Wednesday, 5 December 2018

Pasti Dapat Mengenal Spesifikasi Client Komputer Unbk

Mengenal spesifikasi client komputer unbk – Penyelenggaraan UNBK di setiap sekolah mengharuskan sekolah tersebut menyediakan banyak sekali perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) serta sarana dan prasarana pendukung yang memadai. Hal ini bertujuan semoga pelaksanaan UNBK berjalan lancar tanpa kendala atau gangguan ketika berlangsungnya UNBK.

Mengenal spesifikasi client komputer unbk PASTI BISA Mengenal Spesifikasi Client Komputer UNBK
Ilustrasi client komputer UNBK di sekolah (pexels.com)

Pada artikel terdahulu sudah dibahas perangkat lunak penunjang UNBK yaitu spesifikasi server komputer UNBK. Server komputer ini harus dalam kapasitas dan kecepatan susukan yang memadai sebab akan melayani banyak client dalam suatu ruangan komputer.
Server dan client merupakan dua unsur yang tidak sanggup dipisahkan satu sama lainnya. Server  Server yaitu penyedia layanan client sedangkan client merupakan pemakai layanan server.

Client yaitu komputer yang ada pada jaringan komputer yang memanfaatkan sumberdaya yang disediakan oleh server. Client berfungsi untuk mengatur pengguna antar muka (user interface) dan memproses aplikasi.

Seperti yang tersebut dalam situs kemdikbud.go.id spesifikasi server maupun client sekolah penyelenggara UNBK. Dalam satu server sanggup melayani minimal 40 client. Artinya antara server dan client komputer 1 ; 40.

Sedangkan layar monitor komputer/laptop client minimal berukuran 11 inch dengan OS Windows XP, Windows 7, Windows 8/Linux, MAX/Chrome Os dengan web browser exambro versi terbaru.

Processor komputer minimal single core, RAM minimal 512 MB, hardisk minimal tersedia 10 GB dalam keadaan kosong (free space).

Dalam 1 client minimal dipakai oleh 3 orang penerima UNBK. Artinya jumlah client sesuai dengan rasio 1 : 3 (satu client untuk 3 penerima UNBK).

Selain itu juga dilengkapi perangkar headset/earphone untuk ujian listening tingkat SMA/MA/K.

Memiliki jaringan LAN dengan switch 10/100/1000 Mbps dengan jumlah port sesuai dengan jumlah komputer pada setiap server. Server ini harus mempunyai switch sendiri dan dilarang digabung dengan server lain.
Demikianlah bahasan perihal spesifikasi minimal client komputer UNBK di sekolah. Semoga bermanfaat bagi pembaca semua.

Monday, 3 December 2018

Pasti Dapat Bioteknologi Konvensional Dalam Produksi Pangan

Bioteknologi konvensional dalam produksi pangan - Salah satu konsep pembelajaran IPA di kelas IX SMP/MTs ialah bioteknologi dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Berkaitan dengan penerapannya, pembahasan materi ini lebih terfokus pada bioteknologi konvensional dalam aneka macam jenis produk makanan dan minuman. 


Bioteknologi konvensional dalam produksi pangan PASTI BISA Bioteknologi Konvensional dalam Produksi Pangan
Ilustrasi bioteknologi konvensional produk pangan (matrapendidikan.com)

Sering guru mata pelajaran IPA memberi kiprah khusus perihal hal ini. Bisa saja guru memberi kiprah kepada siswa menciptakan laporan hasil praktikum. Siswa menciptakan laporan sehabis  siswa secara berkelompok melaksanakan praktik di laboratorium atau di rumah. 

Ada pula kiprah menciptakan laporn tanpa melaksanakan percobaan. Siswa menciptakan laporan kerja kelompok dengan membaca materi sumber. Hasil laporan ini kemudian dipresentasikan dalam diskusi kelompok di kelas.

Tugas yang paling sederhana ialah menciptakan laporan perihal produk bioteknologi konvensional kemudian diserahkan eksklusif kepada guru untuk penilaian. Namun santunan kiprah oleh guru mata pelajaran tergantung pada huruf dan potensi siswa di suatu sekolah. 

Sekadar membantu siswa dalam menuntaskan kiprah seputar bioteknologi konvensional, pada kesempatan ini akan dibahas sekilas perihal bioteknologi konvensional dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan bioteknologi konvensional akan dikembangkan khusus pada produksi pangan.

Bioteknologi ialah penerapan prinsip-prinsip ilmu dan teknologi untuk memproses materi melalui biro biologi untuk meningkatkan nilai tambah. Sebagai contoh, kedelai akan mempunyai nilai tambah jikalau difermentasi menjadi tempe dan kecap. 

Begitu pula keju dan yoghurt yang merupakan hasil peoses pengolahan materi susu. Sedangkan produk nata de coco berasal dari air kelapa, sosis kering terbuat dari daging sapi yang difermentasi.

Bioteknologi terdiri atas bioteknologi konvensional dan modern. Bioteknologi konvensional pada umumnya memakai mikroorganisme sebagai biro biologi untuk menghasilkan produk yang diinginkan.

Jamur dan basil merupakan mikroorganisme terkenal yang menghasilkan enzim tertentu untuk melaksanakan proses metabolisme. 

Jamur rhizopus oligosporus ialah pola agen biologi untuk menghasilkan enzim protease guna memberi nilai tambah pada kedelai sehingga dapat membuat tempe. Begitu pula jenis mikroorganisme acetobacter xylinum untuk menghasilkan produk pangan nata de coco.
Dalam kehidupan sehari-hari siswa sering makan atau minum produk bioteknologi konvensional seperti; tempe, tapai (tape), kecap, yoghurt, nata de coco, keju, obat antibiotik dan lain sebagainya. 
Baca juga : Proses Membuat Nata de Coco
Akan tetapi boleh jadi siswa belum mengetahui apa bahan, bagaimana cara dan proses pembuatan masing-masing produk bioteknologi konvensional tersebut.
Bioteknologi modern bekerjasama dengan manipulasi atau rekayasa materi genetik, ibarat DNA. Semangka tanpa biji, cloning domba dan anjing, itu semua ialah pola yang sering kita dengan perihal produk bioteknologi modern hasil rekayasa materi genetik.

Demikianlah sekilas perihal bioteknologi konvensional dalam produksi pangan Mudah-mudahan bermanfaat buat siswa SMP/MTs khususnya dan pengunjung blog ini pada umumnya sebagai materi isu ringan untuk menambah khasanah ilmu pengetahuan.

Saturday, 1 December 2018

Pasti Dapat Surat Kaleng Indah Yang Tercecer

Pak Syukri tersenyum kecil sesudah berhenti berbicara. Dalam keadaan kelas ibarat ini ia menentukan membisu ketimbang melanjutkan pertanda pelajaran.  Dua atau tigas siswa yang duduk barisan belakang ruangan kelas, terlihat kusuk kasak. Mereka seperti mencuri kesempatan untuk berbicara.

 tersenyum kecil sesudah berhenti berbicara PASTI BISA Surat Kaleng Indah yang Tercecer
Ilustrasi surat kaleng (pixabay.com)

          Dan itu terang teramati melalui sudut mata pak Syukri. Posisinya berdiri, menulis di papan tulis dikala pertanda pelajaran agak menyamping. Dengan ekor mata akan sanggup mengawasi semua siswa di kelas itu meskipun sedang menulis di papan tulis.
         “Sepertinya, ada sesuatu yang kurang beres pada belum dewasa bapak yang duduk di bab belakang,” cetus pak Sukri sesudah melempar senyum kecilnya.
          Spontan semua mata menoleh ke arah belakang ruangan kelas. Ingin tahu apa yang terjadi dengan teman-temannya yang duduk di formasi bab belakang. Yang merasa terganggu oleh tingkah temannya dibelakang melayangkan ucapan protes.
         Ada juga yang merespon dengan meneriakkan temannya yang telah menghentikan proses pembelajaran. Suasana kelas agak gaduh.
        “Sudah, sudah…” ujar pak Syukri memperlihatkan arahan dengan tangan untuk meredakan bunyi siswa yang duduk di bab depan.
         Ketika suasana kelas sudah kondusif dan terkendali, pak Syukri menggarut-garut kepalanya yang memang tidak gatal.
        “Hm, yang lain diam, ya? Jangan berkomentar dulu alasannya ialah bapak mau bertanya pada sahabat kalian yang duduk di bab belakang,” kata pak Syukri dengan bunyi berat dan berwibawa. “Ada apa gerangan yang terjadi dengan kalian yang duduk di bab belakang itu?”
         Siswa-siswa yang dimaksud pak Syukri tidak memberi respon. Namun tiba-tiba salah seorang di antaranya, maju ke depan kelas membawa sesuatu. Kemudian menyerahkan pada pak Syukri.
         “Apa ini?” tanya pak Syukri mengerinyitkan dahi.
      “Surat kaleng, pak,” sahut Jumadi menyerahkan secarik kertas seraya berbalik dan kembali ke daerah duduknya di belakang.
            Pak Syukri membacanya sekilas. Namun kemudian menyimpan dalam saku celananya. Setelah itu kembali pak Syukri melanjutkan pertanda pelajaran.
           Di kantor majelis guru, pak Syukri membaca isi secarik kertas yang diserahkan siswanya tadi.
         Nita, kau somse (sombong sekali) deh. Aku sudah usang suka padamu tetapi kau masbodoh aja. Tidak kah kau merasa salah seorang di antara temanmu menaruh simpati kepadamu? Salah seorang temanmu itu ialah aku… (dariku yang mengagumimu, ES).
         Pak Syukri geleng-geleng kepala seraya tersenyum kecil. Bukan main anak sekolah zaman sekarang. Masih Sekolah Menengah Pertama sudah cendekia menciptakan surat dengan kalimat indah
        “Hm.., maaf pak. Bapak memanggil saya?”
         Pak Syukri terkesima. Salah seorang murid wanita sudah bangun di hadapannya.
         “Oh, ya…Benar. “ sahut pak Syukri sedikit gugup.
        “Kamu sudah mengetahui, kenapa dipanggil ke ruangan ini?
        Anita Swara, siswa wanita itu menggeleng.
        “Hm, apakah selama ini kau merasa ada sahabat kau (laki-laki) yang begitu bersikap absurd kepadamu?”
         Anita terdiam.
        “Ya, coba kau renung-renungkan sebentar. Mungkin ada di antara teman-teman kau yang bersimpatik padamu,” timpal pak Syukri.
          “Hmmm, ada pak. Dia sering mengganggu Nita,…” kesannya Anita teringat seorang temannya yang bersikap absurd kepadanya.
          “Namanya?” pintas pak Syukri cepat.
          “Edward Samsir, pak.”
          “Oh, Edward.” Pak Syukri manggut-manggut.
           Ia mulai menduga jikalau pengirim surat kaleng yang dikantonginya, dengan inisial ES ialah nama yang disebutkan Anita barusan.
         “Kamu yakin yang menulis surat kaleng ini, Edward Samsir?” tanya pak Syukri seraya memperlihatkan secarik surat yang ditulis tangan..
         Anita terkejut bukan main. Perlahan diamatinya surat yang diperlihatkan oleh pak Syukri. Darahnya berdesir manakala membaca isi surat kaleng itu. Malu, takut, berbaur jadi satu. Ia yakin benar jikalau itu ialah goresan pena Edwar Samsir.
         “I…Iya…pak,” jawab Anita gugup.
         “Apa dasarnya keyakinanmu?”
         “Saya tahu bentuk goresan pena tangan Edward, pak.”
       “Ya, sudah... Terima kasih. Tapi surat ini bapak simpan, dan kau kembali ke kelas. Oke?”
        “Iya, pak.” Anita menyalami pak Syukri dan meninggalkan ruangan majelis guru.
     Keesokan harinya, pak Syukri memanggil Edward dan menasehatinya supaya tidak mengulangi lagi perbuatan ceroboh tersebut. Pak Syukri menentukan untuk tidak berbagi perkara inovasi surat kaleng di kelas itu. Tentunya supaya kedua siswa tersebut tidak merasa malu.

Thursday, 29 November 2018

Pasti Dapat Pentingnya Pemberian Terhadap Guru Dalam Menjalankan Kiprah Di Kala Milennial

Pentinya santunan terhadap guru dalam menjalankan kiprah di kala milennial – Hari Guru Nasional diperingati setiap tanggal 25 November. Peringatan HGN setiap tahun merupakan salah satu momentum penting untuk mengingatkan seluruh komponen bangsa untuk memperlihatkan santunan terhadap guru dalam menjalankan tugasnya.

Pentinya santunan terhadap guru dalam menjalankan kiprah di kala milennial PASTI BISA Pentingnya Dukungan Terhadap Guru dalam Menjalankan Tugas di Era Milennial
Dukungan terhadap guru dalam menjalankan kiprah (doc.matrapendidikan.com)

Artikel pendidikan singkat kali ini sengaja diturunkan dalam rangka menyambut HGN tanggal 25 November 2018.

Tugas guru tidak menjadi lebih ringan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Justru dalam kala milennial, kiprah guru semakin menerima tantangan dalam mencerdaskan anak bangsa.

Konsekuensi kemajuan di kala milennial tersebut semakin kasatmata menempatkan guru bukan lagi satu-satunya sumber informasi. Media berguru yang ada ketika ini ibarat komputer dan internet, juga tak kalah gesit dalam menyajikan info yang diperlukan penerima didik. 

Peserta didik sudah sanggup mengakses aneka info aneka macam disiplin ilmu berkaitan dengan bahan belajar, dalam waktu relatif singkat, cepat melalui gadget yang dimilikinya

Jika demikian adanya maka kiprah guru dalam pendidikan, bukan lagi menjadi sumber dan pemberi info belaka kepada penerima didik. Guru perlu mengubah kiprahnya menjadi perantara antara info dengan kebutuhan info penerima didik.

Guru tidak lagi semata-mata bertugas mengajar melain membuat situasi dan kondisi yang dinamis bagaimana siswa sanggup berguru di ruang kelas. Mengantarkan penerima didik berinteraksi dengan aneka disiplin ilmu pengetahuan dari aneka macam sumber yang ada.

Selain itu, kiprah guru dalam pembelajaran yang tak kalah penting ialah sebagai motivator kreatif. Peran ini dinilai sangat strategis di kala milennial ini. Bagaimana tidak? Melalui dorongan semangat dan sugesti seorang guru, penerima didik sanggup berguru secara mandiri.

Peserta didik berusaha mencari dan mengolah info yang diperlukan di bawah bimbingan guru melalui aneka metode pembelajaran yang ada.

Apa pun metode yang dipakai guru dalam pembelajaran, tujuannya ialah bagaimana penerima didik sanggup belajar. Kerangka berpikir guru dalam pembelajaran ialah bagaimana penerima didik sanggup berguru dengan baik. 

Strategi yang ditempuh guru melalui penyusunan perangkat mengajar yang manis dan aplikabel hanyalah salah satu upaya membuat bagaimana penerima didik sanggup berguru dengan baik dan menyenangkan.

Mengingat semakin penting dan beratnya kiprah guru di kala milennial, perlu kiranya santunan penuh dan kasatmata dari semua unsur. Mulai dari penerima didik sendiri, orangtua/wali murid serta pemerintah.
Sinergisitas ke semua unsur tersebut pasti akan mengantarkan guru pada kiprah membelajarkan siswa secara mandiri, kreatif dan optimis.

Selamat Hari Guru Nasional.

Tuesday, 27 November 2018

Pasti Dapat 7 Hukuman Dan Eksekusi Ini Mungkin Pernah Anda Jalani Di Sekolah

7 Sanksi dan eksekusi ini mungkin pernah anda jalani di sekolah – Setiap sekolah sudah niscaya mempunyai tata tertib. Tata tertib tersebut memuat banyak sekali aturan dan disiplin yang harus ditaati oleh warga sekolah. Guru dan siswa yakni dua kelompok warga sekolah yang harus menaati aturan dan disiplin sekolah.

 Sanksi dan eksekusi ini mungkin pernah anda jalani di sekolah PASTI BISA 7 Sanksi dan Hukuman Ini Mungkin Pernah Anda Jalani di Sekolah
Ilustrasi pelanggaran serta hukuman dan eksekusi di sekolah (matrapendidikan.com)

Untuk siswa, ada aturan dan disiplin berpakaian, berpenampilan, mencar ilmu dan lain sebagainya. Semua aturan dan disiplin tersebut harus ditaati dan dipatuhi oleh siswa. Umumnya aturan dan disiplin tersebut dalam bentuk tertulis.

Semua aturan dan disiplin disertai dengan hukuman atau hukuman. Mulai dari taraf ringan, berupa peringatan hingga hukuman dan eksekusi dalam bentuk agresi fisi, baik dilakukan oleh guru maupun oleh siswa sendiri.

Namun hukuman dan eksekusi yang diberikan kepada siswa bersifat mendidik. Apa saja eksekusi bagi siswa yang melanggar disiplin dan aturan di sekolah?

1.Pangkas rambut ‘gratis’

Hukuman pangkas rambut ‘gratis’ diberlakukan kepada siswa berambut tidak rapi, diberi pewarna rambut atau panjang sehabis diberi peringatan oleh guru. Namanya memang ‘gratis’ tetapi rambut yang tidak sesuai aturan atau melanggar aturan akan dipotong secara acak atau pada kepingan teretentu saja.

Siswa yang kena eksekusi ini sering merasa risih dengan penampilan rambutnya sehingga harus merapikan rambutnya kembali pada tukang pangkas.

2.Memungut sampah

Siswa yang terlambat tiba ke sekolah biasanya diberi hukuman memungut sampah atau membersihkan toilet sekolah. Sekolah yang mempunyai areal luas dan banyak pohon perindangan akan menerima eksekusi menentukan sampah.

Toilet sekolah yang sudah jorok akan menjadi lahan bagi siswa yang menerima eksekusi dari pelanggaran yang dilakukannya.

3.Push up

Siswa yang terlambat mengikuti suatu pelajaran, atau memasuki kelas atau tidak berpakaian rapi disuruh push up sekian kali. Semakin sering melanggar aturan ini semakin sering pula melaksanakan eksekusi ini.

4.Berdiri di lapangan dan menghadap bendera

Siswa ibarat ini biasanya sebab melanggar aturan tidak membawa perlengkapan sekolah ibarat topi dan dasi upacara bendera. Siswa disuruh oleh guru menghadap ke tiang bendera. Kalau cuaca panas, eksekusi ini tidak mengenakkan.

5.Berdiri di depan kelas

Berdiri di depan kelas tidak semua siswa yang menyukaiannya. Namun eksekusi ini diberlakukan bagi siswa yang melanggar disiplin belajar. Tidak mengerjakan PR atau tidak membawa perlengkapan belajar.

6.Pemanggilan orangtua

Pemanggilan orangtua sebagai hukuman biasanya ditujukan kepada siswa yang melanggar aturan sekolah ibarat sering bolos, membikin keributan selama belajar, atau sering tidak hadir. Dalam pelanggaran berat contohnya yakni melaksanakan tindakan yang mengarah kriminal.

Kalau sering-sering melaksanakan pelanggaran ini tentu semakin pula terjadi pemanggilan terhadap orangtua. Kasihan kan orangtuanya? Seolah-olah orangtua yamng mau sekolah. Betapa ruginya orangtua, mau bekerja terpaksa ditinggalkan demi memenuhi panggilan sekoalh.

7.Berlari mengelilingi lapangan upacara

Berlari mengelilingi lapangan upacara tentu bukanlah hukuman ringan untuk dilakukan. Apalagi lapangan upacara cukup luas dan suasana mulai panas oleh terik matahari.
Memang, perubahan paradigma pendidikan telah membuat suatu hukuman dan eksekusi kepada siswa yang melanggar aturan dan disiplin sekolah. Aturan jewer telinga, cubit pinggang, memukul, bangkit dengan sebelah kaki dalam waktu tertentu dan sejenisnya sudah mulai dihentikan sebab dianggap tidak mendidik sifatnya.

Sunday, 25 November 2018

Pasti Dapat Kesejahteraan Dan Profesionalisme Guru Di Kala Milennial

Kesejahteran dan profesionalisme guru di era milennial – Hari ini Minggu 25 November 2018, bertepatan dengan Hari Guru Nasional (HGN). Untuk memperingati HGN tahun ini, pemerintah melalui Kemendiknas  mengangkat tema, Meningkatkan Profesionalisme Guru Menuju Pendidikan era 21.

Meningkatkan Profesionalisme Guru Menuju Pendidikan era  PASTI BISA Kesejahteraan dan Profesionalisme Guru di Era Milennial
Peningkatan profesionalisme guru menuju era 21 (doc,.matrapendidikan.com)

Peringatan HGN merupakan bentuk penghargaan terhadap guru yang bernama Pahlawan Pembentuk Insan Cendikia. Guru telah berjuang mencerdaskan anak bangsa, membentuk manusia Indonesia sejati.

Perhatian terhadap profesi guru melalui peringatan HGN gotong royong telah ditetapkan menurut Kepres Nomor 78 Tahun 1994. Sejak itu peringatan HGN selalu mengangkat tema tertentu sesuai dengan perkembangan dalam dunia pendidikan.

Kesejahteraan dan profesionalisme guru ialah dua hal yang tak sanggup dipisahkan dalam upaya mencerdaskan anak bangsa dan membentuk manusia cendikia yang sejati.

Yang sangat menggembirakan kita ialah kesejahteraan dan profesionalitas guru. Kesejahteraan guru boleh dikatakan sudah memadai sehingga guru benar-benar sanggup memusatkan perhatiannya pada kiprah sebagai pendidik. Penampilan guru sudah jauh berubah dari dekade sebelumnya.

Seiring dengan kesejahteraan, profesionalitas guru juga sudah membanggakan menyusul aktivitas sertifikasi yang diluncurkan pemerintah semenjak tahun 2007 silam melalui UU Nomor 14 perihal Guru dan Dosen.

Memang, kesejahteraan dan profesionalisme guru akan berdampak eksklusif terhadap peningkatan kinerja guru. Salah satu faktor kinerja guru ialah pemusatkan perhatian pada kiprah utama sebagai pendidik yang profesional. Muaranya ialah peningkatan kualitas pendidikan di negeri beribu pulau ini.

Jika guru memusatkan perhatiannya kepada kiprah dan profesinya, waktunya lebih banyak berada di daerah bertugas. Melayani penerima bimbing yang haus ilmu pengetahuan.

Tentu saja, guru perlu membagi waktu dengan baik antara kiprah dan keluarga. Selain mendidik generasi di luar sana, guru juga mendidik putra dan putrinya sendiri. Di lingkungan keluarga.

Di era ke-21 atau era milennial ini, ternyata guru juga tak luput dari banyak sekali tantangan. Salah satunya ialah tantangan dari penerima bimbing sendiri. Guru ketika ini bukan lagi menghadapi penerima bimbing yang ‘mirip’ generasi 70-qan atau 80-an. Dinamika sosial anak zaman now! Justru lebih meningkat intensitasnya.
Siswa juga tahu jikalau gurunya semua sudah profesional dan memperoleh derma profesi yang luar biasa. Dengan demikian mereka akan berharap ilmu dan pengetahuan yang lebih dari gurunya.

Dirgahayu HGN 2018.

Friday, 23 November 2018

Pasti Dapat Ribuan Guru Ikuti Gerak Jalan Jantung Sehat Di Batusangkar

Ribuan guru ikuti gerak jalan jantung sehat di batusangkar – Bupati Tanah Datar Ir.H Irdinansyah Tarmizi melepas secara resmi penerima gerak jalan jantung sehat di depan gerbang Lapangan Cindua Mato, Batusangkar, Minggu (25/11).

Ribuan guru ikuti gerak jalan jantung sehat di batusangkar PASTI BISA Ribuan Guru Ikuti Gerak Jalan Jantung Sehat di Batusangkar
Bupati Tanah Datar Ir.H.Irdinansyah Tarmizi menunjukkan sambutan sebelum melepas gerak jalan jantung sehat (matrapendidikan.com)

Berdasar pantauan admin matrapendidikan.com yang terjun pribadi ke lokasi, sebelum dilepas secara resmi oleh bupati, ribuan guru anggota PGRI dari aneka macam kecamatan di Tanah Datar sudah berkumpul di Lapangan Cindua Mato semenjak pagi. 

Pada bab awal sambutannya, Bupati Tanah Datar memberikan yel-yel Istimewa untuk guru. Yel-yel tersebut disambut ulang dengan meriah dan besar hati oleh guru yang memadati Lapangan Cindua Mato.

“Yes…(Guru), yes…PGRI)..yes…(Tanah Datar), guru…(yes…yes…yes…).” Demikian antara lain suara yel-yel bupati yang dijawab oleh para guru.

Bupati Ir.H.Irdinansyah Tarmizi mengakui bila dirinya juga berasal dari guru. Oleh alasannya yakni itu para guru bukan lagi menjadi hal aneh baginya. Lebih jauh, Bupati Luhak Nan Tuo itu memberikan ucapan selamat dan penghargaan setinggi-tingginya kepada guru.

Gerak jalan jantung sehat ini merupakan puncak acara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT PGRI ke- 73 yang dipusatkan di Batusangkar. Ribuan guru penerima gerak jalan jantung sehat nampak memenuhi rute yang dilewati.

Sementara itu Ketua PGRI Tanah Datar Inhendri Abas, S.Pd,MM Dt.Rajo Tan basa juga mengucapkan terima kasih kepada guru yang sudah berkumpul di Batusangkar untuk mengikuti acara gerak jalan jantung sehat.

Ribuan guru ikuti gerak jalan jantung sehat di batusangkar PASTI BISA Ribuan Guru Ikuti Gerak Jalan Jantung Sehat di Batusangkar
Salah satu pemandangan lautan guru penerima gerak jalan jantung sehat di Batusangkar (matrapendidikan.com)

Kegiatan gerak jalan jantung sehat mengambil rute Lapangan Cindua Mato – Parak Juar – Simpang Asrama – Koto baranjak – Simpang Kiambang – Pincuran Tujuh – Ponco – Jati dan kembali ke Lapangan Cindua Mato.

Peserta gerak jalan jantung sehat juga mengikuti program doorprice yang hadiah utamanya dari Bupati Tanah Datar dan Ny.Emi Irdinansyah Tarmizi serta aneka macam hadiah menarik dari para donatur.
Selain gerak jalan jantung sehat, peringatan HGN dan PGRI ke- 73 yang dipusatkan di Batusangkar ini juga dimeriahkan dengan aneka macam pertandingan dan perlombaan. Di antaranya pertandingan bola voli putra dan putri di lapangan Cindua Mato, Lomba Tahfizul Qur’an di SDN 16 serta Lomba Paduan Suara dan Lagu Solo.