Friday, 6 November 2020

Lebih Berakal Download Fatwa Pemilihan Kepala Sekolah Sma/Ma Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2015

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Kepala Sekolah sebagai guru yang menerima kiprah komplemen mempunyai multi-peran, antara lain sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator, motivator, dan entrepreneur.

Oleh alasannya itu, kepala sekolah mempunyai kiprah yang strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Dengan demikian, untuk mengemban kiprah dan tanggung jawabnya, kepala sekolah perlu mempunyai kompetensi, komitmen, dan kreativitas yang tinggi.

Pemilihan kepala Sekolah Menengan Atas berprestasi merupakan salah satu bentuk penghargaan yang diupayakan pemerintah untuk kepala Sekolah Menengan Atas yang telah bisa meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya.

Penghargaan tersebut merupakan salah satu wujud akreditasi dari pemerintah, sekaligus dorongan bagi kepala sekolah untuk selalu meningkatkan motivasi dan profesionalismenya dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di sekolah yang dipimpinnya.

Kepala sekolah sebagai pendidik mempunyai kiprah yang sangat besar dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Kepala sekolah mempunyai tangggung jawab dalam membuat budaya dan iklim sekolah yang nyaman dan kondusif, untuk menjamin terselenggaranya proses belajar-mengajar yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

Dengan demikian, sanggup dibutuhkan bahwa sekolah bisa menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya-saing.

Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 ihwal Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 40 Ayat (2) menyatakan bahwa pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban memberi contoh dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan dengan dogma yang diberikan kepadanya.

Mengingat fungsi strategis kiprah kepala sekolah dalam menyebarkan sekolah dan meningkatkan mutu forum yang dipimpinnya, sudah sepantasnya kepala sekolah yang secara konkret berprestasi dianugerahi penghargaan yang layak.

Pemilihan Kepala Sekolah Menengan Atas Berprestasi ini diselenggarakan secara profesional, transparan, dan terukur. Dengan demikian, pemilihan ini merupakan sebuah aktivitas pemerintah yang dibutuhkan bisa menawarkan pujian dan dorongan yang lebih berpengaruh bagi kepala sekolah dalam melakukan kiprah kesehariannya.

Tujuan selesai dari semua upaya ini yakni untuk menghasilkan penerima didik yang unggul dan berprestasi baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

Dengan kata lain, dibutuhkan bahwa melalui Pemilihan Kepala Sekolah Menengan Atas Berprestasi, kualitas pendidikan dan pengelolaan Sekolah Menengan Atas akan lebih meningkat, yang pada kesannya bisa menjawab tantangan masa global yang berbasis keunggulan.

Download selengkapnya Pedoman Pemilihan Kepala Sekolah SMA/MA Berprestasi Tahun 2015, silahkan klik pada links sumber berikut. Semoga bermanfaat dan terimakasih… ...!

Thursday, 5 November 2020

Lebih Berakal Ini Dia...! Manfaat Aktual Di Ketika Hidup Sendiri

Sahabat Maya Yang Berbahagia…

Seringkali kesendirian menjadi suatu keadaan yang sangat tidak menyenangkan bagi seseorang. 

Sehingga ketika kesendirian terjadi maka ia akan berusaha mencari teman dan ini tentu saja manusiawi alasannya yaitu memang intinya insan itu tidak sanggup hidup sendiri tanpa pemberian yang lainnya (hidup bersosial).

Namun di sini saya tidak mengulas wacana hal tersebut di atas, akan tetapi saya akan mencoba menguraikan manfaat konkret (hikmah) ketika seseorang mengalami keadaan hidup yang sendiri. 

Pernahkan Anda mendengar sebuah kata bijak “Menyendiri yaitu sekolahnya jenius”…? Jika belum, silahkan disimak beberapa manfaat ketika hidup sendiri, ibarat uraian berikut ini :

1. Meningkatkan Kesadaran dan Evaluasi Diri

Saat menyendiri, seringkali saya ingat akan apa yang sudah saya lakukan sebelumnya, mulai dari apa yang sudah saya tuliskan, ucapkan, sampai perilaku yang sudah dilakukan. Sehingga merasa bersalah ketika itu, pikiran dan hati pun lebih akur dalam memutuskan apa yang nantinya sanggup kita lakukan lebih baik ke depannya. Sehingga kesalahan yang sama tidak terulang kembali.

2. Mempertajam Inspirasi dan Imajinasi.

Kalau jaman dulu sering kudengar, dengan bertapa orang akan sakti, dengan menyendiri di suatu daerah seseorang akan mendapat sesuatu bisikan ghaib dan lain-lain. Intinya menyendiri ini menjadi kunci dalam mendapat ide yang pure (asli) dan juga menunjukkan ruang dan kesempatan yang luas bagi imajinasi kita untuk membuatkan ide tersebut.

3. Lebih Fokus Dalam Berpikir dan Merasa.

Ketika menyendiri, otomatis pikiran dan hati kita benar-benar mempunyai kesempatan yang cukup optimal dalam menjalankan kiprah dan fungsinya masing-masing. Pikiran untuk berpikir dan hati untuk merasa. Maka patutlah ketika menyendiri keputusan yang diambil lebih baik dan objektif. Akan tetapi ini juga ditentukan seberapa banyak ilmu yang sudah berhasil kita tahu, wawasan dan pengalaman dari masing-masing individu tentunya.

4. Meningkatkan Produktivitas Berkelas.

Banyak para penemu berkelas dunia diawali dari menyendiri di kamar bahkan menyendiri di dalam hutan… J. Tapi yang mereka lakukan bukanlah menyendiri alasannya yaitu putus asa akan tetapi sebaliknya, mereka menyendiri untuk terus menggali dan membuatkan seluruh potensi diri sehingga mereka sanggup melahirkan sesuatu yang berkhasiat bagi sesamanya.

Di jaman kinipun cara ini masih cukup efektif bagi setiap orang yang ingin membuatkan sesuatu yang lain daripada yang lain (unik) dan pastinya berkelas nantinya. Dan tentu saja, apabila produktifitas itu nantinya bukan hanya menguntungkan diri-sendiri akan tetapi juga bermanfaat bagi sesama.

Demikian beberapa uraian wacana manfaat konkret ketika kesendirian terjadi pada hidup kita. Semoga bermanfaat dan terimakasih… Sampai berjumpa pada kesempatan berikutnya Saudara/iku…!

Wednesday, 4 November 2020

Lebih Berilmu Daftar Ptk Sudah Terbit Sktp Dan Data Belum Valid Per 30 Maret 2015 Jenjang Dikdas

Sahabat PTK dan Operator Sekolah yang berbahagia…

Dalam prosedur pembayaran Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) bagi guru yang telah bersertifikasi pendidik di tahun anggaran 2015 terdapat 2 prosedur ialah prosedur transfer dana sentra dan prosedur transfer melalui daerah.

Berikut data guru bersertifikat pendidik yang disertai dengan hasil verifikasi dan validasi dari data yang dikirimkan melalui sinkronisasi aplikasi Dapodikdas dengan beberapa status dokumen SKTP di antaranya :

1.   Belum Memenuhi Syarat
2.   Menunggu Validasi/Verifikasi
3.   Data Siap di-SK-an
4.   Data Sudah SK.

Bagi beberapa data guru bagi guru PNS maupun Non PNS yang belum valid (belum terisi dengan benar, belum lengkap, atau perlu diperbaiki) terdapat beberapa keterangan data di antaranya :

1.   Belum Verifikasi GTT.
2.   JJM Tidak Memenuhi Syarat.
3.   Perlu Verifikasi Status Kepegawaian.
4.   Guru Bantu Pusat Tidak Ada SPK.
5.   Riwayat Pendidikan Tidak diisi.
6.   Sumber Gaji tidak terang (lainnya).
7.   Tugas Tambahan Tidak Valid.
8.   NUPTK Bermasalah, NUPTK yang dientri berbeda dengan Database.
9.   Riwayat Pendidikan Tidak diisi.
10.    Sekolah Induk Tidak diketahui.
11.     JJM Tidak Memenuhi Syarat.
12.    Tidak ada sekolah induk dipilih (dicentang).
13.    Jenis PTK pada Dapodik Bukan Guru.
14.    Memasuki Usia Pensiun.
15.    Tempat Tugas tidak diketahui.
16.    Dan lain-lain

Oleh sebab itu, untuk perbaikan data PTK yang belum valid mekanismenya tetap melalui sinkronisasi aplikasi Dapodikdas oleh masing-masing operator sekolah bersangkutan.

Untuk mengetahui daftar PTK dari masing-masing prosedur di atas dari seluruh Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia sanggup diketahui dari links yang telah dipublikasikan oleh Bpk. Ibnu Aditya Karana (P2TK Dikdas) pada masing-masing tautan di bawah ini :


Untuk mendapat info update links cek info PTK, penerbitan SK Tunjangan Sertifikasi ataupun Aneka Tunjangan bagi Guru / Pendidik tahun anggaran 2015, silahkan kunjungi situs resmi P2TK Dikdas pada URL http://p2tk.dikdas.kemdikbud.go.id. Semoga bermanfaat dan terimakasih… ...!

Tuesday, 3 November 2020

Lebih Terpelajar Hormat Pada Guru Menjadi Salah Satu Kunci Sukses Berguru Siswa

Sahabat Edukasi yang berbahagia… Selain menghormati kedua orang bau tanah di rumah, menghormati siapapun yang lebih bau tanah di lingkungan di mana kita tinggal, sebagai pelajar, siswa, ataupun penerima didik tentu saja mempunyai beberapa guru di sekolah / madrasah masing-masing yang harus juga dihormati.

Guru ialah sumber ilmu ibarat halnya sebuah buku yang sanggup dibaca. Namun guru merupakan sumber ilmu yang tiada pernah tergantikan dengan buku. 

Karena Ia bukan hanya menunjukkan ilmu namun juga menunjukkan bagaimana cara menerapkan dalam kehidupan sehari-hari bagi siswa sampai guru menampilkan referensi dan keteladanan yang positif bagi setiap siswanya.

Oleh alasannya ialah itu, sebagai siswa, menghormati setiap gurunya ialah wajib hukumnya, dan kalau tidak seluruh agama pun menghukumi tindakan membangkang / membantah guru itu sebagai sebuah tindakan yang salah / dosa.

Pembiasaan bagi siswa yang disiplin dalam mencar ilmu baik di rumah dan juga di sekolah tidak juga ditinggalkan untuk mencapai kualitas pembelajaran, dan tentu saja hormat pada seluruh guru di sekolah / madrasah juga penting dan pastinya mempunyai beberapa manfaat positif.

Berikut beberapa hal-hal positif yang didapatkan bagi seorang siswa yang hormat pada gurunya :

1. Guru akan memberi perhatian lebih pada pembelajaran siswa.

Dalam pembelajaran di sekolah, guru yang profesional tidak akan membedakan gender (jenis kelamin), latar belakang ekonomi, SARA, dan lain-lain. Akan tetapi untuk siswa yang menghormati guru tersebut niscaya akan diperhatikan secara lebih, alasannya ialah adanya ikatan bathin yang besar lengan berkuasa antara siswa dengan gurunya.

2. Arahan dan motivasi khusus dari guru akan didapatkan siswa.

Bagi siswa yang selalu hormat pada gurunya, tentu guru tidak ingin anak tersebut nantinya mendapat kegagalan baik dalam belajarnya ataupun dalam kehidupannya secara umum. Guru akan menunjukkan kode plus dalam taktik belajar, bahkan beberapa pengalaman kehidupan sang guru akan dibagikan kepada siswanya yang mau menghormatinya bukan hanya dalam di sekolah namun juga di luar sekolah.

3. Nilai akademik meningkat.

Dalam setiap penilaian, abjad menghormati guru menjadi poin penting yang tidak sanggup diremehkan oleh setiap siswa. Terlebih dalam sistem evaluasi kurikulum 2013, nilai perilaku akan menjadi penentu utama dalam kenaikan kelas, atau bahkan kelulusan penerima didik.

4. Do’a guru akan kesuksesan masa depan siswa.

Jika perilaku hormat pada guru yang ditampilkan oleh siswanya yang tulus, maka sang guru pun dalam beberapa cita-cita ataupun do’a baiknya untuk anak tersebut. Dan insya Allaah do’a dari ketulusan sang guru kepada siswanya tersebut akan dikabulkan oleh Allaah SWT.

Setelah hal-hal positif di atas didapatkan oleh siswa, maka seorang siswa dipastikan akan mempunyai prestasi yang baik, yang nantinya tentu akan menuju ketuntasan mencar ilmu yang baik dan memuaskan bukan hanya membanggakan bagi siswa, namun juga bagi guru sampai kedua orang tuanya.

Demikian artikel singkat mengenai hal-hal positif yang didapatkan seorang siswa yang selalu hormat pada gurunya. Semoga bermanfaat dan terimakasih…Salam hormat untuk seluruh Bapak/Ibu Guru semuanya… Semoga senang selalu… Aamiin…

Monday, 2 November 2020

Lebih Pintar Layanan Satu Pintu Dan Pelibatan Publik Untuk Tata Kelola Dan Efektivitas Birokrasi Pendidikan

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Dalam rangkaian aktivitas Rembuknas Kemdikbud RI 2015 membahas perihal keterlibatan publik dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan Indonesia pada umumnya. Selain itu juga adanya gosip penting terkait layanan satu pintu dan juga perihal optimalisasi Dapodik. Berikut info selengkapnya yang admin share dari situs Kemdikbud RI…

Efektivitas Birokrasi Pendidikan dengan pelibatan publik menjadi pokok pembahasan dalam Sidang Komisi VII Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RPNK) 2015 yang berlangsung di Bojongsari, Depok, 29-31 Maret 2015. 

Sidang Komisi VII yang dipimpin Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Irjen Kemendikbud) Haryono Umar, mengemuka pentingnya untuk mengefektifkan layanan perlu pelayanan terpadu satu pintu dengan pembentukan forum atau unit penanganan pengaduan di masing-masing tempat dan di pusat.

Haryono Umar memaparkan, sebanyak Rp 406,70 trilyun yang digelontorkan untuk pengelolaan Anggaran pendidikan dari Rp 1.994, 89 trilyun Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) di tahun 2015,  sebanyak 62.5 persen untuk belanja transfer daerah.

Dana transfer ke tempat itu meliputi anggaran pendidikan dalam Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Khusus Pendidikan, dana pelengkap penghasilan guru Pegawai Negeri Sipil Daerah, pinjaman profesi guru, anggaran pendidikan dalam otonomi khusus, dana insentif daerah, dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Pelibatan Publik

Terungkap, dengan begitu besarnya anggaran transfer ke tempat (62,5 persen dari Rp 406,70 trilyun) ternyata Rp 406,70 trilyun pengawasan anggaran ini di daerah-daerah belum efektif. Hal itu antara lain alasannya yaitu lemahnya pengawasan internal di setiap forum yang menangani pendidikan di tingkat kabupaten/kota, dan kurangnya Sumber Daya Manusia pengawas di daerah.

Sehingga, pelibatan publik turut mengawal dan mengawasi pelaksanaan dana transfer tempat yang begitu besar menjadi amat penting. Sedangkan, sebanyak 37,5 persen untuk belanja pemerintah sentra yang mengelola pendidikan, meliputi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Agama, dan Kementarian/Lembaga lainnya.

Kebijakan umum pemanfaatan anggaran pendidikan berpedoman kepada tiga kebijakan, di antaranya :

Pertama, kebijakan Nawacita, meliputi meningkatkan kualitas hidup insan Indonesia, meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, melaksanakan revolusi huruf bangsa, dan memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia.

Kedua, arahan khusus presiden, berupa Wajib Belajar 12 tahun, Kartu Indonesia Pintar, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pariwisata dan Kelautan atau maritim, dan pendidikan di tempat perbatasan, Papua, Papua Barat dan pedalaman.

Ketiga, program generik Kemendikbud, yaitu berupa penguatan kapasitas bintang film pendidikan, peningkatan kanal dan mutu pendidikan, pelestarian dan pengembangan kebudayaan; khususnya pariwisata, dan penguatan tata kelola dan partisipasi publik.

Berdasarkan aktivitas generik Kemendikbud, komisi VII pun mengangkat sejumlah isu, yaitu :

(1)  Tata Kelola. Pada tema ini, komisi VII memfokuskan kepada perubahan struktur organisasi Kemendikbud, dan implementasi UU No. 23 Tahun 2014;

(2) Efektivitas Birokrasi meliputi pelayanan evaluasi angka kredit, pelayanan pengaduan masyarakat, optimalisasi pemafaatan Jaringan Pendidikan Nasional, pelayanan terpadu satu pintu, optimalisasi Data Pokok Pendidikan;

(3) Pelibatan/Partisipasi Publik yang dikhususkan pada pendanaan pendidikan, dan peningkatan tugas komite sekolah; dan

(4) Pengawasan dalam bentuk penerimaan murid baru, pengawasan dana transfer daerah, dan peningkatan kualitas pengawasan dana pendidikan.

Sehingga, pembahasan pada komisi VII secara garis besar terbagi ke dalam 12 hal, yaitu perubahan struktur organisasi Kemendikbud, implementasi Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014, pelayanan evaluasi angka kredit, pelayanan pengaduan masyarakat, optimalisasi pemanfaatan jaringan pendidikan nasional, pelayanan terpadu satu pintu, optimalisasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik), pendanaan pendidikan, peningkatan tugas komite sekolah, penerimaan murid baru, pengawasan dana transfer daerah, peningkatan kualitas pengawasan dana pendidikan.

Sunday, 1 November 2020

Lebih Pintar Ujian Nasional (Un) 2015 Mengutamakan Kejujuran Dan Integritas

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Berdasarkan publikasi pada situs Kemendikbud RI bahwasannya UN Bukan Untuk Lulus 100 Persen, Tetapi Jujur 100 Persen.

Apa tujuan dari ujian nasional (UN)? Tujuannya yakni untuk mengetahui capaian berguru seorang siswa. Ini merupakan hak seorang siswa untuk mengetahui capaian belajarnya. 

Oleh alasannya itu lakukan UN bukan untuk lulus 100 persen, tetapi lakukanlah dengan jujur 100 persen, lantaran tahun ini UN tidak menjadi syarat kelulusan.

Demikian disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, ketika mengunjungi salah satu televisi di tempat Senayan, Jakarta, Jumat (27/03/2015). 

”Mulai tahun ini kelulusan 100 persen ditentukan oleh sekolah. Yang dinilai yakni seluruh mata pelajaran termasuk sikap siswa. Oleh alasannya itu siswa jangan menyebabkan UN sebagai beban,” tutur Mendikbud.

Mendikbud menekankan kembali, UN tidak lagi menjadi syarat kelulusan, tetapi UN sanggup dipakai untuk mendaftar pada jenjang pendidikan berikutnya. 

Dengan begitu, UN sanggup memperlihatkan sikap kasatmata kepada siswa dan guru. Siswa berguru bukan lantaran takut untuk menghadapi UN, tetapi berguru untuk mewujudkan cita-cita mempunyai nilai yang lebih tinggi.

”Karena nilai yang tinggi itu akan membantu mereka mendapat sekolah yang lebih baik. Sehingga sanggup menanamkan referensi sikap yang positif,” ucap Mendikbud.

Mendikbud berharap dengan tidak dimasukkannya UN sebagai syarat kelulusan, ke depan sanggup menanamkan sikap siswa bahwa mengikuti UN itu yakni semangat untuk mendapat prestasi yang baik. ”Jangan lakukan kecurangan-kecurangan yang selama ini banyak dikabarkan. Tetapi lakukan dengan jujur, dan raihlah prestasi yang baik,” pesan Mendikbud.

Utamakan Ujian Nasional Berintegritas

Tahun ini ada yang berbeda dari pelaksanaan ujian nasional (UN). Karena tidak lagi menjadi syarat kelulusan, maka pelaksanaan UN yang berintegritas harus diutamakan. Demikian disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Furqon.

“Yang ditekankan tahun ini yakni menomor satukan kejujuran dalam pelaksanaan UN. Jangan kita melaksanakan jadwal dengan mengorbankan abjad siswa,” ujar Furqon.

Ia menambahkan, untuk mendukung upaya pelaksanaan UN yang berintegritas, Kemendikbud melaksanakan dua upaya. Komunikasi, kata Furqon, sebagai upaya pertama. Komunikasi yang dilakukan yakni mengkampanyekan pelaksanaan UN yang berintegritas kepada semua pihak, dari pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga dengan satuan pendidikan. 

Kemendikbud juga melaksanakan obrolan wacana pentingnya mendidik belum dewasa bangsa yang berintegritas, sehingga mereka akan menjadi penerus bangsa yang inspiratif di abad depan.

 “Bagi orang-orang yang tidak berintegritas, maka mereka akan tersisihkan dalam percaturan global. Oleh alasannya itu tanamkan jiwa berintegritas dalam diri belum dewasa kita,” ucap Furqon.

Selain melaksanakan komunikasi dengan berkampanye dan dialog, Kemendikbud juga melaksanakan analisis wacana indeks integritas setiap sekolah. Furqon mengatakan, hasil dari analisis ini akan disampaikan per provinsi, kabupaten/kota, dan sekolah. Dari hasil analisis jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), akan disampaikan ke tingkat perguruan tinggi tinggi, khususnya panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

“Dengan hasil analisis tersebut, diperlukan ujian nasional sanggup menjadi materi pertimbangan penerimaan mahasiswa baru,” kata Furqon.  
 
Selanjutnya mengenai persiapan pencetakan naskah soal ujian nasional berbahan kertas, tutur Furqon, hingga dengan hari kemarin sudah mencapai sekitar 99,6 persen. Ia mengharapkan pada hari ini sudah mencapai 100 persen naskah UN siap kirim.

“Sesuai dengan pantauan kami hingga ketika ini tidak ada keterlambatan pengiriman naskah soal UN. Kami belum mendengarkan adanya hambatan-hambatan pengiriman dan penggandaan soal-soal un,” pungkas Furqon. (Seno Hartono)

Sumber referensi artikel : www.kemdikbud.go.id

Lebih Arif Di Finlandia, Mata Pelajaran Matematika Dan Kimia Dihapus

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Dalam kesempatan kali ini, admin akan bagikan isu ihwal di Finlandia untuk mata pelajaran Matematika dan Kimia dihapus yang admin share dari Tempo.co.id selengkapnya sebagai berikut…

Helsinki - Finlandia yang menjadi salah satu negara barometer pendidikan terkemuka di dunia bakal melaksanakan perombakan paling radikal dalam sistem pendidikan modern.

Mulai tahun 2020, negara ini menghapus setahap demi setahap mata pelajaran individual menyerupai matematika, kimia, dan fisika. 

Sebagai gantinya, siswa diajarkan ihwal topik-topik atau fenomena yang luas dan nyata sehingga tak ada lagi pertanyaan menyerupai "apa gunanya mencar ilmu mata pelajaran ini?"

Langkah revolusioner itu dilakukan menurut uji coba semenjak dua tahun kemudian yang menghapus mata pelajaran individual untuk pelajar usia 16 tahun di Helsinki, ibu kota negara. 

Selain itu, 70 persen guru Sekolah Menengan Atas di Helsinki dilatih dengan pendekatan gres tersebut. Hasil uji coba menunjukkan bahwa siswa merasa senang dan diuntungkan.

Richard Garner dari The Independent melaporkan bahwa output terukur dari murid telah membaik semenjak sistem gres diperkenalkan. Cetak biru Kyllonen atau kurikulum pendidikan gres yang merujuk nama Marjo Kyllonen, Manajer Pendidikan Helsinki, akan dipublikasikan final bulan ini. Kurikulum gres itu bakal diterapkan pada tahun 2020.

Para perencana menjelaskan ketimbang mengikuti satu jam pelajaran geografi dan satu jam pelajaran sejarah menyerupai ketika ini, lebih baik siswa mencar ilmu ihwal Uni Eropa selama dua jam. "Di dalamnya mencakup pelajaran bahasa, ekonomi, sejarah, dan geografi," katanya.

Contoh lain, siswa sekolah kejuruan yang mempraktekkan sistem 'pelayanan di kantin' akan sekaligus mencar ilmu matematika, bahasa, dan keterampilan berkomunikasi. Meskipun siswa masih mempelajari semua teori-teori ilmiah yang penting, mereka akan mencari tahu apa yang mereka pelajari dengan menerapkannya yang bekerjsama terdengar cukup mengagumkan.

Pasi Silander, Manajer Pengembangan Helsinki yang memimpin proyek perubahan ini menekankan pentingnya pelajaran yang sanggup membantu siswa memasuki dunia kerja. "Yang kami butuhkan kini ialah jenis pendidikan yang berbeda untuk mempersiapkan orang bekerja," katanya.

Anak-anak muda masa kini sudah jago memakai komputer. Pada masa kemudian semua bank mempunyai banyak pegawai yang menghitung angka secara manual tapi kini semuanya telah berubah. "Oleh sebab itu kita harus menciptakan perubahan dalam pendidikan yang dibutuhkan untuk industri dan masyarakat modern," katanya kepada Garner.

Sistem gres ini juga mendorong banyak sekali jenis pembelajaran, menyerupai memecahkan dilema dalam berinteraksi dan bersosialisasi di antara kelompok-kelompok yang lebih kecil untuk membantu menyebarkan keterampilan siswa untuk siap berkarier.

"Kita harus memikirkan dan merancang ulang sistem pendidikan sehingga sanggup mempersiapkan belum dewasa kita di masa depan dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk hari ini dan esok," kata Marjo Kyllonen. Menurut Marjo, ada sekolah yang mengajar dengan cara kuno yang berkhasiat hanya untuk masa-masa di awal tahun 1900-an. Tetapi kebutuhan tidak sama, katanya, dan kita perlu sesuatu yang cocok untuk era ke-21.

Memang, ada beberapa reaksi dari para guru yang menghabiskan seluruh kariernya dengan mengkhususkan diri dalam mata pelajaran tertentu. Namun cetak biru kurikulum gres ini menunjukkan bahwa guru dari banyak sekali latar belakang berbeda akan bekerja sama untuk menerapkan topik-topik dari kurikulum gres ini. Mereka juga akan mendapatkan insentif dengan melaksanakan sinergi itu.

Finlandia diakui mempunyai salah satu sistem pendidikan terbaik di dunia. Secara terus-menerus, negara ini berada pada peringkat atas PISA untuk mata pelajaran bergengsi menyerupai matematika, sains, dan membaca. Apakah perubahan radikal ini bakal membantu mereka untuk tetap mempertahankan posisi itu?

Referensi artikel : Finlandia Hapus Pelajaran Matematika dan Kimia – Tempo.co