Showing posts with label lainnya. Show all posts
Showing posts with label lainnya. Show all posts

Thursday, 21 January 2021

Lebih Akil Daftar Linearitas Antara Ijazah Dengan Bidang Studi Sertifikasi Guru Tahun 2015

Sahabat Edukasi yang sedang berbahagia...

Dalam kesempatan ini terkait dengan sertifikasi guru tahun 2015, berikut saya share instruksi bidang studi sertifikasi guru tahun 2015 serta daftar linearitas ijazah dengan sertifikasi bagi guru maupun pengawas pada mata pelajaran umum SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA, SMK/MAK, dan SLB.

Linieritas Kualifikasi S-1/D-IV dengan bidang studi sertifikasi. Linier yang dimaksudkan di sini yaitu kesesuaian antara bidang studi pada ijasah S-1/D-IV dengan bidang studi sertifikasi guru. 

Selain bagi guru/pendidik, ini berlaku juga untuk guru yang mendapat kiprah suplemen sebagai Kepala Sekolah maupun Pengawas.

Berikut instruksi bidang studi sertifikasi guru tahun 2015 serta daftar linearitas ijazah dengan sertifikasi pendidik/guru mata pelajaran umum SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA, SMK/MAK, dan SLB selengkapnya :

Guru Mata Pelajaran Umum di SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA, SMK/MAK, dan SLB
No
Bidang Studi Sertifikasi
Kode
S-1/D-IV Kependidikan/Non-Kependidikan
1.
Guru Kelas TK
020
PGTK/PAUD dan Psikologi
2.
Guru Kelas SD
027
PGSD, Psikologi, IPA/IPS,
Matematika, Bhs Indonesia, Fisika, Kimia, Biologi, PPKn, Sejarah, Geografi, Ekonomi
3.
Pendidikan Luar Biasa
800
Pendidikan Guru Luar Biasa,
Pendidikan Khusus
4.
Seni Budaya
217
Seni Budaya dan/atau yang relevan
5.
Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
220
Pendidikan jasmani, olahraga dan
kesehatan dan/atau yang relevan
6.
Bahasa Jawa
746
Bahasa dan/atau Sastra Jawa
7.
Bahasa Sunda
748
Bahasa dan/atau Sastra Sunda
8.
Bahasa Bali
750
Bahasa dan/atau Sastra Bali
9.
Bahasa Inggris
157
Bahasa dan/atau Sastra Inggris
10.
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
100
IPS, Geografi, Ekonomi, Sejarah, Sosiologi, Antropologi
11.
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
097
IPA, Fisika, Kimia, Biologi
12.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn)
154
PPKn, PKn, Civic Hukum
13.
Bahasa Indonesia
156
Bahasa dan/atau Sastra Indonesia
14.
Matematika
180
Matematika
15.
Bimbingan dan Konseling (Konselor)
810
Bimbingan dan Konseling, Bimbingan dan Penyuluhan, Psikologi
16.
Geografi
207
Geografi
17.
Ekonomi
210
Ekonomi, Ekonomi Koperasi, Pendidikan Dunia Usaha
18.
Sosiologi
214
Sosiologi, Antropologi
19.
Antropologi
215
Antropologi, Sosiologi
20.
Bahasa Jerman
160
Bahasa dan/atau Sastra Jerman
21.
Bahasa Perancis
164
Bahasa dan/atau Sastra Perancis
22.
Bahasa Arab
167
Bahasa dan/atau Sastra Arab
23.
Bahasa Jepang
170
Bahasa dan/atau Sastra Jepang
24.
Bahasa Mandarin
174
Bahasa dan/atau Sastra Mandarin
25.
Fisika
184
Fisika, Pend. Fisika
26.
Kimia
187
Kimia, Pend. Kimia
27.
Biologi
190
Biologi, Pend. Biologi
28.
Sejarah
204
Sejarah, Pend. Sejarah
29.
TIK
224
Teknik Informasi, Teknik Komputer, Pendidikan Teknik Informatika
Sedangkan untuk linearitas ijazah terakhir S-1/D-IV Kependidikan/Non-Kependidikan dengan bidang studi sertifikasi guru pada Sekolah Menengah kejuruan atau sekolah kejuruan sanggup dilihat pada artikel berikut. Semoga bermanfaat dan terimakasih…. ...!

Friday, 8 January 2021

Lebih Pintar Panduan / Cara Mengangkat Kepala Sekolah Di Padamu Negeri

Yth. Sahabat PTK dan Rekan Operator / Admin Sekolah / Madrasah Padamu Negeri tahun 2015 yang berbahagia…

Menindak lanjuti kegiatan Penilaian Kinerja Guru (PKG) 2014 - 2015, yang mana input evaluasi ini sanggup dilakukan hanya dengan login akun sebagai Kepala Sekolah, maka setiap sekolah wajib mempunyai Kepala Sekolah meski hanya sebagai PLT.

Bagi sekolah yang tidak terdapat kepala sekolah, sanggup menghubungi Dinas Pendidikan / Mapenda Kota/Kabupaten setempat untuk mengangkat PLT Kepala Sekolah. PLT Kepala Sekolah sanggup dari PTK / Guru yang ada di sekolah Anda maupun dari luar sekolah Anda. Silakan melihat cara/panduan pengangkatan Kepala Sekolah Baru.

Kelola Kepala Sekolah – Penempatan Kepala Sekolah Baru Induk/Non-Induk (Prosedur ini dijalankan oleh Admin Dinas Pendidikan/Mapenda)

Kelola Kepala Sekolah merupakan fitur layanan yang diberikan untuk Admin Dinas guna melaksanakan administrasi data Kepala Sekolah yang ada pada lingkup Dinas Kota / Kabupaten admin berada. Untuk Penempatan Kepala Sekolah Baru, silakan ikuti panduan berikut :

1.   Langkah pertama, login memakai akun Admin Dinas Anda. Pilih layanan PADAMU DISDIK.

2.   Pilih sajian Pendidik dan Tenaga Kependidikan >> Direktori PTK >> Daftar Kepala Sekolah.

3.   Pilih sekolah di mana Kepala Sekolah gres akan ditempatkan. Klik tombol >> Pilih Kepala Sekolah Baru.

4. Isi PegID/NUPTK untuk mengecek data lalu Isi formulir dengan lengkap, klik Lanjut untuk memproses. Konfiirmasi data klik Simpan kalau sudah benar.

5.  Menindak lanjuti kegiatan Penilaian Kinerja Guru (PKG) 2014 - 2015, yang mana input evaluasi ini sanggup dilakukan hanya dengan login akun sebagai Kepala Sekolah, maka setiap sekolah wajib mempunyai Kepala Sekolah meski hanya sebagai PLT.

Bagi sekolah yang tidak terdapat kepala sekolah, sanggup menghubungi Dinas Pendidikan / Mapenda Kota/Kabupaten setempat untuk mengangkat PLT Kepala Sekolah. PLT Kepala Sekolah sanggup dari PTK / Guru yang ada di sekolah Anda maupun dari luar sekolah Anda.

Untuk Penempatan Kepala Sekolah non-Induk/PLT tentukan Status Sekolah Lokasi Menjabat, apakah merupakan Satminkal atau  Bukan Sekolah Induk. Perhatikan gambar Kepsek Non Induk :

Demikian panduan pengangkatan kepala sekolah yang admin share dari http://bantuan.siap-online.com. Semoga bermanfaat dan terimakasih… ...!

Sunday, 1 November 2020

Lebih Arif Di Finlandia, Mata Pelajaran Matematika Dan Kimia Dihapus

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Dalam kesempatan kali ini, admin akan bagikan isu ihwal di Finlandia untuk mata pelajaran Matematika dan Kimia dihapus yang admin share dari Tempo.co.id selengkapnya sebagai berikut…

Helsinki - Finlandia yang menjadi salah satu negara barometer pendidikan terkemuka di dunia bakal melaksanakan perombakan paling radikal dalam sistem pendidikan modern.

Mulai tahun 2020, negara ini menghapus setahap demi setahap mata pelajaran individual menyerupai matematika, kimia, dan fisika. 

Sebagai gantinya, siswa diajarkan ihwal topik-topik atau fenomena yang luas dan nyata sehingga tak ada lagi pertanyaan menyerupai "apa gunanya mencar ilmu mata pelajaran ini?"

Langkah revolusioner itu dilakukan menurut uji coba semenjak dua tahun kemudian yang menghapus mata pelajaran individual untuk pelajar usia 16 tahun di Helsinki, ibu kota negara. 

Selain itu, 70 persen guru Sekolah Menengan Atas di Helsinki dilatih dengan pendekatan gres tersebut. Hasil uji coba menunjukkan bahwa siswa merasa senang dan diuntungkan.

Richard Garner dari The Independent melaporkan bahwa output terukur dari murid telah membaik semenjak sistem gres diperkenalkan. Cetak biru Kyllonen atau kurikulum pendidikan gres yang merujuk nama Marjo Kyllonen, Manajer Pendidikan Helsinki, akan dipublikasikan final bulan ini. Kurikulum gres itu bakal diterapkan pada tahun 2020.

Para perencana menjelaskan ketimbang mengikuti satu jam pelajaran geografi dan satu jam pelajaran sejarah menyerupai ketika ini, lebih baik siswa mencar ilmu ihwal Uni Eropa selama dua jam. "Di dalamnya mencakup pelajaran bahasa, ekonomi, sejarah, dan geografi," katanya.

Contoh lain, siswa sekolah kejuruan yang mempraktekkan sistem 'pelayanan di kantin' akan sekaligus mencar ilmu matematika, bahasa, dan keterampilan berkomunikasi. Meskipun siswa masih mempelajari semua teori-teori ilmiah yang penting, mereka akan mencari tahu apa yang mereka pelajari dengan menerapkannya yang bekerjsama terdengar cukup mengagumkan.

Pasi Silander, Manajer Pengembangan Helsinki yang memimpin proyek perubahan ini menekankan pentingnya pelajaran yang sanggup membantu siswa memasuki dunia kerja. "Yang kami butuhkan kini ialah jenis pendidikan yang berbeda untuk mempersiapkan orang bekerja," katanya.

Anak-anak muda masa kini sudah jago memakai komputer. Pada masa kemudian semua bank mempunyai banyak pegawai yang menghitung angka secara manual tapi kini semuanya telah berubah. "Oleh sebab itu kita harus menciptakan perubahan dalam pendidikan yang dibutuhkan untuk industri dan masyarakat modern," katanya kepada Garner.

Sistem gres ini juga mendorong banyak sekali jenis pembelajaran, menyerupai memecahkan dilema dalam berinteraksi dan bersosialisasi di antara kelompok-kelompok yang lebih kecil untuk membantu menyebarkan keterampilan siswa untuk siap berkarier.

"Kita harus memikirkan dan merancang ulang sistem pendidikan sehingga sanggup mempersiapkan belum dewasa kita di masa depan dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk hari ini dan esok," kata Marjo Kyllonen. Menurut Marjo, ada sekolah yang mengajar dengan cara kuno yang berkhasiat hanya untuk masa-masa di awal tahun 1900-an. Tetapi kebutuhan tidak sama, katanya, dan kita perlu sesuatu yang cocok untuk era ke-21.

Memang, ada beberapa reaksi dari para guru yang menghabiskan seluruh kariernya dengan mengkhususkan diri dalam mata pelajaran tertentu. Namun cetak biru kurikulum gres ini menunjukkan bahwa guru dari banyak sekali latar belakang berbeda akan bekerja sama untuk menerapkan topik-topik dari kurikulum gres ini. Mereka juga akan mendapatkan insentif dengan melaksanakan sinergi itu.

Finlandia diakui mempunyai salah satu sistem pendidikan terbaik di dunia. Secara terus-menerus, negara ini berada pada peringkat atas PISA untuk mata pelajaran bergengsi menyerupai matematika, sains, dan membaca. Apakah perubahan radikal ini bakal membantu mereka untuk tetap mempertahankan posisi itu?

Referensi artikel : Finlandia Hapus Pelajaran Matematika dan Kimia – Tempo.co

Friday, 24 January 2020

Lebih Cerdik Pns Dibutuhkan Menjadi Innovator Creator Dan Berani Keluar Dari Comfort Zone

Sahabat Edukasi yang berbahagia...

Pegawai Negeri Sipil (PNS) terdiri dari PNS Pusat dan PNS Daerah.

Pegawai Negeri Sipil Pusat gajinya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan bekerja pada Departemen, Lembaga Non Departemen, Kesekretariatan Lembaga tertinggi/Tinggi Negara, kepaniteraan pengadilan, perusahaan jawatan, diperbantukan atau dipekerjakan pada tempat otonom, serta PNS Pusat yang berdasarkan suatu peraturan perundang-undangan diperbantukan atau dipekerjakan pada tubuh lain, ibarat perusahaan umum, yayasan, dan lain-lain.

Sedangkan Pegawai Negeri Sipil Daerah merupakan Pegawai Negeri Sipil yang bekerja di tempat otonom ibarat tempat provinsi/kabupaten/kota dan gajinya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan dipekerjakan pada pemerintah tempat maupun dipekerjakan di luar instansi induknya.

Terkait dengan kiprah utama seorang PNS dalam kiprah utama pelayanan publik ibarat yang admin rilis dari BKN bahwasannya kapabilitas SDM aparatur dan perbaikan sistem pelayanan kepegawaian menjadi values yang disoroti oleh Kepala BKN Bima Haria Wibisana ketika memberikan pemikirannya terhadap paradigma mentalitas PNS yang perlu dibangun secara terprogram, mengingat konteks global ketika ini membutuhkan aparatur yang tidak hanya sekadar berstatus birokrat tetapi diharuskan bisa berperan sebagai innovation creator.

Di sela wawancara dengan Tim Buletin, Kepala BKN tetap melaksanakan tugasnya menandatangani SK Pensiun. (foto: kis)

Kepada Tim Buletin BKN Jumat, (5/2) Bima kemudian memberikan competitive service dalam pelayanan publik sudah menjadi kebutuhan, BKN yang melakoni kiprah dalam training administrasi PNS perlu menggerakan perubahan-perubahan radikal, salah satunya bisa dicapai melalui pengembangan road map IT development.

“Seluruh aspek pelayanan kepegawaian harusnya sudah berbasis technology updating, jikalau pengusulan kenaikan pangkat contohnya bukan mustahil dilakukan secara online, tanpa melalui pintu pelayanan terpadu, sehingga kita bisa lakukan one step service on 24 hours, dengan begitu kita perlahan mengikis paradigma pelayanan publik yang rumit dan lamban,’’ pungkasnya.

Bima, lebih lanjut mencanangkan adanya pembangunan SDM aparatur yang kritis, berkarakter thinking out the box, aparatur yang berani keluar dari comfort zone, mempunyai mentalitas yang berorientasi pada future design, PNS yang mengetahui arah dan perkembangan perannya, serta mempunyai courage untuk melaksanakan uncommonly action yang mengarah pada perubahan.

“Mengubah mindset tidaklah mudah, apalagi terkait merevolusi mental SDM, one of additional options mungkin sanggup dilakukan dengan membangun sistem yang tidak bertumpu pada kuantitas manusianya, tetapi mengoptimalkan aparatur yang memang mempunyai critical courage personally, berpikir kritis untuk memperbaiki hal-hal kecil yang dipandang rumit menjadi simple action,” tegasnya.

Extra behavioral competence merupakan uncommon values yang berdasarkan Bima perlu dimiliki PNS, jikalau hanya mengandalkan knowledge tidak akan menciptakan orang bekerja secara extraordinary.

Bima mengakui revolusi mental PNS tidak bisa dilakukan secara massive, diharapkan pembangunan sistem yang mendongkrak kiprah multitasking dan multi competence PNS, untuk itu ke depan perlu dilakukan perombakan gugusan untuk mengoptimalkan kapasitas SDM aparatur yang mengacu pada a good system and less employee.

Thursday, 23 January 2020

Lebih Berilmu Training Kurikulum 2013 Di Tahun 2016 Dilakukan Berjenjang Dan Pendampingan Hingga Tingkat Sekolah

Sahabat Edukasi yang berbahagia...

Sistem Pelatihan Kurikulum 2013 dilakukan bagi guru di tahun 2016 ini akan dilakukan secara berjenjang.

Sebagaimana isu resmi yang admin share dari situs Kemdikbud sebanyak 598 Instruktur Nasional telah lolos seleksi pada pembinaan yang berlangsung pada 20-24 Maret 2016.

Yang mana, untuk selanjutnya para Instruktur Nasional tersebut akan memperlihatkan pembinaan kepada Instruktur Provinsi yang berjumlah 3.661 orang. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan melaksanakan pendampingan pembinaan Kurikulum 2013, dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, hingga sekolah sasaran.

Pelatihan Instruktur Provinsi akan digelar pada ahad kedua hingga ahad keempat April 2016. Kemudian Instruktur Provinsi akan melatih Instruktur Kabupaten/Kota sebanyak 66.564 orang. Lalu Instruktur Kabupaten/Kota akan melatih di sekolah sasaran yang melibatkan 285.698 guru dan kepala sekolah. Pelatihan Kurikulum 2013 secara berjenjang ini ditargetkan selesai sebelum final Juli 2016 atau sebelum tahun pelajaran gres 2016-2017 dimulai.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Hamid Muhammad mengatakan, mulai Juli 2016, sekolah sasaran akan mulai menerapkan Kurikulum 2013 yang telah direvisi. Saat ini gres enam persen sekolah yang menerapkan Kurikulum 2013. Tahun 2016 akan bertambah 19 persen, sehingga total mencapai 25 persen sekolah yang menerapkan Kurikulum 2013.

"Mulai Juli nanti kita laksanakan Kurikulum 2013 yang direvisi. Maka kita harus menyiapkan gurunya. Mulai bulan ini (Maret) kita menyiapkan pembinaan guru secara berjenjang, dari nasional, provinsi, kabupaten/kota, hingga sekolah, biar semua sekolah yang akan menjalankan Kurikulum 2013 yang direvisi sanggup siap," ujar Hamid usai penutupan Pelatihan Instruktur Nasional Kurikulum 2013 di Pusdiklat Kemendikbud, Depok, Jawa Barat, (24/3/2016).

Ia mengatakan, pembinaan Kurikulum 2013 akan dilakukan berjenjang. Untuk memastikan contoh pembinaan di tingkat nasional juga berlangsung di tingkat lain, ialah provinsi, kabupaten/kota, hingga sekolah sasaran, Kemendikbud akan melaksanakan pendampingan dan pengawasan hingga tingkat sekolah. Pendampingan dan pengawasan tersebut akan dilakukan Kemendikbud dengan tiga metode.

Pertama, menurunkan semua Narasumber Nasional dan Instruktur Nasional hingga tingkat sekolah. "Jadi mereka tidak hanya bertugas di level provinsi dan kabupaten/kota saja, tapi hingga sekolah," kata Hamid.

Kedua, lanjutnya, Kemendikbud akan melaksanakan kontrol materi atau materi pelatihan. Hamid menuturkan, materi pembinaan Kurikulum 2013 dibentuk sama dari tingkat nasional hingga sekolah. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya distorsi isu alasannya pembinaan dilakukan secara berjenjang.

Ketiga, Kemendikbud telah menyiapkan sistem pengawasan secara daring (online). "Sehingga apa yang terjadi di level provinsi, kabupaten/kota, dan sekolah, sanggup eksklusif dimasukkan ke sistem dan eksklusif dilihat oleh sentra (Jakarta)," tutur Hamid.

Ia menambahkan, sesudah tahun ini terdapat 25 persen sekolah yang menerapkan Kurikulum 2013, pada tahun 2017 jumlah sekolah tersebut akan bertambah menjadi 35 persen. Lalu pada tahun 2018 bertambah menjadi 60 persen sekolah. Ditargetkan pada tahun 2019 seluruh sekolah di Indonesia sudah menerapkan Kurikulum 2013 yang telah direvisi.