Showing posts sorted by relevance for query 6-bentuk-tingkatan-soal-kognitif. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query 6-bentuk-tingkatan-soal-kognitif. Sort by date Show all posts

Thursday, 31 January 2019

Jadi Cerdik 6 Bentuk Tingkatan Soal Kognitif / Tingkat Kesulitan Soal


Dalam Kisi-kisi UN dan USBN dikenal istilah Level Kognitif. Apa Yang Dimaksud Level Kognitif? Level kognitif merupakan tingkat kemampuan penerima didik secara individual maupun kelompok. Dalam ranah kognitif itu terdapat enam aspek atau jenjang proses berfikir, mulai dari jenjang terendah hingga dengan jenjang yang paling tinggi.

Pada 6 tingkatan atau jenjang soal kognitif yang sering diistilahkan dengan tingkat kesulitan soal, sebagai berikut:

1. Bentuk Soal Ingatan


Kemampuan untuk mengenal atau mengingat kembali wacana sesuatu.

Contoh:
1. Daerah penghasil jagung utama Indonesia yakni ….
a. Jawa Barat
b. Lampung
c. Sumatera Barat
d. Madura

2. Ketahanan indonesia meliputi kebulatan aspek sosial dan aspek alamiah. Kedua aspek tadi disebut....
a. Dwi gatra
b. Catur gatra
c. Panca gatra
d. Tri gatra

Penjelasan:
Contoh soal di atas hanya mengukur kemampuan ingatan atau hapalan lantaran siswa dituntut untuk mengingat kembali/menyebutkan kawasan penghasil jagung di Indonesia tanpa memahami atau menerapkannya

2. Bentuk Soal Pemahaman


Kemampuan untuk memahami sesuatu yang berarti mengetahui terlebih dahulu wacana sesuatu hal serta melihatnya dari aneka macam segi, apakah dengan menguraikan, menerangkan, atau memperluas arti suatu istilah.

Contoh:
Dalam artian luas, pertanian itu meliputi ….
a. pertanian materi pangan, kehutanan, dan peternakan
b. pertanian materi pangan, kehutanan, peternakan, perikanan
c. pertanian materi pangan, perkebunan, kehutanan, perikanan, dan peternakan
d. perkebunan, kehutanan, perikanan, dan peternakan

Penjelasan:
Contoh soal tersebut menuntut siswa untuk memahami kedua arti, baik secara sempit maupun secara luas dari istilah pertanian. Selain itu siswa harus menguraikannya.

3. Bentuk Soal Penerapan (aplikasi)


Proses berpikir yang setingkat lebih tinggi dari pemahaman. Dalam aplikasi, siswa diharapkan bisa memilih, menggunakan, dan menerapkan dengan sempurna suatu teori, hukum, atau metode pada situasi gres atau situasi lain.

Contoh:
Seorang petani mempunyai sebidang tanah yang luasnya 250m2 yang ditanami pohon Albasiah, tiap 5 m2 ditanami 1 (satu) batang pohon. Maka, banyaknya batang pohon yang diharapkan untuk ditanam pada lahan tersebut adalah….
a. 45
b. 48
c. 50
d. 55

Penjelasan:
Pada teladan soal di atas siswa dituntut untuk menerapkan/mengaplikasikan prinsip pembagian untuk memecahkan problem tersebut, yakni 250 : 5 = 50

4. Bentuk soal Analisis


Kemampuan untuk merinci atau menguraikan suatu materi atau keadaan berdasarkan bagian-bagian yang lebih kecil (komponen) atau faktor-faktor penyebabnya dan bisa memahami relasi di antara bagian/faktor yang satu dengan lainnya.

Contoh:
Faktor penyebab terjadinya kesulitan berguru pada diri anak sanggup berasal dari anak itu sendiri (internal) dan dari luar (eksternal). Kedua faktor ini mempunyai variabel tersendiri, faktor internal mempunyai variabel-variabel sebagai berikut ….
a. kurikulum, buku pelajaran, metode mengajar
b. bakat, minat, kemampuan, kecerdasan, dan usia
c. sekolah, akomodasi belajar, masyarakat
d. ekonomi orang tua, status sosial orang tua, dan pergaulan
e. guru, teman sejawat, lokasi sekolah

Penjelasan:
Contoh soal di atas menuntut kemampuan siswa untuk menganalisis atau menguraikan sebab-sebab terjadinya kesulitan berguru yang terdapat dalam diri anak (faktor internal)

5. Bentuk Soal Sintesis


Kemampuan berpikir yang merupakan kebalikan dari proses analisis, suatu proses yang memadukan bagian-bagian, atau unsur secara logis sehingga menjadi suatu pola struktur atau bentuk yang baru.

Contoh:
Dengan memperhatikan gejala-gejala yang tampak, menyerupai anak suka melamun, gampang melupakan pelajaran, tidak mempunyai bakat, dan sering sakit-sakitan. Variabel-variabel tersebut apabila dibiarkan akan menimbulkan ….
a. meningkatnya prestasi berguru siswa
b. menambah beban bagi guru dalam mengajar
c. mempermudah kiprah guru dalam mengajar
d. terjadinya kesulitan belajar
e. berfungsinya guru bimbingan dan konseling

Penjelasan:
Pada soal di atas, siswa dituntut untuk memadukan pecahan (variabel) secara logis. Dalam hal ini yang dimaksud dengan pecahan yakni variabel-variabel (anak suka melamun, gampang melupakan pelajaran, tidak mempunyai bakat, sering sakit), lalu siswa diharapkan mengambil kesimpulan bahwa variabel tersebut akan menimbulkan terjadinya kesulitan belajar

6. Bentuk Soal Evaluasi


Yaitu jenjang tertinggi dalam kognitif, yang merupakan kemampuan untuk sanggup menunjukkan pertimbangan terhadap suatu situasi, nilai-nilai, ide-ide berdasarkan patokan atau kriteria tertentu. Misalnya, bila seseorang dihadapkan pada beberapa pilihan yang terbaik sesuai dengan kriteria tertentu. Kriteria ini dilihat dari aneka macam segi menyerupai ketepatgunaan, ketapatan waktu, dampak/efek samping, laba dan kerugiannya, dan sebagainya.

Contoh:
Ditinjau dari segi pendidikan, aktivitas nasional Keluarga Berencana (KB) mempunyai beberapa tujuan, di antaranya ….
a. meningkatnya jumlah anak usia sekolah
b. kualitas pendidikan menurun
c. daya tampung sekolah menjadi terbatas
d. meningkatnya daya tampung serta kualitas pendidikan

Penjelasan:
Pada teladan soal di atas, siswa diharapkan bisa menilai tujuan-tujuan Keluarga Berencana yang dihibungkan dengan kriteria pendidikan. Dari evaluasi tersebut, siswa diharapkan sanggup menentukan tujuan KB menyerupai pada option d yang relevan dengan kriteria pendidikan.

Selengkapnya bisa anda download dokumen ini pada link di bawah ini:
6 Bentuk Tingkatan Soal Kognitif

Demikian dari kami sedikit wacana bentuk tingkatan pembuatan soal kognitif, semoga bermanfaat...

Wednesday, 30 January 2019

Jadi Cendekia Panduan Penyusunan Soal Hots (Higher Order Thinking Skill) Pdf


Panduan Penyusunan Soal HOTS (Higher Order Thinking Skill) ini hasil buah tangan rapat sosialisasi di Kemenag tingkat kabupaten. Karena itulah aku juga ingin mengembangkan file PDF kepada anda semua para guru dan pemangku kepentingan ihwal Panduan penyusunan soal hots.

Panduan soal hots ini dilengkapi dengan Perbandingan asesmen tradisional dan asesmen kontekstual Programme for International Student Assessment (PISA), Kreativitas menuntaskan permasalahan dalam HOTS, Pengelompokan level kognitif, Contoh soal HOTS, Kartu soal, Instrumen telaah soal hots, Pedoman Penskoran, dan Instrumen telaah soal hots bentuk tes pilihan ganda/uraian

baca juga:
6 Bentuk Tingkatan Soal Kognitif
Panduan Cara Menyusun Soal dan Kisi-Kisi Yang Baik

Permendikbud No. 59 Tahun 2014 ihwal Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah , menyatakan bahwa salah satu dasar penyempurnaan kurikulum ialah adanya tantangan internal dan eksternal. Tantangan eksternal antara lain terkait dengan arus globalisasi dan banyak sekali gosip yang terkait dengan duduk kasus lingkungan hidup, kemajuan teknologi dan informasi, kebangkitan industri kreatif, budaya, dan perkembangan pendidikan di tingkat internasional.

Soal-soal HOTS merupakan instrumen pengukuran yang dipakai untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi,

  • transfer satu konsep ke konsep lainnya,
  • memproses dan menerapkan informasi,
  • mencari kaitan dari banyak sekali informasi yang berbeda-beda,
  • menggunakan informasi untuk menuntaskan masalah, dan
  • menelaah inspirasi dan informasi secara kritis.

Meskipun demikian, soal-soal yang berbasis HOTS tidak berarti soal yang lebih sulit daripada soal recall. Mengukur dimensi metakognitif, tidak sekadar mengukur dimensi faktual, konseptual, atau prosedural saja. Dimensi metakognitif menggambarkan kemampuan menghubungkan beberapa konsep yang berbeda, menginterpretasikan, memecahkan duduk kasus (problem solving), menentukan seni administrasi pemecahan masalah, menemukan (discovery) metode baru, berargumen (reasoning), dan mengambil keputusan yang tepat.

Karakteristik Soal-soal HOTS


1. Mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi
menganalisis, merefleksi, menunjukkan argumen (alasan), menerapkan konsep pada situasi berbeda, menyusun, menciptakan. The Australian Council for Educational Research (ACER)
2. Berbasis permasalahan kontekstual
menghubungkan (relate), menginterpretasikan (interprete), menerapkan (apply) dan mengintegrasikan (integrate)
3. Menggunakan bentuk soal beragam
Pilihan ganda, Pilihan ganda kompleks (benar/salah, atau ya/tidak), Isian singkat atau melengkapi, Jawaban singkat atau pendek dan Uraian

b. Pilihan ganda kompleks (benar/salah, atau ya/tidak)


Bertujuan untuk menguji pemahaman akseptor asuh terhadap suatu duduk kasus secara komprehensif yang terkait antara pernyataan satu dengan yang lainnya.

  • Memuat stimulus yang bersumber pada situasi kontekstual.
  • Peserta asuh diberikan beberapa pernyataan yang terkait dengan stilmulus/bacaan,
  • Peserta asuh diminta menentukan benar/salah atau ya/tidak.
  • Pernyataan-pernyataan yang diberikan tersebut terkait antara satu dengan yang lainnya.
  • Susunan pernyataan benar dan pernyataan salah biar diacak secara random, tidak sistematis mengikuti contoh tertentu. Susunan yang bersiklus sistematis sanggup memberi petunjuk kepada tanggapan yang benar.

baca juga:
Aplikasi Analisis Soal Tematik Perguruan Tinggi Swasta dan PAS Format Excel
Contoh Format Analisis Soal Ulangan Harian Format Excel

c. Isian singkat atau melengkapi


Soal yang menuntut akseptor tes untuk mengisi tanggapan singkat dengan cara mengisi kata, frase, angka, atau simbol. Karakteristik soal isian singkat atau melengkapi ialah sebagai berikut.
1) Bagian kalimat yang harus dilengkapi sebaiknya hanya satu bab dalam ratio butir soal, dan paling banyak dua bab supaya tidak membingungkan siswa.
2) Jawaban yang dituntut oleh soal harus singkat dan niscaya yaitu berupa kata, frase, angka, simbol, tempat, atau waktu.

d. Jawaban singkat atau pendek


Soal yang jawabannya berupa kata, kalimat pendek, atau frase terhadap suatu pertanyaan.
Karakteristik
1) Menggunakan kalimat pertanyaan eksklusif atau kalimat perintah;
2) Pertanyaan atau perintah harus jelas, biar menerima tanggapan yang singkat;
3) Panjang kata atau kalimat yang harus dijawab oleh siswa pada semua soal diusahakan relatif sama;
4) Hindari penggunaan kata, kalimat, atau frase yang diambil eksklusif dari buku teks, alasannya ialah akan mendorong siswa untuk sekadar mengingat atau menghafal apa yang tertulis dibuku.

Download Panduan Penyusunan Soal HOTS (Higher Order Thinking Skill) PDF


Selengkapnya bisa anda download pada link berikut ini:
Download

Itulah dari aku ihwal Panduan Penyusunan Soal HOTS (Higher Order Thinking Skill) PDF semoga bisa menunjukkan citra untuk meningkatkan kualitas gaya pikir masing-masing. Amin...

Thursday, 31 January 2019

Jadi Pintar Cara Gampang Menciptakan Kisi-Kisi Soal Sd Mi Dengan 6 Langkah Berikut


Cara Praktis dan Gampang Membuat Kisi-Kisi Soal SD MI. Kisi-kisi yaitu suatu format berbentuk matriks berisi informasi yang sanggup dijadikan pedoman untuk menulis atau merakit soal. Kisi-kisi disusun menurut tujuan penggunaan tes. Penyusunan kisi-kisi merupakan langkah penting yang harus dilakukan sebelum penulisan soal.

Bila beberapa penulis soal memakai satu kisi-kisi, akan dihasilkan soal-soal yang relatif sama (paralel) dari tingkat kedalaman dan cakupan bahan yang ditanyakan.

1. Syarat kisi-kisi


Kisi-kisi tes prestasi akademik harus memenuhi persyaratan berikut:

  1. Mewakili isi kurikulum yang akan diujikan.
  2. Komponen-komponennya rinci, jelas, dan gampang dipahami.
  3. Indikator soal harus terang dan sanggup dibentuk soalnya sesuai dengan bentuk soal yang telah ditetapkan.

2. Komponen kisi-kisi


Komponen-komponen yang dibutuhkan dalam sebuah kisi-kisi diubahsuaikan dengan tujuan tes. Komponen kisi-kisi terdiri atas komponen identitas dan komponen matriks. Komponen identitas diletakkan di atas komponen matriks. Komponen identitas mencakup jenis/jenjang sekolah, kegiatan studi/jurusan, mata pelajaran, tahun ajaran, kurikulum yang diacu, alokasi waktu, jumlah soal, dan bentuk soal. Komponen-komponen matriks berisi kompetensi dasar yang diambil dari kurikulum, kelas dan semester, materi, indikator, level kognitif, dan nomor soal.

3. Langkah-langkah menyusun kisi-kisi


  1. menentukan KD yang akan diukur;
  2. memilih bahan yang esensial;
  3. merumuskan indikator yang mengacu pada KD dengan memperhatikan bahan dan level kognitif.

4. Kriteria pemilihan bahan yang esensial


  1. lanjutan/pendalaman dari satu bahan yang sudah dipelajari sebelumnya.
  2. penting harus dikuasai akseptor didik.
  3. sering dibutuhkan untuk mempelajari mata pelajaran lain.
  4. berkesinambungan pada semua jenjang kelas.
  5. memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan sehari-hari.

5. Indikator


Indikator dijadikan pola dalam menciptakan soal. Di dalam indikator tergambar level kognitif yang harus dicapai dalam KD. Kriteria perumusan indikator:

  1. Memuat ciri-ciri KD yang akan diukur.
  2. Memuat kata kerja operasional yang sanggup diukur (satu kata kerja operasional untuk soal pilihan ganda, satu atau lebih dari satu kata kerja operasional untuk soal uraian).
  3. Berkaitan dengan materi/konsep yang dipilih.
  4. Dapat dibentuk soalnya sesuai dengan bentuk soal yang telah ditetapkan.


Komponen-komponen indikator soal yang perlu diperhatikan yaitu subjek, sikap yang akan diukur, dan kondisi/konteks/stimulus.

6. Level Kognitif


Level kognitif merupakan tingkat kemampuan akseptor didik secara individual maupun kelompok yang sanggup dijabarkan dalam tiga level kognitif. Level 1 memperlihatkan tingkat kemampuan yang rendah yang mencakup pengetahuan dan pemahaman (knowing), level 2 memperlihatkan tingkat kemampuan yang lebih tinggi yang mencakup penerapan (applying), dan level 3 memperlihatkan tingkat kemampuan tinggi yang mencakup daypikir (reasoning). Pada level 3 ini termasuk tingkat kognitif analisis, sintesis, dan evaluasi. Gambaran kemampuan akseptor didik yang dituntut pada setiap level kognitif terdapat pada klarifikasi berikut.

Level 3 : Peserta didik pada level ini mempunyai kemampuan daypikir dan logika
(Reasoning).


  1. Memperlihatkan pengetahuan dan pemahaman yang luas terhadap bahan pelajaran dan sanggup menerapkan gagasan-gagasan dan konsep-konsep dalam situasi yang familiar, maupun dengan cara yang berbeda.
  2. Menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi gagasan-gagasan dan informasi yang faktual.
  3. Menjelaskan hubungan konseptual dan informasi yang faktual.
  4. Menginterpretasi dan menjelaskan gagasan-gagasan yang kompleks dalam pelajaran.
  5. Mengekspresikan gagasan-gagasan nyata dan akurat dengan memakai terminologi yang benar.
  6. Memecahkan problem dengan banyak sekali cara dan melibatkan banyak variabel.
  7. Mendemonstrasikan pemikiran-pemikiran yang original.

Level 2 : Peserta didik pada level ini mempunyai kemampuan aplikatif (Applying).

  1. Memperlihatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap bahan pelajaran dan sanggup mengaplikasikan gagasan-gagasan dan konsep-konsep dalam konteks tertentu.
  2. Menginterpretasi dan menganalisis informasi dan data.
  3. Memecahkan masalah-masalah rutin dalam pelajaran.
  4. Menginterpretasi grafik-grafik, tabel-tabel, dan bahan visual lainnya.
  5. Mengkomunikasikan dengan terang dan terorganisir penggunaan terminologi.

Level 1 : Peserta pada level ini mempunyai kemampuan standar minimum dalam menguasai pelajaran (Knowing)

  1. Memperlihatkan ingatan dan pemahaman dasar terhadap bahan pelajaran dan sanggup menciptakan generalisasi yang sederhana.
  2. Memperlihatkan tingkatan dasar dalam pemecahan problem dalam pembelajaran, paling tidak dengan satu cara.
  3. Memperlihatkan pemahaman dasar terhadap grafik-grafik, label-label, dan bahan visual lainnya.
  4. Mengkomunikasikan fakta-fakta dasar dengan memakai terminologi yang sederhana.

Dari semua yang telah disebutkan diatas, anda juga bisa mengetahui contoh pembuatan kisi-kisi soal ini pada artikel sebelumnya berikut ini: Panduan menciptakan soal

Demikian dari kami, kurang lebihnya mohon maaf dan biar bisa memperlihatkan manfaat untuk kita semua. Amin...

Wednesday, 30 January 2019

Jadi Berakal Referensi 14 Format Manajemen Aktivitas Mencar Ilmu Mengajar (Kbm)


Administrasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sangat penting untuk mencatat perkembangan kemampuan siswa dalam berguru sehingga dengan begitu guru mempunyai catatan yang akurat. Selain itu manajemen KBM juga sebagai catatan evaluasi dan jadwal pembelajaran, dengan begitu acara pembelajaran akan lebih terarah dan terpola yang tertuang dalam kurikulum, silabus dan RPP.

Karena itu saya akan membagikan teladan file manajemen KBM yang bisa menjadi acuan catatan guru di kelas, baik itu berupa jurnal harian, catatan harian kelas, sop kelas dan sebagainya. Selebihnya bisa anda edit sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing sebab file ini berbentuk format word / excel.

baca juga:
Panduan Penyusunan Soal HOTS
6 Bentuk Tingkatan Soal Kognitif
Contoh Cara Penyusunan Kisi-Kisi Soal Pilihan Ganda

Berikut ini list 14 teladan file format manajemen acara berguru mengajar:

  1. Format Analisis Jam Belajar
  2. Format Program Tahunan
  3. Format Program Semester
  4. Format KKM dan RPP
  5. Format Silabus Layanan Kelas
  6. Format Kartu Soal PG
  7. Format Kartu Soal Essay
  8. Format Rencana Remedial Teaching
  9. Format Rencana Remedial Test
  10. Format Jurnal & Presensi Remidial Teaching
  11. Format Kendali Remedial Teaching
  12. Model SOP Manajemen Kelas
  13. Format Jurnal Harian Kelas
  14. Format Catatan Harian Kelas

Download 14 Contoh Format Administrasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)


Selengkapnya bisa anda download pada link berikut ini:
Download

Cukup sekian dari saya sekedar membuatkan ihwal Contoh Administrasi KBM, biar bisa bermanfaat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.