Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Monday, 14 October 2019

Jadi Bakir Yang Harus Diperhatikan Dalam Proses Berguru Afektif


Belajar siswa yang afektif meliputi nilai emosi, semangat, minat dan sikap. Dalam banyak hal pelajar mungkin tidak menyadari berguru afektif. Proses berguru afektif meliputi dasar yang merupakan bentuk dari sikap, emosi, semangat, minat dan sikap individu (mental).

Berkenaan dengan hal-hal tersebut diatas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses berguru afektif.

  1. Sikap dan nilai sering diperoleh melalui proses identifikasi dari orang lain dan bukan hasil dari berguru langsung.
  2. Pelajar sanggup dibantu semoga lebih matang dengan cara membantu mereka mengenal dan memahami sikap, peranan dan emosi. Penghargaan terhadap sikap, perasaan dan putus asa sangat perlu untuk membantu pelajar memperoleh pengertian diri dan kematangannya.
  3. Hampir semua aspek kehidupan mengandung aspek afektif.
  4. Bagaimana para pelajar mengikuti keadaan dan memberi reaksi terhadap situasi akan memberi dampak dan efek terhadap proses berguru afektif.
  5. Suatu waktu, nilai-nilai yang penting yang diperoleh pada masa kanak-kanak akan menempel sepanjang hayat. Nilai, sikap dan perasaan yang tidak berubah akan tetap menempel pada keseluruhan proses perkembangan.
  6. Sikap lebih gampang dibuat alasannya yakni pengalaman yang menyenangkan.
  7. Nilai-nilai yang ada pada diri individu dipengaruhi oleh standar sikap kelompok.
  8. Proses berguru di sekolah dan kesehatan mental mempunyai relasi yang erat. Pelajar yang mempunyai kesehatan mental yang baik akan sanggup berguru lebih gampang daripada yang mempunyai masalah.
  9. Belajar afektif sanggup dikembangkan atau diubah melalui interaksi guru dengan kelas.

Demikian semoga bermanfaat.....

Jadi Berakal Fungsi Santunan Kkg Pai Untuk Meningkatkan Kualitas Guru


Bidang penilaian atau penilaian pendidikan merupakan aspek yang tidak kalah penting untuk dikembangkan di masa depan. Salah satu kompetensi yang harus dikuasai seorang guru yakni keterampilan dalam merancang dan melakukan penilaian, baik yang menyangkut ranah sikap (afektif), pengetahuan (kognitif), dan keterampilan (psikomotorik).

Berdasarkan fakta yang ada, masih banyak guru termasuk Guru PAI yang masih perlu dilatih dalam bidang penilaian pendidikan, khususnya penilaian sikap.

Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas Guru PAI dalam memahami banyak sekali kompetensi yakni pemberdayakan KKG PAI yang ada di kabupaten/kota KKG merupakan kelompok kerja atau musyawarah guru yang difungsikan sebagai wadah untuk menyebarkan profesionalisme guru.

Kelompok ini dipandang sangat strategis dan perlu terus diberdayakan guna terwujudnya guru yang professional. Oleh alasannya yakni itu, Direktorat Pendidikan Agama Islam Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama memprogramkan pemberdayaan KKG PAI dengan keinginan meningkatnya motivasi para guru PAI dalam pengembangan kompetensi dan profesionalisme.

Agar kiprah KKG sebagai kelompok atau organisasi profesional maksimal maka harus diberdayakan pada segala bidang, menyerupai dari segi pengelolaan atau management, perencanaan program, pelaksanaan program, penilaian program, pengembangan program, dan seni administrasi training GPAI, sehingga sebagai kepanjangan tangan Kementerian Agama dalam Sosialisasi Kebijakan Pemerintah menjadi lebih bermakna.

Melihat kiprah KKG PAI SD tingkat Kab/Kota sangat strategies dalam upaya pengembangan dan peningkatan kompetensi guru PAI SD, maka Direktorat Pendidikan Agama Islam, Ditjen Pendidikan Islam merasa perlu untuk memberi support kepada organisasi profesi tersebut biar lebih berdaya dan memberi pencerahan kepada KKG PAI SD biar lebih berfungsi dan berperan sebagaimana mestinya, yaitu melalui Pemberian Dana Bantuan Pemberdayaan KKG PAI SD Tingkat Kabupaten/Kota.

Pemberian dana bantuan pemberdayaan KKG PAI SD ini didasari oleh beberapa alasan, antara lain :

Pertama
Keberadaan KKG PAI SD tingkat Kab/Kota di seluruh Indonesia hingga dengan ketika ini belum berfungsi dan berperan sebagaimana yang diharapkan. Kendalanya, antara lain KKG tidak mempunyai sumber pendanaan yang bisa menggerakkan agenda maupun acara yang telah dibentuk masing-masing. KKG juga pada umumnya tidak mempunyai sarana, peralatan, maupun media pembelajaran yang diharapkan untuk menunjang kegiatan-kegiatan dalam KKG.

Kedua
Peraturan Pemerintah RI No. 55 Tahun 2007 Bab II Pasal 2 perihal Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan mengamanatkan biar pengelolaan Pendidikan Agama Islam bisa membentuk insan Indonesia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berakhlak mulia dan bisa menjaga kedamaian dan kerukunan hubungan intra dan antar umat beragama.

Pendidikan Agama Islam juga diharapkan bisa mewujudkan berkembangnya kemampuan penerima didik dalam memahami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Agama Islam yang menyelaraskan penguasaan dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Sesuai amanat pasal 3, dinyatakan bahwa setiap satuan pendidikan pada semua jenjang dan jenis pendidikan wajib menyelenggarakan pendidikan agama. Dan pada Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 16 Tahun 2010 bab ketiga pasal 3 ayat 2 yang lain disebutkan bahwa setiap penerima didik pada sekolah berhak memperoleh pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya.

Ketiga
Untuk mewujudkan tujuan dan fungsi Pendidikan Agama Islam (PAI) di SD perlu dipersiapkan suatu pengelolaan PAI yang betul-betul terencana, terarah, sesuai kebutuhan dan potensi sekolah, sehingga berdampak positif terhadap hasil berguru penerima didik.

Pengelolaan hasil pembelajaran PAI yang berkualitas dipengaruhi oleh banyak sekali faktor di antaranya : kurikulum, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, tata kelola, dan penerima didik itu sendiri. Dari sekian banyak faktor, pendidik atau guru yakni faktor yang paling dominan, alasannya yakni dalam proses pembelajaran guru atau pendidik merupakan subject dan pelaku utamanya.

Keempat
Peran dan fungsi guru dalam system dan proses pendidikan sangat penting. Karena itu, Undang-undang No. 14 Tahun 2005 perihal guru dan dosen mensyaratkan biar guru pada setiap satuan pendidikan minimal berkualifikasi S.1 atau D.4.

Di samping itu, guru wajib lulus mengikuti agenda sertifikasi untuk memastikan bahwa guru tersebut professional. Bagi guru PAI yang sudah berkualifikasi S.1 dan sudah lulus sertifikasi, pada tahap berikutnya mempunyai kewajiban untuk setiap ketika meningkatkan wawasan, pengetahuan, dan kompetensinya sehingga terjamin kinerjanya tetap baik sesuaidengan kebutuhan dan perkembangan.

Kelima
Secara eksplisit tujuan pendidikan nasional begitu luas, ideal, dan nuansa agamisnya sangat kuat. Hal tersebut, memposisikan pentingnya PAI, sekaligus menempatkan guru agama khususnya guru mata pelajaran PAI di SD pada peran, fungsi, tugas, dan tanggungjawab yang relative lebih berat dibanding guru mata pelajaran lainnya.

Pembelajaran PAI tidak hanya sekedar menawarkan pengetahuan, tetapi lebih dari itu harus bisa menanamkan dan membiasakan sikap, karakter, kepribadian, dan prilaku terpuji. Karena itu pula, guru PAI perlu mempunyai kesadaran dan keikhlasan yang lebih pula untuk menjalankan instruksi etiknya sebagai guru, terutama kesadaran untuk menyebarkan dan meningkatkan mutu profesinya baik dilakukan secara sendiri-sendiri atau bahu-membahu dengan guru PAI lainnya.

Keenam
Peraturan Menteri Agama RI Nomor : 16 Tahun 2010 perihal Pengelolaan Pendidikan Agama di Sekolah, mengamanatkan biar guru agama (PAI) mempunyai sejumlah kompetensi yang mencakup 6 (enam) kompetensi, yaitu : Kompetensi pedagogic, Kompetensi kepribadian, Kompetensi sosial, Kompetensi professional, Kompetensi kepemimpinan, dan Kompetensi spiritual. Dengan adanya kompetensi tersebut, diharapkan guru Pendidikan Agama Islam tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer of knowledge, tetapi juga sebagai qudwah hasanah yang digugu dan ditiru sikap dan perilakunya sebagai cerminan pengejawantahan nilai-nilai fatwa Islam.

Ketujuh
ecara kuantitas jumlah Guru PAI SD yang berstatus PNS dan Non PNS, secara nasional kurang lebih ada 127.797 orang. Secara kualitas, kondisi Guru PAI ketika ini pada umumnya relatif masih rendah, dan harus terus ditingkatkan. Kualitas yang dimaksud, antara lain wawasan dan kompetensi sebagai Guru PAI, serta kompetensi dalam menyebarkan RPP, menyebarkan materi ajar, implementasi pembelajaran, dan kemampuan mendesain instrumen penilaian pembelajaran.

Dengan diberlakukannya kebijakan pemerintah perihal Kurikulum-2013 ketika ini, guru dituntut haruslebih kreatif, inovatif, dan profesional. Guru harus bisa mendesain perencanaan, melakukan dan menciptakan penilaian yang lebih baik dibanding dengan guru masa kemudian sebelum diberlakukannya Kurikulum-2013.

Kedelapan
Direktorat Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama RI secara teknis telah menetapkan bahwa perlu ada agenda berkelanjutan perihal training terhadap guru PAI SD terkait dengan peningkatan wawasan dan kompetensinya yang diformat sesuai dengan tujuan pembelajaran PAI, kebutuhan guru PAI, dan juga situasi, kondisi, dan potensi yang berkembang di sekolah. Program training berkelanjutan dimaksud yakni pemberian pertolongan operasional dalam rangka memberdayaan dan pencerahan bagi KKG PAI SD tingkat Kab/Kota.

Jadi Cendekia Cerita Inspiratif Sebatang Pensil


Pada mulanya sang pembuat pensil berkata pada pensil “ada lima hal yang harus kau ketahui sebelum saya mengutusmu ke dunia, ingatlah lima hal itu dan kau akan menjadi pensil terbaik yang pernah ada”.

Kamu bisa menciptakan karya-karya besar, tapi hanya bila kau membiarkan dirimu dalam tangan seseorang yang memegangmu. Dari waktu ke waktu kau akan mengalami hal yang menyakitkan yang mempertajam dirimu, pengalaman ini ialah tuntutan mutlak untuk menjadi pensil terbaik. Kamu mempunyai kemampuan untuk memperbaiki kesalahan apapun yang telah kau lakukan. Bagian terpenting dari dirimu ialah bab yang ada pada bab terdalam dari dirimu

Apapun kondisinya, kau harus terus menulis. Kamu harus meninggalkan jejak yang jelas, yagn sanggup dibaca dengan jelas, sekalipun dalam kesulitan yang sulit

Pensil memahami, berjanji untuk mengingat, dan kemudian masuk kedalam kotak dengan penuh pemahaman akan tujuan pembuatnya.

Sekarang gantilah “pensil” dengan “nama anda”. Ingatlah selalu dan jangan pernah melupakannya. Dan anda akan menjadi langsung yang terbaik yang pernah ada.

  1. Anda akan bisa menciptakan hal-hal besar, jikan hanya anda membiarkan diri anda dituntun oleh sang Pencipta dan membiarkan sesama mengakses kemampuan yang anda miliki
  2. Dari waktu ke waktu anda akan mengalami hal yang menyakitkan, melalui banyak sekali kesulitan dan masalah. Tapi pengalaman ini anda butuhkan untuk menjadi langsung yang kokoh
  3. Anda mempunyai kemampuan memperbaiki setiap kesalahan yang anda lakukan. Dengan melalui hal itu, anda akan berkembang dan tumbuh
  4. Bagian terpenting dari dirimu ialah bab terdalam dari jati dirimu
  5. Pada setiap jalan yang anda lalui, anda harus meninggalkan tanda / jejak yang jelas

Setiap orang sama ibarat pensil, diciptakan oleh Pencipta secara unik dengan tujuan tertentu, dengan memahami dan mengingatnya, mari kita melanjutkan penggilan kita sebagai guru dan orang renta dengan penuh makna dan menjalin kekerabatan bersahabat dengan Pencipta dan sesame dalam kehidupan kita sehari-hari.

Monday, 30 September 2019

Jadi Bakir Renungan Untuk Para Orang Tua


Renungan Untuk Para Orang Tua. Sebenarnya ini hanya untuk kalangan sendiri, bukan musik yang biasa tersebar dimana-mana tapi sebuah rekaman sebuah program tamat tahun Pondok Pesantren Sidogiri. MP3 ini di dedikasikan untuk para wali santri Sidogiri sebagai renungan akan tanggung jawabnya terhadap anak-anaknya yang di mondokkan di PP. Sidogiri.

Namun aku merasa ini juga perlu didengarkan ke semua kalangan khususnya untuk orang renta yang menginginkan anaknya mempunyai ilmu yang bermanfaat.

Teks puisi :

Kepada wali santri
Engkau jauh-jauh kemari menitipkan anakmu pada kyai
Engkau jauh-jauh kemari menggantungkan impian pada sidogiri
Engkau jauh-jauh kemari mengirim kebutuhan anakmu setiap bulan
Dan engkau jauh-jauh kemari mendatangi setiap panggilan undangan
Semoga ketulusan diterima dan anakmu mulya

Mungkin engkau titipkan anakmu disini biar sanggup mendalami ilmu agama
Mungkin engkau titipkan anakmu disini biar sanggup hidup mulya
Mungkin engkau titipkan anakmu disini biar kondusif dari perbuatan bebas yang lepas
Atau mungkin engkau titipkan anakmu disini biar hidupmu yang bebas dan lepas
Tak ada yang tahu, hanya Allah dan hatimu

Setiap anak lahir dalam keadaan suci
Lalu orang renta yang sanggup membawanya
Menjadi yahudi, nasrani, atau majasi atau tetap suci
Terserah kamu orang renta kemana anakmu akan kamu bawa
Pada kyai ataukah pada pencuri
Terserah kamu orang renta kemana anak-anakmu akan kamu bawa
Apakah hidup mulya atau hidup yang hina

Mungkin engkau telah mendidiknya sebelum kemari
Maka izinkanlah sidogiri mendidiknya dengan caranya sendiri
Mungkin juga engkau tidak sempat mendidiknya
Maka izinkanlah sidogiri mendidiknya sebelum engkau mati

Dan ketika kematianmu tiba
Apakah yang akan engkau pertaruhkan
Harta, tahta, semua sirna, semua tak kamu bawa semuanya hampa
Kecuali engkau punya amal ibadah
Kecuali engkau punya amal jariyah
Kecuali engkau punya ilmu manfaat
Atau engkau punya anak Sholeh dan sholehah
Lalu, sudah kamu memilikinya?

Meski engkau bukan siapa-siapa
Insya Allah anakmu mulya dan memulyakanmu
Setelah anakmu kamu mondokkan

Wali santri, ketika anakmu engkau titipkan disini
Maka anakmu menjadi milik kyai Bukan hanya menjadi milikmu
Kyai sidogiri bukan hanya yang masih ada
Yang sanggup engkau temui di dalem-dalemnya
Kyai sidogiri juga mereka yang sudah tiada
Yang hanya sanggup kamu temui di pesarean-pesareannya

Kyai sulaiman kyai aminullah kyai mahalli
Kyai nur hasan bin nur khotim
Kyai bahar bin nur hasan kyai nawawi bin nur hasan
Kyai abdul jalil bin fadzil kyai kholil nawawi
Kyai abd adzim bin urip kyai nur hasan nawawi
Kyai shiroj nawawi kyai sa’dullah nawawi
Kyai hasani bin nawawi dan kyai abdul alim bin abdul jalil
Mereka yaitu yang mengayomi anak-anakmu

Izinkanlah kyai-kyai mengayomi anak-anakmu
Izinkanlah majelis keluarga bermusyawaroh untuk kebaikan anakmu
Izinkanlah pengurus-pengurus pondok mengurus anak-anakmu
Izinkanlah guru-guru mengajar anakmu
Izinkanlah… Izinkanlah…

Engkau mempercayai kyai untuk kamu titipi anakmu
Dan kyai mempercayai pengurus untuk mengurus anak-anakmu
Sidogiri punya undang-undang dasar
Sidogiri punya peraturan-peraturan
Sidogiri punya pilihan dan kebijakan
Maka arahkan anakmu untuk mematuhinya

Sidogiri ajarkan ilmu agama
Sidogiri ajarkan tatakrama
Sidogiri ajarkan taat
Dan sidogiri juga ajarkan tawadu’
Maka arahkan anak-anakmu untuk mematuhinya dan mengamalkannya

Semoga niat tulusmu memondokkan anakmu dibalas Allah
Dengan ilmu untuk anakmu dan pahala untukmu
Semoga kepercayaanmu dibalas Allah
Dengan kemulyaan untuk anakmu dan kebahagiaan untukmu
Semoga ......

Download Mp3

Jadi Terpelajar Guru Hampir Kehilangan Nilai Perjuangan


Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa". Akankah peribahasa ini masih sering kita dengar seiring dengan banyak sekali "pendapatan" dan "kesejahteraan" yang didapat? Mulai dari tunjangan sertifikasi dan kenaikan gaji. Dulu, di pesantren diajarkan "likulli syaiin zakatun, wazakatul ilmi attarbiyah" bahwa zakatnya ilmu ialah mengajar. Ironisnya, kini ini banyak guru yang tidak sibuk mengajar akan tetapi terlena dengan berkas-berkas sertifikasi. Walhasil mereka terdegradasi spirit keihlasannya, terjebak oleh sistem standarisasi.

Dari hiruk pikuknya banyak sekali akomodasi negara untuk para guru, mulai dari BOS, tunjangan fungsional, tunjangan sertifikasi/profesi pendidik (TPP), ternyata masih ada dan masih banyak pendidik yang tidak terlena oleh banyak sekali macam tunjangan. "Para guru ngaji dan pengajar TPA/TPQ di pelosok nusantara, jangankan menerima tunjangan dari pemerintah, menerima honor bulanan pun juga tak pernah didapat. Mereka mengajar dengan penuh keikhlasan, para murid pun tidak dikenakan biaya sepeserpun. Inilah potensi keikhlasan yang dimiliki Kementerian Agama.

Para guru sekarang, sudah tergerogoti oleh jiwa tidak ikhlas. Sertifikasi yang masih secara nasional tidak menemui kejelasan eksistensinya. Orang karenanya gundah alasannya guru yang disertifikasi dan tidak, kualitasnya sama, bahkan tidak ada peningkatan kapasitas keilmuan apalagi profesionalismenya.

Akhirnya, muncullah agenda gres yang belum tentu anggun juga, yaitu Uji Kompetensi Guru (UKG) yang tujuannya ialah guru yang tidak baik menjadi baik, yang baik semakin baik. Namun agenda ini belum tentu akan menuntaskan masalah.

Wajar Dikdas 12 tahun yang akan digodok misalnya, ternyata ukurannya sangat kualitatif dan formal. Anggaran besar untuk pembangunan gedung, meubeler, peningkatan kualifikasi guru ialah tolok ukurnya. "Seharusnya sanggup mengukur kepada hal-hal yang non-formal, bahwa proses berguru tidak harus di balik tembok. Yang paling penting ialah pertolongan dan pengukuhan pada kompetensinya.

Jadi Cerdik Maksimalkan Golden Eye Anak Indonesia


Maksimalkan Golden Eye Anak Indonesia. Sekitar 80 persen otak anak berkembang pada usia 0-6 tahun, atau dikenal sebagai masa emas tumbuh kembang anak. Pada masa ini, berdasarkan Psikolog Anak Desni Yuniarni, gosip menyerupai apapun akan diserap anak tanpa melihat baik atau buruknya. Informasi ini nantinya akan menjadi pondasi pembetukan karakter, kepribadian, dan kemampuan kognitif mereka.

Lebih jauh, penelitian spesialis perkembangan dan sikap anak asal AS, Berry Brazelton, menununjukkan bahwa tahun pertama ialah masa krusial kehidupan anak. Masa ini, ujarnya, memilih apakah ketika beranjak cukup umur ia bisa menghadapi tantangan, mempunyai semangat berguru tinggi, dan berhasil dalam pekerjaan.

Perlu diingat, keberhasilan karir seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh nilai rapor sekolah saja. Namun, hal ini juga ditentukan dari kemampuan soft skill, yaitu kemampuan berkomunikasi, kerja sama, menuntaskan masalah, toleransi, dan sejenisnya.

Di sinilah PAUD (pendidikan usia dini), baik formal maupun informal, mengambil tugas utama. PAUD ialah daerah pertama anak berguru bersosialisasi dengan baik. Mereka berguru cara berinteraksi dengan orang lain di luar bundar keluarga dan berguru beradaptasi dalam lingkungan berbeda.

Manfaat pendidikan yang diterima semenjak usia dini, menyerupai pembiasaan baik yang dilakukan secara disiplin oleh pendidik PAUD, akan terbawa sampai dewasa. Setiap anak seharusnya mendapat pendidikan minimal satu tahun sebelum masuk pendidikan dasar. Dengan begitu, mereka dibekali dulu lewat pendidikan usia dini.

Semoga belum dewasa Indonesia bisa mendapat pendidikan yang menyenangkan, atraktif, dan di ketika yang sama juga membangun mental dan huruf semenjak kecil sehingga bisa menjadi dasar insan Indonesia yang baik.

Thursday, 12 September 2019

Jadi Akil Cara Meningkatkan Motivasi Mencar Ilmu Siswa


Motivasi sanggup diartikan sebagai kekuatan (energi) seseorang yang sanggup menumbuhkan tingkat semangat dalam melaksanakan suatu acara belajar, baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi instrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik). Menumbuhkan motivasi berguru siswa merupakan salah satu teknik dalam menyebarkan kemampuan dan kemauan belajar. Salah satu cara yang logis untuk momotivasi siswa dalam pembelajaran ialah mengaitkan pengalaman berguru dengan motivasi siswa. Guru sebagai orang yang membelajarkan siswa sangat berkepentingan dengan problem ini.

Sehingga sebagai guru atau calon guru sebisa mungkin kita harus selalu berupaya untuk sanggup meningkatkan motivasi berguru terutama bagi siswa yang mengalami kesulitan dalam berguru dengan memakai banyak sekali upaya yang sanggup dilakukan oleh guru yaitu:

  1. Memperjelas tujuan yang ingin dicapai.
  2. Membangkitkan motivasi siswa.
  3. Ciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar.
  4. Mengguanakan variasi metode penyajian yang menarik.
  5. Berilah kebanggaan yang masuk akal setiap keberhasilan siswa.
  6. Berikan penilaian.
  7. Berilah komentar terhadap hasil pekerjaan siswa.
  8. Ciptakan persaingan dan kerjasama

Faktor Motivasi


  1. Faktor instrinsik atau faktor dari dalam diri insan yang disebabkan oleh dorongan atan keinginan akan kebutuhan belajar, harapan, dan cita-cita.
  2. Faktor ekstrinsik juga mensugesti dalam motivasi belajar.
  3. Faktor ekstrinsik berupa adanya penghargaan, lingkungan berguru yang menyenangkan, dan acara berguru yang menarik.

Teori Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan)


Hierarki kebutuhan manusia:

  1. kebutuhan fisiologikal (physiological needs), ibarat : rasa lapar, haus, istirahat;
  2. kebutuhan rasa kondusif (safety needs), tidak dalam arti fisik semata, akan tetapi juga mental, psikologikal dan intelektual;
  3. kebutuhan akan kasih sayang (love needs);
  4. kebutuhan akan harga diri (esteem needs), yang pada umumnya tercermin dalam banyak sekali simbol-simbol status; dan
  5. aktualisasi diri (self actualization), dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk menyebarkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga bermetamorfosis kemampuan nyata.

Teori McClelland (Teori Kebutuhan Berprestasi)


Dari McClelland dikenal ihwal teori kebutuhan untuk mencapai prestasi atau Need for Acievement yang menyatakan bahwa motivasi berbeda-beda, sesuai dengan kekuatan kebutuhan seseorang akan prestasi. tiga ciri umum yaitu :

  1. sebuah preferensi untuk mengerjakan tugas-tugas dengan derajat kesulitan moderat;
  2. menyukai situasi-situasi di mana kinerja mereka timbul lantaran upaya-upaya mereka sendiri, dan
  3. menginginkan umpan balik ihwal keberhasilan dan kegagalan mereka, dibandingkan dengan mereka yang berprestasi rendah.

Teori Clyton Alderfer (Teori “ERG)


Existence, Relatedness , Growth

  1. Makin tidak terpenuhinya suatu kebutuhan tertentu, makin besar pula keinginan untuk memuaskannya;
  2. Kuatnya keinginan memuaskan kebutuhan yang "lebih tinggi" semakin besar apabila kebutuhan yang lebih rendah telah dipuaskan;
  3. Sebaliknya, semakin sulit memuaskan kebutuhan yang tingkatnya lebih tinggi, semakin besar keinginan untuk memuasakan kebutuhan yang lebih mendasar. 

Belajar


  • Gage  mengartikan 'belajar' sebagai suatu proses perubahan prilaku
  • Cronbach mendefinisikan belajar: "learning is shown by a change in behavior as a result of experience" (pembelajaran ditunjukkan oleh perubahan sikap sebagai hasil dari pengalaman)
  • Harold Spears menyampaikan bahwa: "learning is to observe, to read, to imitate, to try something themselves, to listen, to follow direction" (belajar ialah untuk mengamati, membaca, meniru, mencoba sesuatu sendiri, mendengarkan, mengikuti arah).
  • Geoch, menegaskan bahwa: "learning is a change in performance as result of practice".

Paradigma Belajar


Dalam paradigma gres pendidikan, tujuan pembelajaran bukan hanya untuk mengubah sikap siswa, tetapi membentuk abjad dan sikap mental profesional yang berorientasi pada global mindset. Fokus pembelajarannya ialah pada ‘mempelajari cara belajar’ (learning how to learn) dan bukan hanya semata pada mempelajari substansi mata pelajaran, tapi menjadi pembelajar sepanjang hayat (long life learners)

Motivasi Belajar


Ada empat katagori yang perlu diketahui oleh seorang guru yang baik terkait dengan motivasi "mengapa siswa belajar", yaitu

  1. Motivasi intrinsik (siswa berguru lantaran tertarik dengan tugas-tugas yang diberikan),
  2. Motivasi instrumental (siswa berguru lantaran akan mendapatkan konsekuensi: reward atau punishment),
  3. Motivasi sosial (siswa berguru lantaran wangsit dan gagasannya ingin dihargai), dan
  4. Motivasi prestasi (siswa berguru lantaran ingin memperlihatkan kepada orang lain bahwa beliau bisa melaksanakan kiprah yang diberikan oleh gurunya)

Strategi dan metode pembelajarannya ialah mengacu pada konsep konstruktivisme yang mendorong dan menghargai perjuangan berguru siswa dengan proses enquiry & discovery learning.

Paikem merupakan model pembelajaran kontekstual yang melibatkan paling sedikit empat prinsip utama dalam proses pembelajarannya.

  1. proses Interaksi (siswa berinteraksi secara aktif dengan guru, rekan siswa, multi-media, referensi, lingkungan dsb).
  2. proses Komunikasi (siswa mengkomunikasikan pengalaman berguru mereka dengan guru dan rekan siswa lain melalui cerita, obrolan atau melalui simulasi role-play).
  3. proses Refleksi, (siswa memikirkan kembali ihwal kebermaknaan apa yang mereka telah pelajari, dan apa yang mereka telah lakukan).
  4. proses Eksplorasi (siswa mengalami pribadi dengan melibatkan semua indera mereka melalui pengamatan, percobaan, penyelidikan dan/atau wawancara). 

Teknik Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa


  1. Memberikan penghargaan dengan memakai kata-kata, ibarat ucapan anggun sekali, hebat, dan menakjubkan. Penghargaan yang dilakukan dengan kata-kata (verbal) ini mengandung makna yang positif lantaran akan mengakibatkan interaksi dan pengalaman pribadi bagi diri siswa itu sendiri
  2. Memberikan nilai ulangan sebagai pemacu siswa untuk berguru lebih giat. Dengan mengetahui hasi yang diperoleh dalam berguru maka siswa akan termotivasi untuk berguru lebih ulet lagi.
  3. Menumbuhkan dan mengakibatkan rasa ingin tahu dalam diri siswa. Rasa ingin tahu sanggup ditimbulkan oleh suasana yang mengejutkan atau tiba-tiba.
  4. Mengadakan permainan dan memakai simulasi. Mengemas pembelajaran dengan membuat suasana yang menarik sehingga proses pembelajaran menjadi menyenangkan dan sanggup melibatkan afektif dan psikomotorik siswa. Proses pembelajaran yang menarik akan memudahkan siswa memahami dan mengingat apa yang disampaikan.
  5. Menumbuhkan persaingan dalam diri siswa. Maksudnya ialah guru memperlihatkan kiprah dalam setiap acara yang dilakukan, dimana siswa dalam melaksanakan tugasnya tidak berhubungan dengan siswa yang lainnya. Dengan demikian siswa akan sanggup membandingkan hasil pekerjaan yang dilakukannya dengan hasil siswa lainnya.
  6. Memberikan pola yang positif, artinya dalam memperlihatkan pekerjaan kepada siswa guru tidak dibenarkan meninggalkan ruangan untuk melaksanakan pekerjaannya lainnya.
  7. Penampilan guru; penampilan guru yang menarik, bersih, rapi, sopan dan tidak berlebih-lebihan akan memotivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran. Termasuk juga kepribadian guru, guru yang masuk kelas dengan wajah tersenyum dan menyapa siswa dengan ramah akan mebuat siswa merasa nyaman dan bahagia mengikuti pelajaran yang sedang berlangsung.

Indikator Keberhasilan


  1. Adanya hasrat dan keinginan untuk berhasil dalam belajar
  2. Adanya keinginan, semangat dan kebutuhan dalam belajar.
  3. Memiliki harapan dan harapan masa depan

Itulah beberapa hal yang bisa menjadi motivasi guru dan siswa untuk meningkatkan kwalitas berguru di dalam atau diluar sekolah. Semoga bermanfaat...

Jadi Cendekia Anda Seorang Guru? Berikut Tips Biar Disukai Siswa


Sudah tentu semua guru mengharap disenangi semua siswanya, dengan kata lain murid nge-fans sama gurunya. Jika sudah begitu, maka guru akan selalu dinanti kehadirannya dan berusaha mencari juga guru itu tidak ada, dan lain sebagainya.

Menjadi guru yang disukai juga bukan berarti menuruti semua keinginan. Karena jikalau guru menuruti semua keinginan siswa, bisa jadi malah menciptakan keluar dari tujuan proses berguru mengajar. Lalu bagaimana cara biar menjadi guru yang disenangi muridnya? Berikut tips yang bisa anda lakukan:

1. Gunakan metode yang bervariasi


Setiap bahan pelajaran mempunyai banyak sekali macam penyampaian. Seorang guru jangan hanya memakai satu metode saja contohnya hanya metode ceramah, wah itu menciptakan siswa tidak konsentrasi dan mengantuk. Tapi juga memakai metode yang berbeda yang bisa meningkatkan semangat berguru siswa, contohnya Tanya jawab atau diskusi. Itu akan memperlihatkan efek nyata kepada siswa alasannya ialah siswa ikut terlibat atau berperan aktif dalam acara pembelajaran.

2. Kondisi pembelajaran yang kondusif


Ini berkaitan dengan kemampuan guru dalam memberikan bahan yang yummy didengar dan gampang dipahami oleh siswa. Dalam hal ini guru tidak hanya mengajar saja, tapi juga berguru atas apa yang akan disampaikan kepada siswa. Selain tersebut pada poin 1, juga menyiapkan apa yang diperlukan dalam acara pembelajaran menyerupai RPP, silabus dan lainnya.

3. Humoris


Hampir semua siswa suka kepada guru yang humoris, tidak kaku, tersenyum meski dalam keadaan marah. Tentu saja humor tersebut masih terkait dengan bahan pembelajaran dan tidak menyinggung siapapun termasuk kekurangan siswa.

4. Memberikan hak dan kebutuhan siswa


Guru memperlihatkan hak kepada siswa, contohnya hak untuk bertanya dan mendapat balasan yang tepat. Guru yang disukai ialah guru yang memperlihatkan kebutuhan siswa, baik itu kebutuhan untuk dihargai atau kebutuhan huruf dan perkembangannya.

5. Menjaga wibawa


Ini langkah yang paling sulit untuk sebagian guru. Selain menjaga korelasi yang serasi antar siswanya, guru juga harus menjaga wibawanya. Dengan menjaga tingkah laris atau adab di dalam atau diluar sekolah. Bagaimana mungkin seorang guru dihormati oleh siswanya, jikalau tingkah lakunya (kebanyakan diluar sekolah) tidak mencerminkan seorang guru.

Bisa anda resapi sendiri makna dari bahasa filsafat ini dari kakek nenek saya:
“jika gurunya kencing berdiri, maka siswanya akan kencing berlari”.

6. Menjadi tauladan


Masih terkait dengan poin 5. Guru harus bisa memberika teladan tauladan kepada siswanya, artinya guru tidak hanya cendekia berbicara tapi juga bisa mempraktekkannya.

7. Berpenampilan menarik, murah senyum dan sabar


Menjaga penampilan yang menarik, rapi menciptakan murid merasa betah dengan guru. Begitupun dengan senyum, murid yang yang ‘bermasalah/nakal’ akan luntur dan akan menyukai guru yang suka senyum dengan lapang dada dan sabar.

8. Mendidik dengan hati dan menginspirasi


Status guru bukan hanya sebatas pekerjaan atau profesi, tapi juga sebagai bentuk dedikasi dan ibadah. Murid bukan hanya sebagai obyek, tetapi juga manusia menyerupai anak, yang tidak hanya dididik juga harus didoakan.

Mungkin hanya itu tips biar menjadi guru yang disenangi siswanya. Apakah Bapak Ibu punya pengalaman dan masukan untuk menjadi guru yang disenangi? Agar proses berguru mengajar bisa lebih bermakna. Di setiap simpulan tahun ajaran, bisa meminta masukan dari murid, menurutnya apa saja kekurangan kita sebagai guru dan apa yang mereka inginkan.

Sunday, 11 August 2019

Jadi Berakal Peluang Bisnis Dalam Kesempitan Pun Dapat Jadi Berkah


Peluang Bisnis Dalam Kesempitan Pun Bisa Makara Berkah. Dalam kehidupan ini musibah bisa tiba kapan saja dan di mana saja. Tak peduli siapapun Anda, kadang tanpa terduga, musibah bisa datang. Tentu saja, kehadiran musibah itu biasanya sangat tidak diharapkan. Apalagi musibah itu mengakibatkan luka, derita dan hilangnya harta benda bahkan nyawa. Oleh alasannya ialah itu, dalam doa yang dipanjatkan, orang sering memohon dijauhkan dari petaka.

Lalu, kalau tak mengharapkan musibah namun musibah tiba juga, bagaimana cara menyikapinya? Untuk hal yang satu ini, kita bisa mencar ilmu dari Bernie Ecclestone. Salah seorang pendiri balapan Formula 1 ini, bisa mengubah musibah menjadi berkah. Petaka yang menimpanya memang sempat membuatnya susah. Namun itu hanya sesaat saja, dengan cerdas beliau bisa mengubah musibah jadi berkah. Dengan musibah yang menimpa, beliau justru mendapat rezeki.

Saya sebut musibah alasannya ialah pada suatu waktu beliau dirampok, dihajar hingga babak belur oleh para perampok. Jam tangan Hublot seharga Rp 4 miliar raib digondol perampok. Dalam keadaan badan yang penuh luka, beliau minta orang untuk mengambil foto dirinya. Kemudian, hasil dari foto tersebut beliau kirim ke CEO Hublot, Jean Claude Biver. Dia tulis catatan di bawah foto yang beliau kirim: "See what people will do for a Hublot".

Apa yang dilalakukan oleh CEO Hublot, Jean Claude Biver, terhadap foto tersebut? Bagi Jean Claude Biver foto yang dikirim oleh Bernie Ecclestone mempunyai nilai yang sangat penting untuk melejitkan ketenaran Hublot. Untuk itu, beliau meminta izin Bernie Ecclestone untuk mengakibatkan foto tersebut sebagai iklan dan memasang foto Bernie Ecclestone yang sedang babak belur dengan judul besar: "See what people will do for a Hublot".

Setalah iklan tersebut dipasang di banyak sekali media publikasi kawan Hublot, terjadi peningkatan penjualan jam tangan Hublot yang luar bisa. Karena itu, Hublot kemudian membayar miliaran rupiah buat Bernie Ecclestone yang dipasang sebagai bintang iklan.

Apa yang sanggup kita pelajari dari kreativitas Bernie Ecclestone pada dikala ditimpa petaka?

Pertama, apabila Anda menggeluti dunia bisnis, maka dalam keadaan apapun, bagaimanapun dan di manapun, kesadaran bisnis harus tetap terjaga. Setiap bencana baik itu bencana yang menyenangkan maupun yang menyedihkan, kalau sanggup dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, akan bernilai bisnis. Perhatikan, banyak pengusaha yang berhasil mendulang kesuksesan di balik krisis ekonomi yang pernah melanda negeri ini pada 1997-1998.

Contohnya, beberapa pengusaha sarungan dari Sidogiri sukses mendirikan BMT Sidogiri pada dikala krisis ekonomi mulai melanda Indonesia pada 1997. Saat krisis ekonomi mulai mendera, mereka mendirikan BMT Maslahah dengan modal Rp 13,5 juta dengan tujuan untuk membantu kaum dhuafa dari jeratan rentenir. Tiga tahun kemudian, pada pertengahan 2000, mereka mendirikan BMT UGT Sidogiri yang sekarang (2016) memiliki aset lebih dari Rp 1,8 triliun.

Krisis ekonomi tidak menciptakan mereka gentar untuk hijrah dari ekonomi ribawi ke ekonomi syariah. Terbukti, ekonomi syariah ternyata lebih tahan dari gempuran krisis daripada ekonomi konvensional. Pada dikala bank-bank konvensional rontok, BMT Sidogiri perlahan namun niscaya berkembang sehingga menorehkan prestasi jago di tingkat nasional.

Kedua, terkadang peluang bisnis itu tiba dari arah yang tidak disangka-sangka. Maka dari itu, bersiaplah setiap dikala untuk menyongsong peluang bisnis meskipun akan hadir dalam waktu dan kawasan yang tidak atau kurang tepat. Apabila Anda terlambat menyongsongnya, maka peluang bisnis itu akan disambar oleh orang lain. Jadi, jangan hingga terlambat memanfaatkan peluang bisnis sebelum kesudahannya ditangkap oleh orang lain. Bila peluang bisnis itu hadir, segera bertindak cepat untuk menangkap peluang. Kaidahnya, siapa cepat beliau akan dapat, siapa lambat beliau akan ketinggala.

Ketiga, peluang bisnis itu kadang hanya sekali tiba dalam hidup Anda. Karena itu, ketika beliau datang, jangan hingga tidak memanfaatkan peluang bisnis itu dengan sebaik-baiknya. Untuk itu, jangan hingga ragu dan jangan hingga terlalu usang mengambil kesempatan tersebut. Orang-orang yang suka memancing tahu persis, sekali terlambat menarik kail, maka hilanglah kesempatan untuk mendapat ikan besar. Berarti, kita dituntut untuk bertindak cepat pada dikala yang sempurna semoga mendapat hasil yang maksimal.

Keempat, jangan hingga terlambat dalam mengambil keputusan dikala peluang bisnis datang. Berfikir sebelum bertindak itu baik sekali. Namun, kalau terlalu usang dalam berfikir sehingga terlabat mengambil keputusan, maka peluang bisnis akan pergi. Nokia kesudahannya harus undur diri dari bisnis telepon seluler alasannya ialah terlambat dalam mengambil keputusan untuk mencar ilmu dari lingkungan bisnis yang berubah dengan sangat cepat.

Oleh: Mokh. Syaiful Bakhri (BMT Sidogiri)

Jadi Arif Jikalau Kedua Orang Renta Bekerja, Mendidik Anak Tidak Dapat Optimal


Antara bekerja dan mendidik anak secara islami merupakan dilema yang ketika ini banyak dihadapi oleh keluarga gres terutama di kota-kota besar. Idealnya, yang berkewajiban untuk mencari nafkah bagi keluarga itu yakni suami. Namun, banyak perempuan yang ketika ini juga membantu suami dalam mencari nafkah sehingga keduanya sama-sama bekerja di luar rumah.

Pada masa awal ijab kabul ketika keduanya masih belum mempunyai seorang anak, hal tersebut tidak menjadikan masalah. Mereka masih sanggup menikmati kebersamaan di sela-sela kesibukan kerja. Namun, apabila mereka mulai mempunyai seorang anak, mereka akan dihadapkan pada dilema yang sangat pelik antara mendidik anak dan bekerja. Sedangkan, di antara kedua hal itu, terutama bagi seorang ibu, sangat sulit untuk dilaksanakan pada ketika yang bersamaan.

Apabila seorang istri dan suami sama-sama bekerja di luar rumah, tentunya maka mereka tidak akan optimal dalam mendidik anak alasannya biasanya anaknya dititipkan pada neneknya.

Fenomena kedua orang bau tanah yang sama-sama bekerja di luar rumah sehingga pendidikan anaknya tidak sanggup ditangani dengan optimal juga dialami oleh anaknya sendiri. Anak perempuan  yang sudah menikah itu bekerja dan suaminya juga bekerja. Anaknya dititipkan pada neneknya. Karena dititipkan pada neneknya, anaknya selalu dimanjakan. Neneknya tidak berani memarahi cucunya.

Tentu saja, apabila seorang anak senantisa dimanjakan oleh neneknya dan kedua orang tuanya tidak sanggup mendidik dengan baik, maka hal tersebut dikhawatirkan akan berdampak jelek terhadap perkembangan kepribadian seorang anak.

Meski demikian, sebagai seorang kakek tugasnya yakni mengasihi cucu, sedangkan pendidikan itu merupakan kiprah orang tuanya. mendidik anak itu merupakan tanggung jawab orang bau tanah yang tidak sanggup diabaikan demi kebaikan anaknya di masa yang akan datang.

Referensi: BMT UGT Sidogiri

Jadi Bakir 12 Prinsip Dan Cara Meningkatkan Motivasi Siswa Dalam Belajar


Motivasi merupakan faktor yang berarti dalam pencapaian prestasi belajar. Dua pembangkit motivasi berguru yang efektif yakni keingintahuan dan keyakinan akan kemampuan diri. Setiap penerima didik mempunyai rasa ingin tahu. Guru perlu menyalurkan dengan cara antara lain mengajukan pertanyaan di luar kebiasaan.

Keyakinan akan kemampuan diri sanggup ditumbuhkan dengan yara menunjukkan kiprah yang sanggup mereka selesaikan. Guru perlu menunjukkan penguatan bahwa mereka niscaya bisa.

1. Kebermaknaan


Peserta didik akan termotivasi untuk berguru kalau acara dan materi berguru dirasa bermakna bagi dirinya. Kebermaknaan lazimnya terkait dengan bakat, minat, pengetahuan dan tata nilai penerima didik.

2. Pengetahuan dan keterampilan prasyarat


Peserta didik akan sanggup berguru dengan baik kalau beliau telah menguasai semua prasyarat baik berupa pengetahuan, keterampilan dan sikap. Oleh sebab itu, penerima didik akan memakai pengetahuan awalnya untuk menafsirkan info dan pengalamannya. Penafsiran itu akan membangun pemahaman yang dipengaruhi oleh pengetahuan awal. Dengan demikian, guru perlu memahami pengetahuan awal penerima didik untuk dikaitkan dengan materi yang akan dipelajarinya sehingga menciptakan berguru menjadi lebih bermakna.

3. Model


Peserta didik akan menguasai keterampilan gres dengan baik kalau guru memberi referensi sebagai model untuk dilihat dan ditiru.

4. Komunikasi terbuka


Peserta didik akan termotivasi untuk berguru kalau penyampaian dilakukan secara terstruktur. sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif penerima didik sehingga pesan pembelajaran sanggup dievaluasi dengan tepat.

5. Keaslian dan kiprah yang menantang


Peserta didik akan termotivasi untuk berguru kalau mereka disediakan materi, acara gres atau gagasan mumi/asli (novelty) dan berbeda. Kebaruan atau keaslian gagasan akan menambah konsenfrasi mereka pada pelajaran. Hal ini besar lengan berkuasa pada pencapaian hasil belajar. Konsentrasi juga sanggup bertambah bila mereka menghadapi kiprah yang menantang dan sedikit melebihi -kemampuannya. Sebaliknya bila kiprah terlalu jauh dari akan terjadi kecemasan, dan bila kiprah kurang dari kemanu)uannyaakan terjadi kebosanan.

6. Latihan yang sempurna dan aktif


Peserta didik akan sanggup menguasai materi pembelajaran dengan efektif kalau KBM menunjukkan acara latihan yang sesuai dengan kemampuan, dan mereka sanggup berperan aktif untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.

7. Penilaian tugas


Peserta didik akan memperoleh pencapaian berguru yang efektif kalau kiprah dibagi dalam rentang waktu yang tidak terlalu panjang dengan frekuensi pengulangan yang tinggi.

8. Kondisi dan konsekuensi yang menyenangkan


Peserta didik akan berguru dan terus belajar, kalau kondisi berguru dibentuk menyenangkan, nyaman dan jauh dari sikap yang menyakitkan perasaan mereka. Belajar melibatkan perasaan. Suasana berguru yang menyenangkan akan diharapkan sebab otak tidak akan bekerja optimal bila perasaan dalam keadaan tertekan. Perasaan bahagia biasanya akan muncul bila berguru diwujudkan dalam bentuk permainan, khususnya pada pendidikan usia dini. Selanjutnya bermain sanggup dikembangkan men-jadi eksperimental yang lebih tinggi.

9. Keragaman Pendekatan


Peserta didik akan berguru kalau mereka diberi kesempatan untuk menentukan dan memakai aneka macam pendekatan dan sfrategi belajar. Pengalaman berguru tidak hanya berorientasi pada buku teks, tetapi juga sanggup dikemas dalam aneka macam acara mudah menyerupai proyek, simulasi, drama, dan/atau penelitian, atau pengujian.

10. Mengembangkan bermacam-macam kemampuan


Peserta didik akan sanggup berguru secara optimal kalau pengalaman berguru yang disajikan sanggup berbagi berbagai. kemampuan menyerupai kemampuan logis, matematis, bahasa, musik, gerak tubuh (kinestetik) dan kemampuan inter maupun intra personal. Tiap penerima didik mempunyai lebih dari satu kecerdasan yang mencakup kecerdasan: musik, gerak tubuh (kinestetik), logika-matematika, bahasa, ruang, intra pribadi, danantar pribadi. Sekolah perlu menyediakan aneka macam pengalaman berguru yang memungkinkan kecerdasan itu berkembang; sehingga anak dengan aneka macam kecerdasan yang berbeda sanggup terlayani secara optimal.

11. Melibatkan sebanyak mungkin indera


Peserta didik akanv menguasai hasil berguru dengan optimal kalau dalam belajai dimungkinkan memakai sebanyak mungkin indera untuk berinteraksi dengan isi pembelajaran.

12. Keseimbangan pengafuran pengalaman belajar


Peserta didik akan menguasai materi pembelajaran kalau pengalaman berguru diatur sedemikian rupa sehingga mereka mempunyai suatu refleksi penghayatan, kesempatan untuk menciptakan mengungkapkan, dan mengevaluasi apa yang beliau pelajari. Pengalaman berguru hendaknya juga menyediakan proporsi yang seimbang antara proteksi info dan penyajian terapannya.

Memikirkan ulang (refleksi) apa yang sedang dipikirkan. atau apa yang sedang dikerjakan menpakan acara penting dalam memantapkan pemahaman. Proses pikir ulang ini akan terjadi bila pemahaman yang dihasilkan dikomunikasikan dan ditanggapi dengan wujud diskusi (interaksi).

Refleksi sanggup juga terjadi bila guru sering mengajukan pertanyaan seperti: "Mengapa kau beropini menyerupai itu?" Mengingat berguru yakni proses membangun pemahaman mereka, maka mereka perlu diberi waktu yang memadai untuk melakukanproses itu. Artinya, berikan waktu yang cukup untuk berpikir saat mereka menghadapi masalah. Memberikan kesempatan kepada mereka untuk berguru artinya menunjukkan kesempatan untuk membangun sendiri gagasannya.

Jadi Berakal Pendidikan Anak Dalam Keluarga Lebih Berharga Dari Materi


Pendidikan anak dimulai dari keluarga untuk membentuk huruf dasar anak. Makan orang renta jangan hingga mengabaikan pendidikan anak dengan alasan kesibukan kerja. Demi pendidikan anak, apabila kedua orang renta bekerja di luar rumah, ibunya sebaiknya mengambil cuti untuk fokus mendidik anak dalam keluarga. Sebab, mendidik anak dalam keluarga itu jauh lebih penting dan berharga daripada mengumpulkan materi.

Orang renta jangan hingga mengabaikan pendidikan anak dalam keluarga. Pendidikan anak dalam keluarga harus menerima prioritas utama dari orang renta yang dilarang digantikan oleh orang lain. Oleh alasannya ialah itu, apabila kedua orang renta bekerja di luar rumah, sebaiknya ibunya cuti dari pekerjaan di luar rumah untuk fokus mendidik anak dalam keluarga. Apalah artinya mengumpulkan materi, namun mengabaikan pendidikan anak dalam keluarga.

Merupakan kerugian besar bagi orang renta apabila mengabaikan pendidikan anak dalam keluarga dan menyerahkan pendidikan anak dalam keluarga kepada orang lain ibarat nenek atau kekeknya. Malah lebih rugi lagi apabila pendidikan anak dalam keluarga itu diserahkan kepada pengasuh bayi atau pembantu rumah tangga. Terlebih lagi, akhir-akhir ini mencuat perkara pembantu rumah tangga yang bukannya mengasihi anak majikannya, malah menganiaya anak majikannya.

Dia menyebutkan kerugian besar alasannya ialah apabila pendidikan anak dalam keluarga diserahkan kepada kakek, nenek atau pembantu alasannya ialah hal itu beresiko kurang baik bagi pembentukan huruf anak. Apabila diserahkan kepada kakek atau neneknya, kecendrungannya anak akan dididik dengan kemanjaan. Sebab, biasanya seorang kakek atau nenek itu cenderung memanjakan cucunya. Sedangkan, anak yang dimanja itu biasanya tidak sanggup hidup dengan berdikari dan cenderung menggantungkan diri pada orang lain.

Lalu bagaimana bila pendidikan anak dalam rumah tangga diserahkan kepada pembantu? Seorang pembantu itu biasanya hanya memperhatikan pada kiprah utamanya sebagai seorang pembantu rumah tangga. Kalaupun beliau diberi kiprah mengasuh anak terutama balita, maka yang sanggup dilakukanya biasanya hanya sebatas memberi asupan makanan dan mengganti pakaian pada anak atau balita yang diasuhnya.

Mendidik anak dengan akhlakul karimah karimah itu sangat penting sekali. Dengan membekali anak dengan akhlakul karimah, maka seorang anak akan menjadi anak yang mempunyai sopan santun, baik sopan santun kepada orang tua, sopan santun kepada adik dan kakaknya, dan sopan santun kepada orang lain. Keberhasilan orang renta dalam mendidik anak itu bukan diukur dari kesuksesan dari segi materi, tetapi sejauh mana beliau sanggup menjadi anak yang shaleh yang berbakti kepada orang tua, agama dan bangsa.

Saturday, 10 August 2019

Jadi Berilmu Moral Guru Terhadap Diri Sendiri, Siswa, Dan Dalam Proses Pembelajaran


Guru harus bisa dipegang ucapannya dan ditiru sikap dan perilakunya, maka guru harus berakhlak tinggi dalam segala situasi dan kondisi senantiasa menerapkan etika yang baik.

Etika tersebut meliputi; etika pada diri sendiri, etika guru terhadap siswa, dan etika guru dalam proses pembelajaran.

Etika guru terhadap dirinya sendiri


  1. Selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam segala sikap dan tindakan, kapan dan dimana saja berada.
  2. Selalu merasa takut kepada Allah SWT dalam setiap gerak-geriknya, perkataan dan perbuatannya, sebab seorang guru memiliki tanggung jawab atas apa yang ada pada dirinya dalam bentuk ilmu, hikmah, dan rasa takut kepada Allah SWT.
  3. Selalu memiliki rasa ketenangan jiwa
  4. Selalu bersikap waro’ (berhati-hari terhadap hal-hal yang tidak layak apalagi haram)
  5. Selalu bersikap tawaddlu’ (rendah hati)
  6. Selalu khusu’ kepada Allah SWT Setiap urusannya hanya bergantung kepada Allah SWT
  7. Ilmunya tidak dijadikan sarana untuk memperoleh dunia menyerupai jabatan, harta, popularitas, dan ilmunya tidak dijadikan untuk menyaingi ilmu orang lain
  8. Tidak boleh mengagung-agungkan orang yang sibuk dengan urusan dunia
  9. Hatinya tidak menggantung pada duniawi
  10. Menghindari dari perbuatan yang tidak layak berdasarkan pandangan orang banyak
  11. Menjauhkan diri dari daerah yang dianggap jelek (tempat maksiat), jikalau memang ada kepentingan lain hendaknya memberitahukan tujuannya kepada orang lain
  12. Menjaga tegaknya syiar Islam menyerupai shalat berjamaah, menebarkan salam kepada orang lain, menegakkan amar makruf nahi munkar, serta sabar terhadap yang menyakiti hati
  13. Menghidupkan sunah-sunah Nabi Muhammad SAW
  14. Menjaga amalan-amalan sunah baik ucapan atau perbuatan
  15. Beradaptasi kepada masyarakat dengan adab yang mulia serta suci lahir batin dari adab yang buruk
  16. Haus ilmu dan amal
  17. Tidak sungkan meminta pendapat prang lain meskipun kepada yang lebih rendah

Etika guru terhadap siswa


  1. Seorang guru dalam memberikan proses mencar ilmu kepada santri hendaknya dengan niat; mencari ridlo Allah SWT, mengembangkan ilmu, menghidupkan syariat agama,, menghilangkan kebatilan, terpeliharanya kebaikan imat dengan tumbuhnya generasi ulama, memperoleh pahala dari mereka, menerima barokah doa dari mereka, terhitung dalam orang yang memberikan hukum-hukum Allah SWT
  2. Tidak ada bantalan an untuk tidak mengajar sebab tidak adanya keikhlasan. Mengajarlah sekalipun belum ikhlas, sambil membenahi niat yang benar
  3. Mencintai siswa menyerupai halnya seorang guru yang menyayangi dirinya sendiri
  4. Memberikan akomodasi dalam memberikan bahan pembelajaran dengan memakai bahasa yang gampang dipahami
  5. Menyampaikan bahan pembelajaran dengan semangat yang tinggi
  6. Menganjurkan kepada siswa untuk mengulang hafalan
  7. Menegur siswa yang mencar ilmu diluar kemampuannya
  8. Tidak boleh menonjolkan rasa pilih kasih
  9. Buatlah suasana yang serasi dalam ruang kelas, ingatkan siswa yang tidak hadir dengan baik
  10. Memperhatikan apa saja yang dikerjakan para siswa, baik dalam penyampaian salam, berkomunikasi, saling tolong menolong dalam kebaikan
  11. Apabila ada siswa yang mangkir melebihi batas izin maka tanyakan kondisi dan keadaannya
  12. Menaruh rasa tawadu’ kepada siswa dan orang yang meminta petunjuk
  13. Berbicara dengan siswa dengan sopan dan santun terlebih kepada mereka yang berprestasi

Etika guru dalam proses pembelajaran


  1. Hendaknya masuk kelas dalam keadaan suci dari hadats dan kotoran, dan mengenakan pakaian yang layak serta wewangian
  2. Meluruskan niat bahwa mengajar hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT
  3. Masuk kelas hendaknya mengucapkan salam dengan penuh wibawa, tenang, konsentrasi, rendah hati.
  4. Hendaknya dikala mengajar jangan dalam keadaan lapar, haus, sedang susah, marah, ngantuk, sebab akan menghilangkan konsentrasi
  5. Mengawali pelajaran dengan membaca ayat al-Quran dan berdoa sebab mengharap keberkahan
  6. Menjaga ruang kelas tidak gaduh sebab akan menghambat pendengaran
  7. jika ada siswa gres berikanlah kasih sayang , jangan terlalu memandanginya sebab itu sanggup mengurangi mental
  8. menutup pelajaran dengan pembacaan surat al-Ashr

Monday, 25 March 2019

Jadi Bakir Ada Apa Dengan Pendidikan


Mengapa kurikulum harus berubah? Ada kesan ganti Mentri ganti Kurikulum. Apakah Kurikulum 2013 itu KTSP? Apa Rasional Kur 2013? Apakah semua Standar Nasional Pendidikan Berubah?

Apa Perbedaan SKL kur 2013 dibanding dengan SKL kur sebelumnya? Apakah Kompetensi Inti itu? Jenis komp inti? Apakah Saintific Approach itu? Penilaian otentik itu? Apakah Ujian tingkat kompetensi dan Ujian mutu tingkat kompetensi itu? Haruskah KD1 dan KD 2 itu diturunkan menjadi indikator?

Mengapa Kurikulum Harus Berubah?


Apakah Pendidikan kita sudah menghasilkan orang-orang bermoral?
Seperti apa pendidikan yang kita laksanakan?
Tidak lain ialah sebuah penjara bagi bawah umur kita yang berjulukan "kelas"

Kita tumpuki mereka dengan seonggok jagung, membusuklah mereka bersama jagung itu.
Lupa kita membawa mereka ke tanah ladang, Mengamati jagung itu tumbuh dan berkecambah, berbunga dan berbuah.

Beri mereka kesempatan untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan ke-UNIK-annya.
Bantu mereka untuk jadi dirinya, untuk bekal mengarungi kehidupannya.

Pendidikan itu bisa dianalogikan dengan:

  • Pemanah (Pendidik/Guru/Dosen)
  • Anak panah (Anak didik/Murid)
  • Busur Panah/Alat pelepas anak panah (Sarana dan Prasarana)
  • Target/Sasaran (Visi, Misi, dan Tujuan Pendidikan)
  • Kondisi lingkungan, angin, dan cuaca (Lingkungan pendidikan)

Pemanah harus mengetahui:

  • Sasaran yang ingin dipanah
  • Cara memakai busur panah, sehingga bisa memanah dengan sempurna pada sasarannya

Anak panah harus memenuhi persyaratan:

  • Kualitas bahannya harus baik
  • Bentuk konstruksi fisiknya (berat anak panah, dimensi fisik, model anak panah) harus sesuai dengan target bidik yang dituju

Alat melepaskan anak panah (Busur) harus memenuhi persyaratan:

  • Kualitas bahannya harus baik
  • Bentuk konstruksi fisiknya (berat, dimensi fisik, dan model) harus sesuai dengan konstruksi fisik anak panah, pemanah

Agar pemanah, anak panah, dan busur panah sanggup difungsikan dengan baik untuk mencapai target perlu adanya perawatan. Perawatan yang dimaksudkan dalam sistem pendidikan ialah sistem administrasi (perencanaan, pengoganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi) pendidikan yang baik.

Pemanah harus:

  • Sering berlatih menyempurnakan teknik
  • Mempelajari teknik-teknik gres dalam memanah
  • Mampu melihat sasarn dengan jelas
  • Memperhatikan kondisi angin
  • Mampu menjaga kesehatan fisik dan psikis

Anak panah dan busur panah harus:

  • Disimpan ditempat yang baik biar konstruksi fisik tidak berubah, komposisi dan kualitas materi tertap terjaga kualitasnya. Artinya anak didik harus dalam lingkungan yang baik
  • Memodifikasi konstruksi dan materi untuk mendapat hasil pemanahan yang baik

Tahun 2005 Indonesia mempunyai perangkat Hukum PP Nomor 19 Tahun 2005 perihal Standar Nasional Pendidikan. yaitu; "acuan minimal penyelenggaraan pendidikan untuk seluruh forum pendidikan dasar dan mengah di seluruh wilayah aturan Indonesia".

Ujian Tingkat Kompetensi


  • Ujian Tingkat Kompetensi (UTK) > Satuan Pendidikan
  • Ujian Mutu Tingkat Kompetensi (UMTK) > Pemerintah (BSNP)
  • Dilaksanakan pada Kelas II, IV, VIII, XI

Uji Kendali Mutu


  • Ujian Tingkat Kompetensi yang selanjutnya disebut UTK merupakan acara pengukuran yang dilakukan oleh satuan pendidikan untukmengetahui pencapaian tingkat kompetensi. Cakupan UTK mencakup sejumlah Kompetensi Dasar yang merepresentasikan Kompetensi Inti pada tingkat kompetensi tersebut.
  • Ujian Mutu Tingkat Kompetensi yang selanjutnya disebut UMTK merupakan acara pengukuran yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengetahui pencapaian tingkat kompetensi. Cakupan UMTK mencakup sejumlah Kompetensi Dasar yang merepresentasikan Kompetensi Inti pada tingkat kompetensi tersebut.

Tujuan Kurikulum 2013


Mempersiapkan insan Indonesia biar mempunyai kemampuan hidup sebagai langsung dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta bisa berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia.

Tantangan Internal


  • Tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 Standar Nasional Pendidikan yang mencakup standar pengelolaan, standar biaya, standar sarana prasarana, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar isi, standar proses, standar penilaian, dan standar kompetensi lulusan.
  • Tantangan internal lainnya terkait dengan faktor perkembangan penduduk Indonesia dilihat dari pertumbuhan penduduk usia produktif.

Tantangan Eksternal


  1. Tantangan Masa Depan
    • Globalisasi: WTO, ASEAN Community, APEC, CAFTA
    • Masalah lingkungan hidup
    • Kemajuan teknologi informasi
    • Konvergensi ilmu dan teknologi
    • Ekonomi berbasis pengetahuan
    • Kebangkitan industri kreatif dan budaya
    • Pergeseran kekuatan ekonomi dunia
    • Pengaruh dan pengaruh teknosains
    • Mutu, investasi dan transformasi pada sektor pendidikan
    • Materi TIMSS dan PISA
  2. Kompetensi Masa Depan
    • Kemampuan berkomunikasi
    • Kemampuan berpikir jernih dan kritis
    • Kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan
    • Kemampuan menjadi warga negara yang bertanggungjawab
    • Kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda
    • Kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal
    • Memiliki minat luas dalam kehidupan
    • Memiliki kesiapan untuk bekerja
    • Memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya
    • Memiliki rasa tanggungjawab terhadap lingkungan

Persepsi Masyarakat


  • Terlalu menitik beratkan pada aspek kognitif
  • Beban siswa terlalu berat
  • Kurang bermuatan karakter

Perkembangan Pengetahuan dan Pedagogi


  • Neurologi
  • Psikologi
  • Observation based [discovery] learning dan Collaborative learning

Fenomena Negatif yang Mengemuka


  • Perkelahian pelajar
  • Narkoba
  • Korupsi
  • Plagiarisme
  • Kecurangan dalam Ujian (Contek, Kerpek.)
  • Gejolak masyarakat (social unrest)

Langkah Penguatan Proses


Proses Karakteristik Penguatan
Pembelajaran
  • Menggunakan pendekatan saintifik melalui mengamati, menanya, mencoba, menalar,....
  • Menggunakan ilmu pengetahuan sebagai pelopor pembelajaran untuk semua mata pelajaran
  • Menuntun siswa untuk mencari tahu, bukan diberi tahu [discovery learning]
  • Menekankan kemampuan berbahasa sebagai alat komunikasi, pembawa pengetahuan dan berfikir logis, sistematis, dan kreatif
Penilaian
  • Mengukur tingkat berfikir siswa mulai dari rendah hingga tinggi
  • Menekankan pada pertanyaan yang mebutuhkan pemikiran mendalam [bukan sekedar hafalan]
  • Mengukur proses kerja siswa, bukan hanya hasil kerja siswa
  • Menggunakan portofolio pembelajaran siswa

Langkah Penyesuaian Beban Guru dan Murid SD


Pelaku Beban Penyelesaian
Guru
  • Menyusun Silabus
  • Mencari buku yang sesuai
  • Mengajar beberapa mata pelajaran dengan cara berbeda
  • Mengajar banyak mata pelajaran
  • Menggunakan bahasa Indonesia sebagai penghela mata pelajaran yang lain sehingga selara
  • Menggunakan ilmu pengetahuan sebagai pelopor pembahasan
Disediakan buku pegangan guru
Pendekatan tematik terpadu memakai satu buku untuk semua mata pelajaran sehingga sanggup selaras dengan kemampuan Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan carrier of knowledge.
Murid
  • Mempelajari banyak mapel
  • Mempelajarai mata pelajaran dengan cara berbeda
  • Membeli buku
  • Membeli lembar kerja siswa
Penyedian buku teks oleh pemerintah/daerah

Keseimbangan antara sikap, keterampilan dan pengetahuan untuk membangun soft skills dan hard skills.

Sunday, 24 March 2019

Jadi Pintar Tugas Guru Sebagai Motivator Dalam Acara Berguru Mengajar


Dalam proses pembelajran motivasi merupakan salah satu aspek dinamis yang sangat penting. Sering terjadi siswa yang kurang berprestasi bukan disebabkan oleh kemampuannya yang kurang, akan tetapi dikarenakan tidak adanya motivasi untuk berguru sehingga ia tidak berusaha untuk mengerahkan segala kemampuannya. Dengan demikian, sanggup dikatakan siswa yang berprestasi rendah belum tentu disebabkan oleh kemampuannya yang rendah pula, akan tetapi mungkin disebabkan oleh tidak adanya dorongan atau motivasi.

Kemudian apa yang disebut motivasi itu? Woodwort (1955) mengatakan: "A motive is a set predisposes the individual of certain activities and for seeking certain goals". Suatu motif yaitu suatu set yang sanggup membuat individu melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan. Dengan demikian, sikap atau tindakan yang ditunjukkan seseorang dalam upaya mencapai tujuan tertentu sangat tergantung dari motive yang dimilikinya. Arden (1957) menegaskan "motives as internal condition arouse sustain, direct and determain the intensity of learning effort, and also define the set satisfying or unsatisfyng consequences of goal".

Dari definisi tersebut maka jelas, berpengaruh lemahnya atau semangat tidaknya perjuangan yang dilakukan seseorang untuk mecapai suatu tujuan akan ditentukan oleh berpengaruh lemahnya motife yang dimiliki orang tersebut. Motif dan motivasi merupakan dua hal yang tidak sanggup dipisahkan. Motivasi merupakan penjelmaan dari motive yang sanggup dilihat dari sikap yang ditunjukkan seseorang. Hilgard menyampaikan bahwa motivasi yaitu suatu keadaan yang terdapat dalam diri seseorang yang mengakibatkan seseorang melaksanakan aktivitas tertentu untuk mencapai tujuan tertentu. Makara dengan demikian, motivasi muncul dari dalam diri seseorang.

Motivasi sangat erat hubugannya dengan kebutuhan, lantaran memang motivasi muncul lantaran kebutuhan. Seseorang akan terdorong untuk bertindak manakala dalam dirinya ada kebutuhan. Kebutuhan ini yang menjadikan keadaan ketidakseimbangan (ketidak puasaan), yaitu ketegangan-ketegangan, dan ketegangan itu akan hilang manakala kebutuhan itu telah terpenuhi.

Proses pembelajaran akan berhasil manakala siswa mempunyai motivasi dalam belajar. Oleh lantaran itu guru perlu menumbuhkan motivasi berguru siswa. Untuk memperoleh hasil berguru yang optimal, guru dituntut kreatif membangkitkan motivasi berguru siswa. Di bawah ini dikemukakan beberapa petunjuk.

1. Memperjelas Tujuan yang Ingin Dicapai


Tujuan yang terang sanggup membuat siswa paham ke arah mana ia ingin di bawa. Pemahaman siswa wacana tujuan pembelajaran sanggup menumbuhkan minat siswa untuk berguru yang pada gilirannya sanggup meningkatkan motivasi berguru mereka. Semakin terang tujuan yang ingin dicapai, maka akan semakin berpengaruh motivasi berguru siswa. Oleh lantaran itu sebelum proses pembelajaran dimulai hendaknya guru menjelaskan terlebih dahulu tujuan yang ingin dicapai.

2. Membangkitkan Minat Siswa


Siswa akan terdorong untuk belajar, manakala mereka mempunyai minat untuk belajar. Oleh lantaran itu berbagi minat berguru siswa merupakan salah satu teknik dalam berbagi motivasi belajar. Beberapa cara sanggup dilakukan untuk membangkitkan minat berguru siswa di antaranya:

  • Hubungkan materi pelajaran yang akan diajarkan dengan kebutuhan siswa. Minat siswa akan tumbuh manakala ia sanggup menangkap bahwa materi pelajaran itu mempunyai kegunaan untuk kehidupannya. Dengan demikian guru perlu menjelaskan keterkaitan materi pelajaran dengan kebutuhan siswa.
  • Sesuaikan materi pelajaran dengan tingkat pengalaman dan kemampuan siswa. Materi pelajaran yang terlalu sulit untuk dipelajari atau materi pelajaran yang jauh dari pengalaman siswa, akan tidak diminati oleh siswa. Materi pelajaran yang terlalu sulit tidak akan sanggup diikuti dengan baik dan sanggup menjadikan siswa akan gagal mencapai hasil yang optimal, kegagalan itu sanggup membunuh minat siswa untuk belajar. Biasanya minat siswa akan tumbuh bila ia mendapat kesuksesan dalam belajar.
  • Gunakan perbagai model dan taktik pembalajran secara bervariasi contohnya diskusi, kerja kelompok, eksperimen, demonstrasi dan lain sebagainya.

3. Ciptakan Suasana yang Menyenangkan dalam Belajar


Siswa hanya mungkin sanggup berguru dengan baik, manakala ada dalam suasana yang menyenangkan, merasa kondusif bebas dari rasa takut. Usahakan semoga kelas selamanya dalam suasana hidup dan segar, terbebas dari rasa tegang. Untuk itu guru sekali-kali sanggup melaksanakan hal-hal yang lucu.

4. Berilah Pujian yang Wajar terhadap Setiap Keberhasilan Siswa


Motivasi akan tumbuh manakala siswa merasa dihargai. Memberikan kebanggaan yang masuk akal merupakan salah satu cara yang sanggup dilakukan untuk menawarkan penghargaan. Pujian tidak selamanya harus dengan kata-kata, justru ada anak yang merasa tidak bahagia dengan kata-kata. Pujian sebagai penghargaan bisa dilakukan dengan instruksi contohnya senyuman dan anggukan yang wajar, atau mungkin dengan tatapan mata yang meyakinkan.

5. Berikan Penilaian


Banyak siswa yang berguru lantaran ingin memperoleh nilai bagus. Untuk itu mereka berguru dengan giat. Bagi sebagian siswa nilai sanggup menjadi motivasi yang berpengaruh untuk belajar. Oleh lantaran itu evaluasi harus dilakukan dengan segera, semoga siswa secepat mungkin mengetahui hasil kerjanya. Penilaian harus dilakukan secara objektif sesuai dengan kemampuan siswa masing-masing.

6. Berilah Komentar terhadap Hasil Pekerjaan Siswa


Siswa butuh penghargaan. Penghargaan bisa dilakukan dengan menawarkan komentar yang positif. Setelah siswa simpulan mengerjakan suatu tugas, sebaiknya berikan komentar secepatnya contohnya dengan menawarkan goresan pena “bagus”, atau “teruskan pekerjanmu” dan lain sebagainya. Komentar yang aktual sanggup meningkatkan motivasi berguru siswa.

7. Ciptakan Persaingan dan Kerjasama


Persaingan yang sehat sanggup menawarkan imbas yang baik untuk keberhasilan proses pembelajaran siswa. Melalui persaingan siswa dimungkinkan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memperoleh hasil yang terbaik. Oleh lantaran itu guru harus mendesain pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk bersaing baik antara kelompok maupun antar individu. Namun demikian, diakui persaingan tidak selamanya menguntungkan, khususnya untuk siswa yang memang dirasakan tidak bisa untuk bersaing, oleh lantaran itu pendekatan cooperative learning sanggup dipertimbangkan untuk membuat persaingan antar kelompok.

Disamping beberapa petunjuk cara membangkitkan motivasi berguru siswa di atas adakalanya motivasi itu juga sanggup dibangkitkan dengan cara-cara lain yang sifatnya negatif menyerupai menawarkan hukuman, teguran dan kecaman, menawarkan kiprah yang sedikit berat (menantang). Namun teknik-teknik semacam itu hanya sanggup dipakai dalam kasus-kasus tertentu. Beberapa hebat menyampaikan dengan membangkitkan motivasi dengan cara-cara semacam itu lebih banyak merugikan siswa. Untuk itulah seandainya masih bisa dengan cara-cara yang positif, sebaiknya membangkitkan motivasi dengan cara negatif dihindari.

Jadi Bakir Semangat Untuk Pendidik / Guru Paud Tk Ra


Bekerja ialah Rahmat alasannya ialah itu kita harus mensyukurinya

Bekerja ialah Sehat alasannya ialah itu, kita mengaktualisasikannya dengan giat

Bekerja ialah Amanah alasannya ialah itu, kita harus bertanggung jawab

Bekerja ialah Suci Karena itu, kita menjaganya pada jalan yang benar

Bekerja ialah Seni alasannya ialah itu ia menjadi kesukaan dan mendorong kita untuk kreatif

Bekerja ialah Ibadah alasannya ialah itu inilah dedikasi kita, dan kita lakukan dengan serius

Bekerja itu Mulia karenanya kita menunjukkan pelayaan terbaik sehingga sempurna

Bekerja  merupakan kewajiban Maka kita teguh melaksanakannya

Bekerja ialah suatu kehormatan Maka kita pastikan kesannya unggul

Bekerja ialah panggilan hidup Maka kita harus siap dengan segala resiko, apapun yang terjadi

Semoga menambah motivasi kita dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia

Jadi Berilmu Tugas Guru Sebagai Pembimbing Dalam Acara Pembelajaran


Siswa yaitu individu yang unik. Keunikan itu bisa dilihat dari adanya setiap perbedaan. Artinya, tidak ada dua individu yang sama. Walaupun secara fisik mungkin individu mempunyai kemiripan, akan tetapi pada hakikatnya mereka tidaklah sama, baik dalam bakat, minat, kemampuan dan sebagainya. Di samping itu setiap individu juga yaitu makhluk yang sedang berkembang. Irama perkembangan mereka tentu tidaklah sama juga. Perbedaan itulah yang menuntut guru harus berperan sebagai pembimbing. Membimbing siswa supaya sanggup menemukan aneka macam potensi yang dimilikinya sebagai bekal hidup mereka, membimbing siswa supaya sanggup mencapai dan melakukan tugas-tugas perkembangan mereka, sehingga dengan ketercapaian itu ia sanggup tumbuh dan berkembang sebagai insan ideal yang menjadi keinginan setiap orang renta dan masyarakat.

Seorang guru dan siswa sepeti halnya seorang petani dengan tanamannya. Seorang petani tidak bisa memaksa supaya tanamannya cepat berbuah dengan menarik batang atau daunya. Tanaman itu akan berbuah manakala ia mempunyai potensi untuk berbuah serta telah hingga pada waktunya untuk berbuah. Tugas seorang petani yaitu menjaga supaya flora itu tumbuh dengan sempurna, tidak terkena hama penyakit yang sanggup menimbulkan flora tidak berkembang dan tidak tumbuh dengan sehat, yaitu dengan cara menyemai, menyiram, memberi pupuk dan memberi obat pembasmi hama.

Demikian juga halnya dengan seorang guru. Guru tidak sanggup memaksa supaya siswanya jadi "itu" atau jadi "ini". Siswa akan tumbuh dan menjelma seseorang sesuai dengan minat dan bakan yang dimilikinya. Tugas guru yaitu menjaga, mengarahkan dan membmbing supaya siswa tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi, minat dan bakatnya. Inilah makna kiprah sebagai pembimbing.

Agar guru berperan sebagai pembimbing yang baik, maka ada beberapa hal yang harus dimiliki, diantaranya:

Pertama, guru harus mempunyai pemahaman wacana anak yang sedang dibimbingnya. Misalnya pemahaman wacana gaya dan kebiasaan berguru serta pemahaman wacana potensi dan talenta yang dimiliki anak. Pemahaman ini sangat penting artinya, alasannya yaitu akan memilih teknik dan jenis bimbingan yang harus diberikan kepada mereka.

Kedua, guru harus mamahami dan trampil dalam merencanakan, baik merencakan wacana tujuan dan kompetensi yang hendak dicapai, maupun merencakan proses pembelajaran. Proses bimbingan akan sanggup dilakukan dengan baik manakala sebelumnya guru merencanakan hendak di bawa ke mana siswa, apa yang harus dilakukan dan lain sebagainya. Untuk merumuskan tujuan yang sesuai guru harus memahami segala sesuatu yang berafiliasi baik dengan sistem nilai masyarakat maupun dengan kondisi psikologis dan fisiologis siswa, yang kesemuanya itu terkandung dalam kurikulum sebagai pedoman dalam merumuskan tujuan dan kompetensi yang harus dimiliki.

Di samping itu juga guru perlu bisa merencanakan dan mengimplentasikan proses pembelajaran yang melibatkan siswa secara penuh. Proses membimbing yaitu proses memperlihatkan dukungan kepada siswa, dengan demikian yang terpenting dalam proses pembelajaran yaitu siswa itu sendiri.

Jadi Pintar Tugas Guru Sebagai Pengelola Pembelajaran Di Sekolah


Sebagai pengelola pembelajaran (learning manajer), guru berperan dalam membuat iklim mencar ilmu yang memungkinkan siswa sanggup mencar ilmu secara nyaman. Melalui pengelolaan kelas yang baik guru sanggup menjaga kelas supaya tetap aman untuk terjadinya proses mencar ilmu seluruh siswa.
Menurut Ivor K. Devais, salah satu kecenderungan yang sering dilupakan yaitu melupakan bahwa hakikat pembelajaran yaitu belajarnya siswa dan bukan mengajarnya guru.

Dalam hubungannya dengan pengelolaan pembelajaran Alvin C. Eurich menjelaskan prinsip-prinsip mencar ilmu yang harus diperhatikan guru yaitu sebagai berikut:

  1. Segala sesuatu yang dipelajari oleh siswa, maka siswa harus mempelajarinya sendiri.
  2. Setiap siswa yang mencar ilmu mempunyai kecepatan masing-masing.
  3. Seorang siswa akan mencar ilmu lebih banyak apabila setiap selesai melaksanakan tahapan kegiatan diberikan reinforcement.
  4. Penguasaan secara penuh dari setiap langkah memungkinkan mencar ilmu secara keseluruhan lebih berarti.
  5. Apabila siswa diberi tanggung jawab, maka ia akan lebih termotivasi untuk belajar.

Dalam melaksanakan pengelolaan pembelajaran, ada dua macam kegiatan yang harus dilakukan yaitu megelola sumber balajar dan melaksanakan tugas sebagai sumber mencar ilmu itu sendiri. Sebagai manajer, guru mempunyai 4 fungsi umum, yaitu:

  1. Merencanakan tujuan belajar.
  2. Mengorganisasikan banyak sekali sumber mencar ilmu untuk mewujudkan tujuan belajar.
  3. Memimpin, yang mencakup memotivasi, mendorong dan menstimulasi siswa.
  4. Mengawasi segala sesuatu, apakah sudah berfungsi sebagaimana mestinya atau belum dalam rangka pencapaian tujuan.

Walaupun keempat fungsi itu merupakan kegiatan yang terpisah, namun keempatnya harus dipandang sebagai suatu bulat atau siklus kegiatan yang berafiliasi satu sama lain.

Fungsi perencanaan merupakan fungsi yang sangat penting bagi seorang manajer. Kegiatan-kegiatan dalam melaksanakan fungsi perencanaan di antaranya mencakup memperkirakan tuntutan dan kebutuhan, memilih tujuan, menulis silabus kegiatan pembelajaran, memilih topik-topik yang akan dipelajari, mengalokasikan waktu serta memilih sumber-sumber yang diperlukan. Melalui fungsi perencanan ini, guru berusaha menjembatani jurang antara dimana murid berada dan kemana mereka harus pergi. Keputusan semacam ini menuntut kemampuan berpikir kreatif dan imajinatif, serta mencakup sejumlah besar kegiatan yang pada hakikatnya tidak teratur dan tidak berstruktur.

Fungsi pengorganisasian melibatkan penciptaan secara sengaja suatu lingkungan pembelajaran yang aman serta melaksanakan pendelegasian tanggung jawab dalam rangka mewujudkan tujuan aktivitas pendidikan yang telah direncanakan. Pengorganisasian, pengaturan-pengaturan sumber hanyalah alat atau sarana saja untuk mencapai apa yang harus diselesaikan. Tujuan karenanya yaitu membuat supaya siswa sanggup bekerja dan mencar ilmu bersama-sama. Harus diingat, pengorganisasian yang efektif hanya sanggup diciptakan manakala siswa sanggup mencar ilmu secara individual, alasannya yaitu intinya tujuan yang ingin dicapai yaitu siswa secara individual walaupun pengajaran itu dilaksanakan secara klasikal. Keputusan yang berafiliasi dengan pengorganisasian ini memerlukan pengertian mendalam dan perhatian terhadap siswa secara individual.

Fungsi memimpin atau mengarahkan yaitu fungsi yang bersifat langsung yang melibatkan gaya tertentu. Tugas memimpin ini yaitu berafiliasi dengan membimbing, mendorong, dan mengawasi murid, sehingngga mereka sanggup mencapai tujuan yang telah ditentukan. Tujuan karenanya yaitu untuk membangkitkan motivasi dan mendorong murid-murid sehingga mereka mendapatkan dan melatih tanggung jawab untuk mencar ilmu mandiri.

Fungsi mengawasi bertujuan untuk mengusahakan peristiwa-peristiwa yang sesuai dengan planning yang telah disusun. Dalam batas-batas tertentu fungsi pengawasan melibatkan pengambilan keputusan yang terstruktur, walaupun proses tersebut mungkin sangat kompleks, khususnya jikalau mengadakan kegiatan remidial.

Jadi Bakir Tugas Guru Sebagai Evaluator Dalam Pembelajaran


Sebagai evaluator guru berperan untuk mengumpulkan data atau gosip wacana keberhasilan pembelajaran yang telah dilakukan. Terdapat dua fungsi dalam memerankan kiprahnya sebagai evaluator. Pertama, untuk memilih keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan atau memilih keberhasilan siswa dalam menyerap materi kurikulum. Kedua, untuk memilih keberhasilan guru dalam melaksanakan seluruh kegiatan yang telah diprogramkan.

1. Evaluasi untuk Menentukan Keberhasilan Siswa
Sebagai kegiatan yang bertujuan untuk menilai keberhasilan siswa, penilaian memegang peranan yang sangat penting. Sebab melalui penilaian guru sanggup memilih apakah siswa yang diajarnya sudah mempunyai kompetensi yang telah ditetapkan, sehingga mereka layak diberikan aktivitas pembelajaran baru, atau malah sebaliknya siswa belum sanggup mencapai standar minimal sehingga mereka perlu diberikan aktivitas remidial.

Sering guru beranggapan bahwa penilaian sama dengan melaksanakan tes, artinya guru telah melaksanakan penilaian manakala ia telah melaksanakan tes. Hal ini tentu kurang tepat, alasannya yakni penilaian yakni suatu proses untuk memilih nilai atau makna tertentu pada sesuatu yang dievaluasi. Dengan demikian tes hanya salah satu cara yang sanggup dilakukan untuk memilih makna tersebut. Misalnya Si 'A' dikatakan menguasai seluruh aktivitas pembelajaran menurut hasil rangkaian penilaian misalnya, menurut hasil tes, ia memperoleh skor yang bagus, menurut hasil observasi ia telah sanggup menerapkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari, menurut hasil wawancara ia benar-benar tidak mengalami kesulitan wacana materi pelajaran yang telah dipelajarinya.

Berdasarkan rangkaian proses penilaian akhirnya guru sanggup memilih bahwa Si 'A' pantas diberi aktivitas pembelajaran baru. Sebaliknya, walaupun menurut hasil tes Si 'B' telah sanggup menguasai kompetensi menyerupai yang diharapkan, akan tetapi menurut hasil wawancara dan observasi, ia tidak menawarkan perubahan sikap yang signifikan contohnya dalam kemampuan berpikir, maka sanggup saja guru memilih bahwa proses pembelajaran dianggap belum berhasil.

Kelemahan yang sering terjadi sehubungan dengan pelaksanaan penilaian selama ini yakni guru dalam memilih keberhasilan siswa terbatas pada hasil tes yang biasa dilakukan secara tertulis, akhirnya target pembelajaran hanya terbatas pada kemampuan siswa untuk mengisi soal-soal yang biasa keluar dalam tes.

Di samping itu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, penilaian itu juga sebaiknya dilakukan bukan hanya terhadap hasil berguru akan tetapi juga proses belajar. Hal ini sangat penting alasannya yakni penilaian terhadap proses berguru intinya penilaian terhadap keterampilan intelektual secara nyata.

2. Evaluasi untuk Menentukan Keberhasilan Guru
Evaluasi dilakukan bukan hanya untuk siswa akan tetapi sanggup dipakai untuk menilai kinerja guru itu sendiri. Berdasarkan hasil penilaian apakah guru telah melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan perencanaan atau belum, apa sajakah yang perlu diperbaiki. Evaluasi untuk memilih keberhasilan guru, tentu saja tidak sekomplek untuk menilai keberhasilan siswa baik dilihat dari aspek waktu pelaksanaan maupun dilihat dari aspek pelaksanaan. Biasanya penilaian ini dilakukan sesudah proses pembelajaran berakhir atau yang biasa disebut dengan posttes.

Jadi Arif Tugas Guru Sebagai Sumber Belajar, Fasilitator Dan Demonstrastor


Seperti yang telah dijelaskan dimuka, guru dalam proses pembelajaran mempunyai kiprah yang sangat penting. Bagaimanapun hebatnya kemajuan tek-nologi, kiprah guru akan tetap diperlukan. Teknologi yang konon sanggup me-mudahkan insan mencari dan mendapat gosip dan pengetahuan, ti-dak mungkin bisa mengganti kiprah guru.

Lalu apa kiprah guru dalam kondisi demikian? Beberapa kiprah guru khusunya dalam proses pembelajaran di dalam kelas dijelaskan dibawah ini:

a. Guru sebagai Sumber Belajar


Peran guru sebagai sumber belajar, merupakan kiprah yang sangat pen-ting. Peran sebagai sumber mencar ilmu berkaitan akrab dengan penguasaan materi pelajaran. Kita bisa menilai baik atau tidaknya seorang guru hanya dari pengu-asaan materi pelajaran. Dikatakan guru yang baik manakala ia sanggup mengu-asai materi pelajaran dengan baik, sehingga benar-benar ia berperan sebagai sumber mencar ilmu bagi anak didiknya.

Apapun yang ditanyakan siswa sekaitan dengan materi pelajaran yang sedang diajarkannya, ia akan sanggup menjawab dengan penuh keyakinan. Sebaliknya dikatakan guru yang kurang baik mana-kala ia tidak paham wacana materi yang diajarkannya. Ketidak pahaman ten-tang materi pelajaran biasanya ditunjukkan oleh perilaku-perilaku tertentu contohnya teknik penyampaian materi pelajaran yang monoton, ia lebih sering duduk di dingklik sambil membaca, suaranya lemah, tidak berani melaksanakan kontak mata dengan siswa, miskin dengan ilustrasi dan lain sebagainya. Perilaku guru yang demikian sanggup menyebabkan hilangnya kepercayaan pada diri siswa, sehingga guru akan sulit mengendalikan kelas.

Sebagai sumber mencar ilmu dalam proses pembelajaran hendaknya guru melaksanakan hal-hal sebagai berikut:

1. Guru harus mempunyai materi rujukan yang lebih banyak dibandingkan dengan siswa. Hal ini untuk menjaga semoga guru mempunyai pemahaman yang lebih baik wacana materi yang akan dikaji bersama siswa. Dalam perkem-bangan teknologi gosip yang sangat cepat, bisa terjadi siswa lebih ”pintar” dibandingkan guru dalam hal penguasaan informasi. Oleh alasannya ialah itu, untuk menjaga semoga guru tidak ketinggalan informasi, sebaiknya guru mempunyai bahan-bahan reference yang lebih banyak dibandingkan siswa. Misalnya melacak bahan-bahan dari internet, atau dari materi cetak terbit-an terakhir, atau banyak sekali gosip dari media masa.

2. Guru sanggup memperlihatkan sumber mencar ilmu yang sanggup dipelajari oleh siswa yang biasanya mempunyai kecepatan mencar ilmu di atas rata-rata siswa yang lain. Siswa yang demikian perlu diberikan perlakuan khusus, contohnya dengan memperlihatkan materi pengayaan dengan memperlihatkan sumber mencar ilmu yang berkenaan dengan materi pelajaran.

3. Guru perlu melaksanakan pemetaan wacana materi pelajaran, contohnya dengan memilih mana materi inti (core), yang wajib dipelajari siswa, mana materi aksesori mana materi yang harus diingat kembali lantaran pernah di bahas dan lain sebagainya. Malalui pemetaan semacam ini akan memu-dahkan bagi guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai sumber belajar.

baca juga:
Peran Guru sebagai Evaluator
Peran Guru sebagai Pengelola Pembelajaran

b. Guru sebagai Fasilitator


Sebagai fasilitator guru berperan dalam memperlihatkan pelayanan untuk memudahkan siswa dalam acara proses pembelajaran. Sebelum proses pembelajaran dimulai sering guru bertanya: bagaimana caranya semoga ia gampang menyajikan materi pelajaran? Pertanyaan tersebut sekilas memang ada benar-nya. Melalui perjuangan yang sungguh-sungguh guru ingin semoga ia gampang menya-jikan materi pelajaran dengan baik. Namun demikian, pertanyaan tersebut memperlihatkan bahwa proses pembelajaran berorientasi pada guru.

Oleh alasannya ialah itu akan lebih manis manakala pertanyaan tersebut diarahkan pada siswa, mi-salnya apa yang harus dilakukan semoga siswa gampang mempelajari materi pela-jaran sehingga tujuan mencar ilmu tercapai secara optimal. Pertanyaan tersebut me-ngandung makna, kalau tujuan mengajar ialah mempermudah siswa belajar. Inilah hakikat kiprah fasilitator dalam proses pembelajaran.

Agar sanggup melaksanakan kiprah sebagai fasilitator dalam proses pembe-lajaran, ada beberapa hal yang harus dipahami, khususnya hal-hal yang ber-hubungan dengan pemanfaatan banyak sekali media dan sumber pembelajaran.

  1. Guru perlu memahami banyak sekali jenis media dan sumber mencar ilmu beserta fungsi masing-masing media tersebut. Pemahaman akan fungsi media sa-ngat diperlukan, belum tentu suatu media cocok dipakai untuk menga-jarkan semua materi pelajaran. Setiap media mempunyai karakteristik yang berbeda.
  2. Guru perlu mempunyai keterampilan dalam merancang suatu media. Ke-mampuan merancang media merupakan salah satu kompetensi yang ha-rus dimiliki oleh seorang guru profesional. Dengan perancangan media yang dianggap cocok akan memudahkan proses pembelajaran, sehingga pada gilirannya tujuan pembelajaran akan tercapai secara optimal.
  3. Guru dituntut untuk bisa mengorganisasikan banyak sekali jenis media ser-ta sanggup memanfaatkan banyak sekali sumber belajar. Perkembangan teknolo-gi infomasi menuntut setiap guru untuk sanggup mengikuti perkembangan teknologi mutakhir. Berbagai perkembangan teknologi gosip memung-kinkan setiap guru sanggup memakai banyak sekali pilihan media yang dianggap cocok.
  4. Sebagai fasilitator guru dituntut semoga mempunyai kemampuan dalam berko-munikasi dan berinteraksi dengan siswa. Hal ini sangat penting, kemam-puan berkomunikasi secara efektif sanggup memudahkan siswa menangkap pesan sehingga sanggup meningkatkan motivasi mencar ilmu mereka.

baca juga:
Peran Guru sebagai Pembimbing
Peran Guru sebagai Motivator

c. Guru sebagai Demonstrator


Yang dimaksud dengan kiprah guru sebagai demonstrator ialah kiprah untuk mempertunjukkan kepada siswa segala seuatu yang sanggup menciptakan sis-wa lebih mengerti dan memahami setip pesan yang disampaikan. Ada dua konteks guru sebagai demonstrator.

Pertama sebagai demonstrator berarti guru harus memperlihatkan sikap-sikap yang terpuji. Dalam setiap aspek kehidup-an, guru merupakan sosok ideal bagi setiap siswa. Biasanya apa yang dilaku-kan guru akan menjadi contoh bagi siswa. Dengan demikian dalam konteks ini guru berperan sebagai model dan teladan bagi setiap siswa.

Kedua, sebagai demonstrator guru harus sanggup mennujukkan bagaimana caranya semoga setiap materi pelajaran sanggup lebih dipahami dan dihayati oleh setiap siswa. Oleh lantaran itu, sebagai demonstrator akrab kaitannya dengan pengaturan seni administrasi pembelajaran yang lebih efektif.