Showing posts sorted by relevance for query hidupku-untuk-pendidikan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query hidupku-untuk-pendidikan. Sort by date Show all posts

Tuesday, 25 August 2020

Lebih Bakir Persiapan Mental Bagi Calon Pns Yang Bertugas Di Tempat / Wilayah Terpencil Dan Terisolir

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Sudah seharusnya memang seorang yang sudah menjatuhkan pilihan profesinya menjadi seorang PNS, maka ia pun harus selalu siap untuk ditugaskan di manapun berada. 

Tak terkecuali PNS yang ditugaskan di daerah-daerah yang termasuk dalam wilayah kawasan khusus (terisolir, terpencil, terpencar, terluar, dan sebagainya).

Beberapa tantangan yang dihadapi pun tak kalah serunya, bahkan dianggap menyerupai outbond saja dan tentu saja menyenangkan. Di mana sepatu yang seharusnya tetap hitam mengkilap, hingga tempat kerja pun kadang berlumuran dengan lumpur. 

Perjuangan Guru Daerah Terpencil. Sumber : Youtube.com

Untuk menjangkau lokasi tempat tugas, sebagian harus menyeberang sungai dengan perahu  kecil bermesin, bahkan harus dorong rakit sendiri, itu yaitu biasa. Ada juga yang sampai-sampai harus melewati gunung, menyusuri jalan setapak, dan beberapa rintangan-rintangan lainnya.

Saya akan sedikit share bagaimana persiapan mental yang harus dimiliki oleh calon PNS yang nantinya akan ditugaskan di kawasan terpencil maupun terisolir, sebagai berikut :

1.   Kemampuan pembiasaan di lingkungan baru.

2.  Bekal bahan yang cukup. Ingat sehabis jadi CPNS bukan berarti bulan depannya kita pribadi mendapatkan gaji, akan tetapi untuk aku sendiri dulu gres mendapatkan honor yang besarnya 80 % dirapel pada beberapa bulan berikutnya.

3.   Persiapkan kesehatan fisik. Lokasi yang lebih jauh dan .

4.  Ganti ban kendaraan bermotor Anda alasannya yaitu medan menuju lokasi biasanya belum beraspal, dan tentu saja jikalau trend penghujan, ganti ban motor bergerigi sanggup sedikit menaklukkan jalan licin serta berlumpur.

5.  Beli lampu tempel, dan kalau mungkin persiapkan genset untuk cadangan siapa tahu di kawasan tersebut tidak ada lampunya. Karena jaringan PLN dipastikan belum menjangkau kawasan tersebut.

6.   Siapkan juga antenna selluler, siapa tahu di sana nanti sulit mendapatkan jaringan komunikasi seluler, kalau jaringan telepon kabel terang tidak ada.

7.   Dan lain sebagainya.

Selain persiapan-persiapan di atas sudah kita penuhi, akan tetapi namanya pekerjaan. Suka sedih itu biasa, namun ingatlah Sahabat…! Perjuangan para pendekar dalam merebut kemerdekaan dulu sungguh tak akan pernah terlampaui oleh pengorbanan kita. Setelah Anda bertugas di sana, betahlah Sahabat, miris sekali seringkali aku melihat pada bidang pendidikan banyaknya kekurangan PNS khususnya di daerah-daerah yang katakanlah pelosok ini.

Jika di antara Rekan-rekan ada yang ingin tau di mana aku bertugas? Silahkan baca goresan pena wacana aku beserta tempat di mana aku bertugas semenjak tahun 2009, silahkan simak selengkapnya pada link artikel berikut : Hidupku Untuk Pendidikan.

Bayangkan jikalau kita sebagai PNS, gres beberapa waktu saja kita sudah sibuk mau pindah, kasihan mereka (anak didik dan juga masyarakat), meraka sangat membutuhkan bimbingan pendidikan, jalan masuk isu dan wawasan dari kita yang kebetulan mendapatkan kesempatan lebih dalam ilmu dan pengetahuan ini.

Jika orientasi materi, dalam hidup ini tidak akan pernah cukup bukan…? Kecuali kita sendiri mau mencukupkan segala rezeki yang sudah ada dengan penuh rasa syukur. Indonesia masih butuh pengabdi-pengabdi untuk mencerdaskan bangsa tak terkecuali bagi saudara-saudari kita yang tinggal di pelosok negeri Sahabat...! …!

Friday, 22 January 2021

Lebih Berilmu Masih Adakah Data Lain Yang Harus Aku Kerjakan?

Sahabat PTK maupun Operator/Admin Sekolah yang berbahagia… 

Ada kalanya rasa rindu pada anak didik ketika sangat terpaksa saya tidak dapat hadir pribadi di depan murid-murid saya, di ketika saya harus pergi dinas di luar sekolah dikarenakan ada jadwal rapat kerja bersama Rekan-rekan Operator/Admin Sekolah baik di tingkat kecamatan ataupun kepentingan ke Dinas Pendidikan Kabupaten.

Kembali lagi alasannya yaitu ini menyangkut kiprah suplemen sebagai operator sekolah yang hingga detik ini kebetulan belum ada teman guru lain dari sekolah saya diamanahkan oleh Kepala Sekolah.


Sudah berkali-kali saya mencoba untuk mengusulkan beberapa rekan guru saya untuk menggantikan beberapa kiprah pendataan saya, namun apa daya, kebijakan pemimpin di unit satuan kerja saya tetap menugaskan saya untuk kembali bekerja ekstra dalam menuntaskan proses entry dan penyelesaian data-data online maupun offline di semester 2 (genap) tahun pelajaran 2014/2015, padahal idealnya silahkan baca pada artikel berikut.

Apapun namanya tugas, sedari awal pun saya sudah berkomitmen bahwasannya hidupku untuk pendidikan. Mungkin dalam dunia pendataan inilah saya diuji untuk itu. Lalu masih adakah data yang harus saya kerjakan? Begitu juga dengan rekan-rekan Operator Sekolah niscaya menjawab masih banyak…!

Hemmm… Santai saja, ini artikel bukan tutorial kok, hanya share dan tukar fikiran saja Rekan… J  Selamat lembur bagi yang lembur, selamat beristirahat bagi yang lagi beristirahat, hingga berjumpa lagi Sahabat di kesempatan dan keadaan yang lebih baik… Aamiin… Salam Pendataan…!

Monday, 18 November 2019

Lebih Terpelajar Cerita Nyata, Ayah Selalu Bekerja Keras Tanpa Lelah Oleh Vernando Yanry Lameky


"Sungguh indah hari ini dan sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karna saya melihat sebuah gambar yang dikirim oleh kakaku( andi ) yaitu ayahku sedang berjalan di bawah langit yang begitu cerah. Aku tertarik dan ingin menulis perihal perasaanku untukmu.ayah bagiku yaitu kekuatan yang menginspirasi dalam hidup ini, ia yaitu seorang pria yang besar lengan berkuasa dan tidak pernah lelah untuk menjalani dan mendapatkan kesulitan hidup yang menimpanya".

Ayah Selalu Bekerja Tanpa Lelah 

Walau ia hanya seorang pekerja keras biasanya di sebut "Tipar Mayang" namun saya sangat gembira kepadanya, alasannya yaitu ia bekerja setiap hari yang menempuh jarak dari rumah ke daerah kerja begitu jauh (3 Km) namun tidak pernah lelah dan tidak pernah mengalah untuk mencari nafkah demi membiayai hidup dan pendidikan kami setiap hari. walau umurnya sudah tidak gampang lagi namun ia masih terlihat nampak gampang dan kuat. kerja kerasnya hingga kini masih terbukti bisa membiayai pendidikan saya kini padahal kami yaitu keluarga tidak mampu  alasannya yaitu honor ayahku tidaklah sama ibarat seorang ayah yang bekerja di sebuah kantor dan pengusaha. tetapi hingga kini Mama, kaka andi, yola, vanesa dan saya kami gembira terhadap kerja keras  ayahku (Bapak Jhon) tersayang. 

Ayahku juga sangat taat kepada Norma dan Nilai agama, adab istiadat dan juga budaya  yang berlaku di kampung kami (Wasarily), buktinya hari ini ayahku gres pulang menemani keluarga kami untuk melaksanakan ibadah syukuran dan adab di kampung tercinta. sungguh gembira dengan kerja kerasmu ayah.

Ayah juga sangat perhatian dan berusaha  mencari orang untuk mengantar adikku yang bungsu (vanesa) untuk pergi kesekolah sesudah itu ia pribadi berangkat lagi ke daerah kerja dengan jalan kaki menempuh jarak yang begitu jauh (Karpan - Arbes). ayahku yaitu wangsit dalam hidupku, saya merasa tepat dalam keluarga ini. bersama ayah saya dan keluarga  sungguh gembira hingga dikala ini. 

Ayah hari ini saya di tanah rantau yang begitu jauh jaraknya, namum saya menulis kisah tentangmu dengan begitu mendalami betapa gembira saya dan saya tidak pernah merasa aib punya ayah sepertimu, justru saya sangat bersyukur kepada Tuhan Karena bisa memperlihatkan seorang ayah sepertimu dan saya mencotohi kerjakerasmu yang tidak pernah lelah hingga detik ini. I LOVE AYAH

Tentang Penulis



Nama    : Vernando Yanry Lameky
Asal      : Maluku Barat Daya
Umur    : 23 Tahun
Ini yaitu karya pertama penulis sendiri dan tidak plagiat, cita-cita penulis biar bisa menjadi motivasi bagi para pembaca. Terimah kasih.

Dikirimkan melalui email : publikasikaryatulis@yahoo.com

Monday, 24 September 2018

Pasti Dapat Pesan Ayah Wacana Gaji

Belasan tahun Johan menjadi pegawai negeri sipil guru. Ia diangkat pertama kali menjadi pegawai guru dengan golongan dua. Tentu saja penghasilan dari golongan rendah itu belum mencukupi untuk kebutuhan hidup rumah tangga.

Belasan tahun Johan menjadi pegawai negeri sipil guru PASTI BISA Pesan Ayah Tentang Gaji
Ilustrasi pesan ayah perihal honor (pixabay.com)

Dari bulan ke bulan terpaksa berhutang pada teman seprofesi. Kemudian saat mendapatkan honor di awal bulan, yang diutamakan Johan ialah membayar hutang. Dengan cara menyerupai itu, rekan-rekan seprofesi akan percaya dan mau meminjamkan uangnya.

Begitulah kehidupan Johan dari bulan ke bulan sebagai pegawai negeri golongan rendah dengan tanggungan istri dan dua anak. Gali lubang tutup lubang, menyerupai kata pepatah.

Tapi masih untung saat itu bawah umur Johan masih kecil sehingga belum banyak mengeluarkan uang untuk membiayai pendidikan anaknya. Masih untung juga waktu itu biaya hidup untuk yang lain-lain, belum banyak.

Johan menghela nafas... 

Terasa sesak saat membandingkan kehidupannya semasa bergolongan rendah dengan masa kini ini. Kini anak-anaknya sudah memasuki dingklik pendidikan menengah dan tinggi.

Saat ini memang, Johan sudah bergolongan paling tinggi untuk jabatan pegawai negeri guru. Bahkan sudah ada pula kegiatan sertifikasi guru sehingga penghasilannya jauh lebih besar.

Johan tak habis pikir. Dulu dengan honor pas-pasan, ia sanggup hidup dengan tenang. Sekarang dinamika hidup itu semakin menciptakan ia selalu berlari dan berlari kencang. Mengejar sesuatu yang tak pernah terang apa wujudnya.

Sekejap Johan teringat pesan almarhum ayahnya. Ketika beliau diangkat sebagai pegawai negeri pertama kali, ayahnya berpesan biar selalu bersyukur. Gaji yang diterima setiap bulan, besar atau kecil, harus disyukuri.

Jika honor yang diterima disyukuri maka Allah SWT akan mencukupinya. Tidak mesti dengan jumlah melainkan dengan berkahnya. Gaji yang kecil disyukuri akan terasa menciptakan hidup tentram alasannya ialah memang honor itu mempunyai keberkahan.

Gaji yang diterima tiap bulan itu ialah halal. Namun jangan bersembunyi di balik label halal honor yang diterima. Gaji yang dibayarkan pemerintah itu berasal dari uang rakyat. Maka tunaikanlah kewajiban sebagai pegawai negeri dengan sebaik mungkin.

Semakin tinggi pangkat atau jabatan semakin tinggi pula honor yang dibayarkan oleh pemerintah. Sejalan dengan itu kiprah dan tanggung jawab pegawai negeri juga semakin besar.

“Jika kau melalikan kiprah dan tanggung jawabmu sebagai pegawai negeri maka lambat atau cepat, kau akan merima akibatnya, Johan. Paling tidak menciptakan bathinmu tidak tentram, selalu merasa kurang dan lain sebsagainya yang tidak nampak secara fisik oleh orang lain. Itu tandanya honor yang kau terima tidak berkah.” tutur ayahnya tegas.

Johan tersentak dari lamunannya...

“Maafkan aku, ayah. Mungkin saya telah lupa pesanmu selama ini sehingga saya mencicipi betapa honor yang kudapatkan terasa kurang berkahnya. Hidupku lebih banyak gelisah tanpa tahu penyebabnya.

Johan segera bangkit. Melangkah ke kamar mandi dan berwudhuk. Kemudian melakukan shalat Isya bersama istrinya. Ia jadi sadar bila selama ini dirinya kurang besyukur dan melupakan pesan ayahnya. (Kiriman:  Rajo Mudo)