Monday, 16 November 2020

Lebih Cerdik Ciri Pemerintahan Dinamis (Dynamic Governance) Itu Cepat, Responsif, Dan Efisien

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Untuk meraih kemajuan bangsa Indonesia, tentu diharapkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang “mengerti” rakyatnya. 

Dan untuk itu pemerintahan yang dinamis menjadi salah satu faktor utama untuk mewujudkan keadaan yang terus lebih baik ke depan.

Berikut share selengkapnya perihal Pemerintahan yang dinamis (dynamic governance) ini dari KemenPAN-RB, agar bermanfaat…

Dalam kala yang kian dinamis ketika ini, pemerintah tempat wajib menggalakkan gerakan tata kelola pemerintahan yang dinamis (dynamic governance),  yang diyakini bisa mendorong Indonesia keluar dari bulat setan buruknya tata kelola pemerintahan. Ciri pemerintahan dinamis antara lain cepat, responsif, dan efisien.

Untuk ke sana, diharapkan pemimpin, bisa berpikir ke depan dan antisipatif (think ahead), pemimpin yang bisa mengkaji ulang hasil fatwa (think again), dan pemimpin yang bisa berpikir secara lateral, horizontal serta lintas disiplin (think across).

Demikian antara lain benang merah yang sanggup ditarik dari Seminar Nasional Merekonstruksi Indonesia : Sebuah Perjalanan Menuju Dynamic Governance,  di Jakarta, Kamis (19/3). Seminar yang diselenggarakan Kementerian PANRB berhubungan dengan Yayasan Indonesia Lebih Baik (YILB) itu dibuka oleh Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji.

Menurut Direktur Program Magister Administrasi Publik UGM Agus Pramusinto, ada tiga fase utama sebuah pemerintahan dinamis, yakni perbaikan internal pemerintah, peningkatan layanan publik, dan pemerintahan yang memperhatikan kebutuhan adaptif masyarakatnya (greater democracy).

Dikatakan, pemerintahan adaptif yakni pemerintahan yang mau mengerti kebutuhan rakyatnya secara progresif. Pemerintahan ini bisa melihat banyak sekali duduk masalah dengan banyak sekali sudut pandang sehingga sanggup menemukan penanganan yang lebih efektif dan mengena bagi rakyat.

Pemerintahan yang dinamis yakni pemerintah yang bertindak progresif dan adaptif guna mewujudkan hasil yang efektif bagi tempat dan masyarakat yang dipimpinnya. "Yang pasti, pemerintah tempat harus bersikap aktif dalam membangun wilayahnya, bukan menunggu hasil laporan lapangan dan lalu gres memilih kebijakan,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh pakar Ilmu Administrasi dari Universitas Indonesia Azhar Kasim, yang menyebut bahwa penerapan good governance bisa mendorong Indonesia keluar dari bulat setan mengenai tata kelola pemerintahan yang buruk.

Guru Besar Nanyang Technology University Singapura, Neo Boon Siong menambahkan, kebutuhan masyarakat ketika ini yakni pemerintahan yang cepat, responsif, dan efisien. Jika ketiga kebutuhan tersebut sanggup dipenuhi, maka pemerintah terkait sanggup disebut telah berhasil menerapkan good governance dengan baik.

“Kalau tidak bisa mengubah, maka hal tersebut bukanlah good governance,” ujar penulis buku Dynamic Governance.

Setiap pemerintahan membutuhkan pemimpin. Lalu dari mana pemimpin yang bisa menerapkan good governance sanggup dipilih? Menurut mantan Menpan Sarwono Kusumaatmadja, ada tiga kunci sukses dalam memilih pemimpin.

Kunci sukses tersebut yakni kualitas pemimpin yang bisa berpikir ke depan dan antisipatif (think ahead), pemimpin yang bisa mengkaji ulang hasil fatwa (think again), dan pemimpin yang bisa berpikir secara lateral, horizontal serta lintas disiplin (think across). (hfu/gin/HUMAS MENPANRB)

Referensi artikel : Ciri Pemerintahan Dinamis: Cepat, Responsif, dan Efisien – KemenPAN-RB

Lebih Bakir Kemajuan Suatu Bangsa Ditentukan Oleh Pendidikan Yang Baik, Patriotisme / Kecintaan Masyarakat Terhadap Bangsanya, Dan Pemerintahan Yang Baik

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Dalam situasi dan kondisi dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, tidak ada jaminan bahwa keberhasilan yang dicapai oleh suatu negara pada dikala ini akan sanggup terus bertahan.

Demikian dikatakan Menteri PANRB Yuddy Chrisnandi dalam Seminar Nasional Merekontruksi Indonesia: Sebuah Perjalanan Menuju Dynamic Governance, di ruang Serbaguna Kementerian PANRB, Kamis (19/03). "Hanya dengan mewujudkan pemerintahan berkelas dunia, kita akan mengejar ketertinggalan dari negara lain yang lebih maju," ujar Yuddy.

Lebih lanjut dikatakan, kalau publik mendapat kepuasan maka kita akan mendapat kepercayaan besar dari rakyat, yang akan membuahkan dukungan,  dan pada gilirannya negara menjadi stabil. Kondisi yang stabil berpotensi strategis dalam membangun negeri yang bernilai jual tinggi di tingkat dunia.

Seminar yang diselenggarakan oleh Yayasan Indonesia Lebih Baik (YLBI) ini merupakan upaya untuk memasyarakatkan gerakan tata kelola pemerintahan yang dinamis (Dynamic Governance) dan membahas bentuk pemerintahan yang sempurna untuk diterapkan di Indonesia.

Tampil sebagai pembicara antara lain mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Sarwono Kusumaatmaja, penulis buku Dynamic Governance Prof. Neo Boon Siong dari Nanyang Technologival Univercity (NTU) Singapore. Pembicara lain yaitu Walikota Ambon Richard Louhenapessy, Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, Guru Besar UI Azhar Kasim, dan Guru Besar UGM Agus Pramusinto.

Dalam seminar yang dibuka oleh Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji itu, Deputi Kelembagaan dan Tata Laksana Rini Widyantini bertindak sebagai moderator.

Sarwono dalam kesempatan itu mengatakan, kunci sukses forum terletak pada kualitas pemimpin, yakni kualitas untuk berpikir ke depan dan antisipatif (think ahead), kemampuan mengkaji ulang hasil anutan (think again), dan kemampuan berpikir secara lateral, horizontal dan lintas disiplin (think across).

Pendiri YILB Rozan Anwar menyampaikan seminar tersebut dibutuhkan menjadi sarana berdiskusi dan mengkaji konsep dynamic governance lebih dalam. "Sejumlah pembicara merupakan praktisi pemerintahan sehingga dibutuhkan sanggup membuatkan informasi, menyerupai apa kebutuhan atas konsep dynamic governance dalam mendukung efektifitas kinerja pemerintahan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang," katanya.

Dia menjelaskan, kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh pendidikan yang baik untuk masyarakat, patriotisme atau kecintaan masyarakat terhadap bangsanya, dan pemerintahan yang baik. Adapun pemerintah, lanjutnya, merupakan salah satu faktor yang penting salam mewujudkan kemajuan suatu bangsa.

Dynamic governance menekankan pada dua kunci penting yaitu kapabilitas dan kultur. “Dua kunci penting inilah yang akan menggerakkan sumber daya insan dan proses menuju perubahan kebijakan yang adaptif atau yang dicita-citakan sebagai dynamic governance," imbuhnya. (gin/HUMAS MENPANRB)

Sunday, 15 November 2020

Lebih Cerdik Pengalaman Ialah Guru Terbaik Kehidupan

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Setahu aku orang yang maju itu yaitu orang yang selalu bergerak, orang yang selalu aktif, dan selalu punya inisiatif. 

Banyak hal yang sebelumnya tidak seseorang ketahui, namun sebab ada keberanian untuk mau mencoba melaksanakan dengan serius yakni “bekerja sambil belajar”. Maka bertahap akan biasa dan jadinya menjadi bisa.

Bisa sebab sudah terbiasa, bisa sebab sering mengampu, dan hebat sebab sering terlibat menjadi kunci dari sebuah pengalaman.

Banyak andal dalam suatu bidang disebut berpengalaman bukan sebab tinggi ijazah ataupun pendidikannya, akan tetapi dari track record (rekam jejak) mereka di mana mereka mengalami sendiri dengan intensif proses demi proses, detil demi detil mulai dari yang kecil hingga yang terbesar, dan dari awal hingga akhir.

Kita pun demikian pula, di kala kesibukan yang cukup padat, di sela-sela kiprah yang tak lagi sempat bermain-main dengan hobi. Di ketika itulah kesempatan untuk menambah pengalaman gres sedang terbuka.

Dan tentunya dikarenakan kita mendapatkan beberapa kiprah dari pimpinan dalam suatu lingkungan kerja, maka fisik kita pun akan kurang istirahat, namun dengan inilah memang kita akan menjadi orang yang berpengalaman bukan hanya dalam 1 bidang tertentu, namun pastinya juga semakin bertambah pengetahuan, wawasan, dan pengalaman serta lambat laun semakin bertambah pula kedewasaan.

Sampai pada saatnya kelak, bila kita diamanatkan menjadi seorang pemimpin, maka kita pun bisa menampilkan jiwa kepemimpinan yang jempolan sebab mempunyai kompetensi dan juga wawasan yang tak lagi dipertanyakan sekaligus mempunyai jiwa kebijaksanaan.

Maka, banyak kerja banyak tahu, banyak tahu, banyak ilmu, dan banyak ilmu semakin maju. Hal ini tentu dalam hal-hal yang aktual dan konstruktif. 

Dan benarlah kiranya kalimat bijak “Guru terbaik yaitu Pengalaman”. Selamat berkarya Sahabat…! Semoga sukses selalu… …!

Saturday, 14 November 2020

Lebih Berakal Hidup Tanpa Kesedihan, Kebahagiaan Tiada Berarti

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Dalam kehidupan ini, keadaan senang sedih silih berganti, tetaplah tegar dalam menghadapi apapun dilema hidup. 

Jangan menyerah, jangan juga jengah, proses akan terus berjalan, asalkan menetapkan tujuan pada kebaikan dan kebenaran, petunjuk Tuhan niscaya khan datang…

Jika ketika ini, Anda sedang bersedih, itu wajar, alasannya yaitu fungsi hati salah satunya memang untuk mencicipi sedih, maka biarkan rasa sedih itu melintas di relung hati untuk membersihkan noda-noda di hati, hingga tiba saatnya hati khan kembali bersinar dan berbahagia…

Jangan hingga mengalah di tengah-tengah perjuangan, jikalau mundur maka langkah pun kembali dari awal. Lanjutkan dan terus lanjutkan kaki melangkah dan pasrahkan kepada Tuhan apapun yang terjadi. Hidup tanpa kesedihan, kebahagiaan tiada berarti.

Mungkin dirasa usaha sudah mati-matian (bukan mati beneran khan..? J), masih ada kesempatan di depan. Sadari bahwasannya setiap kegagalan itu niscaya membuahkan pengalaman dam setiap kesulitan itu membuahkan pelajaran.

Ingat…! Berapa banyak penyesalan yang tiba alasannya yaitu harus memulai dari permulaan, frustasi yang terang berakhir sia-sia atau bahkan lebih nestapa.

Jadilah pemenang dari kehidupan Anda sendiri, pemenang tidak harus menang, menang, dan menang tapi pemenang sejati yaitu beliau yang bisa mengendalikan diri untuk tetap hening di segala keadaan.

Semoga segera mendapat jalan menuju realisasi pada setiap tujuan yang penuh kemanfaatan serta keberkahan hidup. Aamiin… …!

Friday, 13 November 2020

Lebih Bakir Bertahap Lama-Lama Menjadi Bukit

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Sedikit Demi Sedikit Lama Lama Menjadi Bukit, itulah peribahasa yang sudah tak abnormal lagi bagi kita bukan…? Tidak ada sesuatu yang instan di dunia ini. Semua hasil melalui prosesnya masing-masing. 

Mekanisme alam pun bekerja menurut aturan alam ini yang sudah ditetapkan oleh Tuhan Yang Maha Esa. 

Lihat artikel berikut ==> Bagaimana Hukum Alam Bekerja..?

Tak terkecuali alam semesta ini pun diciptakan-Nya melalui proses yang memerlukan waktu yang telah ditentukan dan ditetapkan-Nya, namun juga bukan berarti Ia tak bisa membuat secara instan.

Akan tetapi pelajaran besar kepada kita bahwasannya Tuhan pun membuat segala sesuatu dengan waktu-waktu tertentu menurut kehendak-Nya, sehingga pelajaran yang sanggup kita petik yakni mengenai perjalanan waktu demi waktu yang terus melaju ini merupakan konskuensi serta kelanjutan dari waktu-waktu sebelumnya.

Alhasil antara masa lalu, masa sekarang, dan masa depan yakni rangkaian proses yang saling terkait dan saling menghipnotis baik aktual maupun negatifnya.

Jika memang hidup ini yakni pilihan, sempurna kiranya pilihan kita yakni menentukan jalan yang baik, di mana jalan yang baik dalam proses kehidupan ini pastinya akan menuju pada kebaikan dan kebahagiaan yang sebenar-benarnya.

Dalam beberapa sesi kehidupan pun, kita dituntut mempunyai pemahaman yang komprehensif akan arti daripada proses demi proses yang harus dilewati dengan penuh kerja keras dan kerja cerdas yang disertai dengan permohonan / do’a kepada Tuhan Yang Maha Kuasa serta mempersiapkan mental siap dalam mendapatkan apapun hasil kesannya nanti.

Dan pada pada dasarnya untuk mendapatkan sukses itu seseorang harus melewati proses yang benar, menyerupai halnya “Salah jalan yang ditempuh tak akan hingga pada tujuan”. Oleh alasannya itu, betapa pentingnya tujuan dalam suatu hidup ini sebagai suatu pilihan yang telah ditetapkan dilakukan dengan sebaik-baiknya.

Untuk menjadi cendekia dibutuhkan proses berguru (membaca, menulis, berhitung) intensif dan berkelanjutan, mau bertanya, mau dikritik, dan sebagainya yakni prosesnya. Untuk menjadi kaya, bekerja dan memanajemen finansial dengan baik yakni prosesnya, dan lain sebagainya.

Proses itu menyerupai menabung uang, di mana sedikit demi-sedikit akan menjadi bukit, alasannya secara kongkrit, bukitpun merupakan tumpukan batu-batu kecil, tanah / pasir-pasir kecil, tumbuhan-tumbuhan kecil yang sama dengan yang ada di kawasan lainnya, yang membedakannya alasannya di sana batu, tanah, tumbuhan, dan lain-lain itu menyatu menjadi satu, terakumulasi, dan saling terintegrasi antara satu elemen dengan yang lainnya sehingga sanggup disebut dengan bukit.

Sahabat..! Mari terus memutuskan niat yang baik, proses yang baik, pembelajaran yang tiada henti, kerja keras, kerja cerdas yang dilandasi dengan kesabaran, konsistensi, komitmen, dan persistensi (keseriusan).

Prosesnya memang tidak sebentar Sobat…! Perlu waktu untuk melaksanakan secara tuntas proses demi prosesnya, tahap demi tahapnya, hingga satu paket hasil dari daya dan upaya kita itu telah memenuhi syarat untuk pencapaian suatu tujuan.

Insya Allaah apapun tujuan (goal) kita nantinya akan sanggup tercapai dan terlaksana (terwujud) atau bahkan lebih baik lagi dari asumsi kita alasannya Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang pada hamba-Nya. Semoga sukses dan senang selalu… …!

Thursday, 12 November 2020

Lebih Berilmu Hikmah Bekerja Sebagai Operator / Admin Sekolah

Sahabat Operator / Admin Sekolah yang berbahagia…

Selama beberapa tahun ini, Operator Sekolah di setiap jenjang pendidikan mempunyai kiprah yang berat, alasannya ialah harus entry, kirim, dan cek data terkait dengan seluruh entitas satuan pendidikannya. 

Proses ini penting alasannya ialah menjadi dasar utama kebijakan pemerintah terhadap sekolah bersangkutan. Di mana dikala ini hampir seluruh data pokok sekolah dikala ini telah berbasiskan pada data.

Di banyak sekali media masa, media sosial, dan situs online pun pembahasan mengenai Operator Sekolah semakin semarak khususnya yang terkait dengan besaran honorarium bagi Rekan-rekan Operator Sekolah yang besarannya memang belum ditetapkan secara eksplisit dengan payung aturan khusus.

Sehingga hal  di atas ini memicu beberapa pertanyaan tak terkecuali kepada admin, dan terang saya pun tak bisa menjawab alasannya ialah besaran honornya memang tergantung pada kebijakan sekolah masing-masing dalam hal ini tentu Bapak/Ibu Kepala Sekolah sebagai pengambil keputusan akhirnya.

Namun dalam kesempatan kali ini, saya tidak membahas perihal seberapa besar honorarium bagi Operator Sekolah ini, akan tetapi izinkan saya akan menyebarkan pengalaman pribadi perihal nasihat menjadi Operator Sekolah.

Berikut beberapa manfaat konkret ketika seseorang bertugas menjadi Operator / Admin Sekolah, sebagai berikut :

1. Meningkatkan Kemampuan Dalam Mengoperasikan Komputer

Sebagaimana diketahui bahwasannya pada kurun kini ini, kemampuan dalam mengoperasikan komputer merupakan skill penting ataupun kemampuan prioritas yang dijadikan salah satu syarat diterimanya seseorang bekerja pada suatu instansi, kantor, sampai perusahaan swasta.

Dan kriteria ini tentu saja ada pada setiap Operator Sekolah yang sudah terbiasa, dan alasannya ialah terbiasa maka menjadi bisa. Mulai dari aplikasi pengolah kata, aplikasi pengolahan angka, sampai kemampuan editing photo, alasannya ialah dalam proses pengerjaan beberapa terdapat proses unggah atau upload SK maupun gambar-gambar yang terkait sekolah secara online.

Dan sebelum proses upload photo maka dilakukan proses pemindaian dari SK orisinil yang kemudian hasil file scan tersebut dikirim secara online. Gambar pun demikian, Rekan-rekan Operator Sekolah dipastikan harus melaksanakan convert (merubah ukuran) ukuran file biar sanggup diunggah (upload), sehingga dalam proses ini kemampuan editing gambar pun meningkat.

2. Menambah Wawasan perihal Sistem Manajemen Sekolah

Dengan menjadi Operator Sekolah, tentunya akan semakin memahami Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) dari setiap pegawai yang ada di sekolahnya termasuk pemahaman yang terkait dengan linearitas serta validasi kiprah perhiasan dari masing-masing PTK, selain itu juga semakin memahami yang mana kiprah pokok, kiprah tambahan, Rekan-rekan Operator Sekolah juga semakin memahami struktur / hierarki kepemimpinan dari level atas sampai bawah dalam sistem administrasi pendidikan di Indonesia.

3. Melatih Kesabaran, Kedisiplinan dan Persistensi

Mulai dari proses awal sampai simpulan baik yang bersifat online maupun offline, rata-rata sistem pendataan yang disajikan mempunyai fitur gres yang tentu saja memerlukan proses pembelajaran, saling share dengan sesama operator sekolah demi hasil pendataan yang berkualitas. Kedisiplinan di sini juga semakin terasah, di mana dalam setiap periode pendataan terdapat batas waktu (deadline) tertentu, dan akurasi, kecepatan, dan ketepatan penyelesaian pelaksanaan kiprah tentu menjadi kunci suksesnya proses input, cek, sampai kirim data.

4. Meningkatkan Pemahaman Terkait Stake Holder Pendidikan di Indonesia

Dikarenakan dalam setiap proses pendataan baik pada jenjang pendidikan dasar (Dikdas) maupun Dikmen (Pendidikan Menengah) seringkali Operator Sekolah harus mempunyai inisiatif untuk menggali info secara berdikari mulai dari Situs Kemdikbud, Ditjen Dikdas, Ditjen Dikmen, Referensi Data PDSP, SDM PDSP, VerVal PD, VerVal SP dan lain sebagainya.

Hal ini tentu saja semakin meningkatkan pemahaman Operator Sekolah terkait stake holder pendidikan di Indonesia, baik lembaga, badan, maupun institusi apa saja yang berafiliasi secara pribadi dengan satuan pendidikannya tentunya melalui jalan masuk internet (online).

5. Memperluas Jaringan Relasi dan Kenalan se-Indonesia

Operator Sekolah dikala ini dipastikan seringkali saling bertanya dan menjawab dalam beberapa lembaga / grup operator sekolah secara online. Dikarenakan seringnya komunikasi tentu saja kenal dan lebih bersahabat akan saling terjalin antara Rekan-rekan Operator Sekolah se-Indonesia.

6. Cepat Mengetahui Informasi Update Tentang Pendidikan

Dikarenakan seringnya online, otomatis rekan-rekan Operator Sekolah akan lebih cepat tahu dulu perihal info-info yang terkait dengan pendidikan. Dan dikala ini pun telah tersedia beberapa puluhan situs online yang mana adminnya juga bertugas sebagai operator sekolah. Dengan ini maka rekan-rekan Operator Sekolah segera memberikan ke PTK maupun Peserta Didik yang terkait dengan info tersebut.

7. Dan Masih Banyak Lagi

Tentu masih banyak lagi manfaat / nasihat konkret menjadi operator sekolah pada akhir-akhir ini yang bermuara pada peningkatan SDM dari Rekan-rekan Operator Sekolah secara umum khususnya pada bidang penguasaan Informasi dan Teknologi modern kini ini.

Demikian beberapa hal konkret yang didapat sesudah menjadi Operator Sekolah versi admin terlepas dari beberapa persoalan yang semoga saja segera ada solusi terbaik bagi kita semua… Aamiin…

Yang niscaya dengan menjadi Operator / Admin Sekolah, SDM kita niscaya lebih baik daripada yang sebelumnya.

Dan ini pada suatu saatnya nanti, semua ini tidak akan pernah sia-sia, bahkan sanggup menjadi menjadi bekal / modal yang sangat diperhitungkan dalam karier di masa mendatang, baik sebagai PNS maupun bekerja di bidang swasta, yang terang kemampuan ini sangat menunjang setiap pribadi Sahabat Operator Sekolah. Semoga bermanfaat dan terimakasih… …!

Wednesday, 11 November 2020

Lebih Berakal Kajian Kebijakan Pendidikan Oleh 4 (Empat) Kementerian Di Indonesia

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Sebanyak empat kementerian berafiliasi dengan Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD), meluncurkan kajian kebijakan nasional bidang pendidikan di Indonesia.

Peluncuran ini merupakan bentuk kolaborasi OECD dengan Indonesia, sebagai salah satu dari kelima negara prioritas dalam kemitraan OECD. Keempat kementerian tersebut yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Keuangan (Kemkeu), dan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti).

Sebagai informasi, OECD merupakan organisasi internasional, beranggotakan 30 negara, yang berafiliasi bidang pembangunan ekonomi.

Bertajuk Pendidikan di Indonesia Siap Menyongsong Tantangan, kajian ini mengulas pendidikan dari jenjang pendidikan anak usia dini hingga pendidikan tinggi, termasuk aspek pendidikan non formal, forum pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan di Indonesia, baik yang berada di bawah kewenangan Kemendikbud, Kemenristekdikti, dan Kemenag.

Adapun sumber data berasal dari kunjungan lapangan ke seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, terdapat tinjauan mendalam terhadap struktur dan skala penyediaan pendidikan, terusan dan inklusi siswa, kemajuan siswa, pengajaran dan pembelajaran, standar dan akreditasi, pembiayaan dan tata kelola sektor pendidikan pra sekolah, sekolah dasar, sekolah menengah, sekolah kejuruan, dan pendidikan tinggi.

Kajian ini dilakukan dengan rentang periode Oktober 2012 hingga dengan Februari 2013. Terdapat beberapa rekomendasi yang diulas, yaitu reformasi sistem penilaian modern yang diiintegrasikan ke dalam kerangka kerja penilaian nasional, menyediakan informasi terbaru seputar kebutuhan tenaga kerja, memperbaiki produktivitas, dan meningkatkan kapasitas dan status para profesional, dan mengadopsi pendekatan terbaru untuk mereformasi pendidikan di Indonesia.

Tidak hanya itu, terdapat beberapa rekomendasi seputar pendidikan yang diturunkan, diantaranya memprioritaskan Pendidikan Anak Usia Dini terutama untuk masyarakat miskin, meningkatkan partisipasi dan proses berguru mengajar di tingkat pendidikan dasar, mengelola keberagaman, meningkatkan efisiensi, meningkatkan relevansi di tingkat pendidikan menengah, memperkuat koordinasi dan keterlibatan industri dalam sistem pendidikan kejuruan dan teknis, meningkatkan kualitas, keberagaman yang sejalan dengan prioritas pembangunan nasional di jenjang pendidikan tinggi, dan meningkatkan training dan pendidikan bagi orang dewasa.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengungkapkan hasil kajian ini menarik, alasannya yaitu membandingkan Indonesia dengan negara-negara anggota OECD, yaitu negara yang mempunyai sumber daya insan sudah sangat baik.

Hasil kajian pendidikan ini pun, kata Mendikbud Anies, menegaskan adanya perhatian terhadap kualitas sumber daya insan Indonesia. “OECD, secara spesifik, menciptakan kajian perihal (pendidikan) Indonesia itu menegaskan jikalau sumber daya insan kita tidak dibangun maka akan menjadi kendala bagi dunia,” jelasnya.

Kemampuan Membaca dan Menulis

Hasil penilaian terhadap kemampuan membaca, dan matematika dari siswa Indonesia, berdasarkan The Program for International Student Assessment (PISA), memperlihatkan kinerja siswa Indonesia masih ketinggalan sekitar tiga tahun dari tingkat rata-rata negara OECD.  Sebanyak lebih dari 50 persen anak Indonesia berusia di atas 15 tahun tidak menguasai ketrampilan membaca, dan matematika yang mendasar.

Sebagai informasi, PISA merupakan penilaian tingkat internasional, dilakukan oleh OECD setiap tiga tahun, terhadap siswa berusia 15 tahun untuk kemampuan mata pelajaran Matematika, Membaca, dan IPA.

Kepada media, Mendikbud Anies mengungkapkan kemampuan membaca dan menulis harus menjadi fokus perhatian. Menurutnya, kemampuan membaca yaitu berkaitan dengan kecerdikan berfikir. “Membaca itu logika, alasannya yaitu (saat membaca) struktur kalimat itu membentuk kecerdikan berfikir,”ujar Anies.

Sehingga, kata Mendikbud Anies, kemampuan bahasa, dan matematika menjadi (kebutuhan) sangat fundamental sekali,” ujarnya. Dia menegaskan kemampuan membaca, dan menulis harus menjadi fokus perhatian. “Sejauh ini kita masih melihat informasi pendidikan yang menarik yaitu seputar ujian nasional dan kurikulum, padahal ada hal lain lebih penting ibarat kemampuan membaca, dan menulis,” ujarnya.

Saat diwawancarai, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal (Plt Dirjen PAUDNI) Taufik Hanafi menegaskan semoga jangan menerjemahkan peningkatan kemampuan membaca, menulis, dan matematika bagi siswa Indonesia sebagai kewajiban anak semenjak dini bisa ketiga aspek tersebut. “Jangan diterjemahkan bahwa anak semenjak dini wajib bisa membaca, bisa menghitung,” tegasnya.

Pada sisi lain, beliau justru menghimbau untuk meningkatkan ketiga kemampuan tersebut dengan tiga instrumen pembelajaran yang sesuai bagi anak usia dini. Pertama, instrumen permainan. Dirjen Taufik menjelaskan, perkembangan otak anak pada usia 0-6 tahun yaitu paling pesat yaitu sebesar 50 persen.

Sedangkan, sebesar 80 persen untuk perkembangan otak bagi anak berusia delapan tahun. “Oleh alasannya yaitu itu, kita harus menstimulasi perkembangan termasuk dengan minat baca, dan untuk anak itu dilakukan dengan proses bermain,”ujarnya.

Kedua, instrumen nyanyian. Dirjen Taufik mengungkapkan minat membaca pada anak bisa dilakukan dengan bernyanyi, sehingga guru yang mengajar, harus bisa bernyanyi.

Ketiga, instrumen dongeng. Dirjen Taufik pun menghimbau semoga meningkatkan tugas orang renta pada prestasi berguru anak di sekolah. “Itu bisa dimulai dengan mengantarkan anak ke sekolah, di situ ada kesenangan sendiri untuk anak. Untuk orang tua, mereka tahu prestasi berguru siswa di sekolah, dan bisa memperlihatkan masukan, bahkan mengambil hal baik untuk bisa dilakukan di rumah,” ujarnya. *** (Gloria Gracia)