Setelah sebelumnya saya membuatkan perihal Juknis BOP PAUD 2018, supaya lebih lengkap kini saya bagikan juga buku saku yang mengulas perihal tanya jawab seputar petunjuk teknis alokasi penggunaan dana BOP PAUD di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Buku saku juknis BOP PAUD ini menjelaskan seputar banyak sekali macam hal yang perlu dipertanyakan terkait penggunaan dana BOP PAUD. Seperti pada rincian berikut ini:
Apakah Pedoman rujukan penyaluran dana BOP PAUD?
Apa dasar aturan yang memilih besar alokasi dukungan per Kab/Kota?
Apakah kategori Bantuan dana BOP PAUD ?
Siapa sasaran akseptor BOP?
BOP sebagai Hibah Daerah.
Apa yang dimaksud dengan Lembaga Kemasyarakatan Berbadan Hukum Indonesia?
Apa status satuan PAUD?
Lembaga PAUD Penerima BOP harus disahkan oleh Kemenkumham?
Lembaga PAUD hanya sanggup mendapatkan Hibah sekali saja?
Berapa Satuan Biaya BOP?
Bagaimana ketentuan alokasi dana per forum ?
Penyaluran Anggaran
Penyaluran BOP hanya sanggup menunggu Perubahan
Apakah diharapkan Bank Penyalur?
Rekening Lembaga
Apa Tugas dan Kewenangan Kab/Kota?
Selengkapnya sanggup anda lihat pada preview berikut ini:
Download Tanya Jawab Tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bantuan Operasional Penyelenggaraan PAUD (DAK-BOP PAUD)
Bagi para pemangku forum pendidikan anak usia dini, sebaiknya anda mempunyai dokumen format PDF ini sebagai pemanis dalam penggunaan dana BOP PAUD. Silahkan anda download pada link dibawah ini: Download
Demikian dari saya, biar bermanfaat...
Referensi: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI
Dalam dokumen kurikulum 2013 PAUD menjelaskan beberapa hal, yaitu: karakteristik kurikulum 2013 pendidikan anak usia dini, tujuan kurikulum 2013 pendidikan anak usia dini, struktur kurikulum 2013 paud, muatan kurikulum pendidikan anak usia dini, kompetensi inti dan kompetensi dasar, tabel struktur kegiatan pengembangan dan usang mencar ilmu paud, indikator pencapaian perkembangan anak usia dini lahir-6 tahun.
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan pendidikan yang paling mendasar sebab perkembangan anak di masa selanjutnya akan sangat ditentukan oleh banyak sekali stimulasi bermakna yang diberikan semenjak usia dini. Awal kehidupan anak merupakan masa yang paling sempurna dalam memperlihatkan dorongan atau upaya pengembangan semoga anak sanggup berkembang secara optimal.
Pendidikan harus dipersiapkan secara terpola dan bersifat holistik sebagai dasar anak memasuki pendidikan lebih lanjut. Masa usia dini yaitu masa emas perkembangan anak dimana semua aspek perkembangan sanggup dengan gampang distimulasi. Periode emas ini hanya berlangsung satu kali sepanjang rentang kehidupan manusia. Oleh sebab itu, pada masa usia dini perlu dilakukan upaya pengembangan menyeluruh yang melibatkan aspek pengasuhan, kesehatan, pendidikan, dan perlindungan.
Penelitian memperlihatkan bahwa masa peka mencar ilmu anak dimulai dari anak dalam kandungan hingga 1000 hari pertama kehidupannya. Menurut mahir neurologi, pada dikala lahir otak bayi mengandung 100 hingga 200 milyar neuron atau sel syaraf yang siap melaksanakan sambungan antar sel. Sekitar 50% kapasitas kecerdasan insan telah terjadi ketika usia 4 tahun, 80% telah terjadi ketika berusia 8 tahun, dan mencapai titik kulminasi 100% ketika berusia 8 hingga 18 tahun. Penelitian lain juga memperlihatkan bahwa stimulasi pada usia lahir-3 tahun ini jikalau didasari pada kasih sayang bahkan sanggup merangsang 10 trilyun sel otak.
Namun demikian, dengan satu bentakan saja 1 milyar sel otak akan rusak, sedangkan tindak kekerasan akan memusnahkan 10 miliar sel otak. Salah satu upaya yang sanggup dilakukan dalam rangka pengembangan potensi tersebut yaitu dengan kegiatan pendidikan yang terstruktur. Salah satu komponen untuk pendidikan yang terstruktur yaitu kurikulum.
Referensi: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI
Download Panduan Pengembangan Media Pembelajaran PAUD Format PDF. Secara garis besar acara pengembangan media pembelajaran terdiri atas tiga langkah besar yang harus dilalui, yaitu acara perencanaan, produksi dan penilaian. Sementara itu, dalam rangka melaksanakan desain atau rancangan pengembangan agenda media.
Urutan langkah-langkah yang harus diambil dalam pengembangan agenda media menjadi 6 (enam) langkah sebagai berikut:
Merumuskan tujuan intruksional (Instructional Objective) dengan operasional dan khas,
Merumuskan butir-butir bahan secara terperinci yang mendukung tercapainya tujuan,
Mengembangkan alat pengukur keberhasilan,
Menulis naskah media,
Mengadakan tes dan revisi
Dari 6 langkah diatas, bisa dijabarkan sebagai berikut:
1. Menganalisis kebutuhan dan karakteristik Peserta Didik
Kebutuhan dalam proses berguru mengajar ialah kesenjangan antara apa yang dimiliki Peserta Didik dengan apa yang diharapkan. Contoh jikalau kita mengharapkan Peserta Didik sanggup menjadi orang renta yang baik dan benar, maka mereka harus mengetahui juga baigaimana merawat kehamilan, mendidik anak, tumbuh kembang anak dan lain-lain. Setelah kita menganalisis kebutuhan Peserta Didik, maka kita juga perlu menganalisis karakteristik Peserta Didiknya, baik menyangkut kemampuan pengetahuan atau keterampilan yang telah dimiliki Peserta Didik sebelumnya. Cara mengetahuinya bisa dengan tes atau dengan yang lainnya.
Langkah ini sanggup disederhanakan dengan cara mengenalisa topic-topik bahan bimbing yang dipandang sulit dan karenanya memerlukan derma media. Pada langkah ini sekaligus pula sanggup ditentukan ranah tujuan pembelajaran yang hendak dicapai, termasuk rangsangan indera mana yang diharapkan (audio, visual, gerak atau diam).
2. Merumuskan tujuan intruksional (Instructional Objective) dengan operasional dan khas
Untuk sanggup merumuskan tujuan instruksional dengan baik, ada beberapa ketentuan yang harus diingat, yaitu:
a. Tujuan instruksional harus berorientasi kepada Peserta Didik. Artinya tujuan instruksional itu benar-benar harus menyatakan adanya prilaku Peserta Didik yang sanggup dilakukan atau diperoleh sesudah proses berguru dilakukan. b. Tujuan harus dinyatakan dengan kata kerja yang operasional, artinya kata kerja itu mengatakan suatu prilaku/perbuatan yang sanggup diamati atau diukur.
3. Merumuskan butir-butir bahan secara terperinci yang mendukung tercapainya Tujuan
Penyusunan rumusan butir-butir bahan ialah dilihat dari sub kemampuan atau keterampilan yang dijelaskan dalam tujuan khusus pembelajaran, sehingga bahan yang disusun ialah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan dari acara proses berguru mengajar tersebut. Setelah daftar butir-butir bahan dirinci maka langkah selanjutnya ialah membuatnya dari yang sederhana hingga kepada tingkatan yang lebih rumit, dan dari hal-hal yang konkrit kepada yang abstrak.
4. Mengembangkan alat pengukur keberhasilan
Alat pengukur keberhasilan seyogyanya dikembangkan terlebih dahulu sebelum naskah agenda ditulis. Dan alat pengukur ini harus dikembangkan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai dan dari materi-materi pembelajaran yang disajikan. Bentuk alat pengukurnya bisa dengan tes, pengamatan, penugasan atau cheklist prilaku. Instrumen tersebut akan dipakai oleh pengembang media, dikala melaksanakan tes uji coba dari agenda media yang dikembangkannya. Misalkan alat pengukurnya tes, maka Peserta Didik nanti akan diminta mengerjakan bahan tes tersebut.
Kemudian dilihat bagaimana hasilnya. Apakah Peserta Didik mengatakan penguasaan bahan yang baik atau tidak dari imbas media yang digunakannya atau dari bahan yang dipelajarinya melalui menu media. Jika tidak maka dimanakah letak kekurangannya. Dengan demikian, maka Peserta Didik dimintai jawaban wacana media tersebut, baik dari segi kemenarikan maupun efektifitas penyajiannya.
5. Menulis Naskah Media
Naskah media ialah bentuk penyajian bahan pembelajaran melalui media rancangan yang merupakan pembagian terstruktur mengenai dari pokok-pokok bahan yang telah disusun secara baik menyerupai yang telah dijelaskan di atas. Supaya bahan pembelajaran itu sanggup disampaikan melalui media, maka bahan tersebut perlu dituangkan dalam goresan pena atau gambar yang kita sebut naskah agenda media.
Naskah agenda media maksudnya ialah sebagai penuntun kita dalam memproduksi media. Artinya menjadi penuntut kita dalam mengambil gambar dan merekam suara. Karena naskah ini berisi urutan gambar dan grafis yang perlu diambil oleh kamera atau bunyi dan bunyi yang harus direkam.
6. Mengadakan Tes atau Uji Coba dan Revisi
Tes ialah acara untuk menguji atau mengetahui tingkat efektifitas dan kesesuaian media yang dirancang dengan tujuan yang diharapkan dari agenda tersebut. Sesuatu agenda media yang oleh pembuatnya dianggap telah baik, tetapi bila agenda itu tidak menarik, atau sukar dipahami atau tidak merangsang proses berguru bagi Peserta Didik yang ditujunya, maka agenda semacam ini tentu saja tidak dikatakan baik.
Tes atau uji coba tersebut sanggup dilakukan baik melalui perseorangan atau melalui kelompok kecil atau juga melalui tes lapangan, yaitu dalam proses pembelajaran yang bahwasanya dengan memakai media yang dikembangkan. Sedangkan revisi ialah acara untuk memperbaiki hal-hal yang dianggap perlu mendapatkan perbaikan atas hasil dari tes.
Jika semua langkah-langkah tersebut telah dilakukan dan telah dianggap tidak ada lagi yang perlu direvisi, maka langkah selanjutnya ialah media tersebut siap untuk diproduksi. akan tetapi bisa saja terjadi sesudah dilakukan produksi ternyata setalah disebarkan atau disajikan ada beberapa kekurangan dari aspek bahan atau kualitas menu medianya (gambar atau suara) maka dalam masalah menyerupai ini sanggup pula dilakukan perbaikan (revisi) terhadap aspek yang dianggap kurang. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan kesempurnaan dari media yang dibuat, sehingga para penggunanya akan gampang mendapatkan pesan-pesan yang disampaikan melalui media tersebut.
Download Panduan Pengembangan Media Pembelajaran PAUD Format PDF
Selengkapnya wacana panduan / pedoman pengembangan media pembelajaran untuk Pendidikan Anak Usia Dini, bisa anda download pada link dibawah ini: Panduan Pengembangan Media Pembelajaran PAUD
Seperti kita tahu bahwa dalam penyusunan rencana kerja tahunan madrasah, terdapat lampiran dokumen kelengkapan berupa laporan acara tahunan (LKT). Karena itulah disini aku ingin ikut membuatkan kepada anda para pemangku kepentingan di madrasah / sekolah, menyerupai kepala madrasah, operator, guru / pendidik, dan lain-lain.
Postingan ini berawal alasannya dari kemarin aku sibuk menciptakan / menyusun EDM, RKM, RKTM, dan RKAM yang menjadi syarat mutlak dalam juknis pencairan dana BOS, dalam artian bahwa dana BOS semester ini (genap 2017/2018) tidak akan cair tanpa adanya RKM dan RKTM, dan dokumen tersebut (RKM) sanggup anda download pada link diatas. Makara harap maklum kalau beberapa hari ini tidak update dikarenakan hal tersebut.
Download Contoh Laporan Kegiatan Tahunan SD MI Terbaru Format Word
Supaya tidak terlalu bertele-tele, kita eksklusif lihat preview dari teladan laporan acara tahunan dibawah ini:
Evaluasi Diri Sekolah / Madrasah (EDS/M) termasuk salah satu dokumen yang mengawali tersusunnya RKM/RKS yang diambil dari indikator kunci atau indikator yang terdapat pada instrumen akreditasi, yang semuanya menyesuaikan dengan kondisi riil madrasah / sekolah yang kemudian tersusun dalam bentuk tabel analisis EDS/M.
Karena itulah disini aku coba share referensi tabel analisis EDS/M tersebut dalam bentuk format ms word yang sanggup eksklusif edit sesuai dengan kondisi faktual di sekolah / madrasah yang terdapat dalam indikator kunci yang sanggup anda download pada artikel sebelumnya.
Download referensi tabel analisis EDS SD / EDM MI terbaru format ms word sesuai dengan kondisi riil sekolah/madrasah
Ya sudah supaya tidak terlalu banyak basa-basi, kita eksklusif saja ke poin utama wacana referensi Analisis EDS SD / EDM MI sanggup anda lihat pada preview berikut ini:
ALPEKA BOS (Aplikasi Laporan Pertanggungjawaban Keuangan BOS Tingkat Sekolah) yakni aplikasiberbasis excel untuk membantu sekolah dalam menyusun dan mengelola laporan keuangan tingkatsekolah. Aplikasi ini dikembangkan atas dukungan kegiatan PRIORITAS-USAID. Aplikasi ini bermanfaat untuk memudahkan sekolah dalam penyusunan format laporan keuangan yang ada dalam Petunjuk Teknis kegiatan BOS.
Salah satu hasil simpulan dari aplikasi ini yakni format BOS-K1, BOS-K2, BOS-K3, BOS-K4, BOS-K5, BOS-K6, BOS-K7, BOS-K7a, BOS-03, BOS-07, BOS-08, dan BOS-09 yang selanjutnya dipakai untuk diisikan di Laporan Penggunaan Dana BOS secara online. Aplikasi ini disertai dengan anutan penggunaannya sehingga setiap sekolah sanggup mencar ilmu mandiri.
Download aplikasi alpeka terbaru 2018 lengkap dengan panduan penggunaan
Dari aplikasi alpeka ini sanggup anda lihat penampakannya pada preview berikut ini:
Indikator pencapaian perkembangan anak yakni penanda perkembangan yang spesifik dan terukur untuk memantau/menilai perkembangan anak pada usia tertentu. Indikator pencapaian perkembangan anak merupakan kontinum / rentang perkembangan anak semenjak lahir hingga dengan usia 6 tahun. Indikator pencapaian perkembangan anak berfungsi untuk memantau perkembangan anak dan bukan untuk dipakai secara pribadi baik sebagai materi asuh maupun acara pembelajaran. Indikator pencapaian perkembangan anak dirumuskan menurut Kompetensi Dasar (KD).
Kompetensi Dasar (KD) dirumuskan menurut Kompetensi Inti (KI). Kompetensi Inti (KI) merupakan citra pencapaian Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak pada simpulan layanan PAUD usia enam tahun yang dirumuskan secara terpadu dalam bentuk KI Sikap Spiritual, KI Sikap Sosial, KI Pengetahuan, dan KI Keterampilan.
Indikator pencapaian perkembangan anak untuk KD pada KI Sikap Spiritual dan KD pada KI Sikap Sosial tidak dirumuskan secara tersendiri. Pembelajaran untuk mencapai KD-KD ini dilakukan secara tidak langsung, tetapi melalui pembelajaran untuk KD-KD pada KI Pengetahuan dan KI Keterampilan. Dengan kata lain, sikap kasatmata anak akan terbentuk saat beliau mempunyai pengetahuan dan mewujudkan pengetahuan itu dalam bentuk hasil karya dan/atau unjuk kerja.
Indikator pencapaian perkembangan anak untuk KD pada pengetahuan dan KD pada keterampilan merupakan satu kesatuan alasannya yakni pengetahuan dan keterampilan merupakan dua hal yang saling berinteraksi.
Download Indikator Pencapaian Perkembangan Anak Usia Dini Usia 0-6 Tahun
Selengkapnya wacana Indikator Pencapaian Perkembangan Anak Usia Dini Usia 0-6 Tahun dapat anda download pada link di bawah ini: Indikator PAUD K13
Demikian dari saya, sekian terima kasih dan supaya bermanfaat...