Sunday, 30 September 2018

Pasti Dapat Resolusi Blogger Di Tahun 2019 Untuk Meningkatkan Kinerja Dan Hasil

Resolusi blogger di tahun 2019 untuk meningkatkan kinerja dan hasil – Setiap orang yang menekuni suatu profesi,  termasuk profesi blogger niscaya mempunyai harapan atau keinginan yang hendak diwujudkan untuk masa berikutnya. Namun cetusan resolusi atau keinginan/impian selalu mengacu pada peningkatan kerja dan hasilnya.  

 Setiap orang yang menekuni suatu profesi PASTI BISA Resolusi Blogger di Tahun 2019 untuk Meningkatkan  Kinerja dan Hasil
Ilustrasi resolusi blogger di tahun 2019 (pixabay.com)

Apa resolusi anda di tahun 2019? Ya, tahun 2019 yang sudah di ambang pintu. Itu berarti setiap kita sudah mendapat citra kinerja dan hasil yang diperoleh selama tahun 2018. Nah, berikut ini dipaparkan sekilas resolusi saya sebagai blogger di tahun 2019 dalam rangka meningkatkan kinerja dan hasilnya..

1.Mengadakan lomba menulis artikel

Dalam rangka ulang tahun blog yang ke- 6, tanggal 18 Februari 2019 mendatang, saya berencana membuka peluang kepada pengunjung untuk berlomba menulis artikel bertema pendidikan.

Lomba menulis artikel di blog berdasarkan planning bakal dibuka tanggal 2 Januari dan ditutup tanggal 11 Februari. Keinginan saya ini kiranya memerlukan kerja ekstra keras untuk sanggup diwujudkan. Kerja keras terutama untuk mengundang dan mendapat sponsor untuk mendukung penyelenggaraan lomba tersebut.

2.Meningkatkan penghasilan adsense

Penghasilan adsense pada tahun 2018 ini, diakui mengalami penurunan yang cukup tajam meskipun sudah dilakukan banyak sekali upaya untuk mengantisipasinya. Misalnya, rajin update artikel dan ekstensifikasi blog.

Rajin update melalui upaya menerbitkan artikel minimal satu artikel satu hari untuk diterbitkan di blog yang dibaca ini. Selain itu saya juga mulai beternak blog (ekstensifikasi blog) untuk mendongkrak trafik visitor yang berujung pada peningkatan pendapatan adsense.

Di tahun 2019, pendapatan adsense harus meningkat sejalan dengan upaya lomba menulis artikel dan mempertahankan tradisi satu artikel satu hari.

3.Mempertahankan tradisi satu artikel satu hari

Tradisi satu artikel satu hari dipertahankan untuk blog di tahun 2019. Sedangkan untuk artikel blog lainnya tergantung pada situasi dan kondisi serta materi yang ada untuk masing-masing tema blog tersebut.

4.Meningkatkan budget untuk blog

Ini resolusi yang cukup berat namun bukan tidak mungkin untuk sanggup diwujudkan. Budget untuk blog diarahkan pada area promosi melalui facebook ads dan google ads. Selain itu, budget juga untuk menyelenggarakan lomba menulis serta ‘tanda mata’ untuk penulis tamu yang mengirim artikelnya di blog ini.

Itulah 4 resolusi saya sebagai blogger di tahun 2019 untuk meningkatkan kinerja dan hasilnya. Mudah-mudahan terwujud.

Friday, 28 September 2018

Pasti Dapat Memotivasi Diri Untuk Lebih Sukses Di Tahun 2019

Memotivasi diri biar lebih sukses di tahun 2019 - Hari ini lebih baik dari kemaren dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Kalimat ini sering kita dengar dalam pergaulan hidup sehari-hari. Dan, artikel ini hanya sekadar wangsit kecil bagi yang menekuni bisnis online maupun bisnis offline

Memotivasi diri biar lebih sukses di tahun  PASTI BISA Memotivasi Diri untuk Lebih Sukses di Tahun 2019
Ilustrasi memotivasi diri untuk menuju kesuksesan (pixabay.com)

Tentu saja kalimat ini akan menjadi motivasi bagi diri untuk selalu berbuat sesuatu yang lebih baik dari hari ke hari. Berbuat lebih baik dari segi bersedekah dan beribadah. Juga berbuat baik dalam menekuni profesi dan pekjerjaan sehari-hari.

Jika rentang waktu yang dipakai yaitu tahun maka tolok ukur yang dipakai yaitu tahun yang sedang dijalani, tahun sebelumnya dan tahun yang akan datang. Nah, apakah tahun 2018 ini lebih baik dari tahun 2017? Bagaimana resolusi di tahun 2019?

Untuk mengetahui citra keadaan tersebut seseorang perlu melaksanakan penilaian dan refleksi (perenungan) dan follow-up. Kenapa perlu penilaian dan perenungan? Periode waktu setahun, mungkin sulit diukur secara sempurna sehingga langkah yang ditempuh hanyalah penilaian dan refleksi.

Apakah hasil perenungan itu, tahun 2018 ini lebih baik dari tahun 2017? Berdasarkan perenungan tersebut kita sanggup memilih follow-up dengan resolusi untuk tahun berikutnya. Apa resolusi tahun 2019?
Jika seorang blogger sekaligus publisher adsense, apakah kinerja dan hasil yang diperoleh tahun 2018 lebih elok dari tahun 2017 lalu? Begitu pula dengan yang menekuni bisnis offline dan online lainnya. Jika memang lebih elok berarti perlu lebih bersemangat lagi untuk tahun 2019

Jika sebaliknya, perlu lebih memotivasi diri untuk berupaya merencanakan sesuatu berkaitan dengan acara bisnis online dan offline  di tahun 2019. Termasuk di dalamnya membangun resolusi dan langkah-langkah strategis yang akan dilakukan.

Wednesday, 26 September 2018

Pasti Dapat Cintanya Cinta Bukan Cinta Biasa - Bab 1

Cinta gadis malang – Gadis lima belasan tahun berseragam putih dongker itu bergegas memasuki gerbang sekolah. Wajahnya yang purtih higienis nampak pucat mengambarkan kecemasan mendera hatinya. Cemas alasannya yakni terlambat lagi tiba ke sekolah.

 Gadis lima belasan tahun berseragam putih dongker itu bergegas memasuki gerbang sekolah PASTI BISA Cintanya Cinta Bukan Cinta Biasa - Bagian 1
Ilustrasi cintanya cinta bukan cinta biasa (pixabay.com)

Cinta, gadis belia itu memang sering terlambat ke sekolah alasannya yakni ia harus membantu orangtuanya dulu sebelum berangkat sekolah. Ia diantar oleh pak Diman, tukang ojek yang menjadi langganannya setiap pergi dan pulang sekolah. Pak Diman selalu setia mengantar dan menjemput Cinta tiap hari.

Semnetara itu pak Diman masih terpaku di atas jok motornya di depan gerbang sekolah. Begitu usang lelaki paruh baya itu hanyut dengan pikirannya. Memikirkan nasib malang Cinta, gadis kecil yang selama ini diasuh oleh keluarga pak Jaya.

Pak Diman merasa trenyuh. Cinta tak pernah tahu siapa orangtua sebenarnya. Cinta, gadis yang kini duduk dibangku kelas 9 es-em-pe itu mengira bila pak Jaya dan buk Fatimah yakni orangtua kandungnya.

“Kalau begitu, biarlah kami yang merawat bayi mungil ini, pak Diman….”

Kalimat itu masih terngiang di indera pendengaran pak Diman. Kalimat yang diucapkan oleh pak Jaya saat ia menyerahkan bayi yang ditemukanya di pos ronda, 15 tahun silam.

Subuh itu tak sengaja pak Diman menemukan bayi mungil di pos ronda terbalut rapi dengan selimut bayi. Ia merasa capek dan ingin beristirahat menunggu datangnya pagi, sesudah mengantarkan salah seorang warga ke luar kabupaten.

Pak Diman sempat gundah mau berbuat apa. Namun saat kebingungan melanda, pak Jaya dan istrinya lewat di depan pos ronda. Pak Diman segera memberi tahu kepada pak Jaya bila ia menemukan bayi dalam pos ronda.

“Pak Diman sudah tahu kami memang tidak dikarunia anak. Makara kami akan merawatnya dan menganggapnya sebagai anak sendiri,” sela istri pak Jaya.

“Tapi pak Diman rahasiakan semua ini, ya?  Kalau ada yang bertanya wacana bayi ini, bilang saja cucu dari saudara saya yang di kota,” timpal pak  Jaya.

“Baik, pak Jaya. Akan saya jaga diam-diam ini selamanya,” sahut pak Diman.

Pak Diman tersentak dari lamunannya. Kemudian berbalik arah memutar motornya dan meninggalkan gerbang sekolah. Tak disadari pak Diman telah terhanyut oleh tragedi 15 tahun silam. (Bersambung…)

Monday, 24 September 2018

Pasti Dapat Pesan Ayah Wacana Gaji

Belasan tahun Johan menjadi pegawai negeri sipil guru. Ia diangkat pertama kali menjadi pegawai guru dengan golongan dua. Tentu saja penghasilan dari golongan rendah itu belum mencukupi untuk kebutuhan hidup rumah tangga.

Belasan tahun Johan menjadi pegawai negeri sipil guru PASTI BISA Pesan Ayah Tentang Gaji
Ilustrasi pesan ayah perihal honor (pixabay.com)

Dari bulan ke bulan terpaksa berhutang pada teman seprofesi. Kemudian saat mendapatkan honor di awal bulan, yang diutamakan Johan ialah membayar hutang. Dengan cara menyerupai itu, rekan-rekan seprofesi akan percaya dan mau meminjamkan uangnya.

Begitulah kehidupan Johan dari bulan ke bulan sebagai pegawai negeri golongan rendah dengan tanggungan istri dan dua anak. Gali lubang tutup lubang, menyerupai kata pepatah.

Tapi masih untung saat itu bawah umur Johan masih kecil sehingga belum banyak mengeluarkan uang untuk membiayai pendidikan anaknya. Masih untung juga waktu itu biaya hidup untuk yang lain-lain, belum banyak.

Johan menghela nafas... 

Terasa sesak saat membandingkan kehidupannya semasa bergolongan rendah dengan masa kini ini. Kini anak-anaknya sudah memasuki dingklik pendidikan menengah dan tinggi.

Saat ini memang, Johan sudah bergolongan paling tinggi untuk jabatan pegawai negeri guru. Bahkan sudah ada pula kegiatan sertifikasi guru sehingga penghasilannya jauh lebih besar.

Johan tak habis pikir. Dulu dengan honor pas-pasan, ia sanggup hidup dengan tenang. Sekarang dinamika hidup itu semakin menciptakan ia selalu berlari dan berlari kencang. Mengejar sesuatu yang tak pernah terang apa wujudnya.

Sekejap Johan teringat pesan almarhum ayahnya. Ketika beliau diangkat sebagai pegawai negeri pertama kali, ayahnya berpesan biar selalu bersyukur. Gaji yang diterima setiap bulan, besar atau kecil, harus disyukuri.

Jika honor yang diterima disyukuri maka Allah SWT akan mencukupinya. Tidak mesti dengan jumlah melainkan dengan berkahnya. Gaji yang kecil disyukuri akan terasa menciptakan hidup tentram alasannya ialah memang honor itu mempunyai keberkahan.

Gaji yang diterima tiap bulan itu ialah halal. Namun jangan bersembunyi di balik label halal honor yang diterima. Gaji yang dibayarkan pemerintah itu berasal dari uang rakyat. Maka tunaikanlah kewajiban sebagai pegawai negeri dengan sebaik mungkin.

Semakin tinggi pangkat atau jabatan semakin tinggi pula honor yang dibayarkan oleh pemerintah. Sejalan dengan itu kiprah dan tanggung jawab pegawai negeri juga semakin besar.

“Jika kau melalikan kiprah dan tanggung jawabmu sebagai pegawai negeri maka lambat atau cepat, kau akan merima akibatnya, Johan. Paling tidak menciptakan bathinmu tidak tentram, selalu merasa kurang dan lain sebsagainya yang tidak nampak secara fisik oleh orang lain. Itu tandanya honor yang kau terima tidak berkah.” tutur ayahnya tegas.

Johan tersentak dari lamunannya...

“Maafkan aku, ayah. Mungkin saya telah lupa pesanmu selama ini sehingga saya mencicipi betapa honor yang kudapatkan terasa kurang berkahnya. Hidupku lebih banyak gelisah tanpa tahu penyebabnya.

Johan segera bangkit. Melangkah ke kamar mandi dan berwudhuk. Kemudian melakukan shalat Isya bersama istrinya. Ia jadi sadar bila selama ini dirinya kurang besyukur dan melupakan pesan ayahnya. (Kiriman:  Rajo Mudo)

Saturday, 22 September 2018

Pasti Dapat Riski Itu Soal Berkah Sebab Bersyukur, Bukan Banyaknya

Riski itu soal berkah alasannya ialah bersyukur, bukan banyaknya – Artikel ide ini berawal dan terinspirasi dari obrolan interaktif AA Gym via radio streaming RRI Pro 1 Jakarta. Seorang ibu penelpon yang minta didoakan oleh AA Gym supaya perjuangan bersama suaminya lancar. Dialog tersebut kurang tepat terdengar alasannya ialah masalah teknis pada audio ibu si penelpon.

 Artikel ide ini berawal dan terinspirasi dari obrolan interaktif AA Gym via radio st PASTI BISA Riski Itu Soal Berkah Karena Bersyukur, Bukan Banyaknya
Ilustrasi berkah riski orang bersyukur (pixabay.com)

AA Gym berkomentar, riski itu bukan masalah banyaknya tapi berkahnya. Riski sedikit tapi berkah. Dan lebih anggun lagi kalau riski itu banyak namun berkah.

Memang, semua kita mengharapkan riski yang banyak dan mendapat berkah dari Allah SWT. Usaha dan pekerjaan apa pun yang dijalankan, diperlukan lancar dan sukses serta membawa hasil yang menggembirakan.

Pedagang menjalankan usahanya dengan laba yang memuaskan. Pegawai negeri sukses dan menjalankan kiprah dan fungsinya serta mendapat honor yang menggembirakan tiap bulan.

Penghasilan yang didapat melalui profesi dan pekerjaan yang ditekuni tersebut mendapat keberkahan dari Allah SWT.  

Namun terkadang kita mencicipi bahwa riski terasa mandeg. Tanpa disadari ternyata riski itu sudah banyak diberikan oleh Allah SWT. Rasa syukur seseorang menjadi hilang dikala bahan yang didapat tidak sesuai dengan pengeluaran perjuangan dan modal yang lebih besar. Besar pokok dari pada untungnya.

Sesungguhnya, apa dan berapa pun yang diperoleh sebagai riski ialah nikmat santunan Allah SWT yang wajib disyukuri. Kenapa wajib disyukuri?

Allah SWT telah berfirman dalam Surat Ibrahim ayat 7 :
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Artinya:
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya kalau kau bersyukur, niscaya Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan kalau kau mengingkari (nikmat-Ku), maka sebenarnya azab-Ku sangat pedih".(Q.S:Ibrahim;7)

Berdasarkan ayat Al qur’an tersebut sanggup dipahami bahwa riski yang sedikit namun nikmatnya akan ditambah oleh Allah SWT kalau disyukuri. Kenikmatan atas riski walaupun sedikit alasannya ialah disykukuri, menandakan riski itu mendapat berkah dari Allah SWT

Namun sebaliknya, meskipun riski itu banyak namun tidak disyukuri boleh jadi kita menjadi orang yang tak pernah puas dan selalu merasa kekurangan. Pikiran dan perasaan selalu gelisah dengan apa yang sudah diperoleh. Ini menerangkan riski yang tidak berkah sehingga mendatangkan beban pada pikiran dan perasaan.
Simak juga : Banyak Anak Itu Berkah dan Banyak Riski?
Demikianlah artikel ide perihal riski dan keberkahannya bagi kita yang bersyukur atas nikmat Allah SWT.

Thursday, 20 September 2018

Pasti Dapat Cukup Umur Menyambut Pergantian Tahun

Remaja menyambut pergantian tahun – Pergantian tahun masehi bukan lagi sesuatu yang asing. Pergantian tahun tersebut akan selalu terjadi stiap 365 atau 365 hari. Oleh lantaran itu, disambut atau tidak, dirayakan atau tidak, pergntian tahun akan tetap berlangsung

 Pergantian tahun masehi bukan lagi sesuatu yang absurd PASTI BISA Remaja Menyambut Pergantian Tahun
Ilustrasi arif balig cukup akal putri menyambut pergantian tahun (pixabay.com)

Namun prosesi pergantian tahun menjadi momentum yang menarik dan sayang untuk dilewatkan begitu saja. Oleh sebagian orang, momentum pergantian tahun gres mestilah diisi dengan kegiatan atau acara. Bahkan ada yang mengadakan kemah di suatu kawasan yang lazim disebut kemah setahun.
Mengadakan kegiatan atau program di malam tahun gres yaitu sah sah saja. Namun kegiatan atau program tersebut tidak mendatangkan mudarat bagi aqidah maupun hubungan sosial sesama manusia.

Sebaliknya, acara di malam tahun gres hendaknya diisi dengan kegiatan yang bermanfaat untuk diri sendiri mauupun orang lain. Mengikuti kegiatan pengajian, wirid zikir dan sebagainya, tentulah amat bermanfaat untuk diri sendiri.

Bagi arif balig cukup akal putri, khususnya anak sekolahan, berguru memasak di rumah tentulah sangat bermanfaat. Kegiatan masak-memasak akan menambah pengetahuan dan keterampilan arif balig cukup akal putri ihwal resep masakan, penganan dan sarapan. Mulai dari kuliner moderen hingga kuliner tradisional.

Bagaimana dengan arif balig cukup akal putra anak sekolahan? Banyak acara yang sanggup dilakukan pada malam tahun gres ketimbang keluyuran.Misalnya, mengerjakan kiprah rumah menciptakan karangan ihwal liburan. Nonton film kesukaan, main game favorit, browsing internet untuk mencari ilmu dan pengetahuan bermanfaat sekaligus berguru ihwal sesuatu yang menjadi minat dan bakatnya.
Manfaatkanlah malam pergantian tahun gres denagn kegiatan bermanfaat. Begadang hingga malam, apalagi hingga subuh, akan menjadikan kondisi badan akan menurun. Dan, mungkin juga, hari pertama sekolah menjadi tidak menyenangkan akhir begadang di malam tahun baru.

Tuesday, 18 September 2018

Pasti Dapat Renungan Kecil Wacana Pedagang Di Pasar Tradisional

Renungan kecil ihwal pedagang di pasar tradisional – Ketika anda berbelanja ke pasar tradisional, anda mampir di daerah orang jual sayur dan bumbu masak. Mungkin anda melihat ibu-ibu membentang sayuran atau materi bumbu dapur. Kemudian anda juga pergi ke toko kelontong, toko emas, toko pakaian dan sebagainya di sekitar pasar tradisional tersebut

Renungan kecil ihwal pedagang di pasar tradisional PASTI BISA Renungan Kecil Tentang Pedagang di Pasar Tradisional
Pedagang di pasar tradisional (pixabay.com)

Bisa jadi anda juga mampir di toko elektronik yang menjual aneka alat elektronik menyerupai TV, tape recorder, receiver, dan lain sebagainya. Begitu pula toko toko gadget yang menyediakan aneka gadget menyerupai HP, laptop, komputer, dan lain sebagainya.. 

Apa yang anda pikirkan sehabis kembali dari daerah berbelanja tersebut?

Anda mungkin lebih tergiur dengan suasana dalam toko ketimbang suasana los pasar. Soalnya barang-barah glamor dan menarik disediakan disana. Dan, sebaliknya mungkin juga ada di antara anda justru menjadi kagum dengan ibu-ibu penjual sayur dan bumbu masak di los pasar.

Kenapa kagum?

Anda melihatnya dari sudut pandang laiin. Sayuran dan bumbu masak boleh dikatakan barang dagangan yang rendah modalnya. Bahkan tidak pakai modal sedikitpun sebab semua itu sudah tersedia di kebun atau pekarangan rumah mereka sendiri. 

Petani sekaligus pedagang ini tinggal petik dan menjualnya ke pasar tradisional ketika hari pasar datang.

Umumnya mereka tak berpikir rumit. Jika sayuran dan bumbu masak tersebut tidak laris, pedagang membawanya pulang kembali dan menunggu hari pasar berikutnya. Bahan sayuran yang sudah layu akan diberikan kepada orang lain tanpa dibeli atau bahkan membuangnya sebab tak mungkin dijual lagi.

Bila sayuran dan bumbu dapur laris, pedagang akan senang dan bahagia. Uang yang diterima sudah niscaya menjadi milik sendiri dan dipakai sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Paling hanya menyetor harga beli kepada tengkulak. Tidak memikirkan sewa daerah berdagang,  tidak memikirkan setoran kepada pihak lain..

Tentu akan berbeda dengan pedagang yang berdagang di toko. Sewa toko harus dipikirkan dan setoran kepada pemilik modal harus dikeluarkan. Bersyukurlah bagi yang memiliki toko dan modal sendiri. 

Hasil penjualan barang dagangan yang diperoleh hanya untuk diri sendiri, kira-kira sama dengan pedagang sayur dan materi bumbu di los pasar.

Ilustrasi di atas mengatakan bahwa apa pun perjuangan ekonomi yang dijalankan seseorang, yang penting ialah bagaimana menekuni dan mensyukurinya. Riski itu bukan duduk kasus jumlah melainkan keberkahannya. Juga bukan duduk kasus level usahanya.
Demikianlah sekadar pandangan gres ihwal lika liku kehidupan di pasar untuk materi renungan menuju rasa syukur kepada Allah SWT.