Monday, 14 January 2019

Pasti Dapat Upacara Peringatan Sumpah Perjaka Hidmad Passusbra Tampil Memukau

Upacara peringatan sumpah perjaka hidmad passusbra tampil memukau – Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke- 90 di SMPN 2 Lintau Buo berlangsung hidmad. Sementara itu anggota Passusbra (Pasuskan Khusus pengibar Bendera)  tampil memukau dalam menunaikan tugasnya mengibarkan bendera Merah Putih di lapangan sekolah tersebut, Senin (29/10).

Upacara peringatan sumpah perjaka hidmad passusbra tampil memukau PASTI BISA Upacara Peringatan Sumpah Pemuda Hidmad Passusbra Tampil Memukau
Upacara pengibaran bendera memperingati Hari Sumpah Pemuda ke- 90 (Rahid S./matrapendidikan.com)

Upacara peringatan Sumpah Pemuda ke- 90 ini dilaksanakan sehari sesudah Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober. Hal ini mengacu pada edaran Menteri Pemuda dan Olahraga RI perihal pelaksanaan Hari Sumpah pemuda.

Hidmadnya upacara peringatan sumpah perjaka tak terlepas dari penampilan anggota Passusbra yang memukau dalam prosesi pengibaran bendera Merah Putih. Kondisi ini menciptakan akseptor upacara tak bergeming dari posisinya berbaris.

Ratusan pasang mata tertuju pada langkah dan deretan yang dibuat oleh anggota Passusbra.


Tak kurang Fauzi, S.Pd, selaku inspektur upacara Peringatan Sumpah Pemuda di SMPN 2 Lintau Buo mengkalim bila upacara bendera memperingati sumpah perjaka ini sebagai upacara terbaik yang dilaksanakan di sekolah.


“Bahkan nyamuk yang menggigit tangan saya, tidak terasa saking terpesona menyaksikan keindahan deretan yang dibuat oelh pasukan pengibar bendera,’ puji Fauzi, S.Pd dikala membuka sambutannya di hadapan akseptor upacara.

Upacara peringatan sumpah perjaka hidmad passusbra tampil memukau PASTI BISA Upacara Peringatan Sumpah Pemuda Hidmad Passusbra Tampil Memukau
Inspektur upacara, Fauzi, S.Pd dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda (Rahid.S/matrapendidikan.com)

Lebih jauh kepala UPT SMPN 2 Lintau Buo meminta persetujuan akseptor upacara untuk mengakibatkan upacara dikala itu sebagai standar minimal kualitas upacara bendera di sekolah ini.

“Apakah bawah umur oke bahwa pelaksanaan upacara bendera kali ini dijadikan standar minimal pelaksanaan upacara bendera di sekolah?” tanya kepala sekolah meminta persetujuan akseptor upacara yang dijawab impulsif dan oke dari akseptor upacara.

Upacara peringatan sumpah perjaka hidmad passusbra tampil memukau PASTI BISA Upacara Peringatan Sumpah Pemuda Hidmad Passusbra Tampil Memukau
Inilah anggota Passusbra yang tampil memukau dalam upacara pengibaran bendera peringatan Hari sumpah Pemuda (Rahid S./matrapendidikan.com0

Pembina Passusbra, R.Hidayatullah, A.Md Kom mengomentari penampilan anggota binaannya memang memuaskan.. “Peringatan Sumpah Pemuda gres kali pertama diadakan di sekolah dan itu luar biasa.”
Persiapan dan latihan Passusbra untuk upacara bendera Sumpah Pemuda cukup baik. Hal itu dilakukan selama seminggu meskipun cuaca kurang anggun sebab wilayah Lintau Buo sering diguyur hujan deras.

Saturday, 12 January 2019

Pasti Dapat Passusbra Tampil Memukau Berkat Rajin Dan Tekun Berlatih

Passusbra tampil memukau berkat rajin dan tekun berlatih – Mereka masih berusia muda, antara 13 hingga 15 tahun. Namun anggota Passusbra (Pasukan Khusus Pengibar Bendera) SMPN 2 Lintau Buo tampil memukau. Dengan penuh percaya diri mereka menunaikan kiprah penting sebagai pengibar bendera dalam upacara memperingati Sumpah Pemuda ke- 90 di sekolah.

Passusbra tampil memukau berkat rajin dan tekun berlatih PASTI BISA Passusbra Tampil Memukau Berkat Rajin dan Tekun Berlatih
Inilah sebagian anggota pengibar bendera pada upacara peringatan Sumpah cowok di sekoalh (Melani Z/matrapendidikan.com)
Upacara peringatan Sumpah Pemuda yang dilaksanakan Senin 29 Oktober kemudian terbilang paling bagus. Semua pelaksana upacara melakukan tugasnya dengan baik. Mulai dari pemimpin upacara, protocol, perwira upacara, regu nyanyi hingga petugas PMR (Palang merah remaja).

Mereka tampil maksimal dan memukau ratusan pasang mata ketika menunaikan kiprah pengibaran bendera. Hal itu juga diakui kepala sekolah, Fauzi, S.Pd dalam pembukaan amanatnya. 
Ketekunan dan keseriusan mereka berlatih menjadi kesuksesan pelaksana upacara peringatan Sumpah Pemuda ke- 90.

Untuk menyiapkan upacara bendera, anggota Passusbra mengalami masa latihan selama seminggu  Pembina Passusbra SMPN 2 Lintau Buo, R.Hidayatullah, A.Md.Kom  menyatakan jikalau anggota Passusbra mengikuti latihan dengan rajin dan tekun.

Cuaca yang kurang mendukung dimana di Lintau dan sekitarnya selalu diguyur hujan. Namun hal itu tidak menyurutkan motivasi siswa untuk berlatih.

Dalam menyiapkan upacara perinagtan Sumpah Pemuda ke- 90, anggota Passusbra juga dilatih oleh para senior mereka menyerupai Delfi Adri, S.Pt, Rivon Mahendra dan lain-lain.

Penggerek bendera Raihan Rido Saputra, Arsy annisa dan Radar Mustika serta pembawa baki,Natasya Putri memang menerima pinjaman penuh dari warga sekolah untuk menyelenggarakan upacara bendera peringatan Hari Sumpah cowok ke- 90.
Kedepan, training insentif terhadap anggota Passusbra SMPN 2 Lintau Buo dibutuhkan akan melahirkan Passusbra yang sanggup berkiprah di tingkat kabupaten, provinsi bahkan nasional. Itu bukan sesuatu yang tidak mungkin alasannya training telah dimulai semenjak dini dari jenjang SMP.

Thursday, 10 January 2019

Pasti Dapat Hindari 3 Hal Ini, Pastikan Tiba Ke Sekolah Untuk Mencari Ilmu!

Hindari 3 hal ini, pastikan tiba ke sekolah untuk mencari ilmu! - Sebagai seorang siswa yang baik, anda bertanggungjawab terhadap diri sendiri maupun orangtua di rumah. Oleh lantaran itu anda perlu memastikan, tiba ke sekolah bertujuan untuk mencari ilmu. Dan itu ialah amanah dari orangtua anda.

 pastikan tiba ke sekolah untuk mencari ilmu PASTI BISA Hindari 3 Hal Ini, Pastikan Datang ke Sekolah untuk Mencari Ilmu!
Ilustrasi berguru di sekolah untuk mencari ilmu (pexels.com)

Belajar mencari ilmu itu memang berat. Capek, bahkan ngantuk duduk di dingklik sekolah dari pagi hingga sore. Mengikuti banyak sekali acara belajar. Kadang-kadang disertai dengan kiprah dari guru yang tidak sedikit.

Tapi ketahuilah, ilmu itu akan terasa keuntungannya sesudah anda berguru hari ini. Ilmu yang didapat di dingklik sekolah, hari esok akan menolong anda menjalani kehidupan sehari-hari.

Jangan ragu untuk menciptakan keputusan, bahwa anda sekolah hanya untuk mencari ilmu, bukan yang lain. Untuk mendukung keputusan anda tersebut,, hindari hal-hal berikut ini:

1.Pergi ke sekolah ‘mencairkan’ uang jajan

Orangtua niscaya membekali anda dengan uang jajan. Kalau tidak bersekolah, anda tidak akan menerima uang jajan dari orangtua. Oleh lantaran itu, memaksakan diri untuk tiba ke sekolah demi ‘mencairkan’ uang jajan ialah tindakan sia-sia.

Kenapa sia-sia? Hal itu akan mendorong anda untuk malas belajar. Boleh jadi anda akan berpura-pura pergi sekolah di depn orangtua namun tidak hingga ke tujuan. Atau anda tetap ke sekolah tapi mangkir berguru dan ngobrol di kantin atau keluyuran di daerah lain.

2.Pergi ke sekolah untuk mencari teman

Di sekolah banyak teman. Kalau tidak tiba ke sekolah, tidak ada sahabat di rumah. Sebab belum dewasa seusia anda sedang bersekolah semuanya. Dari pada kehilangan sahabat di rumah, anda paksakan juga untuk tiba ke sekolah.

Sikap ini juga perlu dihindari sehingga anda tiba ke sekolah hanya untuk belajar, mencari ilmu yang berkhasiat untuk kehidupan di masa depan.

3.Pergi ke sekolah sekadar mencari nilai

Hindari tiba ke sekolah hanya sekadar untuk mencari nilai bagus. Kalau hanya nilai elok semata, anda akan terjebak untuk melaksanakan cara-cara yang tidak elok untuk memperoleh nilai tersebut.

Boleh jadi nilai yang anda peroleh memang bagus, tetapi tidak akan banyak menolong diri anda kelak dikemudian hari.
Demikian beberapa hal yang perlu anda hindari untuk tiba ke sekolah. Sebaliknya pastikan diri anda untuk tiba ke sekolah untuk mencari ilmu sehingga anda sanggup berguru dengan baik. 

Tuesday, 8 January 2019

Pasti Dapat Antara Nasibku Dan Nasibmu Kini

Lalu lintas padat merayap tatkala memasuki area pasar tradisional. Kendaraan roda dua maupun roda empat terjebak dalam rangkaian kemacetan dari dua arah yang berlawanan. Masing-masing pengemudi dan pengendara hendak berusaha untuk membebaskan diri dari kemacetan.

 merayap tatkala memasuki area pasar tradisional PASTI BISA Antara Nasibku dan Nasibmu Kini
Ilustrasi ibu dan anak (pexels.com)

Namun perjuangan itu seakan sia-sia lantaran jalan raya menjadi sempit oleh kendaraan yang parkir seenaknya di kiri dan kanan jalan.

Anak sekolah dan pegawai yang bertugas sudah tidak sabaran berada dalam kemacetan. Khawatir akan terlambat hingga di sekoalh. Kalau terlambat hingga di sekoalh akan mendapat sanksi.

Rikasari, seorang ibu muda nampak duduk damai di belakang stir sebuah kendaraan beroda empat mewah. Ia sudah terbiasa berada dalam perangkap kemacetan setiap melewati pasar tradisional itu.

Sayup-sayup terdengar bunyi pedagang kaki lima meneriakan barang dagangannya.

“Dipilih dipilih, sayang anak sayang anak,
kemarilah buk, kemarilah pak
yang punya anak kecil.”

“Mama.., ntar Chika dibelikan mainan ya, ma?” ujar seorang bocah kecil yang duduk di sebelah kiri Rikasari. Chika setengah merengek tatkala mendengar bunyi pedagang mainan.
“Iya, sayang…” sahut Rikasari tenang.

Sebagai single parent, Rikasari sangat mencintai putri semata wayang buah hati perkawinannya dengan almarhum suaminya, Suradi. Itu sebabnya mengapa ia belum berkeinginan mencari pengganti dan tetapkan untuk membesarkan Chika.

Setelah berhasil lolos dari kemacetan jalan yang membelah pasar, ibu muda itu memarkir mobilnya di halaman sebuah rumah penduduk di pinggiran pasar.

“Hm, Chika mau mainan apa, sayang?” tanya Rikasari seraya membimbing anaknya memasuki pasar.

“Helikopter, ma…”

Rikasari menyeruak keramaian pasar menuju arah bunyi pedagang penjual mainan anak. Makin usang teriakan pedagang mainan terdengar makin keras. Rikasari dan anaknya hingga pada pedagang penjual mainan anak.

Sejenak Rikasari memperhatikan pedagang mainan anak itu. Ia mengenakan rayben hitam. Topi lebar yang menutupi kepala menciptakan sosok pedagang mainan itu menjadi tidak jelas.

Sementara itu Budiman, sang pedagang mainan anak itu cukup kaget ketika di balik rayben hitamnya melihat ibu muda dan anaknya sudah bangun mendekati dagangannya. Hatinya berdegup kencang. Kenapa tidak? Budiman sangat mengenal sosok ibu muda itu meskipun sudah hampir sepuluh tahun tidak bertemu.

Dari tadi Budiman berusaha untuk damai dan terus meneriakan mainan anak barang dagangannya. Ia berusaha berpura-pura tidak mengenal sosok di hadapannya. Berusaha biar Rikasari, perempuan yang pernah akrab dengannya semasa kuliah dulu, tidak mengenalnya.

“Bang, ada mainan helikopter nggak?” tanya Rikasari tanpa menoleh, melainkan mencari-cari mainan helikopter di tengah tebaran mainan anak yang ada di lapak sederhana itu.

“Oh, ada, buk…” sahut Budiman agak gugup, Setelah mengambil sebuah mainan helikopter, Budiman menyerahkannya pada Rikasari.

“Berapa harganya, bang?”

“Tiga puluh ribu saja,  buk..”

“Kemahalan…”

“Oh, Itu sudah harga biasa, buk.”

“Boleh dikurang tidak, bang?”

“Khusus buat anak ibuk yang cantik itu, bayar duapuluh lima ribu saja, buk……”

Kalimat Budiman tergantung di udara. Tak sengaja rayben hitam yang dikenakannya terjatuh dikala mengepak mainan helikopter.

Dengan cepat Budiman memungut kembali raybennya. Namun apa hendak dinyana, Rikasari sempat melirik raut wajah pedagang mainan anak itu.

Rikasari kaget ketika melihat sosok penjual mainan anak itu. Rasanya ia pernah mengenal pedagang mainan anak ini. Ia, tak salah lagi. Lelaki itu yaitu Budiman, lelaki yang dikenalnya semasa kuliah dulu.

“Maaf, ini Bang Budiman…?” tanya Rika coba menebak.

Budiman tersedak. Terpaksa mengangguk, mengakui tebakan Rikasari benar.

Kini Budiman merasa kedoknya sudah terbuka. Oleh alasannya itu ia tak mungkin mengelak lagi. Kemudian membuka rayben dan topi lebarnya.

“Masyaallah, bang….Allah telah mempertemukan kita kembali di pasar ini,” ujar Rikasari sendu.

******

Budiman segera menutup dagangannya sesudah Rikasari meminta waktu untuk ngobrol. Kemudian mereka mampir di lapak es cendol tak jauh dari lapaknya.

“Nasib kakak kurang beruntung, Rika…” ujar Budiman.

“Maksud abang?”

“Setelah final kuliah, kakak tidak berhasil mendapat pekerjaan layak. Akhirnya terpaksa jadi pedagang mainan anak…,”

“Tapi kakak masih beruntung dari saya,” potong Rikasari.

“Kenapa?”

“Saya hanya jadi ibu rumah tangga final kuliah dan kini….” Suara Rikasari memarau.

“Kini bagaimana, Rika?”

“Saya kini single parent, papanya Chika meninggal dunia setahun lalu.”

“Maaf Rika, kakak tidak bermaksud membuka kesedihanmu…”

“Tidak apa-apa, bang…Bagaimana keadaan kakak sekarang?” Rikasari mengalihkan persoalan.

Budiman menghela nafas.

“Seperti yang kau lihat sekarang..”

“Keluarga abang?”

Budiman tersedak dan batuk dikala meneguk es cendol di gelasnya.

“Abang belum berkeluarga, Rika.” sahut Budiman kemudian.

 “Oh ya, kapan-kapan kakak mampir ke rumah saya ya, bang…”

“Bila ada waktu kakak akan mampir. Mudah-mudahan pekan depan kakak berdagang lagi di pasar ini dan mampir ke rumahmu, “ kata Budiman.

Kemudian Rikasari pamit. Menghilang di tengah keramaian pasar. Sementara Budiman nampak terduduk di kursi panjang lapak es cendol. Ada rasa hiba di hati Budiman mengenang dongeng Rikasari.  

Sunday, 6 January 2019

Pasti Dapat Siswa Terima Rapor Tengah Semester Bersama Orangtua

Siswa terima rapor tengah semester bersama orangtua – Siswa UPT SMPN 2 Lintau Buo telah mendapatkan hasil berguru Tengah Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019.. Laporan hasil berguru siswa merupakan evaluasi paruh semester, termasuk evaluasi yang diadakan awal Oktober lalu.

Siswa terima rapor tengah semester bersama orangtua PASTI BISA Siswa Terima Rapor Tengah Semester Bersama Orangtua
Kepala sekolah, Fauzi, S.Pd  memberikan sambutan di hadapan orangtua siswa menjelang terima rapor (Hadi R./matrapendidikan.com)

Buku Rapor hasil berguru siswa diterima oleh orangtua siswa dari masing-masing wali kelas, Sabtu (03/11).

Seperti laporan kontributor matrapendidikan.com, Hadi Rahim, sekitar dua ratusan orangtua siswa berkumpul di aula darurat UPT SMPN 2 Lintau Buo. Pertemuan antara pihak sekolah dengan orangtua murid juga dihadiri oleh Ketua Komite Sekolah, Maisal.

Dari sambutan kepala sekolah dan komite sekolah sanggup disimpulkan bahwa di SMPN 2 Lintau Buo masih berlaku dua kurikulum pendidikan, yakni kurikulum 2013 untuk siswa kelas VII dan VIII. Sedangkan kelas IX masih memakai kurikulum 2016.

Rapor yang diterima siswa kelas IX merupakan hasl murni ujian mid semester yang dilaksanakan awal Oktober. Sedangkan untuk kelas VII dan VIII rapor hasil belajarnya meliputi banyak sekali aspek.

Siswa terima rapor tengah semester bersama orangtua PASTI BISA Siswa Terima Rapor Tengah Semester Bersama Orangtua
Wali murid siswa mendengar gosip perihal nilai, perilaku dan tingkah laris serta porogram sekoalh (Hadi.R/matrapendidikan.com)

Proses pengolahan hingga pencetakan nilai siswa kelas VII dan VIII memerlukan waktu yang cukup panjang. Sehingga antara ulangan tengah semester dan penerimaan rapor tengah semester sedikit terlambat.

Selain membicarakan hasil berguru siswa, juga mengetengahkan gosip mengenai perkembangan perilaku dan tingkah laris anak didik di kala zaman now! Pihak sekolah mengharapkan pertolongan orangtua murid untuk mengawasi anak selama berada di rumah.

Sekolah ketika ini sedang berusaha untuk meningkatkan kualitas proses pendidikan yang selama ini pernah diraih sebelumnya. Oleh lantaran itu semua komponen, mulai dari kepala sekoalh, majelis guru, orangtua murid dan komite sekoalh perlu bekerja sama untuk mewujudkan harapan tersebut.

Friday, 4 January 2019

Pasti Sanggup Menakjubkan, 5 Manfaat Mendapatkan Rapor Anak Bersama Orangtua

Menakjubkan, 5 manfaat mendapatkan rapor anak bersama orangtua – Kedatangan orangtua murid ke sekolah tidak selalu alasannya usul mengadakan rapat komite sekolah. Namun akhir-akhir ini lebih sering alasannya ada usul untuk mendapatkan rapor hasil mencar ilmu anak.

 manfaat mendapatkan rapor anak bersama orangtua PASTI BISA Menakjubkan, 5 Manfaat Menerima Rapor Anak Bersama Orangtua
Orangtua murid ketika mendapatkan rapor hasil mencar ilmu anak (doc.matrapendidikan.com)

Biasanya pihak sekolah mengundang orangtua murid untuk mendapatkan rapor semester, tengah semester bahkan hasil mencar ilmu ulangan harian. Seperti diinfokan blog ini, kemaren orangtua murid mendapatkan rapor tengah semester.
Undangan pihak sekolah untuk mendapatkan rapor hasil mencar ilmu anak patut menjadi perhatian sekaligus dipenuhi oleh orangtua tua. Apa manfaat orangtua mendapatkan rapor anak di sekoalh? Simak uraian berikut ini:

1.Mendapat gosip pribadi perkembangan anak

Orangtua murid yang memenuhi usul pihak sekoalh akan menerima gosip secara pribadi mengenai perkembangan anak. Perkembangan anak dimaksud antara lain;  hasil belajar, perilaku dan tingkah laris anak.

Selain itu orangtua murid juga sanggup membandingkan perilaku dan tingkah laris anak di rumah dan selama berada mencar ilmu di sekolah. Orangtua akan memperoleh citra perilaku dan tingkah laris anak selama berada di sekolah. Informasi detail ini akan diperoleh dari wali kelas/guru kelas.

2.Mengetahui kegiatan dan kebijakan sekolah

Manfaat lain kedatangan orangtua murid untuk mendapatkan rapor hasil mencar ilmu anak yaitu memperoleh gosip program, kebijakan dan kemajuan sekolah. Informasi  ini biasanya diperoleh melalui pimpinan sekolah dan komite sekolah ketika pertemuan paripurna seluruh orangtua, pimpinan sekolah dan komite sekolah.

3.Meningkatkan peranan orangtua dalam pendidikan anak

Saat mendapatkan rapor anak di sekolah, orangtua akan memperoleh gosip wacana hasil mencar ilmu anak. Orangtua mempunyai tugas dalam menindaklanjuti hasil mencar ilmu anak, sekaligus perilaku serta tingkah laris anak.

Boleh jadi orangtua akan menunjukkan semacam reward (penghargaan) terhadap anak yang memperoleh hasil mencar ilmu memuaskan. Sebaliknya, akan meningkatkan pengawasan terhadap anak selama berada di rumah.

4.Menambah wawasan orangtua wacana pendidikan terkini

Orangtua murid akan mendapatkan gosip dan pengetahuan terbaru mengenai perkembangan pendidikan di sekolah. Apalagi ketika ini sering terjadi perubahan-perubahan mendadak terhadap peraturan dan kebijakan dalam dunia pendidikan.

Dengan menghadiri kegiatan penerimaan rapor hasil mencar ilmu anak, orangtua murid akan sanggup mengupdate semua itu secara pribadi dan cepat dari pihak sekolah.

5.Bertemu dengan almamater

Tidak sedikit orangtua yang tiba ke sekolah untuk mendapatkan rapor anak dalam nuansa reuni dengan almamaternya. Orangtua murid bertemu kembali dengan sekolah tempatnya mencar ilmu dulu dan guru yang mengajarnya.

Kenyataan menyerupai itu biasanya berdampak akan meningkatkan partisipasi dan bantuan orangtua murid dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. Kenapa? Orangtua murid dulu mencar ilmu di sekolah itu, kini giliran anaknya.
Demikianlah 5 manfaat menakjubkan bagi orangtua murid untuk mendapatkan hasil mencar ilmu anak di sekolah.

Wednesday, 2 January 2019

Pasti Dapat Masyarakat Nagari Taluk Antusias Sambut Tds 2018 Etape 1

Masyarakat nagari taluk antusias sambut tds 2018 etape 1 – Ratusan masyarakat Kenagarian Taluk dan sekitarnya sudah berkumpul di Simpang Tugu Sitangkai, Kecamatan Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar semenjak pagi hari. Meskipun sempat diguyur hujan namun antusias masyarakat tidak surut untuk menunggu dengan sabar.

Masyarakat nagari taluk antusias sambut tds  PASTI BISA Masyarakat Nagari Taluk Antusias Sambut TdS 2018 Etape 1
Rombongan pebalap memasuki tikungan tajam di Tugu Simpang Tiga Sitangkai (matrapendidikan.com)

Pasalnya, Simpang Tugu Sitangkai bakal dilewati oleh sekitar dua ratus lebih pebalap dalam event Tds (Tour de Singkarak) 2018 Etape 1. Masyarakat ingin tau untuk menyaksikan agresi pebalap-pebalap sepeda, khususnya di penurunan berliku dan tikungan tajam, persis di Tugu Simpang Tiga Sitangkai.

Antusiasme masyarakat dalam menyaksikan rombongan pebalap TdS 2018 Etape 1 juga telah berdampak terhadap perekonomian warga di sekitar Simpang Tugu Sitangkai.

Baru sekitar pukul dua belas siang, dua pebalap mancanegara mulai tampak menuruni jalan penurunan. Kemudian diikuti oleh pebalap dalam negeri serta iring-iringan pebalap menuruni jalan dan menikung ke kanan di tikungan  tajam Tugu Sitangkai menuju arah finish di Muaro, Sijunjung.

Masyarakat nagari taluk antusias sambut tds  PASTI BISA Masyarakat Nagari Taluk Antusias Sambut TdS 2018 Etape 1
Inilah pebalap terdepan di penurunan jelang Tugu Simpang Tiga Sitangkai (matrapendidikan.com)

Suara riuh diiringi tepuk tangan menyambut para pebalap, dari dalam dan luar negeri, yang tengah konsentrasi mengendalikan sepeda tunggangan di jalan menikung. Iring-iringan pebalap dalam kecepatan tinggi menandai akan berakhirnya TdS melewati Sitangkai Taluk.

Namun satu atau dua pebalap masih tertinggal di belakang. Bahkan seorang pebalap (luar negeri) di bab paling belakang, sempat mengalami selip dan nyaris menubruk kedai.  Namun pebalap tersebut masih sanggup mengendalikan sepeda tunggangannya.

Untung pebalap tersebut selamat dan melanjutkan genjotan pedal sepedanya untuk menyusul rekan-rekannya yang telah jauh di depan.

Seperti diketahui, TdS 2018 Etape 1 menempuh jarak 140,5 km dari Kota Bukittinggi menuju Muaro, ibu kota Kabupaten Sijunjung. Diikuti oleh pebalap dalam negeri dan luar negeri dari 14 negara.