Thursday, 31 January 2019

Jadi Bakir Kumpulan Pola Format Manajemen Guru Paud Tk Ra Word Excel


Kumpulan Contoh Format Administrasi Tenaga Pendidik PAUD Taman Kanak-kanak RA Word Excel. Administrasi guru dilembaga pendidikan juga termasuk salah satu dokumen yang sangat penting untuk mencatat identitas guru, catatan kegiatan, tata tertib, kode etik guru, dan lain-lain. Dimana guru / tenaga pendidik termasuk ujung tombak keberhasilan suatu forum pendidikan di semua tingkatan, alasannya ialah itulah disini kami akan ikut membagikan dokumen manajemen guru / tenaga pendidik di tingkat pendidikan anak usia dini baik PAUD RA Taman Kanak-kanak maupun KB (kelompok bermain).

Buku Administrasi Tenaga Pendidik PAUD terdiri dari: buku induk / biodata tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, buku tata tertib pegawai, buku daftar pembagian kiprah mengajar tenaga pendidik, buku ketidakhadiran / daftar hadir, buku piket tenaga pendidik, buku catatan prestasi tenaga pendidik, buku evaluasi kinerja tenaga pendidik dan kependidikan, buku catatan acara penunjang guru, buku kumpulan lagu, buku kumpulan tepuk, buku kumpulan doa anak, buku kumpulan permainan / games.

Perlu diketahui bahwa seluruh file yang kami bagikan ialah buah tangan dari hasil rapat kepala dan operator RA dibawah naungan kementerian agama kabupaten / kota. Sehingga sebagai operator / admin madrasah sekaligus admin blog ini, ingin membuatkan apa yang kami miliki yang di share oleh pimpinan rapat dan membantu para pemangku kepentingan di forum pendidikan anak usia dini (PAUD / Taman Kanak-kanak / RA / KB) dimanapun berada, untuk menjadi tumpuan kelengkapan manajemen guru / tenaga pendidik di forum masing-masing.

Download Kumpulan Contoh Format Administrasi Tenaga Pendidik PAUD Taman Kanak-kanak RA Word Excel

Selengkapnya dapat anda download pada link dibawah ini:
Format Administrasi Tenaga Pendidik PAUD Taman Kanak-kanak RA

Demikian dari kami perihal Contoh Format Administrasi Tenaga Pendidik PAUD Taman Kanak-kanak RA Word Excel, biar dapat memperlihatkan manfaat untuk kemajuan dan kesejahteraan guru di Indonesia. Amin...

Jadi Pintar Rujukan Format Lengkap Manajemen Kelembagaan Paud Tk Ra Kb Word Excel


Contoh Format Lengkap Administrasi Kelembagaan PAUD Taman Kanak-kanak RA KB Word Excel. Hai pembaca yang budiman agar sehat selalu, bahagia dapat kembali menyapa anda disini di blog NomIfrod.com kesayangan anda. Kembali dengan kami yang akan membagikan seperangkat dokumen manajemen kelembagaan pendidikan anak usia dini menyerupai forum PAUD Taman Kanak-kanak RA dan KB dalam bentuk format microsoft word dan excel yang dapat memudahkan anda dalam melengkapi tertib administrasi.

Tertib manajemen termasuk salah satu contoh bahwa forum pendidikan tersebut mempunyai kemauan untuk berkembang lebih maju dan berkualitas, tidak hanya tertib kemudian lintas ya bapak / ibu!!! Dengan begitu pihak forum selalu menciptakan catatan disemua sektor kelembagaan menyerupai manajemen kesiswaan, sarana prasarana, dan manajemen pendidik / guru. Sehingga forum mempunyai catatan arsip perihal guru dan siswanya.

Kelengkapan Administrasi Umum Lembaga PAUD ini berisi beberapa dokumen menyerupai berikut ini:

  • buku manajemen forum paud
  • buku tamu umum
  • buku tamu yayasan
  • buku ekspedisi
  • surat pengantar forum paud
  • buku notulen rapat yayasan
  • buku notulen rapat wali murid
  • buku notulen rapat guru / pendidik
  • buku notulen pertemuan organisasi profesi
  • buku kemitraan (kerjasama dengan pihak luar)
  • buku pola sajian pembelajaran (pedoman kurikulum)
  • kelengkapan dokumen lembaga,
  • bagan struktur organisasi forum paud
  • profil forum paud
  • surat keputusan pendirian lembaga
  • akta notaris
  • contoh ad-art yayasan (anggaran dasar dan anggaran rumah tangga)
  • surat bukti kepemilikan tanah / bangunan
  • surat ijin penggunaan tanah / bangunan
  • ijin operasional
  • sk pengangkatan tenaga pendidik dan kependidikan
  • surat kontrak kerja tenaga pendidik dan kependidikan
  • surat kiprah tenaga pendidik dan kependidikan
  • tata tertib anak didik / siswa
  • tata tertib guru / pendidik
  • program kerja paud
  • papan keadaaan pengelola dan pendidik
  • daftar pelajaran di kelas paud

Perlu diketahui bahwa seluruh file yang kami bagikan yakni buah tangan dari hasil rapat kepala dan operator RA dibawah naungan kementerian agama kabupaten / kota. Sehingga sebagai operator / admin madrasah sekaligus admin blog ini, ingin menyebarkan apa yang kami miliki yang di share oleh pimpinan rapat, dan membantu para pemangku kepentingan di forum pendidikan anak usia dini (PAUD / Taman Kanak-kanak / RA / KB) dimanapun berada, untuk menjadi rujukan kelengkapan manajemen kelembagaan di forum masing-masing.

Download Contoh Format Lengkap Administrasi Kelembagaan PAUD Taman Kanak-kanak RA KB Format Doc / Word dan Excel

Selengkapnya dapat anda download pada link dibawah ini:
Contoh Administrasi Kelembagaan PAUD Taman Kanak-kanak RA KB

Demikian dari kami kurang lebihnya mohon maaf, agar dapat menawarkan manfaat untuk kita tertib administrasi. Amin...

Jadi Cendekia Juknis Bos Madrasah Kemenag Untuk Mi Mts Dan Ma Terbaru


Download petunjuk teknis / juknis penggunaan dana BOS 2018 madrasah jenjang mi mts dan ma terbaru tahun anggaran 2018, kami bagikan kepada anda para pemangku kepentingan di forum pendidikan semua tingkatan di kementerian agama. Sasaran aktivitas BOS yakni semua Madrasah Negeri dan Swasta di seluruh Provinsi di Indonesia yang telah mempunyai izin operasional. Siswa madrasah peserta BOS yakni forum madrasah yang menyelenggarakan kegiatan berguru mengajar pada pagi hari dan siswanya tidak terdaftar sebagai siswa SD, SMP, atau SMA.

Penyaluran dana BOS untuk madrasah swasta dilakukan dua tahap (setiap semester), menurut pengajuan RKAM dari madrasah swasta. Sedangkan untuk madrasah negeri, pencairan dana BOS dilakukan pribadi oleh satker Madrasah. Namun untuk MIN yang anggarannya terletak pada DIPA Kantor Kemenag Kabupaten / Kota pencairannya dilakukan oleh Satker Kantor Kemenag Kabupaten / Kota

Besar biaya satuan BOS yang diterima oleh madrasah, dihitung menurut jumlah siswa dengan ketentuan:

  • Madrasah Ibtidaiyah : Rp. 800.000,-/siswa/tahun
  • Madrasah Tsanawiyah : Rp. 1.000.000,-/siswa/tahun
  • Madrasah Aliyah : Rp. 1.400.000,-/siswa/tahun

Penggunaan dana BOS di madrasah (MI, MTs, dan MA) harus didasarkan pada akad dan keputusan bersama antara pihak madrasah, dewan guru, dan komite madrasah. Hasil akad di atas harus dituangkan secara tertulis dalam bentuk isu aktivitas rapat dan ditandatangani oleh peserta rapat. Kemudian dibuatkan Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah yang akan diajukan ke Kanwil Kementerian Agama Provinsi atau Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.

Dana BOS sanggup dipakai untuk membiayai komponen kegiatan berikut:


  1. Pengembangan Perpustakaan
  2. Kegiatan dalam rangka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)
  3. Kegiatan pembelajaran dan ekstra kurikuler siswa
  4. Kegiatan Ulangan dan Ujian
  5. Pembelian bahan-bahan habis pakai
  6. Langganan daya dan jasa
  7. Rehab ringan ruang kelas atau pemeliharaan gedung madrasah
  8. Pembayaran honorarium bulanan Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil (GBPNS) dan Tenaga Kependidikan bukan PNS
  9. Pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan
  10. Membantu siswa miskin
  11. Pembiayaan pengelolaan BOS
  12. Pembelian perangkat komputer desktop/laptop
  13. Biaya lainnya jikalau seluruh komponen 1 s.d 12 telah terpenuhi pendanaannya dari BOS

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan dana BOS


  1. Prioritas utama penggunaan dana BOS yakni untuk kegiatan operasional madrasah;
  2. Bagi madrasah yang telah mendapatkan DAK, tidak diperkenankan memakai dana BOS untuk peruntukan yang sama. Sebaliknya jikalau dana BOS tidak mencukupi untuk pembelanjaan yang diper-bolehkan (13 item pembelanjaan), maka madrasah sanggup memper-timbangkan sumber pendapatan lain yang diterima oleh madrasah, yaitu pendapatan hibah (misalnya DAK) dan pendapatan madrasah lainnya yang sah dengan tetap memperhatikan peraturan terkait;
  3. Biaya transportasi dan uang lelah bagi guru PNS yang bertugas di luar jam mengajar, harus mengikuti batas kewajaran yang ditetapkan oleh Standar Biaya Masukan Kementerian Keuangan;
  4. Bagi madrasah negeri yang sudah menerima anggaran dalam DIPA selain BOS, maka penggunaan dana BOS hanya untuk menambahkan kekurangan, sehingga tidak terjadi double accounting;
  5. Untuk penggunaan gaji guru/tenaga kependidikan bukan PNS dan honor-honor kegiatan untuk madrasah swata tidak dibatasi dengan mempertimbangkan batas kewajaran dengan kebutuhan operasional lainnya;
  6. Batas maksimum penggunaan dana BOS untuk belanja pegawai (honor guru/tenaga kependidikan bukan PNS dan honor-honor kegiatan) pada madrasah negeri sebesar 30% (tiga puluh persen) dari total dana BOS yang diterima oleh madrasah dalam satu tahun. Madrasah negeri boleh memakai dana BOS untuk belanja ini lebih dari 30%, apabila kebutuhan terhadap pembayaran guru bukan PNS dan tenaga kependidikan bukan PNS tersebut disetujui oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.

Download Juknis BOS 2018 Madrasah Kemenag Untuk MI MTs dan MA Terbaru


Selengkapnya wacana Juknis BOS 2018 Madrasah Kemenag Untuk MI MTs dan MA Terbaru ini sanggup anda download pada link dibawah ini:
Juknis BOS Madrasah MI MTs dan MA Terbaru

Larangan Penggunaan Dana BOS


  1. Disimpan dengan maksud dibungakan;
  2. Dipinjamkan kepada pihak lain;
  3. Membeli software/perangkat lunak untuk pelaporan keuangan BOS;
  4. Membiayai kegiatan yang tidak menjadi prioritas madrasah dan memerlukan biaya besar, contohnya studi banding, studi tour (karya wisata) dan sejenisnya;
  5. Membayar bonus dan transportasi rutin untuk guru;
  6. Membeli pakaian/seragam/sepatu bagi guru/siswa untuk kepentingan pribadi (bukan inventaris madrasah), kecuali untuk siswa miskin peserta PIP;
  7. Digunakan untuk rehabilitasi sedang dan berat;
  8. Membangun gedung/ruangan baru;
  9. Membeli Lembar Kerja Siswa (LKS) dan bahan/peralatan yang tidak mendukung proses pembelajaran;
  10. Menanamkan saham;
  11. Membiayai kegiatan yang telah didanai dari sumber dana pemerintah sentra atau pemerintah tempat secara penuh/wajar;
  12. Membiayai kegiatan penunjang yang tidak ada kaitannya dengan operasional madrasah, contohnya iuran dalam rangka perayaan hari besar nasional dan upacara keagamaan/acara keagamaan;
  13. Membiayai kegiatan dalam rangka mengikuti training / sosialisasi / pendampingan terkait aktivitas BOS / perpajakan aktivitas BOS yang diselenggarakan forum di luar Kementerian Agama.

Demikian dari kami harap maklum, supaya bermanfaat...

Jadi Berilmu Cara Gampang Mengatasi Kolom Isian Sajian Emis Online Tidak Muncul


Seperti kita tahu bahwa ketika ini pengisian aplikasi EMIS dilakukan secara full online alasannya yaitu tidak ada fitur offline sehingga kita input satu persatu semua data forum menyerupai profil madrasah, sarana prasarana, pendidik dan tenaga kependidikan, data siswa, data guru, data aktivitas madrasah, data keuangan dan bantuan, siswa aktif / lulus.

Namun semua itu terkadang ada sebagian operator madrasah tidak sanggup meng-input data pada tiap komponen sajian alasannya yaitu blank alias kolom isian tidak muncul menyerupai pada gambar diatas. Misalkan sajian isian untuk sarpras seharusnya ada kolom isian untuk luas tanah dan penggunaan bangunan, tapi pada gambar diatas malah tidak muncul, begitulah yang kami alami kemarin.

Untuk lebih jelasnya, seharusnya pada sajian sarpras muncul menyerupai gambar berikut ini: (begitu juga dengan komponen sajian lainnya)


Lalu bagaimana cara mengatasinya? damai !!! sesungguhnya hal ini termasuk hal sepele yang mungkin kurang diperhatikan. Nah kalau anda mengalami hal yang sama, ada baiknya cek dan edit profil lembaga.

Cara mengatasi kolom komponen isian pada sajian EMIS Online tidak muncul


Setelah login, pada Informasi Lembaga bab data lembaga, klik edit data yang terdapat disebelah kanan menyerupai pada gambar berikut:


Kemudian akan beralih ke halaman edit lembaga. Dibagian kategori madrasah kalau yang tertera yaitu madrasah akademik silahkan ubah menjadi madrasah reguler pada sajian naik turun kemudian klik simpan. Seperti pada gambar dibawah ini:


Bagaimana gampang bukan?
Demikian dari kami agar bermanfaat dan selamat mencoba...

Jadi Bakir Cara Menampilkan Embed Preview Office Google Drive Untuk Blogger Amp Html


Jika sebelumnya saya pernah membahas ihwal Solusi embed office google drive for blogger, berbeda halnya untuk blog AMP yang dihentikan ada javascript selain js amp project, dan juga menjadi persoalan blog ini yang sudah nyata memakai template AMP sehingga berbagai error AMP untuk postingan yang menampilkan embed office dari google drive.

Akhirnya saya bertanya kepada mas +Adhy Suryadi selaku dokternya coding, dan tidak ada salahnya bila balasannya saya share juga kepada yang lain yang mungkin mempunyai persoalan yang sama.

Ya sudah tak perlu banyak celoteh gak penting, pribadi saja ikuti tour saya dalam menampilkan embed office dari google drive untuk blog valid AMP.

Langkah pertama

Langkah ini bagi yang masih pemula yang mungkin belum mengerti cara membagikan file dari google drive semoga embednya dapat tampil di blog. Setelah anda mengklik tombol bagikan / share, klik lanjutan dipojok kiri bawah menyerupai pada gambar berikut:


Kemudian klik ubah / edit menyerupai gambar dibawah ini:


Lalu akan muncul halaman pengaturan berbagi, klik / beri centang pada aktif - publik di web, kemudian simpan.


Setelah kita simpan akan muncul halaman untuk mengcopy link file tersebut biasanya menyerupai ini:

https://drive.google.com/file/d/0B2T-vvF42c1BOXZxcWNCazA5YXhsMGdxX2NmTVdmTTZQNFh3/view?usp=sharing

yang saya tandai ialah ID Google Drive.

langkah kedua

Silahkan Copy js amp iframe dibawah ini diatas </head> atau &lt;/head&gt;&lt;!--<head/>--&gt;, bila sudah ada lewati saja.

<script async='async' custom-element='amp-iframe' src='https://cdn.ampproject.org/v0/amp-iframe-0.1.js'/>

Silahkan copy arahan iframe dibawah ini di postingan pada mode HTML (bukan compose).

<amp-iframe
frameborder="0"
height="400"
layout="responsive"
sandbox="allow-forms allow-scripts allow-same-origin allow-modals allow-popups"
src="https://drive.google.com/file/d/0B2T-vvF42c1BOXZxcWNCazA5YXhsMGdxX2NmTVdmTTZQNFh3/preview"
width="700">
</amp-iframe>

Kemudian ganti yang saya tandai dengan ID Google Drive menyerupai pada langkah pertama. Dan balasannya menyerupai ini


Bagaimana gampang bukan? Semoga bermanfaat dan selamat mencoba...

Update 22 Maret 2018:
Setelah uji coba, dengan arahan diatas kita juga dapat menampilkan dokumen format PDF (tidak hanya office).

Jadi Cendekia Panduan Cara Menciptakan / Menyusun Soal Sd Mi Dan Kisi-Kisi Soal Yang Baik


Dalam dunia pendidikan tak lepas dari yang namanya penilaian hasil belajar, dan salah satu cara yang sanggup menguji keberhasilan berguru siswa ialah dengan cara melaksanakan beberapa tes tulis ataupun tes lisan. Maka sangat perlu adanya panduan bagaimana cara menyusun kisi-kisi soal untuk menciptakan soal, baik soal pilihan ganda maupun soal uraian. Kemudian untuk menjamin ketersediaaan soal maka perlu disusun kisi-kisi soal.

Kisi-kisi ialah suatu format berbentuk matriks berisi informasi yang sanggup dijadikan pedoman untuk menulis atau merakit soal. Kisi-kisi disusun menurut tujuan penggunaan tes. Penyusunan kisi-kisi merupakan langkah penting yang harus dilakukan sebelum penulisan soal. Bila beberapa penulis soal memakai satu kisi-kisi, akan dihasilkan soal-soal yang relatif sama (paralel) dari tingkat kedalaman dan cakupan bahan yang ditanyakan.

7 Tahap pengembangan bank soal SD MI


1. Penyusunan kisi-kisi
Kisi-kisi dipakai sebagai pedoman bagi penulis soal semoga diperoleh soal yang sesuai dengan tujuan.

2. Penulisan soal
Soal ditulis oleh beberapa penulis soal menurut kisi-kisi. Soal-soal yang dihasilkan merupakan soal-soal mentah.

3. Review dan Revisi (Telaah dan Perbaikan)
Review ialah menelaah soal mentah secara kualitatif menurut kaidah penulisan soal oleh penelaah soal. Hasil review soal diklasifikasikan menjadi soal baik, soal kurang baik, dan soal ditolak. Soal baik pribadi diterima, soal kurang baik perlu diperbaiki sehingga diperoleh soal yang baik, dan soal yang ditolak dikembalikan ke penulis.

4. Perakitan soal
Soal-soal baik selanjutnya dirakit menjadi beberapa paket soal untuk diujicobakan. Pada ketika perakitan, dimasukkan beberapa soal yang berfungsi sebagai soal linking antarpaket. Soal-soal linking tersebut diambil dari bank soal yang telah mempunyai karakteristik soal.

5. Ujicoba soal
Paket-paket soal diujicobakan kepada penerima didik yang sedang menempuh jenjang pendidikan yang sesuai dengan jenjang pendidikan pada tes tersebut. Misalnya, soal-soal Bahasa Indonesia kelas IV diujikan kepada penerima didik kelas V di final tahun pelajaran atau kepada penerima didik kelas VI di awal tahun pelajaran. Peserta didik dalam menjawab soal-soal tes tersebut harus serius seakan-akan ujian yang bahu-membahu walaupun pada ujicoba ini yang akan dilihat ialah kualitas soalnya bukan kompetensi penerima didik. Ujicoba soal dipakai untuk mengumpulkan data empirik ihwal soal berupa jawaban-jawaban penerima terhadap soal.

6. Analisis kuantitatif
Data empirik dari hasil ujicoba dianalisis secara kuantitatif dengan memakai aktivitas analisis, baik klasik maupun modern. Program secara klasik memakai iteman. Hasil iteman mencakup daya beda, tingkat kesukaran, penyebaran option, dan cek kunci. Selanjutnya, soal-soal tersebut dianalisis memakai teori tes modern (Item Response Theory). Program yang sanggup dipakai antara lain Bigsteps, Winsteps, Quest, Conquestuest, RUMM. Dengan memakai analisis teori tes modern sanggup diperoleh informasi kesesuaian soal dengan model (fit terhadap model), disamping tingkat kesukaran soal.

7. Seleksi soal
Berdasarkan hasil analisis soal, soal-soal dikelompokkan menjadi soal baik, soal perlu revisi, dan soal ditolak. Berdasarkan teori tes klasik soal-soal baik ialah soal yang mempunyai daya beda tinggi, ditunjukkan dengan korelasi point biserial di atas 0,2 dan semua distraktor berfungsi. Berdasarkan teori tes modern, soal yang baik ialah soal yang sesuai (fit) dengan model, ditunjukan oleh statistik fit, menyerupai infit atau outfit. Soal-soal baik dimasukkan ke dalam bank soal. Soal dengan daya beda rendah dan terdapat distraktor yang tidak berfungsi perlu direvisi. Soal yang tidak mempunyai daya beda dan sebagian distraktor tidak berfungsi ditolak.

Download panduan cara menciptakan / menyusun soal SD MI dan kisi-kisi soal yang baik dan benar dalam bentuk format PDF


Untuk selengkapnya ihwal panduan bagaimana cara menciptakan dan menyusu soal dan kisi-kisi soal, sanggup anda downlaod pada link berikut ini:
Panduan Cara Menyusun Kisi-Kisi Soal Yang Baik dan benar

Demikian dari kami ihwal Panduan penulisan soal SD MI terbaru, semoga sanggup memperlihatkan manfaat untuk kita semua. Amin...

Jadi Pintar Cara Gampang Menciptakan Kisi-Kisi Soal Sd Mi Dengan 6 Langkah Berikut


Cara Praktis dan Gampang Membuat Kisi-Kisi Soal SD MI. Kisi-kisi yaitu suatu format berbentuk matriks berisi informasi yang sanggup dijadikan pedoman untuk menulis atau merakit soal. Kisi-kisi disusun menurut tujuan penggunaan tes. Penyusunan kisi-kisi merupakan langkah penting yang harus dilakukan sebelum penulisan soal.

Bila beberapa penulis soal memakai satu kisi-kisi, akan dihasilkan soal-soal yang relatif sama (paralel) dari tingkat kedalaman dan cakupan bahan yang ditanyakan.

1. Syarat kisi-kisi


Kisi-kisi tes prestasi akademik harus memenuhi persyaratan berikut:

  1. Mewakili isi kurikulum yang akan diujikan.
  2. Komponen-komponennya rinci, jelas, dan gampang dipahami.
  3. Indikator soal harus terang dan sanggup dibentuk soalnya sesuai dengan bentuk soal yang telah ditetapkan.

2. Komponen kisi-kisi


Komponen-komponen yang dibutuhkan dalam sebuah kisi-kisi diubahsuaikan dengan tujuan tes. Komponen kisi-kisi terdiri atas komponen identitas dan komponen matriks. Komponen identitas diletakkan di atas komponen matriks. Komponen identitas mencakup jenis/jenjang sekolah, kegiatan studi/jurusan, mata pelajaran, tahun ajaran, kurikulum yang diacu, alokasi waktu, jumlah soal, dan bentuk soal. Komponen-komponen matriks berisi kompetensi dasar yang diambil dari kurikulum, kelas dan semester, materi, indikator, level kognitif, dan nomor soal.

3. Langkah-langkah menyusun kisi-kisi


  1. menentukan KD yang akan diukur;
  2. memilih bahan yang esensial;
  3. merumuskan indikator yang mengacu pada KD dengan memperhatikan bahan dan level kognitif.

4. Kriteria pemilihan bahan yang esensial


  1. lanjutan/pendalaman dari satu bahan yang sudah dipelajari sebelumnya.
  2. penting harus dikuasai akseptor didik.
  3. sering dibutuhkan untuk mempelajari mata pelajaran lain.
  4. berkesinambungan pada semua jenjang kelas.
  5. memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan sehari-hari.

5. Indikator


Indikator dijadikan pola dalam menciptakan soal. Di dalam indikator tergambar level kognitif yang harus dicapai dalam KD. Kriteria perumusan indikator:

  1. Memuat ciri-ciri KD yang akan diukur.
  2. Memuat kata kerja operasional yang sanggup diukur (satu kata kerja operasional untuk soal pilihan ganda, satu atau lebih dari satu kata kerja operasional untuk soal uraian).
  3. Berkaitan dengan materi/konsep yang dipilih.
  4. Dapat dibentuk soalnya sesuai dengan bentuk soal yang telah ditetapkan.


Komponen-komponen indikator soal yang perlu diperhatikan yaitu subjek, sikap yang akan diukur, dan kondisi/konteks/stimulus.

6. Level Kognitif


Level kognitif merupakan tingkat kemampuan akseptor didik secara individual maupun kelompok yang sanggup dijabarkan dalam tiga level kognitif. Level 1 memperlihatkan tingkat kemampuan yang rendah yang mencakup pengetahuan dan pemahaman (knowing), level 2 memperlihatkan tingkat kemampuan yang lebih tinggi yang mencakup penerapan (applying), dan level 3 memperlihatkan tingkat kemampuan tinggi yang mencakup daypikir (reasoning). Pada level 3 ini termasuk tingkat kognitif analisis, sintesis, dan evaluasi. Gambaran kemampuan akseptor didik yang dituntut pada setiap level kognitif terdapat pada klarifikasi berikut.

Level 3 : Peserta didik pada level ini mempunyai kemampuan daypikir dan logika
(Reasoning).


  1. Memperlihatkan pengetahuan dan pemahaman yang luas terhadap bahan pelajaran dan sanggup menerapkan gagasan-gagasan dan konsep-konsep dalam situasi yang familiar, maupun dengan cara yang berbeda.
  2. Menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi gagasan-gagasan dan informasi yang faktual.
  3. Menjelaskan hubungan konseptual dan informasi yang faktual.
  4. Menginterpretasi dan menjelaskan gagasan-gagasan yang kompleks dalam pelajaran.
  5. Mengekspresikan gagasan-gagasan nyata dan akurat dengan memakai terminologi yang benar.
  6. Memecahkan problem dengan banyak sekali cara dan melibatkan banyak variabel.
  7. Mendemonstrasikan pemikiran-pemikiran yang original.

Level 2 : Peserta didik pada level ini mempunyai kemampuan aplikatif (Applying).

  1. Memperlihatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap bahan pelajaran dan sanggup mengaplikasikan gagasan-gagasan dan konsep-konsep dalam konteks tertentu.
  2. Menginterpretasi dan menganalisis informasi dan data.
  3. Memecahkan masalah-masalah rutin dalam pelajaran.
  4. Menginterpretasi grafik-grafik, tabel-tabel, dan bahan visual lainnya.
  5. Mengkomunikasikan dengan terang dan terorganisir penggunaan terminologi.

Level 1 : Peserta pada level ini mempunyai kemampuan standar minimum dalam menguasai pelajaran (Knowing)

  1. Memperlihatkan ingatan dan pemahaman dasar terhadap bahan pelajaran dan sanggup menciptakan generalisasi yang sederhana.
  2. Memperlihatkan tingkatan dasar dalam pemecahan problem dalam pembelajaran, paling tidak dengan satu cara.
  3. Memperlihatkan pemahaman dasar terhadap grafik-grafik, label-label, dan bahan visual lainnya.
  4. Mengkomunikasikan fakta-fakta dasar dengan memakai terminologi yang sederhana.

Dari semua yang telah disebutkan diatas, anda juga bisa mengetahui contoh pembuatan kisi-kisi soal ini pada artikel sebelumnya berikut ini: Panduan menciptakan soal

Demikian dari kami, kurang lebihnya mohon maaf dan biar bisa memperlihatkan manfaat untuk kita semua. Amin...