Showing posts sorted by date for query belajar-internet-dari-internet. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query belajar-internet-dari-internet. Sort by relevance Show all posts

Tuesday, 2 February 2021

Lebih Cerdik Tips Mengisi Liburan Di Hari Ahad Dengan Aktivitas Yang Faktual Dan Edukatif

Sahabat Edukasi yang sedang berbahagia...

Hari Minggu ialah hari yang sering dinantikan alasannya ialah ia ialah hari libur, sesudah satu pekan penuh beraktivitas, baik berguru maupun bekerja. 

Namun juga tidak ideal bila di hari ahad diisi dengan kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaaat atau bahkan merugikan bagi kehidupan kita.

Berikut beberapa kegiatan (aktivitas) nyata sekaligus edukatif di hari Minggu selain hari yang sempurna untuk kegiatan hobi Anda, ada beberapa hal yang layak dipertimbangkan di antaranya :

1.   Jogging (Senam Pagi)

Selain untuk kesehatan, senam pagi sanggup dipakai sebagai kegiatan untuk berguru senam prestasi khususnya bagi pelajar.

2.   Pilih Tempat Rekreasi (wisata) yang Tepat

Jika ada agenda berwisata, pilih daerah yang tepat. Yang menyenangkan sekaligus sanggup memperdalam pemahaman kita terhadap segala sesuatu informasi yang pernah kita dapatkan sebelumnya, ambil photo dan video di sana (jika diperkenankan) untuk kenang-kenangan dan flash back nantinya.

3.   Menulis

Menulislah sesuatu pada hari libur ini. Karena dengan seringkali menulis, semakin terasah ketelitian Anda khususnya pada goresan pena dan ini tentu akan berdampak nyata pada SDM Anda sebagai akseptor didik ataupun pekerja yang profesional nantinya.

4.   Membaca

Di hari libur, kesempatan Anda untuk membaca buku yang paling Anda minati, dengan membaca, pastinya wawasan Anda akan semakin luas, pemahaman pun akan semakin mendalam. Siapkan minuman segar di siang hari, kemudian membacalah dengan happy.

5.   Silaturahmi

Manfaatkan waktu libur untuk berkunjung ke daerah handai taulan (family), sahabat-sahabat, ataupun kenalan-kenalan gres semoga komunikasi semakin erat.

6.   Browsing Internet

Gunakan waktu luang untuk browsing internet, cari sesuatu yang selama kegiatan Anda tak sempat mencarinya. Agar penasaran-penasaran pada sesuatu yang belum Anda ketahui pada ketika kemarin sanggup Anda ketahui di waktu luang ini.

7.   Tidur Siang yang Cukup

Mumpung libur, Anda sanggup menambah porsi tidur siang Anda lebih banyak daripada hari efektif tentunya. Cukupkan istirahat ini pada siang harinya, namun juga jangan terlalu lama, semoga malam harinya tidak sulit tidur.

8.   Bermain Bersama Keluarga

Ajaklah saudara, pasangan, atau anak Anda untuk bermain bersama. Nikmati hari libur bersama mereka sambil mendekatkan diri antara satu dan lainnya.

9.   Menonton Televisi

Pilih tontonan televisi yang edukasi, setidak-tidaknya informasi nasional. Agar kita tidak ketinggalan berita, alasannya ialah di waktu hari efektif sanggup dipastikan kita kekurangan suplay informasi ataupun informasi dari televisi, khususnya pada siang hari.

10.   Membersihkan Rumah

Jika tidak hari libur, seringkali banyak sekali peralatan tidak berada pada tempatnya, lingkungan rumah pun seringkali tak terurus menyerupai rumput yang mulai tak rapi, bunga yang tak sedap lagi dilihat, serta beberapa hal lain yang tak sempat diatur secara optimal di hari kerja ataupun hari belajar. Di hari Minggu ini kesempatan baik untuk bersih-bersih rumah ataupun kamar Anda, merapikan taman dan lingkungan, serta menempatkan seluruh peralatan pada tempatnya.

11.   Menyiapkan Perlengkapan Untuk Aktivitas Esok Hari

Libur bukan berarti tidak memikirkan untuk hari kerja ataupun hari berguru esok harinya, maka persiapkan barang sebentar perlengkapan-perlengkapan yang harus Anda bawa di esok harinya. Bagi pelajar, cek buku belajarnya, selesaikan kiprah dan PR, jangan tunda sampai esok hari, alasannya ialah pekerjaan dan kiprah esok akan ada lagi. Maka optimalkan hari libur pada hari Minggu ini semoga esok di pagi harinya kita tidak kelabakan dan tergesa-gesa.

Demikian beberapa hal yang patut dipertimbangkan untuk mengisi kegiatan / kegiatan nyata di hari Minggu ini. Semoga hari esok lebih baik dari sekarang. Aamiin… ...!

Monday, 4 January 2021

Lebih Berilmu Tips Menentukan Universitas / Perguruan Tinggi Tinggi Terbaik

Sahabat Edukasi yang sedang berbahagia... Dalam kesempatan kali ini saya akan share tips dalam menentukan universitas terbaik yang ditulis oleh Mbak Sussy sebagai berikut :

Universitas terbaik selalu menjadi dambaan setiap siswa untuk meneruskan studi ke pendidikan tinggi. Pilihan untuk melanjutkan studi pendidikan tinggi pastinya menciptakan bingung. Bingung untuk menentukan jadwal studi dan universitas mana yang terbaik sebab akan mempengaruhi masa depan. Keduanya harus dipikirkan dengan matang, semoga menjadi keputusan yang terbaik dan tidak salah pilih.

Pertimbangan apa saja yang harus dipikirkan untuk menentukan sebuah universitas?

Minat menjadi faktor pertama yang masuk dalam daftar pertimbangan sebab merupakan faktor internal dari diri sendiri. Menjalani kuliah dengan jadwal studi yang kita minati niscaya akan lebih menyenangkan, selain enjoy, kita pun nantinya tidak akan terbebani. Program yang kita pilih nantinya niscaya akan besar lengan berkuasa pada karir kita di masa depan. Pastikan daftar universitas terbaik yang kita bidik menyediakan jadwal studi yang kita minati.

Reputasi universitas menjadi pertimbangan selanjutnya. Bangga tentunya jika sanggup kuliah di universitas dengan reputasi yang bagus. Tapi reputasi bukanlah segalanya, masih banyak hal lain yang harus dipertimbangkan untuk menentukan universitas yang terbaik.

Proses Belajar. Dengan mengetahui proses berguru suatu jadwal studi di suatu universitas, kita akan lebih yakin dalam menentukan suatu universitas. Penting untuk mengetahui proses belajar, sebab ada jadwal studi yang lebih banyak menawarkan kiprah daripada ujian, atau lebih banyak berguru berdikari daripada kuliah pakar. Maka, carilah info sebanyak-banyaknya.

Fasilitas. Pertimbangkan akomodasi yang ada. Fasilitas pendukung apa saja yang mendukung kita ketika kuliah nanti. Seperti perpustakaan, internet, laboratorium, dan yang lainnya. Kemudian jika universitas yang kita tuju jauh dari rumah, apakah transportasinya memadai? Seberapa jauh jarak tempuhnya? Terletak dimana universitas tersebut, di kota atau di daerah? Pertimbangkan pula biaya hidup di sekitar universitas tersebut.

Setiap orang mempunyai kebutuhan dan minat yang berbeda-beda. Tapi penting untuk mengetahui informasi-informasi dari suatu universitas secara detail. Perhatikan akreditasinya, status pengukuhan ini menentukan kemandirian jadwal studi dalam melakukan jadwal berguru mengajar.

Status akreditasi diberikan pada masing-masing jadwal studi yang diselenggarakan di universitas tersebut.  Kemudian, pastikan juga universitas yang kita tuju sudah banyak menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan, untuk kemudahan lapangan kerja sesudah selesai masa studi.

Selain hal-hal di atas, tentu masih banyak pertimbangan yang harus kita pikirkan untuk sanggup menentukan universitas terbaik yang akan kita pilih. Tidak ada hal khusus yang niscaya dalam menentukan sebuah universitas. Sebagai calon penerus bangsa, tentunya kita harus sanggup memilah dan menentukan keputusan yang terbaik bagi kebutuhan diri kita tanpa harus mengorbankan hal-hal yang lebih bermanfaat.

Jangan hingga apa yang kita pilih akan kita sesali pada akhirnya. Cari info di banyak sekali media dan dari sudut pandang orang-oang terdekat. Semoga bermanfaat, selamat berjuang…:). Semoga berhasil... Aamiin... ...!

Penting…! Tips Memilih Program Studi (Prodi) Yang Tepat, silahkan lihat di sini…

Sunday, 27 December 2020

Lebih Bakir Manfaat Kasatmata Bagi Guru Yang Memiliki Hobi Ngeblog

Sahabat Edukasi yang berbahagia…. 

Di kala kemajuan teknologi yang semakin pesat ini, tak ayal lagi blog yang dulunya diperuntukkan hanya untuk mengutarakan keseharian kehidupan seseorang secara pribadi, kumpulan karya-karya pribadi, namun dikala ini fungsi dan manfaat blog sudah ikut berkembang pula.

Seperti halnya blog pribadi aku ini, yang dulunya aku dedikasikan seputar hal yang aku sendiri alami, kemudian seiring dengan adanya kiprah komplemen dalam bidang administrasi pendidikan tertentu yang diberikan baik oleh sekolah maupun stake holder pendidikan di wilayah tempat kiprah saya. Maka dikala ini pun isi dari blog ini pun terus mengalami ekspansi konten yakni untuk umum namun masih dalam zona pendidikan tentunya.

Kembali ke tema sahabat… Lalu siapa saja yang boleh ngeblog (memiliki blog)? Ya tentu saja semua pengguna internet mempunyai hak untuk mempunyai blog, tak terkecuali guru. Blog pun tidak harus berbayar, layanan Google pun telah menyediakan blogspot-nya ibarat halnya yang aku gunakan pada blog ini.

Mengelola blog pun bukan merupakan hal sulit, ketika sepulang dari sekolah, apalagi di hari libur ibarat hari Minggu ini, ngeblog sanggup dijadikan kegiatan pilihan tentunya.

Berikut beberapa kegunaan ataupun manfaat faktual bagi guru yang mempunyai hobi blog menurut riset pribadi pada diri sendiri maupun pada blogger-blogger lain yang kebetulan berprofesi sebagai guru, sebagai berikut :

1.   Mengasah Ketelitian

Menulis artikel pada blog bekerjsama memang tidak sulit alias mudah, asal pemilik blog telah menguasai bidang apa yang akan ia tulisnya tersebut, ibarat halnya guru dalam mengajar, ia akan sanggup gampang memberikan bahan sehingga penerima didik pun sanggup memahami apa yang bapak/ibu guru sampaikan juga dikarenakan adanya penguasaan bahan pelajaran oleh guru.

Namun dalam dunia blogging ini, pembacanya bukan semata siswa saja, akan tetapi sesama guru yang sebaya, guru senior, dosen, dan dari banyak sekali kalangan pembaca. Oleh alasannya itu kualitas penulisan artikel menjadi tantangan tersendiri bagi seorang guru yang terbiasa ngeblog, dan proses ini tentu saja berawal dari beberapa kesalahan yang segera diperbaiki secara terus-menerus dengan penuh keseriusan dan kehati-hatian.

2.   Memperluas Wawasan

Apa yang ditulis seseorang sebagian besar ialah alasannya adanya pengalaman, buku yang dibaca, maupun sumber gosip lain yang telah didapatkan sebelumnya. Dengan adanya hobi ngeblog ini, guru akan mempunyai motivasi tersendiri untuk senantiasa meningkatkan wawasan yang bahkan tidak hanya pada lingkup bidang studi (mata pelajaran) yang diampunya saja, melainkan juga meluas ke bidang-bidang lain yang tentu saja akan menunjang dalam kualitas serta efektifitas pembelajaran di sekolah.

3.   Mengembangkan Jaringan dan Teman

Kita sudah ngeblog artinya kita siap untuk dilihat oleh seluruh pengguna internet, kalau ada yang mempunyai latar belakang sama, baik asal kawasan yang sama atau sesama guru sanggup diawali perkenalan melalui kunjungan antar blog. Dan selanjutnya tidak menutup kemungkinan di beberapa kesempatan nantinya sanggup bertemu pribadi dan ini sanggup menambah jaringan dan teman.

4.   Sebagai Referensi Belajar Bagi Siswa Yang Sinkron Dengan Pembelajaran

Seringkali sebagai guru, penerima didik kita haruskan mencari sumber rujukan di internet. Dengan adanya blog, maka penerima didik kita akan sanggup menyebabkan blog gurunya sebagai salah satu rujukan dan bahkan sanggup menjadi ide untuk berkarya bagi mereka kelak.

Dan selain hal-hal faktual sebagai manfaat ngeblog bagi guru, tentu saja masih ada beberapa hal lainnya yang insya Allaah akan aku publikasikan pada kesempatan selanjutnya. Sekian dulu Sahabat… Semoga bermanfaat dan terimakasih… Salam Edukasi…!

Tuesday, 25 August 2020

Lebih Cerdik Operator Sekolah Sebagai Fasilitator Pendataan Dan Sumber Gosip Pendidikan Di Tingkat Sekolah

Sahabat Operator Sekolah yang berbahagia…

Peran utama Operator Sekolah yaitu sebagai petugas khusus dari suatu sekolah untuk mengentry / menginput / memasukkan data-data hingga dengan mengirimkan data-data (sinkronisasi) yang terkait dengan sekolah baik secara offline maupun online baik di aplikasi Dapodik maupun di Padamu Negeri.

Namun, seiring dengan semakin banyak dan kompleksnya tugas-tugas operator sekolah ketika ini, sehingga kiprahnya pun semakin besar. Operator Sekolah ketika ini bukan hanya menjadi petugas profesional data namun juga sebagai acuan sumber isu di suatu sekolah. Karena seringkali isu apapun yang terkait dengan pendidikan dipastikan Rekan-rekan Operator Sekolah akan tahu duluan via internet tentunya.

Seperti halnya saya, ketika dulu saya belum mendapat kiprah sebagai Operator Sekolah, online itu sangat jarang dilakukan apalagi kawasan kiprah saya memang tidak tersedia saluran internet. 

Namun sejak mendapat kiprah embel-embel sebagai Operator Sekolah ini, maka frekuensi online pun semakin meningkat. 

Dan tentu saja, semakin banyak informasi-informasi yang akurat terkait administrasi pendataan pendidikan ataupun isu pendidikan lain yang sanggup diketahui baik melalui forum-forum pendataan di media sosial, situs resmi stake holder pendidikan, hingga info-info dari blog-blog Rekan Guru ataupun Operator Sekolah lainnya.

Akhirnya di sekolah pun, seringkali Rekan-rekan Guru lainnya hingga Kepala Sekolah tanya “Ada info terbaru apa sekarang?”, bukan semata terkait dengan data-data PTK dan PD, santunan bagi guru, kegiatan pencairan BOS, Juknis / POS Ujian Sekolah (US) ataupun Ujian Nasional (UN), namun juga pertanyaan-pertanyaan lain yang terkait perangkat belajar-mengajar, kurikulum, kebijakan-kebijakan pendidikan di Indonesia, dan pertanyaan-pertanyaan lain seputar pendidikan seringkali ditanyakan Rekan-rekan Guru lainnya di sekolah.

Baca selengkapnya wacana  Hikmah (Manfaat Positif) Sebagai Operator / Admin Sekolah ini pada links artikel berikut.

Oleh alasannya yaitu itu, patutlah besar hati kiranya bagi seluruh Rekan-rekan yang bertugas sebagai Operator Sekolah ini, alasannya yaitu bukan hanya sebagai fasilitator data, akan tetapi juga sebagai fasilitator isu pendidikan di sekolah masing-masing. 

Sehingga secara tidak pribadi pengalaman dan juga wawasan dari Rekan-rekan Operator Sekolah yang terkait bukan hanya seputar administrasi pendataan pendidikan, namun juga hal-hal apapun yang terkait dengan pendidikan Indonesia hingga dunia akan semakin meningkat pesat dari waktu ke waktunya, dan agar saja pendapatannya pun semakin besar Rekan… Aamiin… …!

Monday, 24 August 2020

Lebih Bakir Ini Dia...! Kriteria / Ciri-Ciri Siswa-Siswi Aktif Dan Kreatif

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Ketika sudah lulus sekolah/madrasah bahkan sudah lulus sekolah tinggi tinggi seringkali ditemukan penyesalan, mengapa dulu ketika masih menempuh pendidikan dulu kok tidak rajin belajar, bahkan seringkali malas-malasan.

Tentu saja ini penulis pun mengalami hal yang sama, ketika dikala ini dalam pendidikan mulai dari Sekolah Menengan Atas pada khususnya entah kenapa, belajarnya kurang semangat. Seandainya dulu ketika sekolah lebih rajin berguru tentu saja akan sangat mempengaruhi kompetensi diri pada dikala ini.

Hal ini tentu menjadi peringatan bagi penerima didik yang masih aktif hingga kini akan pentingnya berguru maksimal, sebab memang usia sekolah (usia muda) yakni kesempatan emas untuk berguru bukan hanya mengukir prestasi tapi lebih dari itu, yakni “mengukir diri” mulai dari sumber daya insan (SDM) hingga aksara / kepribadian untuk bekal berharga untuk menyongsong masa depan cemerlang.

Seperti kalimat bijak, belajar di masa renta menyerupai menulis di atas air, sedangkan berguru di masa muda menyerupai mengukir di batu. Ini berarti di masa renta seiring dengan semakin bertambahnya tanggung jawab untuk mencari nafkah dalam menghidupi keluarga, anak dan isteri dan tentu saja waktu luang akan jauh berbeda dengan di dikala sekolah bukan? 

Lain halnya di masa-masa sekolah sangat jarang sekali orang renta yang membiarkan anaknya untuk bekerja, kecuali pekerjaan-pekerjaan ringan ataupun pekerjaan-pekerjaan di rumah saja, namun pada umumnya orang renta itu selalu mengarahkan anaknya untuk berguru di setiap harinya bukan hanya di sekolah, namun juga di rumah.

Berdasarkan pengalaman selama ini, baik dari diri sendiri dan pengamatan saya pada beberapa rekan yang sukses berguru hingga karier pekerjaannya dikala ini, ada beberapa kriteria / ciri-ciri siswa-siswi (pelajar) yang aktif dan kreatif di antaranya:

1.   Belajar tak perlu kegiatan khusus, bahkan di hari libur pun kalau ditemukan sesuatu yang sekiranya belum dipahami, ia akan mencari jawabannya, tak ada kegiatan tapi setiap hari belajar, dan tak ada hari libur dalam berguru itu.

2.   Memiliki hobi membaca, bukan hanya buku pelajaran dan buku penunjangan pembelajaran, namun juga buku pengembangan diri, majalah, koran, dan media lain yang sekiranya bermanfaat ia baca dan mencoba memahaminya.

3.   Tidak membatasi diri dalam mendalami satu cabang / bidang studi keilmuan, ia tahu semua cabang keilmuan itu saling ada keterkaitan antara satu dan lainnya.

4.   Mempunyai keberanian untuk bertanya pada guru, orang tua, lingkungan terdekat, hingga mencari jawabannya di internet.

5.   Berpikir kritis dan analistis, di mana sesuatu pembelajaran ataupun isu tidak eksklusif mentah-mentah ditelan akan tetapi dipertimbangkan sedemikian rupa sehingga isu itu akan sanggup ditarik kesimpulan yang sanggup dipertanggungjawabkan.

6.   Beraktifitas mandiri (proaktif), tanpa menunggu perintah dari gurunya, kalau memang itu merupakan tugas, ia akan proaktif mengerjakannya. Di rumah pun demikian, ia selalu menyenangkan orang tuanya, apapun yang bisa ia bantu, ia lakukan, dan ia tahu “apa yang orang renta mau”.

7.   Terbuka pada teman sejawat, mau sharing ilmu pengetahuan yang telah ia pahami dan mau mendapatkan kritikan dan saran dari siapapun yang sekiranya sanggup memperbaiki apapun yang ada pada dirinya.

Selain beberapa hal di atas kriteria / ciri-ciri siswa aktif dan kreatif tentu saja masih ada kebiasaan lain yang sangat bermanfaat bukan hanya pada dirinya namun juga bermanfaat bagi yang lainnya. Ingat salah satu ciri dari kecerdasan yakni bisa memakai peluang/kesempatan untuk melaksanakan hal yang mustahil dilakukan di waktu-waktu berikutnya, dan kesempatan yang sama tidak akan mungkin terulang kembali. 

Saturday, 11 April 2020

Lebih Berilmu Manfaat Penting Blog Guru Untuk Media Pembelajaran Online / E-Learning Di Luar Sekolah

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Guru ngeblog di jaman kini ini tentu mempunyai imbas yang positif, di mana arus warta dan komunikasi hingga akomodasi internet pun semakin menjangkau hingga di daerah-daerah pelosok. 

Oleh karenanya, hal ini hendaknya menjadi momentum sempurna untuk mengakibatkan akomodasi online yaitu blog sebagai salah satu sarana alternatif pembelajaran di luar sekolah.

Saat ini tak sanggup dipungkiri lagi, jaman gadget dan kemajuan teknologi terkini menciptakan beberapa anak yang masih duduk di kursi di sekolah dasar pun telah banyak yang mempunyai gadget canggih yang dilengkapi akomodasi internet. 

Hal ini dikarenakan harga gadget yang semakin terjangkau oleh lapisan menengah ke bawah.

Beberapa pelajar pada tingkat Sekolah Menengah Pertama bahkan sudah banyak yang mempunyai akun Facebook maupun Twitter yang telah dikendalikan sendiri. Dan bagi beberapa orangtua yang kebetulan masih awam wacana teknologi komunikasi terkini, akan mempunyai resiko lebih akan penyalahgunaan akomodasi internet oleh putra-putrinya.

Untuk itu, guru sebagai orang renta kedua di sekolah yang dipastikan sedikit banyak telah menguasai TIK khususnya media online berperan dalam mengarahkan penggunaan kasatmata internet yang sudah dikenal luas di kalangan akseptor didik sekaligus menyediakan sesuatu media pembelajaran online yang menyenangkan bagi mereka.

Banyak anak tahu dan sanggup menciptakan akun media umum terkadang bukan dari gurunya akan tetapi sanggup berguru dari kakaknya, teman, hingga lingkungan di masyarakat di mana ia tinggal. Oleh sebab itu, hal ini perlu disikapi secara serius biar kiranya hal-hal negatif penggunaan internet sanggup diminimalisir sedini mungkin, dan bahkan penggunaan internet di kalangan pelajar sanggup diarahkan ke hal-hal yang kasatmata ibarat halnya adanya blog pembelajaran oleh guru.

Salah satu contohnya, bila gurunya di sekolah mempunyai blog, maka PR (pekerjaan rumah) yang biasanya di rumah sanggup difasilitasi memakai blog gurunya tersebut. Selanjunya, bila ada momen di kelas yang positif, sanggup kita bilang ke anak, “Nanti ini akan diunggah di internet”, dengan begitu sang anak pun semakin bersemangat untuk melaksanakan hal kasatmata sebab akan dimasukkan internet, dan banyak sekali cara kasatmata lainnya.

Penting dibaca : Belajar Internet dari Internet

Bagi guru yang telah menguasai beberapa aktivitas tertentu malahan sanggup menciptakan sebuah e-Learning pembelajaran yang lebih intensif bagi akseptor didiknya dengan adanya akomodasi login khusus bagi setiap akseptor didiknya.

Saya sendiripun hingga ketika ini masih belum sanggup merealisasikan sepenuhnya hal ini, namun langkah awal telah dimulai, blog ini pun sebagai salah satu media yang dilihat oleh akseptor didik saya, semoga sanggup menginspirasi mereka, blog khusus E-Learning pun sudah dipersiapkan untuk sekolah di mana saya bertugas hingga nantinya ada sarana dan prasarana pendidikan sekolah yang mendukung, maka akomodasi E-Learning yang sudah terbangun ini tinggal launching dan membuatkan saja bersama rekan-rekan guru lainnya.

Yang jelas, situasi dan kondisi serba online telah dimulai. Maka pembelajaran berbasis online pun sebaiknya dipersiapkan untuk mengisi pembelajaran siswa di luar sekolah ibarat halnya adanya blog guru khusus untuk pembelajaran bagi akseptor didiknya. Semoga bermanfaat dan terimakasih… …!

Thursday, 9 April 2020

Lebih Cendekia Evaluasi Kinerja Guru / Pkg Tahun 2016 Sebagai Tindak Lanjut Ukg / Uji Kompetensi Guru

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Pelaksanaan Uji Komptensi Guru (UKG) secara nasional ketika ini masih berlangsung sampai final bulan November 2015 menurut jadwal serta TUK (tempat ujian kompetensi) pada masing-masing tempat yang telah ditentukan.

Sebagaimana diketahui bersama bahwasannya, UKG tahun 2015 untuk pemetaan terhadap kompetensi guru baik yang PNS (Pegawai Negeri Sipil) maupun yang non PNS. Selain itu, nilai UKG akan dijadikan sebagai salah satu elemen dari kompetensi guru yang nantinya akan ditindaklanjuti dengan PKG (Penilaian Kinerja Guru) di tahun 2016 mendatang.

Sebagaimana yang admin rilis dari situs Kemdikbud.go.id bahwasannya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ketika ini sedang mematangkan prosedur evaluasi kinerja guru (PKG) yang komprehensif. PKG merupakan tindak lanjut dari uji kompetensi guru (UKG) dalam rangka menghasilkan potret kompetensi guru.

"Nantinya, nilai UKG akan digabungkan dengan PKG, skor final kedua tes ini akan menjadi potret utuh kompetensi yang dimiliki seorang guru," kata Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Sumarna Surapranata di Jakarta, Rabu (11/11) kemarin.

Sumarna Surapranata menjelaskan PKG akan dilaksanakan tahun depan. Skema ini menilai guru secara lebih menyeluruh, baik secara pengetahuan maupun kemampuan. "Karena orang yang ahli dalam matematika belum tentu bisa mengajar matematika, yang mahir berbahasa Inggris belum tentu ahli ngajar Bahasa Inggris," ujar laki-laki yang bersahabat dipanggil Pranata tersebut.

Ada empat komponen penilai dalam PKG, lanjut Pranata, yaitu pengawas, kepala sekolah, siswa, komite sekolah. "Untuk guru sekolah menengah kejuruan (SMK), ada evaluasi dari dunia perjuangan dan industri," kata Pranata.


Dalam PKG, evaluasi dari siswa termasuk komponen yang penting. "Kenapa siswa? Siswa itu bisa tahu bila selama satu semester gurunya hanya ngasih soal atau hanya mencatat padahal bukunya sudah ada. Siswa bisa menilai itu," ujarnya. Siswa yang setiap hari berinteraksi dengan gurunya tentu bisa objektif memperlihatkan penilaian.

Tujuan yang dibutuhkan dari UKG dan PKG yaitu guru-guru Indonesia menjadi manusia yang mau terus belajar. Untuk mendukung pembelajaran guru tersebut, Ditjen GTK tengah menyiapkan modul-modul yang akan diunggah ke laman Internet. "Yang dikejar yaitu guru sebagai pembelajar, jikalau gurunya mau berguru maka para siswa pun lebih mau lagi belajar," pungkasnya. (Nur Widiyanto)


Lebih Berakal Jenis Pembelian Barang/Jasa & Aktivitas Operasional Sekolah Yang Didanai Dari Bos Tahun 2016

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Dalam kesempatan berikut ini, saya akan share macam-macan jenis pembelian barang/jasa dan kegiatan operasional sekolah yang diperbolehkan didanai memakai dana BOS Tahun 2016.

Bantuan Operasional (BOS) yaitu jadwal pemerintah untuk penyediaan pendanaan biaya operasi non personalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana jadwal wajib belajar. Namun demikian, ada beberapa jenis pembiayaan investasi dan personalia yang diperbolehkan didanai dengan dana BOS.

Tujuan Umum adanya BOS yaitu meringankan biaya pendidikan dalam rangka Wajar 9 tahun yang bermutu, serta berperan mempercepat pencapaian SPM dan SNP.

Berikut 13 item pembiayaan pendidikan yang diperbolehkan didanai dari dana BOS di tahun 2015/2016 menurut Informasi Kebijakan BOS SD – Sekolah Menengah Pertama Tahun 2016, di antaranya sebagai berikut :

1.  Pengembangan Perpustakaan

a.   Prioritas utama yaitu membeli buku teks pelajaran sesuai kurikulum yang dipakai sekolah, baik pembelian buku yang baru, mengganti yang rusak, dan membeli kekurangan semoga tercukupi rasio satu siswa satu buku.  Buku teks yang dibeli yaitu yang telah dinilai dan ditetapkan HET-nya oleh Kemdikbud;
b.   Membeli buku pengayaan dan acuan untuk memenuhi SPM;
c.   Langganan koran, majalah/publikasi terencana yang terkait pendidikan (offline/online);
d.   Pemeliharaan buku/koleksi perpustakaan;
e.   Peningkatan kompetensi pustakawan;
f.    Pengembangan database perpustakaan;
g.   Pemeliharaan perabot perpustakaan;
h.   Pemeliharaan & pembelian AC perpustakaan;
i.    Biaya untuk pengembangan perpustakaan minimal 5% dari anggaran operasi sekolah.

2. Kegiatan PPDB

1.   Semua jenis pengeluaran dlm rangka PPDB;
2.   Semua jenis pengeluaran dalam rangka pendataan Dapodikdasmen, yaitu:
a.   Penggandaan formulir Dapodikdasmen;
b.   Biaya pemasukan, validasi, update dan pengiriman data.  Yang sanggup dibayarkan untuk kegiatan ini adalah:
·       Bahan habis pakai (ATK);
·       Sewa internet (warnet), upload data secara online tidak sanggup dilakukan di sekolah;
c.   Biaya transportasi, apabila upload data secara online tidak sanggup dilakukan di sekolah;
d.   Honor operator Dapodikdasmen.  Kebijakan pembayaran gaji untuk petugas pendataan di sekolah yaitu sebagai berikut:
·       Kegiatan pendataan Dapodikdasmen diusahakan untuk dikerjakan oleh tenaga manajemen yang ada di sekolah, sehingga sekolah tidak perlu menganggarkan biaya pelengkap untuk pembayaran gaji bulanan;
·       Apabila tidak ada tenaga manajemen yang berkompeten, sekolah sanggup menugaskan tenaga operator lepas (outsourcing) yang dibayar sesuai dengan waktu pekerjaan (tidak dibayarkan gaji rutin bulanan);
·       Standar gaji operator Dapodikdasmen mengikuti standar biaya, atau ketentuan dan kewajaran yang berlaku di kawasan sesuai dengan beban kerja;
3.   Pembuatan spanduk sekolah bebas pungutan.

3. Pembelajaran dan Ekstrakurikuler

a.   Membeli alat peraga IPA yang diharapkan sekolah untuk memenuhi SPM di tingkat SD;
b.   Mendukung penyelenggaraan PAKEM di SD;
c.   Mendukung penyelenggaraan Pembelajaran Kontekstual di SMP;
d.   Pengembangan pendidikan karakter/ penumbuhan kecerdikan pekerti;
e.   Pembelajaran remedial dan pengayaan;
f.    Pemantapan persiapan ujian;
g.   Olahraga, kesenian, karya ilmiah remaja, pramuka dan palang merah remaja;
h.   Usaha Kesehatan Sekolah (UKS);
i.    Pendidikan dan pengembangan sekolah sehat, aman, ramah anak dan menyenangkan;
j.    Biaya lomba yang tidak didanai pemerintah/ pemda (termasuk untuk biaya pendaftaran, transportasi dan akomodasi);
k.   Honor mengajar pelengkap di luar jam/ kewajiban mengajar dan transportnya.

4. Ulangan dan Ujian

a.   Biaya ulangan harian/tengah semester/akhir semester/kenaikan kelas dan ujian sekolah;
b.   Komponen yang sanggup dibayarkan adalah:
·       Fotocopy/penggandaan soal;
·       Fotocopy laporan hasil ujian untuk disampaikan kepada Kepala Sekolah, serta ke Dinas Pendidikan dan orang tua/wali;
·       Biaya transport pengawas ujian yang ditugaskan di luar sekolah tempat mengajar, dan tidak didanai Pemerintah/Pemda.

5.  Pembelian Bahan Habis Pakai

a.   Buku tulis, kapur tulis, pensil, spidol, kertas, materi praktikum, buku induk penerima didik, buku inventaris;
b.   Alat tulis kantor (termasuk tinta printer, CD dan flash disk);
c.   Minuman dan kudapan untuk kebutuhan sehari-hari di sekolah;
d.   Pengadaan sparepart alat kantor;
e.   Alat-alat kebersihan dan alat listrik.

6.  Langganan Daya dan Jasa

a.   Langganan listrik, air, dan telepon (termasuk pasang instalasi gres bila ada jaringan);
b.   Langganan internet pasca/pra bayar, baik dengan fixed modem maupun mobile modem (termasuk pasang gres bila ada jaringan)Batas maksimal pembelian paket/voucher mobile modem sebesar Rp. 250.000/bulan, sedangkan biaya langganan dengan fixed modem sesuai dengan kebutuhan sekolah;
c.   Membeli genset atau jenis lainnya yang lebih cocok di kawasan tertentu jikalau di sekolah tidak ada jaringan listrik (termasuk perlengkapan pendukungnya).

7. Perawatan/Rehab dan Sanitasi

a.   Pengecatan, perbaikan atap bocor, perbaikan pintu dan jendela;
b.   Perbaikan mebeler;
c.   Perbaikan sanitasi sekolah (kamar mandi dan WC) untuk menjamin kamar mandi dan WC siswa berfungsi dengan baik;
d.   Perbaikan terusan pembuangan dan terusan air hujan;
e.   Perbaikan lantai ubin/keramik dan perawatan fasilitas sekolah lainnya.

8.  Pembayaran Honor Bulanan

a.   Guru honorer (hanya untuk memenuhi SPM);
b.   Tenaga administrasi;
c.   Pegawai perpustakaan;
d.   Penjaga Sekolah;
e.   Petugas satpam;
f.    Petugas kebersihan;
g.   Batas maksimum pembayar gaji bulanan sekolah negeri yaitu 15%.
h.   Pengangkatan tenaga gaji baru harus sanggup pertimbangan dan persetujuan kab/kota.

9.  Pengembangan Profesi G/TK

a.   Kegiatan KKG/MGMP atau KKKS/MKKS.  Sekolah yang mendapat hibah/block grant pengembangan KKG/MGMP atau sejenisnya pada tahun anggaran yang sama hanya boleh memakai dana BOS untuk transport kegiatan bila tidak disediakan;
b.   Menghadiri seminar peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan (biaya registrasi dan kemudahan apabila seminar diadakan di luar satuan pendidikan);
c.   Mengadakan workshop peningkatan mutu. Biaya yang sanggup dibayarkan yaitu fotocopy, serta konsumsi penerima workshop yang diadakan di sekolah dan biaya nara sumber dari luar sekolah dengan mengikuti standar biaya umum (SBU) daerah;
d.   Dana BOS dilarang dipakai untuk biaya kegiatan yang sama yang telah didanai oleh pemerintah/pemda.

10. Membantu Siswa Miskin

a. Hanya bagi siswa miskin yang tidak mendapatkan pemberian sejenis dari sumber lainnya, contohnya PIP.
b. Membeli alat transportasi sederhana bagi siswa miskin yang mengalami kesulitan transportasi ke sekolah (misalnya sepeda, bahtera penyeberangan), dimana barang yang dibeli tersebut harus dicatat sebagai inventaris sekolah.

11. Pengelolaan Sekolah

a.   Penggandaan laporan dan surat-menyurat;
b.   Insentif bagi tim penyusun laporan BOS;
c.   Biaya transportasi dalam rangka mengambil dana BOS di Bank/Kantor Pos;
d.   Transportasi dalam rangka koordinasi dan pelaporan ke Dinas Pendidikan Kab/Kota;
e.   Biaya pertemuan dalam rangka penyusunan RPS/RKT/RKAS, kecuali untuk pembayaran honor.

12.  Pembelian dan Perawatan Komputer

a.   Membeli/memperbaiki komputer desktop/ work station.  Maksimum pembelian bagi SD 4 unit/tahun dan Sekolah Menengah Pertama 7 unit/tahun;
b.   Membeli/memperbaiki printer atau printer plus scanner. Maksimum pembelian yaitu 1 unit/tahun;
c.   Membeli/memperbaiki laptop. Jumlah maksimum pembelian yaitu 1 unit/tahun dengan harga maksimum Rp. 6 juta;
d.   Membeli/memperbaiki proyektor.  Jumlah maksimum yang sanggup dibeli yaitu 1 unit/ tahun dengan harga maksimum Rp. 5 juta;
e.   Ketentuan pembelian:
·       Harus dibeli di toko resmi;
·       Proses pengadaan barang mengikuti peraturan yang berlaku;
·       Peralatan harus dicatat sebagai inventaris sekolah.

13. Biaya Lainnya

a.     Peralatan pendidikan yang mendukung kurikulum yang diberlakukan Pemerintah;
b.    Mesin ketik;
c.     Peralatan UKS dan obat-obatan;
d.    Pembelian meja dan bangku penerima didik/ guru, jikalau yang ada sudah tidak berfungsi atau jumlahnya kurang;
e.     Penanggulangan imbas darurat bencana, khusus selama masa tanggap darurat.

Ketentuan Penggunaan Dana :

a.   Prioritas utama yaitu untuk kegiatan operasi sekolah;
b.   Sekolah yang mendapatkan DAK tidak boleh memakai dana BOS untuk peruntukan yang sama. Tapi jikalau dana BOS tidak cukup, maka sekolah sanggup mempertimbangkan sumber pendapatan lain;
c.   Transportasi dan uang lelah guru PNS yang bertugas di luar kewajiban jam mengajar harus SBU dari Pemda;
d.   Bunga Bank/Jasa Giro jawaban adanya dana di rekening sekolah menjadi milik sekolah dan dipakai untuk keperluan sekolah (Surat Edaran Ditjen Perbendaharaan Nomor: S-5965/PB/2010 tanggal 10 Agustus 2010 tentang Pemanfaatan Bunga Bank yang berasal dari Dana BOS di rekening satuan pendidikan).

Larangan Penggunaan Dana :

a.   Disimpan dengan maksud dibungakan;
b.   Dipinjamkan kepada pihak lain;
c.   Membeli software pelaporan keuangan BOS atau software sejenis;
d.   Membiayai kegiatan yang bukan prioritas sekolah dan perlu biaya besar, seperti studi banding, tur studi dan sejenisnya;
e.   Membayar iuran kegiatan, kecuali untuk menanggung biaya keikutserta dalam kegiatan tersebut;
f.    Membayar bonus dan transpor rutin guru;
g.   Membeli pakaian/seragam/sepatu bagi guru/siswa untuk kepentingan pribadi, kecuali bagi siswa miskin yang tidak sanggup pemberian dari sumber lain;
h.   Rehabilitasi sedang dan berat;
i.    Membangun gedung/ruangan baru;
j.    Membeli Lomba Kompetensi Siswa dan bahan/peralatan yang tidak mendukung proses pembelajaran;
k.   Menanamkan saham;
l.    Membiayai kegiatan yang telah didanai dari sumber lain secara penuh/wajar;
m.  Membiayai kegiatan yang tidak ada kaitannya dengan operasi sekolah, seperti upacara/ jadwal keagamaan, dan iuran dalam rangka upacara peringatan hari besar nasional;
n.   Membiayai kegiatan terkait program BOS yang diselenggarakan forum di luar SKPD Pendidikan Prov/Kab/Kota dan Kemdikbud;
o. Membayar honorarium kepada guru dan tenaga kependidikan atas tugas/kegiatan yang sudah merupakan kiprah pokok dan fungsi yang telah diatur dalam peraturan perundangan yang berlaku, termasuk pembayaran honorarium bagi panitia untuk kegiatan-kegiatan yang sudah menjadi tupoksi satuan pendidikan/guru.

Daftar links, kontak dan warta resmi BOS Kemdikbud RI :

Alamat web  :  www.bos.kemdikbud.go.id
Telepon  PIH  :   177
SD  :  0-800-140-1276 (bebas pulsa); 021-5725632
SMP :  0-800-140-1299 (bebas pulsa); 021-5725980
Faksimil  : 021-5731070, 021-5725645, 021-5725635
Email  :  bos@kemdikbud.go.id
SMS  :  1771

Demikian warta mengenai macam-macam jenis pembiayaan yang diperbolehkan memakai dana BOS Tahun 2016 menurut Informasi Kebijakan BOS SD – Sekolah Menengah Pertama Tahun 2016. Semoga bermanfaat dan terimakasih... ...!