Showing posts with label Sekolah. Show all posts
Showing posts with label Sekolah. Show all posts

Saturday, 18 May 2019

Pasti Dapat Pangkalan Sman 2 Lintau Buo Terima Catam

Gudep sman 2 lintau buo terima catam – Gugus Depan (Gudep) 10.695-10.696, Ambalan H.Agus Salim dan Hj.Rasuna Said, Pangkaaln SMAN 2 Lintau Buo mendapatkan Calon Tamu Ambalan (Catam). Upacara penerimaan Catam tersebut berlangsung hidmad di halaman Pangkalan SMAN Lintau Buo, Minggu sore (25/8).

 Lintau Buo mendapatkan Calon Tamu Ambalan  PASTI BISA Pangkalan SMAN 2 Lintau Buo Terima Catam
Benni Rikki,S.Kom bertindak selaku pembina upacara pada penerimaan calon tamu ambalan di pangkalan SMAN 2 Lintau Buo (Rahid S/matrapendidikan.com)

Kontributor matra pendidikan, Rahid Sikumbang yang terjun pribadi dalam upacara penerimaan Catam di Pangkalan SMAN 2 Lintau Buo melaporkan via mesenger facebook bahwa bertindak selaku pembina upacara yakni Benni Rikki, S.Kom.

Sementara itu Ulil Ambri dan Hafizah Sakinah bertindak selaku Pemangku Adat serta Alfiadi Akbar selaku Pradana dalam upacara penerimaan Catam tersebut.

Dalam penerimaan Catam maupun pelepasan anggota ambalan, sebagaimana disampaikan Rahid Sikumbang terkandung nilai-nilai pendidikan karakter. Hal ini sesuai dengan tujaun kegiatan ekstrakurikuler di sekolah khususnya bidang kepramukaan. 

Selain itu dalam penerimaan Catam dan pelepasan anggota Ambalan, sesuai dengan falsafah Minangkabau, Datang Tampak Muka, Pergi Tampak Punggung. Pada dikala penerimaan Catam, anggota ambalan diterima secara resmi melalui upacara khusus.

 Lintau Buo mendapatkan Calon Tamu Ambalan  PASTI BISA Pangkalan SMAN 2 Lintau Buo Terima Catam
Inilah barisan pasukan Catam yang akan diterima di Pangkalan SMAN 2 Lintau Buo (Rahid S./matrapendidikan.com)

Begitu pula dikala ambalan meninggalkan sekolah sebab sudah menuntaskan pendidikannya..

Selain pendidikan karakter, calon tamu ambalan juga dibekali dengan aneka macam bahan dalam kepramukaan dan kebiasaan-kebiasaan yang berlaku di pangkalan SMAN 2 Lintau Buo. 

Setelah kegiatan ini Catam akan dikukuhkan menjadi anggota ambalan di SMAN 2 Lintau Buo, ujar Rahid Sikumbang.

Tuesday, 14 May 2019

Pasti Dapat 4 Calon Guru Akan Praktek Mengajar Di Smpn 2 Lintau Buo

4 Calon guru akan praktek mengajar di smpn 2 lintau buo – Sebanyak 4 orang calon guru akan praktek mengajar di SMPN 2 Lintau Buo. Mereka yakni mahasiswa IAIN Batusangkar dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Keempat calon guru tersebut  akan melakukan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL), dari Jurusan PAI (2 orang) dan Matematika (2 orang).

 Calon guru akan praktek mengajar di smpn  PASTI BISA 4 Calon Guru Akan Praktek Mengajar di SMPN 2 Lintau Buo
Unsur pimpinan sekolah terdiri dari Fauzi, S.Pd. (kepsek), Jab Sri Arinda, S.Pd (Waka Kurikulum) dan Waka Kesiswaan, Ropi.u, S.Pd (doc.matrapendidikan.com)

“Insyaallah kami akan menjalani Praktek Lapangan dari tanggal 31 Agustus ini hingga 15 Desember nanti, pak.” ujar Akmal, salah seorang mahasiswa calon guru kepada admin matrapendidikan.com  usai menghadap pimpinan sekolah, Kamis (30/8).

Program ini sehubungan dengan pelaksanaan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) dan Praktek Lapangan Konseling Pendidikan Sekolah (PLKP-S) Semester ganjil Tahun Akademik 2018/2019 Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Batusangkar.

Usai melapor dan mendapat persetujuan dari pimpinan sekolah, mahasiswa tersebut melakukan survey berupa gosip awal yang dipandu oleh beberapa tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di SMPN 2 Lintau Buo.

Sementara itu, salah seorang unsur pimpinan sekolah, Ropi’u, S.Pd mengemukakan secara resmi akan dilakukan penyambutan hari Senin mendatang, ketika upacara bendera.

“Ahamdulillah, sekolah kita kembali mendapat akidah dari pihak akademi tinggi, khususnya IAIN Batusangkar untuk membekali mahasiswa calon guru dengan pengalaman mengajar,” ujar Ropi’u,S.Pd di sela-sela percakapan ringan.

Selain itu guru (PL) akan berguru menerapkan ilmu yang diperoleh di sekolah kawasan mereka PPL.

“Mengajar itu pekerjaan menyenangngkan. Nanti ananda akan menemukan pengalaman-pengalaman menarik selama praktek mengajar di ruang kelas. Apakah ilmu yang ananda peroleh di akademi tinggi sesuai dan sanggup diterapkan selama mengajar di ruang kelas.

Ilmu tersebut menjadi bekal penting ketika ananda terjun menjadi guru sebenarnay,” pesan seorang tenaga pendidik kepada mahasiswa PL.

Sunday, 12 May 2019

Pasti Dapat Smpn 5 Batusangkar Kembali Gelar Pesta Akbar Semarak Muharram

Smpn 5 batusangkar kembali gelar pesta akbar semarak muharram – SMPN 5 Batusangkar akan menggelar kembali pesta akbar Semarak Muharram dalam rangka memeriahkan Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1430 H. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Osis tersebut akan berlangsung selama 3 hari, adalah tanggal 12,13 dan 15 September 2018.

 batusangkar kembali gelar pesta akbar semarak muharram PASTI BISA SMPN 5 Batusangkar Kembali Gelar Pesta Akbar Semarak Muharram
Gedung SMPN 5 Batusangkar di Kompleks pendidikan Bukit Gombak Batusangkar (matrapendidikan.com)

Undangan untuk mengikuti acara tersebut telah disebar ke sekolah-sekolah. Berdasar isu yang diperoleh melalui dokumen permintaan yang dilayangkan pihak SMPN 5 Batusangkar ke setiap sekolah menyebutkan bahwa acara Semarak Muharram ke-XII dimeriahkan dengan banyak sekali lomba.

Ada 5 jenis lomba yang dilaksanakan adalah Lomba Nasyid, Lomba Story Telling, Lomba Tahfizh, Lomba Cerdas Cermat dan Lomba OSN. Untuk Lomba Nasyid, Lomba Story Telling dan Lomba Tahfizh Tingkat SMP/MTs se-Sumatera Barat. Lomba ini akan dilaksanakan 15 September 2018 (5 Muharram 1440 H).

Sedangkan Lomba Cerdas Cermat dilaksanakan untuk Tingkat SD/MI se- Sumatera Barat dan Lomba Olimpiade Sains untuk Tingkat SD/MI se-Kabupaten Tanah Datar.

Untuk motivasi bagi peserta, Panitia Lomba menyediakan Piagam Penghargaan dan hadiah berupa Tropi uang training kepada pemenang lomba.

"Setiap sekolah dibutuhkan mempersiapkan siswa untuk mengikutsertakan dalam lomba yang diadakan di SMPN 5 Batusangkar," kata Thomas Hendrika, S.Pd.I, salah seorang guru anggota Panitia ketika mengantar permintaan perlombaan.

Selain melalui permintaan peserta, isu ihwal Semarak Muharram ke- XII juga sanggup anda lihat melalui website resmi SMPN 5 Batusangkar di http://www.smp5batusangkar.sch.id

Thursday, 2 May 2019

Pasti Dapat Guru Pl Mulai Acara Dengan Perkenalan Di Sekolah

Guru pl mulai acara mengajar dengan perkenalan diri di sekolah – Guru Praktek Lapangan  (PL) yang berasal dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Batusangkar telah memulai aktivitasnya di SMPN 2 Lintau Buo pada hari ini.

Guru pl mulai acara mengajar dengan perkenalan diri di sekolah PASTI BISA Guru PL Mulai Aktivitas dengan Perkenalan di Sekolah
Guru PL bersama tenaga pendidik dan tenaga kependidikan ketika upacara bendera (Rahid S/matrapendidikan.com)

Hal itu ditandai dengan keikutsertaan guru PL tersebut dalam upacara bendera rutin di sekolah, Senin (03/09). Usai upacara bendera, guru PL memperkenalkan diri satu persatu di hadapan akseptor upacara.

Seperti diinformasikan sebelumnya, pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2018/2019 ini 4 calon guru dari IAIN Batusangkar akan praktek mengajar di SMPN 2 lIntau Buo.
Keempat guru PL tersebut yakni Syahrul Akmal dan Fitri Turyani dari Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI). Sementara itu Rike Meidita dan Anita Marlina berasal dari Jurusan Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Batusangkar.

Pembina upacara, Arlis Anwar S.Pd mengawali amanatnya memberikan selamat tiba kepada 4 orang calon guru dan berharap untuk melakukan kegiatan mengajar dengan baik. Sementara kepada akseptor upacara dari murid, Arlis meminta semoga berguru dengan baik bersama para guru PL tersebut.

Syahrul Akmal kelahiran Sikabau, 02 Juni 1996 dan berasal dari Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung, Kab. Dharmasraya. Akmal yakni alumnus MTI Canduang. Sementara itu Fitri Turyani merupakan kelahiran Batusangkar, 4 Februari 1997 dan berasal dari Limo Kaum Batusangkar.

Sama dengan Fitri, Rike Meidita juga berasal dari tempat yang sama, Lima Kaum Batusangkar dan lahir 16 Mei 1997. Anita Marlina berasal dari Simabur, Kecamatan Pariangan dan lahir di Koto Tuo, 12 Juli 1997.

Pada hari perdana beraktivitas diperlukan semoga guru PL sanggup mengenali lingkungan sekolah terlebih dulu. Lingkungan sekolah dimaksud yakni lingkungan sosial, alam, fisik sekoalh.
Pengenalan yang baik terhadap lingkungan sekolah akan memudahkan para calon guru untuk melakukan tugasnya mengajar di sekolah.

Thursday, 18 April 2019

Pasti Dapat Penanganan Terpadu Sampah Plastik Di Sekolah

Penanganan terpadu sampah plastik di sekolah – Banyaknya sampah plastik yang berasal dari kemasan makanan dan minuman menjadi dilema yang dianggap pelik akhir-akhir ini. Di satu sisi hal itu sanggup dimaklumi, kondisi demikian sebagai tanggapan logis dari kemajuan industri plastik dan pengemasan materi makanan dan minuman yang semakin moderen.

Penanganan terpadu sampah plastik di sekolah PASTI BISA Penanganan Terpadu Sampah Plastik di Sekolah
Ilustrasi sampah plastik dan asap pembakaran sampah (doc.matrapendidikan.com)

Namun di sini lain, sampah plastik yang semakin banyak menjadikan kekhawatiran lantaran sanggup mencemari tanah dan air. Seperti diketahui sampah plastik tidak akan terurai oleh basil pengurai di tanah maupun air.

#Membakar sampah plastik

Membakar merupakan salah satu alternatif yang dilakukan selama ini untuk menanggulangi sampah plastik. Namun perjuangan  tersebut dinilai belum efektif mengurangi sampah plastik.

Justru yang terjadi sampah plastik yang dihasilkan setiap hari bukannya semakin berkurang. Selain itu, asap pembakaran sampah plastik sanggup mencemarkan udara dan akan terhirup oleh insan sehingga menjadikan dilema pada pernapasan.
Dampak sampah plastik terhadap lingkungan  memang menyerupai makan buah simalakama. Kenapa tidak? Dibiarkan begitu saja akan menjadikan kerusakan pada tanah dan air. Sebaliknya kalau dibakar akan menjadikan pencemaran udara.

Oleh alasannya ialah itu selama ini penanganan sampah, termasuk sampah plastik, sering terlambat dilakukan. Setelah sampah plastik dirasakan semakin banyak dan menggunung, orang 'terpekik' untuk menanggulanginya.

#Penanganan dari awal secara terpadu

Padahal, kalau dari awal penanganan sampah dilakukan secara berkesinambungan, kondisinya tidak akan semakin berat. Penanganannya di mulai dari lingkungan keluarga, lembaga/instansi dan masyarakat.

Di forum sekolah misalnya, penanganan sampah plastik sanggup dilakukan secara terpadu. Kantin atau warung sekolah sebagai penyedia makanan dan minuman kemasan, sanggup melaksanakan gerakan dari awal dalam penanganan sampah plastik.

Misalnya menciptakan hukum tersendiri bagi siswa yang jajan sehingga sampah plastik tidak berserakan.

Kantin/warung sekolah sekolah berperan penting dalam menunjang proses berguru mengajar di sekolah. Dengan menyediakan makanan dan minuman, termasuk kemasan plastik, membantu siswa mencukupi pasokan energi sehingga berpengaruh untuk menjalani proses berguru di sekolah.
Namun pihak kantin perlu telaten mengambil tindakan biar siswa tidak membuang sampah plastik di lingkungan sekolah. Misalnya, melaksanakan gerakan pencucian sampah plastik di sekitar kantin atau sekitar gedung berguru yang berdekatan dengan kantin/warung sekolah sebelum tutup setiap hari.

Sementara pihak sekolah juga sudah melaksanakan gerakan penanganan sampah plastik setiap saat. Piket kelas membebaskan lingkungan kelas dari sampah plastik yang bertebaran dan mengumpulkannya pada daerah sampah..
Kemudian sampah tersebut dibuang ke daerah pembuangan sampah terakhir. Petugas jaga sekolah aben sampah tersebut sesudah siswa tidak lagi berada di sekolah.

Keterpaduan antara pihak sekolah dan kantin/warung sekolah dalam menangani  sampah plastik dibutuhkan sanggup meminimalisir dampak sampah plastik terhadap lingkungan. Hal ini dilakukan secara bijak sehingga tidak menyinggung pihak-pihak tertentu Semoga!

Wednesday, 27 March 2019

Pasti Dapat Mengelola Sampah Plastik Kemasan Makanan Dan Minuman Secara Bijaksana

Mengelola sampah plastik kemasan makanan dan minuman secara bijaksana – Permasalahan sampah plastik semakin serius diperbincangkan akhir-akhir ini. Pasalnya, sampah plastik terutama yang berasal dari bekas kemasan makanan dan minuman itu, semakin hari semakin meningkat volumenya. Padahal langkah untuk mereduksinya juga sudah diupayakan. 

Mengelola sampah plastik kemasan makanan dan minuman secara bijaksana PASTI BISA Mengelola Sampah Plastik Kemasan Makanan dan Minuman Secara Bijaksana
Membakar sampah plastik kemasan makanan dan minuman ialah langkah bijaksana (matrapendidikan.com)

Sekolah termasuk salah satu daerah yang banyak menghasilkan sampah terutama sampah plastik. Sampah plastik di lingkungan sekolah umumnya berasal dari kemasan makanan dan minuman.

Jajanan siswa yang disediakan di kantin sekolah umumnya makanan dan minuman dengan kemasan plastik. Sampah plastik kemasan ini berjenis polyethylene terdapat pada kemasan-kemasan minuman ringan berbentuk cangkir dan botol. 

Meskipun sudah disediakan daerah sampah plastik namun sering tidak dimanfaatkan oleh siswa.

Oleh alasannya itu sampah plastik bekas kemasan makanan dan minuman ini harus ditangani lebih lanjut secara bijaksana di sekolah. Kemudian penanganannya  sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan sekolah.

Prinsip penanganan sampah plastik ialah 3 R (reduce, reuse dan recycle). Namun tidak semua prinsip itu cocok diterapkan pada suatu sekolah. 

Prinsip penanganan melalui pengurangan (reduce)  sampah plastik di sekolah, ialah langkah yang umum dilakukan namun sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah.

Langkah bijaksana

Mengumpulkannya pada suatu daerah dan kemudian membakarnya pada waktu tertentu ialah tindakan bijaksana dalam mengelola sampah plastik kemasanan makanan dan minuman di sekolah.

Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang guru pemerhati duduk kasus sampah plastik dari kemasan makanan dan minuman di sekolah, Isral, S.Pd.

"Untuk mempercepat terkumpulnya sampah plastik kemasan makanan dan minuman,  diadakan aktivitas bank sampah. Masing-masing siswa mempunyai kardus/tempat sampah dan mengumpulkan sampah sebanyak mungkin." katanya kepada admin matrapendidikan.com, beberapa waktu lalu.

Guru pembina UKS perlu mengapresiasi tindakan siswa ini dengan menawarkan semacam penghargaan kepada siswa yang aktif dan terbanyak mengumpulkan sampah plastik.

"Walau pun penghargaan tersebut hanya dalam bentuk alat-alat tulis, menyerupai ballpoint, buku tulis, penggaris dan pensil, itu sudah sangat berati dan memberi motivasi kepada siswa untuk mengeloal sampah plastik." Isral, S.Pd memberi contoh.

Masalah sampah plastik kemasan makanan dan minuman yang masih bertebaran perlu ditangani bersama termasuk dengan pihak kantin sekolah. 

Baca juga : Penanganan Terpadu Sampah Plastik di Sekolah
"Bukan. Bukan dengan melarang pihak warung/kantin menjual makanan dan munuman kemasan,” potong Isral, S.Pd dikala ditanya perlu tidaknya pelarangan menjual makanan dan minuman berkemasan plastik.

Justru langkah itu kurang bijaksana bahkan akan mengakibatkan duduk kasus gres dikemudian hari. Oleh alasannya itu Isral juga mengingatkan semoga pihak sekolah tidak 'mencari-cari' cara penanganan sampah plastik kemasan makanan dan minuman, yang belum sesuai dengan situasi dan kondisi siswa di sekolah.
“Misalnya, mewajibkan siswa membawa makanan dan atau minuman dari rumah, dengan membeli peralatan dari produk tertentu. Ini belum tentu sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah serta keadaan ekonomi orangtua siswa,” Isral memberi contoh.

Friday, 1 March 2019

Pasti Dapat 'Menyulap' Satu Unit Gedung Berguru Untuk Tiga Fungsi Layanan

'Menyulap' satu unit gedung berguru untuk tiga fungsi layanan – Satu unit gedung berguru (UGB) sanggup dijadikan untuk aneka macam pelayanan teknis di sekolah. Contohnya di Unit Pelayanan Teknis (UPT) SMPN 2 Lintau Buo, dimana satu UGB 'disulap' menjadi 3 ruangan pelayanan sekaligus. Warga sekolah menyebutnya gedung pelayanan three in one.

atu unit gedung berguru untuk tiga fungsi PASTI BISA 'Menyulap' Satu Unit Gedung Belajar untuk Tiga Fungsi Layanan
3 Layanan teknis di sekolah (Rahid S/matrapendidikan.com)

Ketiga ruang pelayanan tersebut yakni perjuangan kesehatan sekolah (UKS), Bimbingan dan Konseling (BK), serta Osis. Ruang UKS dan BK sudah representatif alasannya yakni sesuai dengan standard. Sedangkan ruang Osis sedang dibenahi terutama bab taman.

 

1.Ruang UKS

Ruang UKS berfungsi untuk melaksanakan perawatan siswa dalam kondisi fisik lemah dan terluka. Misalnya merawat siswa yang jatuh sakit alasannya yakni fisik lemah ketika upacara bendera dan olah raga. Begitu pula merawat siswa mengalami luka ringan ketika bermain di lingkungan sekolah.

Ruang UKS sudah sesuai standard yang ditentukan oleh Peraturan Menteri pendidikan Nasional Tentang Program Usaha Pelayanan Kesehatan dan Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat demi mewujudkan akseptor didik yang sehat dan cerdas.

atu unit gedung berguru untuk tiga fungsi PASTI BISA 'Menyulap' Satu Unit Gedung Belajar untuk Tiga Fungsi Layanan
Satu Unit Gedung Belajar gres saja dibenahi untuk 3 ruangan layanan teknis (Rahid S/matrapendidikan.com)
Pembinaan dan pengembangan UKS dilaksanakan secara terpadu, terarah dan bertanggung jawab dalam menanamkan, menumbuhkan dan menanamkan prinsip hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Penataan ruang UKS, sebagaimana dituturkan pembina UKS, Suci Indriani, S.Pd lebih diintensifkan sehubungan ditunjuknya sekolah sebagai salah satu sekolah sehat di Kecamatan Lintau Buo.

 

2.Ruang bimbingan dan konseling

Sementara itu guru BK Hildayanti, S.Pd mengemukakan penataan ruang BK untuk meningkatkan layanan dan bimbingan kepada siswa. Ruangan yang representatif akan sanggup mengantarkan guru BK dalam memperlihatkan layanan secara efektif dan efisie.

Pada hakikatnya layanan BK bertujuan untuk membuatkan diri secara optimal untuk mencapai kemandirian. Siswa yang mengalami problem sanggup dilayani dengan baik sehingga permasalahan tersebut sanggup dikelola sebagaimana mestinya.

 

3.Ruangan Osis

Sedangkan Edy Samsul, pembina Osis menuturkan bahwa kegiatan Osis memerlukan ruangan yang cukup luas. Dalam ruangan tersebut siswa sanggup membenahi organisasi dan mengadakan rapat penting.

atu unit gedung berguru untuk tiga fungsi PASTI BISA 'Menyulap' Satu Unit Gedung Belajar untuk Tiga Fungsi Layanan
Pengurus Osis sedang membenahi taman depan ruang Osis (Rahid S/matrapendidikan.com)

Ruangan Osis sanggup menampung seluruh pengurus Osis untuk mengadakan rapat. Dengan demikian Osis tidak lagi memakai ruangan berguru kalau mengadakan rapat Osis.

Seperti hasil pemantauan kontributor matra pendidikan, Rahid Sikumbang, bab depan ruangan UKS dan BK sudah dilengkapi dengan taman. Sedangkan taman ruang Osis masih dalam tahap pengerjaan.

Jika taman Osis sudah simpulan dikerjakan dibutuhkan pekarangan satu UGB dengan formula three in one ini akan nampak hijau dan asri.

Sunday, 3 February 2019

Pasti Dapat Upt Smpn 2 Lintau Buo Ikuti Lss Saat Animo Penghujan

UPT smpn 2 lintau buo ikuti lss ketika ekspresi dominan penghujan – UPT SMPN 2 Lintau Buo menjadi salah satu sekolah jenjang SLTP yang ditunjuk untuk mengikuti Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Kecamatan Lintau Buo.  Tim penilai akan mengunjungi sekolah tersebut Senin 22 Oktober besok.

 lintau buo ikuti lss ketika ekspresi dominan penghujan PASTI BISA UPT SMPN 2 Lintau Buo Ikuti LSS Ketika Musim Penghujan
Salah satu unit gedung UPT SMPN 2 Lintau Buo (doc.matrapendidikan.com)

Pemberitahuan penunjukan tersebut sudah diterima pihak sekolah semenjak bulan lalu. Oleh alasannya yaitu itu pembenahan sekolah sudah dikebut semenjak keluarnya pemberiatahuan.

Selain pembenahan fisik sekolah, pengelola UKS dan siswa juga diberikan pembekalan perihal UKS oleh pihak Puskesmas Pembantu Lintau Buo II beberapa waktu lalu.

Sampai ketika ini warga sekolah masih melaksanakan pembenahan sarana dan kemudahan pendukung yang mengacu pada kriteria LSS.
Upaya pembenahan fisik persiapan mengikuti LSS cukup berat mengingat lokasi sekolah yang cukup luas. Selain itu juga lantaran pembenahan sekolah terjadi pada ketika ekspresi dominan penghujan di wilayah Lintau Buo dan sekitarnya.

Seperti yang dipantau kru matrapendidikan kemaren, Sabtu (20/10) warga sekolah membenahi lokasi semenjak pagi hari. Namun sore hari hujan deras melanda wilayah Lintau Buo.

Siswa di bawah bimbingan guru bergotong royong di bawah siraman hujan. Menurut rencana, hari ini masih dilakukan pembenahan terakhir atau sehari sebelum didatangi tim penilai LSS.

Sarana dan prasarana yang dibenahi antara lain area di sekitar ruang UKS menyerupai taman UKS, mushalla, dan area halaman depan dan lapangan upacara.
Pengelola UKS UPT SMPN 2 Lintau Buo Suci Indriani, S.Pd menyampaikan kepada kru matrapendidikan bahwa pembenahan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) boleh dikatakan hampir selesai namun bab ;lingkungan sekolah menyerupai areal depan, belakang sekolah serta lapangan upacara masih taraf pembenahan.

Monday, 28 January 2019

Pasti Dapat Upt Smpn 2 Lintau Buo Dikunjungi Tim Penilai Lss Kabupaten Tanah Datar

Upt smpn 2 lintau buo dikunjungi tim penilai lss kabupaten tanah datar – Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Kabupaten Tanah Datar mengunjungi UPT SMPN 2 Lintau Buo. Tim penilai LSS Kabupaten yang dipimpin oleh Hendri Abbas, S.Pd, MM disambut oleh Kepala UPT, pejabat Forkopimca Lintau Buo dan sejumlah guru, Senin(22/10).

 lintau buo dikunjungi tim penilai lss kabupaten tanah datar PASTI BISA UPT SMPN 2 Lintau Buo Dikunjungi Tim Penilai LSS Kabupaten Tanah Datar
Tim Penilai LSS Kabupaten disambut dengan sirih dalam carano di gerbang sekolah (Rahid S/matrapendidikan.com)

Tim penilai LSS Kabupaten terdiri dari unsur dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Kesehatan serta Puskesmas Pembantu Lintau Buo II .tersebut disambut dengan Tari Gelombang oleh siswa Osis.

Rahid Sikumbang, kru blog matra pendidikan menginfokan bahwa kedatangan tim penilai dalam cuaca yang cerah meskipun sedikit agak panas. Dengan cuaca demikian penyambutan tim penilai berjalan meriah meskipun tidak disaksikan oleh seluruh warga sekolah.

 lintau buo dikunjungi tim penilai lss kabupaten tanah datar PASTI BISA UPT SMPN 2 Lintau Buo Dikunjungi Tim Penilai LSS Kabupaten Tanah Datar
Tim penilai LSS didampingi kepala sekolah menuju area evaluasi sekolah sehat (Rahid S/matrapendidikan.com)

Proses pembelajaran di sekolah berlangsung sebagaimana mestinya. Hal ini sudah diinfokan sebelumnya oleh kepala sekolah, Fauzi, S.Pd kepada seluruh warga sekolah.

Hal itu terbukti dengan berlangsungnya upacara bendera rutin setiap Senin di sekolah sebelum pembelajaran dimulai. Bertindak sebagai pembina upacara yakni Hj. Nurmaiyaz, S.Pd
UPT SMPN 2 Lintau Buo ditunjuk oleh Pemerintah Kecamatan Lintau Buo untuk mewakili LSS tingkat Kabupaten Tingkat SLTP. LSS Tingkat Kabupaten Tanah Datar .

Sementara itu Taman Kanak-kanak Pertiwi Buo (tingkat TK/RA), SDN 02 Aliran Sungai (Tingkat SD/MI), SMPN 2 Lintau Buo (Tingkat SLTP/MTs) dan SMAN 2 Lintau Buo (Tingkat SMU/K). juga sekolah yang mewakili LSS Tingkat Kabupaten.

Sekolah tersebut sebelumnya telah ditetapkan juara LSS Tingkat Kecamatan. Penetapan Juara LSS Kecamatan Lintau Buo Tahun 2018 ini menurut Keputusan Camat Lintau Buo Nomor 26/Kpts/LB-2018 Tentang Penetapan Juara Lomba sekolah Sehat Kecamatan Lintau Buo Tahun 2018.

Agenda Program UKS

Lomba Sekolah Sehat (LSS) merupakan kegiatan tahunan kegiatan UKS yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Dinas Kesehatan  yang tergabung dalam Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (TP-UKS).
Lomba tersebut sebagai ajang seleksi untuk menentukan sekolah sehat yang akan mewakili Kabupaten Tanah Datar pada ajang LSS Tingkat Provinsi Sumatera Barat
Kriteria evaluasi tim yakni kebersihan lingkungan, kebersihan kantin sekolah, bangunan sekolah yang berventilasi udara dan sehat serta hijau.
Selain itu kegiatan UKS yang benar-benar berjalan dan mempunyai kader kesehatan remaja, adanya bimbingan konseling, sehat moral dan sehat fisik, serta mempunyai kemampuan dan paham Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Serta sarana perpustakaan sebagai reverensi kesehatan bagi siswa.


 lintau buo dikunjungi tim penilai lss kabupaten tanah datar PASTI BISA UPT SMPN 2 Lintau Buo Dikunjungi Tim Penilai LSS Kabupaten Tanah Datar
Pertunjukan silat dan tari gelombang dalam kegiatan penyambutan tamu (Rahid S/matrapendidikan.com)

LSS merupakan bentuk training terhadap anak didik maupun guru yang mana selalu menjaga semoga sekolah menjadi higienis dan tentunya menimbulkan sekolah sehat. Dengan demikian lomba ini menjadi wahana penyemangat bagi warga sekolah dalam menjaga lingkungan di sekolah semoga selalu higienis dan asri

Cuaca cukup bersahabat

Saat tim penilai LSS Kabupaten hingga di lokasi sekolah, cuaca cukup bersahabat. Pendukung Tari Gelombang yang terdiri dari pengurus Osis nampak bersemangat dengan senyum bagus sambil menari. Kemudian menyuguhi para tamu dengan sirih dalam carano.

 lintau buo dikunjungi tim penilai lss kabupaten tanah datar PASTI BISA UPT SMPN 2 Lintau Buo Dikunjungi Tim Penilai LSS Kabupaten Tanah Datar
Tiga Dara penari bersiap menyuguhi tamu tim penilai LSS Kabupaten dengan carano berisi sirih lengkap (Rahid S/matrapendidikan.com)

Cuaca masih tetap cerah hingga tim penilai meninjau seluruh areal UPT SMPN 2 Lintau Buo. Areal sekolah berada pada tanah seluas 17.950 meter persegi.
Dalam proses persiapan dan pembenahan, UPT SMPN 2 Lintau Buo selalu diguyur hujan deras. Bahkan sehari sebelum kedatangan tim penilai LSS juga diguyur hujan deras. Warga sekolah tetap bersemangat melaksanakan pembenahan disana sini.

Sunday, 6 January 2019

Pasti Dapat Siswa Terima Rapor Tengah Semester Bersama Orangtua

Siswa terima rapor tengah semester bersama orangtua – Siswa UPT SMPN 2 Lintau Buo telah mendapatkan hasil berguru Tengah Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019.. Laporan hasil berguru siswa merupakan evaluasi paruh semester, termasuk evaluasi yang diadakan awal Oktober lalu.

Siswa terima rapor tengah semester bersama orangtua PASTI BISA Siswa Terima Rapor Tengah Semester Bersama Orangtua
Kepala sekolah, Fauzi, S.Pd  memberikan sambutan di hadapan orangtua siswa menjelang terima rapor (Hadi R./matrapendidikan.com)

Buku Rapor hasil berguru siswa diterima oleh orangtua siswa dari masing-masing wali kelas, Sabtu (03/11).

Seperti laporan kontributor matrapendidikan.com, Hadi Rahim, sekitar dua ratusan orangtua siswa berkumpul di aula darurat UPT SMPN 2 Lintau Buo. Pertemuan antara pihak sekolah dengan orangtua murid juga dihadiri oleh Ketua Komite Sekolah, Maisal.

Dari sambutan kepala sekolah dan komite sekolah sanggup disimpulkan bahwa di SMPN 2 Lintau Buo masih berlaku dua kurikulum pendidikan, yakni kurikulum 2013 untuk siswa kelas VII dan VIII. Sedangkan kelas IX masih memakai kurikulum 2016.

Rapor yang diterima siswa kelas IX merupakan hasl murni ujian mid semester yang dilaksanakan awal Oktober. Sedangkan untuk kelas VII dan VIII rapor hasil belajarnya meliputi banyak sekali aspek.

Siswa terima rapor tengah semester bersama orangtua PASTI BISA Siswa Terima Rapor Tengah Semester Bersama Orangtua
Wali murid siswa mendengar gosip perihal nilai, perilaku dan tingkah laris serta porogram sekoalh (Hadi.R/matrapendidikan.com)

Proses pengolahan hingga pencetakan nilai siswa kelas VII dan VIII memerlukan waktu yang cukup panjang. Sehingga antara ulangan tengah semester dan penerimaan rapor tengah semester sedikit terlambat.

Selain membicarakan hasil berguru siswa, juga mengetengahkan gosip mengenai perkembangan perilaku dan tingkah laris anak didik di kala zaman now! Pihak sekolah mengharapkan pertolongan orangtua murid untuk mengawasi anak selama berada di rumah.

Sekolah ketika ini sedang berusaha untuk meningkatkan kualitas proses pendidikan yang selama ini pernah diraih sebelumnya. Oleh lantaran itu semua komponen, mulai dari kepala sekoalh, majelis guru, orangtua murid dan komite sekoalh perlu bekerja sama untuk mewujudkan harapan tersebut.

Wednesday, 19 December 2018

Pasti Dapat Tugas Orangtua/Wali Murid Terhadap Penyelenggaraan Pendidikan Di Sekolah

Peran orangtua/wali murid terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah – Penyelenggaraan pendidikan di forum sekolah melibatkan unsur satuan pendidikan itu sendiri, keluarga dan masyarakat. Ketiga unsur penyelenggara pendidikan tersebut perlu bersinergi dalam mewujudkan tujuan pendidikan di sekolah.

wali murid terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah PASTI BISA Peran Orangtua/Wali Murid Terhadap Penyelenggaraan Pendidikan di Sekolah
Pelibatan orangtua/wali murid terhadap penyelenggaraan pendidikan (doc.matrapendidikan.com)

Semula orangtua/ wali murid lebih terkonsentrasi untuk mendukung pendidikan anak di lingkungan keluarga. Menumbuhkan nilai karakter, memotivasi belajar, mendorong budaya literasi dan memfasilitasi kebutuhan berguru anak.

Namun pada akibatnya pemerintah lebih memperluas pelibatan orangtua/wali murid dalam penyelenggaraan pendidikan di forum sekolah. Landasan yuridis yang mendukung pelibatan ini ialah Permendikbud Nomor 30 Tahun 2017 perihal Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan.

Pemerintah melalui permendikbud beralasan bahwa pelibatan keluarga dalam penyelenggaraan pendidikan sekolah didasarkan atas kiprah strategis keluarga untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, sebagaimana tertuang dalam Undang Undang Nomor 20 perihal Sistem Pendidikan Nasional.

Apa saja bentuk pelibatan orangtua/wali murid  terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah? Seperti tercantum dalam pasal 6, Permendikbud Nomor 30 Tahun 2017, ada beberapa butir bentuk keterlibatan orangtua/wali murid dalam penyelenggaraan pendidikan;

1.Membentuk paguyuban atau komite kelas

Setiap kelas di bawah koordinasi wali kelas/guru kelas membentuk paguyuban atau komite kelas. Komite kelas ini mempunyai struktur tertentu untuk membenahi sarana dan kemudahan ruang kelas guna meningkatkan kelancaran pembelajaran di ruang kelas tersebut.

Paguyuban kelas yang beranggotakan orangtua/wali murid sebuah kelas akan membaca dan berbagi potensi fisik kelas dan siswa dalam rangka meningkatkan proses berguru dan mengajar di kelas bersangkutan.

2.Menjadi narasumber dalam kegiatan sekolah

Kegiatan yang diselenggarakan di sekolah sanggup mengundang orangtua/wali murid menjadi narasumber. Misalnya dalam kegiatan Peringatan Hari Pesar Islam (PHBI), penyuluhan pendidikan karakter, ancaman barang/materi terlarang, tindak kekerasan dan lainnya.

3.Ikut dalam kegiatan pentas kelas di simpulan tahun pelajaran

Setiap simpulan tahun pelajaran di sekolah diadakan kegiatan siswa ibarat pentas seni (Pensi), Perpisahan dengan guru/siswa kelas terakhir, Muhasabah, dll. Orangtua/wali murid perlu berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan tersebut.

4.Menjadi anggota tim pencegahan kekerasan di sekolah

Orangtua berperan penting dalam mencegah tindakan kekerasan dan sikap menyimpang lainnya di sekolah. Pelibatan ini bertujuan untuk mencegah sikap menyimpang dan atau tindak kekerasan di sekolah.

5.Mendukung Penguatan Pendidikan Karakter di sekolah

Orangtua murid melibatkan diri dalam aktivitas penguatan pendidikan aksara anak di sekolah. Hal ini sanggup dilakukan melalui partisipasi orangtua murid dalam kegiatan kokurikuler, ekstrakurikuler dan pengembangan diri di sekolah.

Peran dan pelibatan orangtua/wali murid dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Tentulah ada batasannya dan perlu komunikasi yang baik dan harmonis, antara pihak sekolah, guru/wali kelas serta komite sekoalh.

Sebab, orangtua/wali murid juga mempunyai kiprah penting di luar sekolah atau di rumahtangga. Tugas-tugas penting tersebut tersebar dalam banyak sekali profesi yang dijalankan orangtua/wali murid sehari-hari. Ada yang bekerja sebagai pegawai swasta, pegawai negeri, petani, pedagang dan lain sebagainya.

Pihak sekolah perlu berkonsultasi dan mempertimbangkan kondisi orangtua/wali murid dalam menyusun dan menyelenggarakan kegiatan di sekolah. Kenapa begitu? Boleh jadi pelibatan orangtua/wali murid yang terlalu banyak akan mengganggu kegiatan harian orangtua/wali murid.

Wednesday, 24 October 2018

Pasti Dapat Penerapam Agenda Literasi Berbasis Kelas

Penerapan kegiatan literasi berbasis kelas – Ruang kelas menjadi basis terselenggaranya proses pendidikan di forum sekolah. Di ruang kelas terjadi proses mencar ilmu dan mengajar secara ril. Proses ini diatur dalam alokasi waktu tertentu berdasarkan mata pelajaran sesuai kurikulum yang berlaku.

Penerapan kegiatan literasi berbasis kelas PASTI BISA Penerapam Program Literasi Berbasis Kelas
Mading kelas VIII.B, salah satu Mading Kelas di SMPN 2 Lintau Buo (matrapendidikan.com)

Selain itu, pembelajaran diterapkan melalui banyak sekali taktik dan metode yang sudah diperhitungkan oleh guru. Artinya dipertimbangkan berdasar abjad mata pelajaran, kondisi sekoalh dan penerima didik.

Program literasi yaitu upaya pendekatan pengembangan minat membaca dan menulis di kalangan penerima didik. Program ini dikembangkan secara terpadu melalui literasi sekolah dan literasi berbasis kelas.

Program literasi berbasis kelas ternyata cukup strategis mengingat bakteri pendidikan di sekolah yaitu ruang kelas. Penerapan kegiatan literasi berbasis kelas akan mencapai sasaran yang lebih efektif.

Berbagai upaya diterapkan untuk membuatkan kegiatan berbasis kelas. Guru mata pelajaran, wali kelas/guru kelas serta paguyuban kelas/komite kelas berpelung untuk saling berpacu membuatkan kegiatan literasi ini.

Wali kelas dan komite kelas berupaya membuat ruangan kelas yang nyaman. Namun penuh dengan nuansa yang mendorong siswa untuk membaca. Media mencar ilmu dan kata-kata wangsit dan motivasi dipajang di dinding kelas.

Sementara guru mata pelajaran menerapkan budaya baca melalui penyediaan waktu bagi siswa untuk membaca, kemudian menulis. Misalnya kegiatan membaca buku sumber dan merangkumnya sendiri.
Selain itu, wali kelas sanggup mendorong siswa untuk berkarya melalui membaca dan menulis. Salah satu upaya tersebut yaitu membuat buletin kelas atau majalah dinding (Mading) kelas.

Penerapan kegiatan literasi berbasis kelas juga sanggup dilakukan dengan menyediakan pustaka kelas. Kegiatan ini perlu kolaborasi dengan komite kelas untuk memfasilitasi isi pustaka kelas tersebut.
Untuk mendukung pengembangan Mading kelas, pihak sekolah berpeluang untuk mengadakan Lomba Mading Antar kelas. Lomba ini akan menggairahkan setiap kelas untuk berkreasi melalui Mading kelas.

Dengan demikian sanggup ditarik benah merah bahwa sebuah kelas menjadi dasar dalam pengembangan kegiatan literasi di sekolah.


Tuesday, 16 October 2018

Pasti Dapat Sekolah Tutup Semester Ganjil Dengan Aneka Macam Kegiatan

Sekolah tutup semester ganjil dengan aneka macam kegiatan – Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018-2019 akan berakhir 22 Desember mendatang, ditandai dengan penerimaan rapor hasil berguru siswa..Sementara dikala ini siswa, gres saja menuntaskan Ujian Akhir Semester (UAS).

Sekolah tutup semester ganjil dengan aneka macam acara PASTI BISA Sekolah Tutup Semester Ganjil  Dengan Berbagai Kegiatan
Suasana rapat guru menutup final semester di sekoalh (Hadi R./matrapendidikan.com)

Dengan demikian sanggup ditebak kesibukan guru mata pelajaran dan wali kelas/guru kelas dikala ini. Para guru tengah bersitungkin  mengolah nilai dengan tunjangan aplikasi pengolah nilai untuk menyiapkan rapor hasil berguru Semester Ganjil tersebut.

Ternyata tidak hanya memproses nilai semester, guru akan disibukkan oleh aneka macam acara siswa di sekolah untuk menutup semester ganjil. Tidak terkecuali dengan UPT SMPN 2 Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar.

Sekolah tutup semester ganjil dengan aneka macam acara PASTI BISA Sekolah Tutup Semester Ganjil  Dengan Berbagai Kegiatan
Kepala sekolah pimpin rapat guru epilog final semester (Hadi R/matrapendidikan.com)

Sebelum penerimaan rapor, siswa akan mengikuti acara Perkemahan Selasa Rabu (Persera) dan kegiatan Classmeeting.

Hal itu terungkap dalam rapat majelis guru dan tenaga kependidikan untuk menutup Semester Ganjil dan menyambut Semester Genap Tahun Pelajaran 2018/2019 di ruang Labor IPA, Senin (17/12).

Dalam kesempatan rapat yang dipimpin kepala sekolah Fauzi, S.Pd  itu juga dikemukakan penilaian pembelajaran pada Semester Ganjil, Program dan Kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar menyambut semester Genap Tahun 2018/2019.

Perkemahan Selasa Rabu

Perkemahan Selasa Rabu (Persera) dilaksanakan dalam rangka pembentukan aksara siswa melalui acara pramuka.Hal itu disampaikan salah seorang Pembina pramuka, Hasma Umnetti, S.Pd.Ing.

Sekolah tutup semester ganjil dengan aneka macam acara PASTI BISA Sekolah Tutup Semester Ganjil  Dengan Berbagai Kegiatan
Persiapan siswa untuk mengikuti Persera di Sekolah (Hadi R/matrapendidikan.com)

“Tujuan perkemahan ini antara lain membentuk kemandirian dan kepedulian siswa. Kita akan sanggup menyebarkan tabiat berdikari dimana sebagian acara siswa dipindahkan ke sekolah melalui acara perkemahan.,” ungkap Pembina Pramuka ketika ditanya tujuan acara Persera.

Selanjutnya guru yang aktif membina kepramukaan di sekolah tersebut mengungkapkan bahwa perlu terus menyebarkan perilaku kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Mereka akan dilatih bagimana menentukan dan memilah sampah sehingga sampak sanggup dikelola dengan baik dan lingkungan bebas dari sampah organic maupun non organik.

Monday, 10 September 2018

Pasti Dapat Penerapan Sistem Ketidakhadiran Mesin Sidik Jari

Penerapan sistem ketidakhadiran mesin sidik jari – Secara berangsur-angsur sistem pedataan kehadiran pegawai di forum pemerintah maupun swasta akan beralih dari cara konvensional ke cara online dengan mesin sidik jari. Tidak terkecuali di forum pendidikan maupun madrasah. Konon, lambat laun semuanya akan beralih ke sistem online mesin ketidakhadiran sidik ajri ini..

Penerapan sistem ketidakhadiran mesin sidik jari PASTI BISA Penerapan Sistem Absensi Mesin Sidik Jari
Ilustrasi sistem ketidakhadiran mesin sidik jari

Bagi forum atau instansi yang mulai atau gres menerapkan sistem ketidakhadiran online sidik jari akan berdampak psikologis dimana pegawai akan merasa sistem ini mengikat. Pegawai sudah terbiasa dengan sistem ketidakhadiran manual, membubuhkan tanda tangan di daftar ketidakhadiran pegawai

Seperti sudah diketahui, sistem ketidakhadiran konvensional sanggup memberi peluang pada  pegawai untuk merapel tanda-tangannya. Begitu pula minta tolong rekan sejawat untuk menandatangani buku absensi.

Caranya, menggandakan tanda tangan rekan kerja jikalau tidak sempat hadir atau lupa membubuhkan tanda tangan. Oleh alasannya yakni itu dikatakan sistem ketidakhadiran ini tidak dibatasi oleh waktu atau jam dinas pegawai.

Beralihnya sistem ketidakhadiran pegawai negeri maupun swasta  dari manual ke online akan membawa imbas luar biasa terhadap person maupun kinerja pegawai. Di forum sekolah, sistem ketidakhadiran tersebut akan meningkatkan disiplin waktu dan kerja yang bermuara pada person dan kinerjanya.

Penggunaan mesin sidik jari efektif untuk meningkatkan kedisiplinan dan kinerja pegawai. Tidak hanya produsen mesin sidik jari yang menyampaikan efektif melainkan juga pengelola pendidikan di tingkat sekolah.

Konon, penggunaan mesin ketidakhadiran di forum atau instansi lebih simpel dan gampang digunakan. Namun demikian, secanggih apapun mesin ciptaan insan tidak akan luput dari kerusakan sehingga menjadikan permasalahan bagi pengguna. Selain itu secanggih apapun sistem yang diciptakan akan tetap mempunyai kelemahan.

Pegawai di forum atau instansi yang menerapkan mesin ketidakhadiran sidik jari perlu mendaftarkan sidik jari masing-masing pegawai. Pendaftraan sidik jari bertujuan untuk mendaftarkan pegawai sebagai pengguna/pemakai (user).
Pengguna sanggup mendaftarkan minimal dua sidik jari untuk satu ID untuk langkah verifikasi pendaftaran. Tahap verifikasi merupakan proses pencocokan data ID dengan sidik jari yang didaftarkan. Jika proses ini berhasil ditandai dengan warna hijau pada layar mesin ketidakhadiran sidik jari.