Showing posts sorted by relevance for query kualitas-guru-tidak-hanya-mengandalkan-kejujuran. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query kualitas-guru-tidak-hanya-mengandalkan-kejujuran. Sort by date Show all posts

Tuesday, 1 October 2019

Jadi Cerdik Kualitas Guru Tidak Hanya Mengandalkan Kejujuran


Upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan bukan hanya sekadar peningkatan faktor kejujuran saja, tetapi ada faktor lain yang perlu diperhatikan oleh permerintah sentra dan kawasan yakni faktor kesiapan guru, meskipun kejujuran dinilai penting, tetapi kualitas guru juga harus ditingkatkan. Karena, untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tugas seorang guru sangat penting dalam hal berkomitmen untuk mencerdaskan anak bangsa. Jadi, guru selain punya ilmu, harus punya akad juga sehingga mempunyai prinsip untuk mencerdaskan anak bangsa.

Dalam dunia pendidikan, guru menduduki posisi terdepan dalam transfer pengetahuan, penyampaian informasi, dan pengembangan karakter. Guru melaksanakan interaksi pribadi dengan akseptor didik melalui pembelajaran. Kualitas guru sebagai pendidik sangat memilih kualitas dan efektivitas pembelajaran.

Dalam cakupan yang lebih tinggi lagi, guru sebagai pendidik memilih kualitas berjalannya sistem pendidikan. Untuk meningkatkan kualitas sistem pendidikan, kuncinya ialah meningkatkan kualitas guru terlebih dulu sebab kualitas sistem pendidikan mustahil melebihi kualitas guru, sistem pendidikan yang terbaik lebih mengutamakan mutu guru ketimbang ukuran rombongan belajar.

Begitu banyak sekolah-sekolah dengan lokal dan sarana/prasarana megah jumlah kelas banyak pula, tapi guru-gurunya tidak berkualitas. Lebih baik kelas diisi jumlah anak yang sedikit. Seluruh jumlah akseptor didik dipecah dalam jumlah rombongan mencar ilmu yang lebih banyak untuk pemerataan guru yang jumlahnya sedikit, namun berkualitas.

Kepala Bidang Pengembangan Pendidik Pendidikan Dasar pada Pusat Pengembangan Profesi Pendidik BPSDMPK dan PMP Kemdikbud Dian Wahyudi menyebutkan, salah satu komponen pendidikan yang ditengarai mempunyai dampak signifikan terhadap kualitas pendidikan ialah tersedianya pendidik yang profesional. "Perbaikan kualitas pendidikan remaja ini semakin mendesak. Hal ini sebab tuntutan perbaikan kualitas pendidikan semakin dibutuhkan masyarakat," katanya.

Peningkatan kualitas guru, kepala sekolah, dan pengawas prajabatan dan dalam jabatan dapat dilakukan dengan sistem perekrutan calon guru yang baik. Selain itu, dapat melalui pendidikan guru, sertifikasi guru, pengembangan profesi, pendampingan dan pelatihan guru, serta jalur karier atau intensif. Terutama guru swasta, sebab masih banyak guru swasta yang tidak masuk jalur pengembangan guru dikarenakan terbatasnya kuota dan banyaknnya guru negeri yang ikut serta dalam pengembangan tersebut. Seperti halnya dukungan sertifikasi, seharusnya lebih memihak kepada guru swasta yang honornya hanya 150.000/bulan dari pada guru negeri. Jika hal ini terus berkelanjutan, maka guru swasta akan  sedikit punya kesempatan untuk membuatkan potensi dan kualitasnya sebagai seorang guru.

Pemerintah diperlukan mendukung efektivitas pendidik dalam aktivitas pengembangan profesionalisme guru/pendidik dan tenaga kependidikan. Diperlukan terobosan untuk memajukan dan meningkatkan pembelajaran, dan pengembangan model pembelajaran yang inovatif.

Referensi : http://pendis.kemenag.go.id

Jadi Berakal Yang Harus Dipersiapkan Oleh Guru Dalam Meningkatkan Kualitas


Sebagai mana artikel saya kemarin ihwal Kualitas Guru Tidak Hanya Mengandalkan Kejujuran. Guru yang diharapkan menjadi guru berkualitas ternyata banyak yang melupakan ihwal tiga pokok kiprah diatas yaitu pembuatan rencana kegiatan pembelajaran, proses pembelajaran, dan juga penilaian. Akibatnya hasil yang ingin dicapai dalam perjuangan meningkatkan kualitas anak didik tidak akan pernah tercapai dikarenakan aneka macam faktor. Kendala menjadi lebih besar pada ketika yang bersamaan banyaknya kiprah yang diemban oleh guru.

apa saja yang tercakup dalam tiga pokok besar ini dan hal-hal yang perlu dipahami oleh guru dalam peningkatan kualitas guru.

I. Rencana Program Pembelajaran
Seperti yang kita pahami bahwa rencana kegiatan pembelajaran sangat penting dalam pemanfaatannya dalam proses pembelajaran. Rencana kegiatan pembelajaran ini bermanfaat dalam memperlihatkan panduan dan dasar santunan materi dan seluruh kegiatan yang berlangsung di dalam kelas. Dari aneka macam perubahan kurikulum yang ada, rencana kegiatan pembelajaran yaitu wajib bagi guru untuk membuat. Tanpa rencana kegiatan pembelajaran, guru tidak maksimal dalam mengajar alasannya yaitu guru tidak mempunyai rencana dalam proses pembelajaran yang akan diberikan kepada siswa.

Dalam suatu pembelajaran, rencana kegiatan pembelajaran yaitu hal yang paling sepele yang seharusnya dilakukan oleh guru, tetapi faktanya ini yang paling sulit dilakukan oleh guru. Beberapa diantaranya yaitu jam mengajar guru yang banyak, ketidakpahaman guru menciptakan RPP yang benar ataupun keyakinan guru bahwa tanpa RPP, guru sanggup mengajar. Pada dasarnya beberapa hal penting harus diterapkan dalam pembuatan rencana kegiatan pembelajaran.

II. Proses Pembelajaran
Setelah rencana kegiatan pembelajaran telah dipersiapkan dengan matang dan berkualitas, saatnya guru memakai rencana kegiatan tersebut di kelas. Kelas yaitu daerah dimana siswa didik sanggup meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dari mata pelajaran yang disampaikan oleh guru. Dalam proses pembelajaran yang efektif dan efisien diharapkan kesempatan dan interaksi antara guru dengan siswa didik dan siswa didik dengan siswa didik yang lain. Disini, siswa didik memerlukan bahasa dan pengetahuan dalam berkomunikasi dengan guru maupun dengan siswa didik yang lain.

Bagaimana berkreasi dengan kegiatan pembelajaran sehingga menyebabkan kelas menarik dan tidak membosankan? Terdapat beberapa hal yang guru sanggup kalukan selama proses pembelajaran berlangsung. Beberapa diantaranya yaitu mengaktifkan pengetahuan dasar siswa didik, memperlihatkan ide-ide segar dan gres baik dari siswa maupun dari guru itu sendiri, meningkatkan pengetahuan siswa didik dan mencari tahu adakah kesulitan-kesulitan siswa didik dalam mempelajari suatu topik.

Selain itu, guru yang kreatif sanggup mencoba meningkatkan pengetahuan siswa dengan cara menghubungkan materi satu dengan yang lainnya dan diadaptasi dengan kehidupan sehari-hari serta memotivasi siswa untuk terus berkreasi dengan cara berkomunikasi dengan siswa didik. Di simpulan pembelajaran, guru yang efektif sanggup terus memonitor selama proses pembelajaran berlangsung serta merespon apa saja yang dibutuhkan siswa didik.

III. Evaluasi
Banyak guru yang masih merasa galau atau tidak tahu jenis penilaian apa saja yang sanggup diberikan kepada siswa dalam upaya mengetahui progress atau peningkatan yang diperoleh oleh siswa. Evaluasi bagi siswa didik sanggup dilakukan oleh guru dengan aneka macam aspek penilaian. Evaluasi terhadap siswa didik bukan hanya aspek kognitifnya saja tetapi guru sanggup menyebarkan penilaian ini ke aspek keterampilan komunikasi, keterampilan mudah (investigasi, eksperimen, pengukuran, dan melukis), dan mempelajari bagaimana belajar. Untuk mendapat penilaian yang efektif, kita harus menempatkan siswa didik di sentra proses dan standar yang harus diambil untuk fokus pada penilaian ini.

Dengan memahami hal-hal yang perlu disiapkan dalam memperlihatkan penilaian kepada siswa didik, maka guru sanggup lebih siap dalam mengevaluasi materi yang disampaikan kepada siswa didiknya.

Adapun jenis penilaian yang sanggup diberikan kepada siswa didik sanggup berupa :

  1. Summative : Tujuan dari penilaian ini yaitu untuk mengetahui sejauh mana para siswa didik mengetahui konten materi. Evaluasi ini dilaksanakan dalam bentuk formal dan berbentuk standar test atau diagnostic tes.
  2. Formative : Hal ini dipakai guru untuk mengevaluasi proses pembelajaran yang sedang berlangsung.  Evaluasi ini untuk mengetahui adanya peningkatan dan perkembangan masing-masing individu dibandingkan dengan siswa didik yang lain baik. Formative asesmen ini sanggup dilakukan juga dalam bentuk performance. Bahkan banyak Negara di Eropa memakai model portofolio asesmen dalam melihat perkembangan kognisi, komunikasi dan keterampilan berguru mereka sehingga guru sanggup memperlihatkan refleksi dan  timbal balik atas apa yang dipelajari oleh siswa didik.