Monday, 24 August 2020

Lebih Cendekia Untuk Mendukung Pembangunan, Indonesia Masih Butuh 36 Ribu Atau 40 Ribu Insinyur Gres Setiap Tahunnya

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Sebagai negara yang terus berkembang, Indonesia masih sangat memerlukan SDM-SDM berkualitas, salah satunya yaitu adanya insinyur-insinyur maupun sarjana teknik gres yang jumlahnya masih kurang banyak untuk mendukung pembangunan bangsa Indonesia tercinta .

Hingga ketika ini total insinyur dan sarjana teknik di Indonesia diperkirakan mencapai 700 ribu orang, tapi hanya sekitar 45 persen yang bekerja di bidangnya. Ke depan, untuk memenuhi kebutuhan dalam mendukung pembangunan, Indonesia membutuhkan setidaknya 36 ribu atau 40 ribu insinyur setiap tahun, atau keseluruhannya sekitar 120 ribu insinyur.

Demikian disampaikan Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Bobby Gafur Umar kepada wartawan seusai bersama pengurus PII diterima oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (19/5) siang. Saat mendapatkan pengurus PII itu, Presiden Jokowi  didampingi oleh Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo, Menristek dan Pendidikan Tinggi Moh. Nasir, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, dan Mensesneg Pratikno.

Mengenai banyaknya insinyur yang bekerja di luar bidangnya itu, Ketua Umum PII Bobby Gafur Umar mengemukakan, bahwa permasalahan utamanya lantaran ketersediaan lapangan pekerjaan dan persaingan paket remunerasi , sehingga lulusan sarjana teknik banyak yang menentukan bekerja di luar dengan remunerasi yang lebih tinggi.

“Tapi dengan jadwal pemerintah yang tidak mengecewakan besar otomatis ini (pembangunan infrastruktur), akan ada supply dan demand yang mana sanggup mengangkat paket remunerasi sehingga sejajar dengan bidang lain,” papar Bobby.

Menurut Bobby, untuk mendukung pembanguna, Indonesia masih kekurangan tenaga insinyur. Ia memperkirakan tiap tahun dibutuhkan setidaknya 36 ribu atau bahkan 40 ribu insinyur baru. “Itu pun masih kurang dalam memenuhi kebutuhan mendukug pembangunan. Dibutuhkan 120 ribu insinyur lagi ke depan,” ujarnya.

Menurut Bobby, Menristek dan Pendidikan Tinggi Moh. Nasir sudah memahami kekurangan jumlah insinyur gres itu, dan telah memiliki beberapa seni administrasi jadwal mempercepat untuk penciptaan insinyur baru.

Mengenai pogram pemenuhan kebutuhan insinyur itu, Bobby menjelaskan, terhadap insinyur yang ada pihaknya mengaktifkan sertifikasi profesi insinyur. Dengan cara ini dibutuhkan insinyur professional sanggup diakui di Indonesia.

Selain itu, melalui sistem pendidikan nasional PII akan mendorong peningkatan jumlah insinyur, dengan menggencarkan sosialisasi terhadap pelajar-pelajar Sekolah Menengan Atas semenjak dini.

“Oleh alasannya yaitu itu kita mengharapkan ada role model, semacam icon menyerupai Bung Karno yang mengkreasikan Monas di kala beliau, Pak Habibie icon teknologi,” terang Bobby.
Ketua Umum PII itu juga menyampaikan, bahwa ketika ini banyak insinyur Indonesia yang bekerja di luar negeri. Bahkan Presiden Jokowi menyebut sekitar 80 insinyur bekerja di Amerika Serikat, disamping berbagai insinyur Indonesia yang bekerja di MRT Singapura.

Menurut Bobby, para insinyur Indonesia yang bekerja di luar negeri itu sudah berjanji akan segera kembali ke Indonesia, kalau ada kesempatan bekerja di tanah air. Bobby berharap, pada ketika Indonesia mengerjakan proyrk-proyek infrastruktur yang besar, para insinyur Indonesia yang berprofesi luar negeri itu, termasuk para insinyur yang bekerja di bidag lain sanggup kembali ke jalan yang benar, yaitu menjadi insinyur di tanah air dengan mendukung pembangunan.

Mengenai kunjungan pengurus PII menghadap Presiden Jokowi, Bobby Gafur Umar mengatakan, bahwa pihaknya melaporkan akan menyelenggarakan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan kongres luar biasa serta syukura ketika ulang tahun organisasi pada 23 Mei mendatang.

“Kami mengundang Bapak Presiden untuk untuk hadir,” kata Bobby seraya menyebutkan bahwa PII pernah menunjukkan beberapa penghargaan/anugerah kepada tokoh dunia, di antaranya mantan PM Inggris Margareh Tatcher, dan mantan PM Jerman Helmut Kohl.

Menurut Bobby, Presiden Jokowi yang merupakan insinyur kehutanan akan dijadikan anggota kehormatan oleh PII. “Beliau menerima, dan insya Allah akan kami sampaikan di ketika yang tepat,” pungkas Bobby.

Saat menghadap Presiden Jokowi itu, Bobby Gafur Umar didampingi sejumlah pengurus PII lainnya, menyerupai Hermanto Dardak, Danang Parikesit. Heru Dewanto, dan Bambang Setiadi. (Humas Setkab/ES)

Lebih Cerdik Sambutan Menkominfo Pada Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2015

Sambutan Menkominfo Dalam Peringatan Harkitnas Ke-107 tanggal 20 Mei 2015

Sahabat Eduakasi yang berbahagia…

Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-107 tahun 2015, tanggal 20 Mei 2015. Berikut sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Republik Indonesia pada upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-107 tahun 2015 selengkapnya sebagai berikut :

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Salam Sejahtera untuk kita semua

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Pertama-tama, sebagai insan yang beriman, saya mengajak tolong-menolong memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, lantaran atas perkenan dan ridho-Nya pula pada pagi hari ini seluruh bangsa Indonesia tetap diberikan kesehatan dan limpahan karunia untuk secara bersamaan menyelenggarakan upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke 107 tahun 2015.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa ini memperingati Hari Kebangkitan Nasional, hari yang menjadi momentum usaha seluruh rakyat Indonesia. Kebangkitan Nasional merupakan masa bangkitnya semangat nasionalisme, persatuan, kesatuan dan kesadaran sebagai sebuah bangsa untuk memajukan diri melalui gerakan organisasi modern yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan.

Melalui peringatan Harkitnas, marilah kita kenang kembali bagaimana semangat usaha The Founding Fathers bangsa besar ini untuk diambil sebagai referensi bagi kita semua. Dokter Wahidin Soedirohoesodo dan Dokter Soetomo telah menanamkan konsep usaha intelektual lewat pembentukan organisasi untuk membangun kebersamaan dan persatuan antar elemen bangsa. Proses panjang usaha mereka yang dilanjukan para pejuang lain, telah menghasilkan lahimya bangsa besar dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita kenal kini ini.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Perjuangan bangsa Indonesia belum berakhir. Perjuangan ini ialah abadi, untuk menuju Indonesia maju dan modern, berkeadilan, sejahtera, berdemokrasi serta bermartabat. Jika dihitung dari titik awal kebangkitan nasional tahun 1908, berarti kita telah berproses lebih dan seratus tahun menjadi bangsa yang berdaulat, dan secara terus menerus bergelut dengan perubahan. Perubahan-perubahan tersebut, mau tidak mau niscaya akan menyatu dan menandai proses perjalanan sejarah bangsa kita. Oleh alasannya itu, kita harus tetap waspada dan menjaga konsistensi & kesinambungan nilai-nilai kebangsaan yang telah dirintis oleh pejuang terdahulu.

Sebagaimana kita ketahui dalam visi misi Presiden dan wakil Presiden Jokowi-JK, pembangunan mental dan huruf bangsa menjadi salah satu prioritas utama aktivitas pembangunan pemerintahan Indonesia kini ini. Pembangunan huruf tidak hanya di jajaran birokrasi pemerintah tetapi juga pada seluruh komponen masyarakat. Pembangunan huruf yang disebut dengan "revolusi mental" tersebut diperlukan akan menghasilkan sumberdaya insan Indonesia yang kreatif, inovatif, berdedikasi, disiplin, kerja keras dan taat aturan. Berhasilnya pembangunan mental dan huruf yang baik tersebut akan mewujudkan masyarakat yang tertib dan terbuka sebagai modal sosial yang positif bagi kemajuan bangsa.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Sejalan dengan semangat dan jiwa kebangkitan nasional tersebut, maka peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-107 tahun 2015 ini mengambil tema "MELALUI HARI KEBANGKITAN NASIONAL KITA BANGKITKAN SEMANGAT KERJA KERAS MEWUJUDKAN INDONESIA MAJU DAN SEJAHTERA".

Tema ini mengandung makna bahwa Kebangkitan Nasional kini lebih difokuskan pada perwujudan kerja konkret dengan bekerja lebih keras dan bukan sekadar pengembangan wacana. Tuntutan untuk terus maju dan mewujudkan Indonesia sebagai Negara sejahtera telah menjadi pemicu pentingnya merealisasikan semangat kebangkitan nasional dengan kerja keras, kerja cerdas dan produktif.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Momentum Harkitnas ini juga harus bisa membangkitkan kembali nilai kebersamaan, persatuan dan kesatuan bangsa dalam menghadapi tantangan yang ada dengan menggelorakan rasa besar hati dan cinta tanah air. Tidak ada bangsa yang maju tanpa usaha dan kerja keras. Tidak ada bangsa yang maju tanpa pengorbanan. Dan Tuhan tidak akan merubah nasib suatu bangsa, kecuali mereka berusaha merubah diri mereka masing-masing.

Tujuan peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 107 ialah untuk terus memelihara, menumbuhkan dan menguatkan jiwa nasionalisme kebangsaan kita sebagai landasan dasar dalam melakukan pembangunan, menegakkan nilai-nilai demokrasi berlandaskan moral dan susila berbangsa dan bernegara, mempererat persaudaraan untuk mempercepat terwujudnya visi dan misi sebagai bangsa yang maju dan sejahtera dalam bingkai NKRI.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Demikian, hal-hal yang sanggup saya sampaikan dalam kesempatan memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-107 tahun 2015 yang berharga ini. Mudah-mudahan sanggup bermanfaat bagi kita semua. Sekali lagi, mari kita maknai peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini dengan kerja konkret yang dilandasi rasa nasionalisme yang sebetulnya demi mewujudkan Indonesia maju dan sejahtera.

Bekerja, Bekerja dan Bekerja. Terimakasih

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

                                                       Menteri Komunikasi dan Informatika,

                              RUDIANTARA

Untuk download Surat Edaran Peringatan Harkitnas Tahun 2015 sanggup diunduh pada links berikut, dan untuk download Sambutan Menkominfo Dalam Peringatan Harkitnas Tahun 2015 di atas sanggup diunduh dengan klik di sini. (sumber links unduh file : Kemdikbud.go.id) Semoga bermanfaat dan terimakasih… …!

Lebih Cendekia Kejujuran Yakni Politik Terbaik Yang Akan Berbuah Kemujuran

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang yang jujur dipastikan akan mendapatkan daerah yang istimewa dalam lingkungan pergaulannya, baik dalam lingkungan keluarga, lingkungan kerja, sampai di masyarakat.

Hal ini tentu saja sangat beralasan, di mana orang yang jujur itu secara umum akan dianggap sebagai orang yang layak dipercaya dan dianggap pula ia tidak akan mau merugikan / membahayakan bagi pihak-pihak lainnya. Kalimat bijakpun seringkali kita dengar bahwasannya “Politik terbaik itu ialah kejujuran” alasannya kejujuran berasal dari kesederhanaan dalam hidup yang apa adanya serta pembuktian adanya penghormatan kepada orang lainnya.

Kejujuran selalu menjunjung tinggi etika, hidupnya hati, dan sarana sempurna dalam menjaga hubungan baik dengan sesama dan juga menjadi jalan terbaik untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dengan kejujuran, selain kepercayaan dari orang lain sanggup diraih, kejujuran juga sebagai sarana perekat jalinan silaturahmi antara satu dengan yang lainnya, dan kejujuran ialah harta terindah dalam hidup. Lalu bagaimana di dunia maya / internet ini, kejujuran juga patut dijunjung tinggi dengan mengatakan jati diri bukan untuk memamerkan diri akan tetapi sebagai implementasi dari tanggung jawab dari kejujuran diri dalam hubungan komunikasi sosial dengan sesama via internet.

Kejujuran pun akan menjadikan ketenangan dalam hidup. Apalah artinya bila dalam kehidupan ini tanpa adanya kedamaian hidup? Semoga kita semua termasuk dalam golongan-golongan insan jujur yang sanggup mendapatkan amanah bukan hanya oleh sesama insan tapi juga dipercaya juga oleh Allah SWT sehingga kelimpahan berkah dalam hidup ini sanggup kita raih… Aamiin… Semoga bermanfaat dan terimakasih… …!

Lebih Berakal Ini Dia…! 5 Kerugian / Efek Negatif Dari Kebiasaan Mencontek Ketika Tes / Ujian

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Dalam mengerjakan tes / ujian tulis baik di sekolah, kebiasaan mencontek tentunya tidak baik, bukan hanya lantaran selain tidak jujur, tentu akan merugikan diri-sendiri, dan dampaknya memang tidak sekonyong-konyong terlihat pada dikala itu, akan tetapi di lalu hari / masa depan.

Lalu, apa saja kerugian yang ditimbulkan dengan adanya kebiasaan mencontek dalam ujian ini. Berikut 5 kerugian dari kebiasaan menyontek dikala mengerjakan tes / ujian :

1. Tidak bisa mengukur kemampuan diri-sendiri

Dengan mencontek, tentu saja prosesnya hanya menyalin sesuatu dari sumber ke tujuan (lembar jawaban) bukan? Dan dalam proses ini, tentu saja sumber daya yang diupayakan tidak optimal. 

Berbeda halnya dengan mengerjakan sebisanya dan setahunya, maka kita pun akan tahu hingga di mana kemampuan kita dalam menguasai sebuah bahan pelajaran tersebut, sehingga sesudah ujian berlangsung, maka kita pun sanggup mempelajari / memperdalam kembali suatu hal yang diujikan tersebut untuk menjawab “penasaran-penasaran” yang didapat dikala kesulitan/ragu ketika ujian.

2. Menambah kemalasan untuk belajar

Kebiasaan mencontek akan berdampak pada kemalasan untuk belajar, cenderung tidak mau repot-repot dan pusing dalam belajar. Ingat berguru itu yaitu proses berusaha (berlatih) untuk memperoleh kepandaian atau ilmu sehingga sanggup merubah tingkah laris atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman yang sudah dipahami.

3. Kepercayaan diri semakin berkurang

Kebiasaan mencontek pun lama-kelamaan akan sanggup mengurangi rasa iktikad pada kemampuan diri-sendiri, padahal khan setiap insan dipastikan mempunyai keunikan, kelebihan, ataupun potensi yang luar biasa dari Allah SWT.

4. Nilai yang didapatkan tidak objektif

Dengan mencontek pun tidak menutup kemungkinan nilai yang didapatkan yang seharusnya bisa lebih baik kalau tidak mencontek, akan tetapi dikarenakan mencontek, maka nilai pun dipertaruhkan sama persis dengan kemampuan sobat lain yang diconteknya tadi. Merugikan bukan?

5. Mengurangi daya kreatifitas

Dikarenakan kebiasaan menggandakan yang terus-menerus dilakukan, maka kepekaan untuk membuat sesuatu pun semakin memudar. Yang paling berbahaya lagi ketika kebiasaan mencontek ini mematikan kreatifitas (daya cipta) itu sendiri. Rugi khan?

Dan tentunya masih banyak efek negatif lain yang timbul dari kebiasaan mencontek ini. Maka hindari mencontek dikala ujian mulai dikala ini, jadilah pembelajar sejati yang menjunjung tinggi nilai kejujuran dan sportifitas yang percaya pada kemampuan dan potensi diri yang sudah dianugerahkan oleh Allah SWT yang tentunya unik antara satu dengan yang lainnya. Insya Allah Anda akan sukses hidup di masa depan menurut bakat, minat, yang terus dikembangkan pada bidang Anda masing-masing. Aamiin… …!

Lebih Bakir Solusi Data / Nisn Penerima Asuh Gres Tidak Ditemukan Pada Verval Pd Sekolah Tujuan

Sahabat Operator Dapodik yang berbahagia…

Mekanisme dalam mengeluarkan data penerima latih yang masih aktif dari aplikasi Dapodik tentu saja data penerima latih tersebut harus diubahsuaikan dengan jenis mutasi, pindah, atau sudah lulus yang akan berdampak pada data anak tersebut pada sekolah lain ataupun pada data di sekolah lanjutannya. Sehingga data penerima latih khususnya yang terkait dengan NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) sanggup ditemukan pada VerVal PD sekolah tujuan.

Sehingga, solusi apabila data / NISN penerima latih tidak ditemukan pada Verval PD sekolah tujuan padahal sudah dilakukan input dan sinkronisasi melalui aplikasi Dapodik dimungkinan sebabnya ialah dalam proses mengeluarkan siswa pindah, mutasi, atau lulus dari aplikasi Dapodik sekolah asal belum dilakukan dengan benar.

Seperti halnya yang disampaikan oleh Bpk. Taufik Lone melalui akun Facebooknya sebagai berikut :

Secara budi dikala siswa pindah sekolah atau mutasi atau lulus, artinya nama siswa tersebut seharusnya tidak lagi berada dalam database sekolah asalnya, maka kiprah OPS ialah mengeluarkan data siswa tersebut dari database melalui Aplikasi DAPODIK, kemudian lakukan sinkronisasi, selanjut dikala sekolah tujuan melaksanakan input siswa gres lantaran pindah, mutasi atau lulus dari sekolah asal melalui DAPODIK dan di sinkronisasi, siswa tersebut otomatis akan pindah ke database sekolah tujuan.

Apabila mekanisme ini tidak dilakukan, maka data penerima latih selamanya akan berada di database sekolah asal di mana siswa tersebut sesungguhnya sudah tidak bersekolah di sekolah tersebut.

Yang harus difahami adalah, OPS sebagai pengelola data yang behubungan pribadi dengan sumber data harus aktif dan menerima info dinamika penerima didik/siswa, sehingga database sekolah akan selalu terbarukan (up to date).

Syarat data berkualitas ialah data tersebut terbarukan, ter-verifikasi dan valid. Semoga difahami. Terimakasih.

Untuk mengetahui bagaimana cara mengeluarkan penerima latih dengan benar sanggup dilihat pada gambar di bawah ini :

1.   Login pada aplikasi Dapodik sekolah Anda.

2.   Pada tab “Peserta Didik”, pilih salah satu penerima latih yang akan dikeluarkan lantaran pindah/mutasi, lulus, wafat, dan lain sebagainya.

3.   Lengkapi data dan lakukan sinkronisasi online via aplikasi Dapodik.

4.   Cek pada tab “Peserta Didik Keluar”, bila masih ada kesalahan dan perlu dilakukan perbaikan, silahkan pilih salah satu penerima didik, kemudian klik “Batalkan”, dan jangan lupa sesudah memperbaiki data-data tersebut silahkan dilakukan sinkronisasi kembali.

Demikian mekanisme / cara mengeluarkan siswa pindah, mutasi, atau lulus dari aplikasi dapodik yang benar. Semoga bermanfaat dan terimakasih… Salam Satu Data Berkualitas…!

Lebih Terpelajar Cara Mengetahui / Cek Calon Penerima Plpg Sertifikasi Guru Tahun 2015

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Bagi Rekan-rekan guru yang sudah berhasi diverifikasi data-data PTK-nya sebagai Calon penerima sertifikasi guru tahun 2015, maka bagi calon penerima yang sudah verifikasi sebagai penerima sertifikasi guru tahun 2015 ketika ini dikelompokkan menjadi 2 macam contoh sertifikasi guru, melalui PLPG atau melalui PPGJ sesuai TMT (Tanggal Mulai Tugas) pendidik dengan klarifikasi sebagai berikut :

1.   Mengikuti PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru) kalau TMT Pendidik sebelum tahun 2006.
2.   Mengikuti PPGJ (Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan) kalau TMT Pendidik setelah tahun 2005.

Dan pelaksanaan PLPG 2015 akan diselenggarakan lebih dahulu sebelum pelaksanaan PPGJ 2015. Calon penerima PLPG 2015 yaitu kelompok PLPG dan status verifikasi A1 Sudah Disetujui. Tahap persetujuan A1 bagi kelompok PLPG sudah berakhir dan ketika ini dalam tahap penentuan LPTK penyelenggara PLPG.

Berikut cara cek apakah Anda termasuk penerima PLPG atau PPGJ pada rangkaian sertifikasi guru tahun 2015 ini yaitu :

1.   Kunjungi situs http://sergur.kemdiknas.go.id/sg13

2.   Kemudian pilih icon “Kriteria” ==> pilih Provinsi ==> pilih Kabupaten ==> kemudian klik “Tampilkan”, lihat pada gambar di bawah ini :

Perhatikan pada kolom keterangan, akan terdapat dua macam kelompok sertifikasi guru menurut kriteria sesuai TMT di atas yang melalui PLPG atau PPGJ pada sertifikasi guru tahun 2015 ini.

Sedangkan cara / alternatif lain untuk mengetahui apakah Anda termasuk dalam kelompok PLPG atau PPGJ sertifikasi guru tahun 2015 yaitu dengan cara klik pada icon “Pencarian” kemudian input NUPTK Anda, kemudian klik icon pencarian atau tekan “Enter”, maka akan tampil menyerupai pada gambar berikut ini :

Demikian cara cek / mengetahui kelompok PLPG atau PPGJ sertifikasi guru tahun 2015. Semoga bermanfaat dan terimakasih… ..!

Lebih Pintar Tips / Cara Mengambil Photo Yang Baik Semoga Kesannya Berkualitas Bagus

Sahabat Edukasi yang berbahagia….

Dalam urusan potret memotret dikala ini sudah merupakan hal yang biasa, alasannya akomodasi kamera hampir ada pada setiap handphone maupun gadget modern lainnya, tanpa mempunyai kamera khusus, asal mempunyai mobile yang didukung dengan fungsi kamera, berphoto ria sanggup dilakukan kapanpun dan di manapun.

Secara umum, hasil jepetran kamera atau kualitas gambar ditentukan oleh spesifikasi kamera itu sendiri, artinya, semakin anggun (baca, semakin mahal.. :), maka kualitas pun akan semakin baik, selain itu juga pencahayaan yang mendukung objek terlihat serasi pun menjadi faktor memilih hasil gambar.

Namun di sini tips jitu yang akan saya bahas yaitu teknis bagaimana cara pengambilan gambar yang tentunya sanggup dilakukan hampir di semua kamera khusus maupun kamera pada gadget yaitu ketika dalam proses pengambilan photo, yang biasanya dilakukan dengan klik atau menekan pada tombol tertentu, tapi hal yang biasa tersebut ternyata tidak menghasilkan kualitas gambar yang anggun walaupun memotret pada objek membisu sekalipun (kata kuncinya, objek diam, tapi yang memotret khan belum tentu diam… :).

Oke, pribadi saja, tips jitu dalam mengambil gambar dengan kualitas terbaik yaitu dengan memakai self timer (photo otomatis dengan selang waktu tertentu) pada kamera tersebut, jadi pengambilan photo dilakukan sesudah klik tombol yang biasanya pribadi memproses pengambilan gambar, maka dengan self timer, gambar yang diambil selang beberapa detik lalu sesudah tombol potret diklik.

Jadi, dikala pengambilan gambar berkemungkinan besar tangan kita dalam kondisi diam, hanya fokuskan saja ke objek, dan gambar yang didapat pun pastinya jauh lebih baik daripada diklik langsung, alasannya berkemungkinan kamera kita bergerak alasannya tekanan dikala jari klik kita pada kamera ataupun gadget yang kita pegang. Demikian tips jitu pengambilan gambar kamera dengan kualitas terbaik. Semoga bermanfaat bagi semua Sahabat Edukasi di manapun berada… …!