
7.   Melampirkan surat keterangan sehat dari dokter dan surat bebas narkoba.
8.   Melampirkan surat pernyataan persetujuan dari orang tua.
9.   Peserta belum pernah mengikuti kegiatan BBM.

Demikian info mengenai syarat dan ketentuan bagi penerima didik / siswa yang mendaftar untuk menjadi calon penerima Belajar Bersama Maestro. Semoga bermanfaat dan terimakasih... ...!